
"Hei, cepatlah, kita tidak ada waktu lagi, saat ini para Monster semakin ganas, lebih baik kita cepat-cepat bergegas." Ucapku kepada Ezekiel yang saat ini masih mencari senjatanya yang entah kemana hilang.
"Apa kau tidak ada senjata lain selain dor-dor (Pistol) mu itu?" Ucapku
"Ada sih... Namun keduanya sama-sama menghilang." Ezekiel
"Belati kan ya? bukannya itu daritadi kamu pegang?" Ucapku sambil menunjuk ke arah tangan Ezekiel yang memegang Belati.
"Hah? ngomong apa sih kamu ini, jelas-jelas belati serta pistolku menghila–
Eh, kenapa Belati ku ada di genggaman tanganku?" Ezekiel terkejut dengan Belatinya yang digenggam nya.
"Seriusan, Aku daritadi tidak menggenggam apapun, apa kau yang menaruhnya ke tanganku, Evan?" Ezekiel
"Bukannya belati itu sudah daritadi berada di tanganmu? Yah, sudahlah, lebih baik kita cepat-cepat bergegas, daripada para Monster semakin liar.." Aku kemudian langsung berlari ke kota dan memburu para Monster.
"Oi! Tunggu aku, sialan!" Ezekiel
--------
Saat sudah sampai di kota, aku memasuki gedung tinggi dan mengamati sekitar, namun aku tak menemukan satu monster pun.
"Apa semuanya sudah dibunuh oleh para Immortal Hunter yang lain?" Ucapku sambil menggaruk kepala.
"Ini salahmu Ezekiel, kamu terlalu banyak membuang-buang waktu, kita jadi tak bisa mendapatkan makanan." Ucapku dengan menatap sinis Ezekiel.
"T-Tunggu, bukankah kau merasakan kejanggalan disini? Seharusnya ada jejak pertarungan disini, namun tidak ada, dan juga bangunan-bangunan disini masih utuh." Ezekiel
"Mungkin itu ulah para Immortal Hunter yang lain, dan tipe kekuatannya adalah mengendalikan waktu, dan itu memungkinkan ia menghapus jejak pertarungan.
Namun, bisa jadi monster itu sudah pergi dahulu sebelum kita datang."
Aku mengamati sekitar dan mengecek keadaan disekitar, siapa tau ada seseorang yang berada disana
Namun aku tidak melihat apapun disana, hanya ada sebuah kabut yang mengelilingi kota.
Beberapa saat kemudian aku memutuskan untuk turun bersama Ezekiel untuk mengecek langsung keadaan disekitar.
Namun saat aku sudah berada di permukaan, kabut semakin tebal, yang membuatku tidak bisa melihat, begitu juga dengan Ezekiel, kami terpisah akibat kabut yang tebal, mungkin Ezekiel masih berada di sampingku.
Saat aku mencoba mundur dan masuk kembali kedalam gedung, tiba-tiba seseorang menyerang ku, aku tidak tau darimana asalnya, namun aku merasakan hawa keberadaan nya tak jauh dari tempatku, dia menyerang dengan pistol, pelurunya mengenai tanganku, namun aku beregenerasi kembali
Aku memperkirakan jarak orang yang menyerang ku, lalu aku memancing orang itu untuk menembak dan menyerangku kembali agar aku bisa tahu arah tembakan tersebut.
namun sepertinya dia sudah menyadari rencanaku, jadi aku bersembunyi dan memanfaatkan kabut-kabut tersebut.
__ADS_1
Saat aku sedang bersembunyi, orang itu menembak ku kembali, untung aku bersembunyi dibalik besi baja.
Aku menemukan tempat orang tersebut menembak, lalu aku kesana diam-diam, aku mengetahui jejak nya karena arah dari peluru tersebut.
Saat aku sampai di tempat tersebut, aku tidak menemukan siapapun, aku mengira bahwa orang tersebut sudah kabur darisana sebelum aku datang
Namun aku tidak menemukan jejak nya, aku menganggap bahwa peluru tadi di kendalikan dari jarak jauh dan membuat peluru itu seolah-olah datang dari sini.
"Hmph, cerdik juga."
Kemudian aku duduk disana sebentar, sambil memikirkan rencana, serta Ezekiel yang saat ini tidak ada, mungkin ada, namun tidak terlihat dan pandanganku juga menurun akibat kabut-kabut tebal ini.
Saat aku sedang berpikir, lagi dan lagi ada yang menyerangku, namun kali ini orang tersebut menampakan diri dibalik kabut-kabut tersebut.
Sekilas, gaya bertarungnya mirip seperti seorang Assassin, tidak, bahkan persis seperti Assassin.
Ia bergerak sangat cepat, bahkan pandanganku tidak bisa melihatnya, sekilas aku hanya melihat kabut yang bergerak.
namun aku dapat merasakan hawa keberadaan nya, yang membuatku bisa menghindari serangan nya.
Lalu aku mencoba melawan, aku menggunakan teknik bertarung Assassin juga agar aku bisa melihat serta menyerang secara diam-diam lawan tanpa diketahui.
Aku juga bisa menambah kecepatanku melalui Energyku, dan menjadi sangat cepat, sampai-sampai kabut-kabut itu hilang akibat kecepatanku.
"Apa?! Dimana dia?! Menghilang?!" Orang itu tak melihat pergerakan ku, ini semakin mudah untuk menyerangnya.
Kemudian aku menyerangnya menggunakan pedang, aku membelah kepalanya dan mengambil kepala orang itu, aku memegang kepalanya, lalu beberapa informasi masuk kedalam pikiranku
Itu adalah salah satu kekuatanku, ya, kekuatan ini sangat berguna untuk mencerna informasi dari orang yang keras kepala dan sulit di interogasi.
Aku kemudian mencari Ezekiel, dan menemukannya tergeletak dijalanan, entah mungkin ia diserang dan pingsan, atau mungkin dia shock lalu pingsan aku langsung membawanya ke Desa Kecil.
Sesampainya disana aku langsung memanggil seniorku, kebetulan dia juga seorang dokter, jadi aku memintanya untuk menyembuhkan Ezekiel sampai dia bangun dari pingsannya.
"Hari ini kami tidak mendapatkan apapun, para Monster tidak ada dilokasi seperti biasanya, lalu kami juga diserang oleh seseorang." Aku melapor kepada kepala desa tersebut.
"Ah, ya sudah, yang penting kamu selamat, apa kamu mendapatkan informasi tentang orang itu?" Ucap kepala desa
"Aku mendapatkannya, orang itu adalah orang kiriman dari organisasi bernama Sycthe, tujuan mereka adalah ingin membunuh para Immortal Hunter serta memperluas wilayah mereka." Ucapku, Omong-omong pria yang berada dihadapanku bernama Riel, dia adalah kepala desa ini, usianya sangat tua yaitu 791 tahun, penampilannya seperti kakek-kakek diumur 60, namun walaupun begitu, kekuatannya masih sangat kuat, terutama kekuatan fisik serta Eien.
untuk kekuatan fisiknya, ia bisa menghancurkan gedung setinggi langit dalam satu kali pukulan tanpa dibantu oleh Eien atau kekuatan supranatural nya
menurut seniorku, dia bisa mengendalikan apapun sesuka hatinya, ia bisa mengendalikan orbit planet-planet dengan mudah, bahkan menghancurkan bumi hanyalah hal yang sepele baginya.
"Hebat, sepertinya aku tidak salah mengajakmu tinggal di Desa Kecil dan busuk ini." Ucapnya
__ADS_1
"Ah, justru aku yang harus merasa bersyukur karena bisa tinggal di desa seperti ini, jika aku tidak datang kesini mungkin aku tidak bisa bertemu dengan mu, kakek" Ucapku
"Tidak usah memanggil ku kakek, panggil saja pak, atau om." Ucap Kakek Riel, aku sontak sweetdrop mendengar perkataannya, begitu juga dengan seniorku.
"A-Ah ya, baiklah kake– pak" Ucapku, lalu aku kembali ke kamarku dan tidur.
Keesokan Harinya aku disuruh untuk menyelidiki lebih lanjut, namun kali ini aku sendirian, karena ini hanyalah tugas pengintaian, dan, ya, ini memudahkanku untuk bertarung secara leluasa tanpa khawatir, kali ini aku tidak akan seperti kemarin." Ucapku lalu aku berlari diatas gedung-gedung sambil memantau sekeliling, saat aku sampai dilokasi tujuan, aku melihat segerombolan orang sedang berdiskusi, aku diam-diam memperhatikan mereka dan mendengarkan diskusi mereka.
Namun, sialnya aku menginjak kayu yang berada di atap gedung, aku jadi ketahuan
"Siapa disana?!" Salah satu orang langsung peka terhadap kehadiranku.
Aku lalu menggunakan pisau dan melemparkannya ke kepala orang tersebut
Pisau itu tepat mengenai targetnya, lalu saat orang-orang itu terkejut, aku turun dan menyerang mereka.
"Apa–?!"
*Sring*Sring*Jlebb*
Darah berceceran dimana-mana, nampaknya disana masih banyak orang, terlebih lagi didalam banyak orang yang bersenjata.
Aku dengan kecepatanku lalu menyerang mereka semua secara barbar.
"Siapa yang menyerang?! Apakah Musuh–?!" Ucap salah satu tentara
Lalu aku membantai Mereka semua, saat aku ingin keluar darisana, aku ditembak dibagian jantungku, namun aku langsung beregenerasi kembali.
"Oh, ternyata masih ada yang tersisa... Hehehehe!" Aku langsung melaju dengan kecepatan cahaya dan menendang kepala orang itu, namun seranganku tidak berpengaruh, seolah-olah itu hanya menggelitiknya.
"Apa kau terkejut? Hahaha, aku adalah Iron, aku tak akan mudah dikalahkan begitu saja dengan orang yang bermodal kecepatan tinggi." Orang itu memperkenalkan diri, dan menyombongkan dirinya.
"Apa kau yakin? Aku juga bisa meningkatkan daya serangku serta ketahanan ku, lihatlah ini." Aku langsung melesat dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya, aku meningkatkan kecepatanku menggunakan Eien, dan aku juga meningkatkan daya serangku.
"Mana Mungkin–?! Uwogh..." Aku melubangi perut Iron menggunakan pedangku, dan menciptakan donat yang sempurna.
"Sempurna, mungkin jika kau adalah seorang Monster aku akan memakan tubuhmu, namun karena kau adalah manusia aku ogah memakan tubuhmu, terlebih lagi aku bukanlah kanibal." Ucapku.
Aku kembali kedesa dengan membawa tas yang dipenuhi dengan dokumen-dokumen aneh, aku tidak bisa membacanya karena isinya panjang.
"Misi selesai." Ucapku sambil berdiri dihadapan Riel.
"Bagus, apa kau membantai mereka semua? Tubuhmu banyak sekali darah, mandi aja dulu, nanti aku akan memanggilmu kemari." Ucapnya
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mandi."
*****