A Crying Child

A Crying Child
8. Seven Holy Angels (3)


__ADS_3

Aku bingung dengan situasi aneh ini, yang dimana saat ini aku sedang berkeliling berharap menemukan Makhluk Hidup.. Setidaknya serangga.. namun aku tidak menemukan apapun disana, disana hanya terdapat reruntuhan bangunan yang disebabkan oleh pertarungan ku dengan 3 orang itu


Tidak ada apapun disini, bahkan Monster sekalipun tidak ada disini... Aku juga tidak bisa menemukan Riel.


"Aneh... Ini aneh, apakah ini benar-benar dunia yang aku kenal?" Ucapku sambil melihat langit sambil memegang pedangku dan menodongkan pedang tersebut ke langit


"Kali ini aku benar-benar benci Tuhan... Mengapa Tuhan membuat makhluk-makhluk ciptaannya menderita? Terlebih lagi mengapa mereka membuat sistem takdir? Apa gunanya itu? Takdir? Aku benar-benar kesal mendengar hal itu... Jika benar Sistem Takdir itu ada, mengapa nasib para Manusia seperti ini? Bahkan Takdir itu sendiri merenggut nyawa Orang Tua ku dengan cara yang sangat kejam.. Aku ingin menghancurkan sistem Takdir saat ini serta Tuhan sendiri agar Manusia serta Makhluk Hidup di bumi dapat hidup dengan tenang tanpa khawatir dengan takdir mereka." Ucapku sambil menahan air mata yang perlahan berkumpul di kantong mata ku sampai akhirnya aku tidak bisa menahan nya.


Lalu aku terjatuh pingsan tak sadarkan diri


 ------


"Hei, bangun!"


"Kenapa ada orang pingsan disini? Bukankah dunia ini tidak berpenghuni?"


"Entah, kita coba bangunkan saja dia dulu untuk bertanya."


Lalu aku bangun karena mendengar seseorang sedang mengobrol.


Aku membuka mataku dan melihat 2 orang yang sedang menatapku... menurutku muka mereka menjengkelkan.


"Siapa kalian? Kenapa kalian berada disini?" Ucapku sambil menguap, namun aku tetap waspada.


"Justru kami yang harus menanyakan hal tersebut.." Ucap orang yang berada di samping kiri ku, dia cowok dan berpenampilan seperti cowok umum biasanya, namun dia tampan, rambutnya sedikit panjang


"Jawab dulu pertanyaan ku.." Ucapku sambil mengeluarkan sarung pedangku.

__ADS_1


"Out, Out, sabar! Maafkan orang satu ini, dia memang gobl*k, tolong maafkan dia." Ucap perempuan yang mungkin dia pacar si cowok tersebut? aku juga tidak tau.. tapi jujur saja, penampilannya cantik, dan yang paling menonjol adalah 2 buah gunung yang lumayan besar... wajahnya standar pada wanita umumnya, badannya juga tidak terlalu gemuk dan juga tidak terlalu tinggi, rambutnya juga pendek.


"Kami tidak tahu kenapa kami disini, karena kami tiba tiba berpindah tempat ke tempat ini.. oh iya, perkenalkan aku Aoi Kobayashi atau panggil saja Aoi, dan orang yang satu ini adalah Akihito Shirosaki, salam kenal." Ucap wanita itu memperkenalkan dirinya serta temannya.


"Aku Evan... Christ, hobiku adalah membunuh para Monster." Ucapku


"S-salam kenal" Ucap pria dan wanita itu.


"Tunggu, apakah di dunia ini ada hal seperti Monster?" Tanya wanita yang bernama Aoi


"Ya memang ada, namun itu di Dunia yang kukenal dulu, sekarang berbeda, bahkan tidak ada Monster disini, aku juga masuk ke Dunia ini bersama teman-teman ku tanpa suatu alasan yang jelas, padahal saat itu kami habis bertugas." Ucapku sambil mengingat kejadian tadi.


"Kalau begitu, ini dunia lain? atau mungkin Dunia Pararel?" Ucap pria tersebut


"Kurasa." Ucapku lalu aku berdiri, dan ingin mengambil kepala Malaikat yang tertancap tombak, namun saat aku ingin mengambilnya, tiba-tiba kepala tersebut pecah menjadi partikel-partikel kecil dan perlahan menghilang.


"Ini adalah tombak bekas pertarungan ku tadi, aslinya ada kepala tertancap disini namun entah apa yang terjadi kepala tersebut malah berubah menjadi partikel kecil setelah ku sentuh." Ucapku lalu menyerahkan tombak itu kepada mereka.


Lalu aku mengobrol sampai beberapa jam, dan mereka pergi begitu saja sambil membawa tombak ku, saat aku bertanya untuk apa mereka hanya menjawab "untuk bukti" sambil tersenyum lalu pergi ke portal, awalnya aku juga ingin ikut namun aku takut mereka dari kelompok lain.


Aku lalu duduk dan tiba-tiba aku ingat bahwa teman dan seniorku aku teleportasikan jadi aku lupa tidak ke tempat yang aku teleportasikan.


Kemudian aku langsung bertelepotasi ke sana, saat sampai disana aku mendapati bahwa mereka tertidur, aku bingung kenapa mereka tidur disaat-saat seperti ini, apakah mereka tidak takut tiba-tiba diserang oleh seseorang saat tidur? mereka ini memang gila.


Lalu aku duduk dan menyalakan api unggun


Aku membuat api unggun tersebut dengan Eien ku, aku menciptakan api dan menaruhnya di senjata ku yang berdiri tegak persis seperti tombak.

__ADS_1


Aku menaruh senjataku tepat di depanku, lalu aku duduk dan memandang langit-langit di sana, ini mengingatkan ku pada langit di bumi.


"Mungkin aku akan terjebak lebih lama disini.." Gumamku dengan muka suram dan berharap bisa keluar dari Dunia ini.


Aku hanya bengong sambil menatap langit-langit dan tiba-tiba Ezekiel berbicara


"Woi, kau ini kemana saja? Habis bertarung? Menang atau Kalah?" Ucap Ezekiel


"Tentu, aku memenangkan pertarungan tersebut namun ada 1 orang kabur jadi aku tidak bisa melanjutkan pertarungan nya, niatnya aku ingin mengejarnya namun aku sudah tidak ada niat untuk bertarung lagi, bisa bisa jika aku mengejarnya maka seluruh permukaan disana akan hancur.


Saat aku berbicara dan menceritakan semuanya kepada Ezekiel tiba-tiba waktu terhenti, Ezekiel berhenti bergerak, namun aku masih bisa bergerak karena serangan Waktu tidak berpengaruh terhadapku


Aku penasaran siapa pelaku yang menghentikan Waktu tersebut, tidak mungkin ini fenomena alam, ini sudah diluar akal manusia, jika benar kalau ini Fenomena pasti aku sudah tau daritadi, karena aku dapat melihat masa depan dengan menggunakan yang dapat pergi ke masa depan ataupun masa lalu, namun bukan dengan tubuh fisika melainkan tubuh spiritual atau jiwa


menggunakan Eien sebagai energi, begitu juga dengan kekuatanku yang lainnya, namun aku belum memberi nama untuk beberapa kekuatanku yang lain karena cukup banyak, mana mungkin aku harus merupakan jurus seperti di kartun-kartun sebelum menyerang, lagian aku menamainya karena iseng, aku sendiri tidak usah merapalkan mantra seperti sihir, karena sifat Eien berbeda


Eien adalah energi spiritual yang menyerap energi Kehidupan, energi kehidupan sendiri adalah Energi yang mendasari Eien karena mereka saling terkait Energi kehidupan adalah semacam energi Spiritual yang tercipta karena para The Truth, lalu kegunaannya adalah membuat seseorang mencapai atau keabadian, lalu setelah mendapat keabadian maka mereka akan menjadi Immortal Hunter dan akan diajarkan cara menggunakan Eien


Yang dimaksud dengan menyerap energi Kehidupan bukan berarti menyerap umur, namun menyerap Stamina, atau mungkin di Kartun-kartun fantasy sering disebut sebagai mana, namun kata "Mana" hanya perumpamaan saja karena supaya para pengguna mudah mengerti, dan karena para Immortal Hunter rata-rata memiliki regenerasi yang cepat jadi Eien tersebut dapat di isi kembali dengan cepat, bagi ku hanya butuh 5 detik untuk mengisinya, untuk yang lain mungkin lebih banyak


Kecepatan regenerasi juga berpengaruh terhadap kapasitas Eien yang di punyai Immortal Hunter itu sendiri, dan untuk mengetahui kapasitas Eien tersebut, para Immortal Hunter harus mempunyai kekuatan terlebih dahulu untuk melihat seberapa banyak kapasitas Eien mereka.


Untuk milik ku jangan ditanya lagi, jumlahnya tak terhitung, mungkin tanpa regenerasi pun aku bisa menggunakan Eien berkali-kali.


"Siapa lagi yang cari gara-gara... Padahal tadi aku habis bertarung masa harus bertarung lagi, begini lebih baik aku tidur" Ucapku sambil melihat sekeliling.


Namun nampaknya setelah aku analisis itu bukan ulah siapa-siapa, melainkan memang Fenomena Aneh di dunia ini, Waktu berhenti dan para Makhluk Hidup juga tidak bisa bergerak, kecuali aku, karena aku bukan sesuatu yang hidup, dan tubuh yang kupakai juga kosong, tidak ada Jiwaku ditubuh ini, itu karena aku dulu sempat mengikuti sebuah ritual yang dimana itu memindahkan Jiwa serta energi spiritual ku ke tubuh Manusia Buatan, Sebagian Eien ku juga disegel ya seperti saat ini, walaupun seharusnya dengan Eien seperti itu aku bisa menghancurkan sesuatu dengan mudah, namun aku menahan diri karena takut itu akan merusak Bumi tempat tinggalku, aku tidak akan segan-segan menghancurkan apapun jika di luar planet bumi, seperti tadi saat aku melawan Malaikat tersebut.

__ADS_1


------


__ADS_2