
Terlihat sosok gadis kecil dengan senyumnya yang manis sedang terduduk di sebuah bangku yang berada di taman bermain, disaat yang lainya bermain banyak wahana ia hanya memandangi para bunga yang terkena sinar matahari.
"Huh, indah!" Ucap gadis kecil tersebut dengan sebuah hentakan nafas lega, "masih suka yah, liat bunga?" Tanya seorang pria yang berada di belakangnya, kemudian pria itu duduk di samping gadis kecil itu. "Yah, bagaimana lagi, aku sangat menyukai bunga bunga ini!" Balas Ovy.
Pria disampingnya hanya menggelengkan kepala melihat Ovy yang terduduk manis dengan senyum yang sangat indah. Banyak anak anak yang berlalu lalang di depan mereka berdua, hingga.... "Kakak!" Teriak seorang anak laki laki yang tengah bermain perosotan di taman bermain. "Hati hati!" Balas Ovy dengan berteriak ke arah anak laki laki tersebut.
Ovy sangat populer dikalangan anak anak yang sering datang ke taman bermain, banyak anak anak yang menyukai Ovy, karena Ovy adalah tipe anak perempuan yang sangat menyukai anak kecil. Ovy selalu datang ke taman bermain saat hari minggu, Ovy selalu meluangkan waktunya untuk datang ke taman bermain, dengan alasan melihat bunga.
__ADS_1
Ovy juga dikenal dengan anak perempuan yang punya sifat penyayang dan dia sangat ramah dan lembut terhadap orang lain, Ovy yang berada di kalangan masyarakat sangat berbeda dengan Ovy yang berada di kalangan anak anak sekolahan. Ovy adalah murid biasa dan bukan seorang OSIS, tapi ia cukup memiliki kendali dari sekolahnya.
Ovy selalu membantu anak anak OSIS untuk mengurus anak anak atau para murid yang sangat nakal, bahkan Ovy dikenal dengan julukan cenayang di sekolahan. Julukan cenayang yang diperoleh oleh Ovy dikarenakan, setiap ada murid yang ingin bolos Ovy selalu datang lebih cepat dari anak anak bolos tersebut, ia selalu pintar memanjat, pintar menemukan, dan pintar mencari. Semua anak anak atau murid sangat takut kepada Ovy, namun Ovy memiliki lingkup keluarga yang sangat memprihatinkan.
Ovy tinggal di sebuah rumah yang hancur tapi bukan dalam bentuk bangunan, yang dimaksud rumah hancur adalah, setiap pagi dan malam bahkan hampir setiap hari Ovy selalu mendengarkan kedua orang tuanya bertengkar hanya karena kesulitan membiayai Ovy bersekolah. Namun kedua orang tua Ovy sangat menyayangi adik dan kakak Ovy.
Ovy sering datang ke beberapa tempat yang sangat sepi, Ovy menyukai anak anak, Ovy juga menyukai air dan bunga, sekali lagi Ovy adalah anak yang memiliki tipe penyayang dan sangat lembut. Walaupun keluarganya sangat kasar kepadanya.
__ADS_1
Bahkan Ovy pernah tidak memakan nasi selama seharian penuh, hingga saat upacara hari senin Ovy tergeletak tak sadarkan diri dikarenakan kurang asupan makanan dan vitamin.
Ovy tetap menyayangi anggota keluarganya hingga....
"Sudahlah buang sja anak itu!!" Ucap ibunya dimalam hari kepada ayahnya, "tunggu dulu! Jangan asal membuang! Dia itu anak perempuan!! Kita jual saja dia!! Siapa tahu dia laku keras di pasar!!!" Tegaskan ayahnya kepada ibunya, "wah ide bagus itu, sudah anaknya hilang, kita dapat uang juga!!!" Tumbal ibunya.
Ovy menangis semalaman di kamarnya karena percakapan kedua orang tuanya itu, namun bisa apa lagi, Ovy menyerahkan dirinya kepada kedua orang tuanya, ia bersedia di jual kepada siapapun asalkan dia bisa bebas dari kedua orang tuanya.
__ADS_1
Dan yup, kedua orang tua bejat itu benar benar menjual Ovy ke sebuah tempat pelelangan ilegal milik kenalan ibunya. Saat Ovy dilelang ia hanya bisa diam dan memberikan tatapan kosong tanpa ada sebuah cahaya di matanya.