Abstrak

Abstrak
(≧∇≦)/.07


__ADS_3


di rumah sakit, ovy terus terusan menangis melihat para dokter dan suster terus menerus keluar masuk ke dalam ruang IGD, ovy pikir akan terjadi sesuatu kepada avaskar.



melihat keadaan avaskar yang tak kunjung membaik ovy sangat sedih hingga dirinya depresi. sering kali cixa(ibu avaskar) melihat ovy sering melamun dirumah.


cixa juga ikut khawatir melihat calon menantunya yang mulai mogok makan dan sering melamun, cixa takut kalau terjadi sesuatu kepada ovy.


cixa selalu membujuk ovy bagaimanapun caranya, hingga terkadang cixa menceritakan masa kecil anaknya yang sangat lucu dan nakal.


namun ovy juga tak kunjung keluar dari zona depresi, ovy sampai pernah berfikir untuk menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri, menyilet pergelangan tangan, hingga menabrakan dirinya ke jalan raya.

__ADS_1


namun semua perbuatan ovy akibat dampak dari depresi selalu dicegah oleh cixa yang selalu mengamati gerak gerik ovy setiap harinya.


hingga cixa benar benar sudah lelah terus menerus memantau kelakuan calon menantunya yang mulai semakin menjadi jadi, hingga cixa memanggil orang tua kandung ovy dan meminta bantuan untuk menjaga kan cixa.


dikarenakan ayah avaskar menunggu avaskar tersadar dari komanya, ia selalu berjaga jaga di rumah sakit, dan ovy diserahkan kepada cixa yang tak sanggup melihat anaknya penuh dengan darah.


Hingga......



tangan mungil ovy yang penuh dengan darah mulai memegang pipi ibunya dan mulai berkata "ibu, maafkan ovy, ovy belum bisa bersama ibu, ovy pergi ya bu" ucap ovy dengan nada lirih.


"ovy, ibu cuma pingin ovy disini, ovy sama ibu ya! ibu akan buatkan ovy bubur ayam yang enak! ibu janji ke ovy!" balas ibu ovy kepada anaknya yang terlihat penuh darah di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


tiba tiba ovy tersenyum kepada ketiga orang yang memandangi nya dan mulai meletakan tangan kecilnya tadi ke jalanan aspal, tubuh ovy yang berlumuran darah tak kunjung berhenti, dan malah membuat darah ovy bercucuran kemana mana.


tubuh ovy yang masih hangat dalam pelukan sangat ibunda kini menjadi dingin sedingin es, sang ibu hanya bisa menangis melihat sang putri tiada di depan matanya.


semua warga membantu ketiga orang tua tadi untuk memanggilkan ambulan, disisi lain tiba tiba keadaan avaskar mulai mengedrop, membuat banyak dokter khawatir dengan keadaan avaskar yang mulai menurun drastis.


detak jantung avaskar menjadi tidak karuan, ayah avaskar menjadi khawatir melihat anaknya yang sedang di operasi lagi.


saat ambulan datang keadaan ovy sudah memprihatinkan, dia kehilangan banyak darah karena sedari tadi dia mengalami pendarahan di kepalanya.


saat sudah sampai di rumah sakit, ovy di operasi dan dokter tak kunjung keluar selama sebelas jam, dengan kepanikan yang besar sang ibu ovy mulai terduduk dan berdoa kepada Tuhan agar tidak mengambil nyawa anak semata wayangnya.


namun semuanya adalah takdir Tuhan, dokter keluar dari ruang IGD dan mulai mengatakan "maaf Bu, keadaan anak ibu sangat tidak bisa di selamatkan, beliau sudah berkata pada saya untuk tidak melanjutkan operasi, beliau sudah lelah dengan semua keadaan calon suaminya, beliau meminta saya untuk menyampaikan pesan ini kepada ibu" ucap sang dokter kepada ibu ovy yang menunggu.

__ADS_1


__ADS_2