Abstrak

Abstrak
(≧∇≦)/.02


__ADS_3

Banyak orang yang menginginkan Ovy, karena parasnya yang cantik dan kulitnya yang putih halus nan putri salju.


Hingga ada seorang pria yang memang berusia antara di usia dua puluhan membeli Ovy dengan harga satu triliun, dibalik layar kedua orang tua Ovy sangat kegirangan melihat anaknya yang sangat laku keras di Pelelangan.


Pihak pelelangan memberikan Ovy kepada pria itu setelah di beli secara langsung, Ovy hanya bisa pasrah melihat nasibnya yang sangat naas ini.


Ovy dibawa pulang oleh pria tersebut dan diberikan makanan, Ovy tak memakannya pada saat menit menit pertama, hingga pria tersebut mulai menghentakkan tangan nya ke meja dan mulai membentak Ovy.

__ADS_1


Ovy memakan makanan yang ada didepannya serta sesekali melihat ke arah pria tersebut, Ovy melihatnya dengan tatapan kosong yang sangat aneh.


Tak lama setelah memakan makanan tersebut, Ovy merasa matanya sangat berat, pria tersebut dengan sigap langsung menangkap tubuh Ovy yang hampir terjatuh dari kursi makannya.


Ovy digendong ke arah kamar pria tersebut, dan pria tersebut meninggalkan Ovy di dalam kamar sendirian, tak lama kemudian pria tadi kembali ke kamar dengan membawa seorang dokter, pria tadi membawa sorang dokter untuk memeriksa kesehatan tubuh Ovy yang terlihat sangat lemah.


Ovy tak diberikan makanan sebelum di lelang yang membuat tubuh Ovy sangat lemah, dia terlalu pasrah kepada kehidupan nya. Pria tersebut sangat prihatin melihat Ovy yang tergeletak tak sadarkan diri di kasur kamarnya dengan tubuh yang sangat lemah, dengan tangannya yang sudah diberikan infus oleh dokter.

__ADS_1


Setelah Ovy sadar, ia melihat pria tadi terduduk di samping Ovy sambil memegang tangan Ovy dengan erat. Ovy bingung dan tetap diam melihat pria tersebut. Tak lama kemudian pria yang tertidur tadi bangun dan mengecek suhu tubuh serta menanyakan apakah ada bagian tubuh Ovy yang tidak enak atau terasa sakit.


Saat ditanyai nama oleh Ovy, pria tersebut mengatakan bahwa namanya adalah avaskar. Langit sudah jatuh cinta kepada Ovy saat pertama kali melihat Ovy di pelelangan. Usia avaskar memang sudah menginjak usia nya yang ke dua puluh. Sedangkan usia Ovy sediri masih di rahasiakan oleh Ovy.


Saat keduanya sudah bangun tidur, Ovy mencoba berdiri dengan kedua kakinya saat avaskar pergi ke dapur untuk mengambil bubur yang masih hangat. Namun keadaan tubuh Ovy yang lemah, Ovy terjatuh dan terduduk lemas di lantai saat avaskar datang membawa bubur. Avaskar dengan panik langsung menaruh mangkuk berisi bubur tadi dan langsung menggendong Ovy untuk kembali ke kasur.


Namun saat hendak di turunkan ke kasur Ovy berkata "aku ingin melihat bunga!" Pinta Ovy kepada avaskar, "aku punya taman bunga dibelakang, kau ingin melihatnya?" Tanya avaskar kepada ovy, "iya!!" Ujar Ovy kepada avaskar yang masih menggendong Ovy.

__ADS_1


"Baiklah" Balas avaskar kepada Ovy, lalu avaskar kembali menggendong Ovy dan membawa Ovy ke taman belakang. Di sana avaskar pertama kali melihat senyum manis dari bibir Ovy yang terlihat sangat cantik, seketika avaskar langsung terpesona melihat wajah Ovy yang sedang tersenyum.


Kemudian avaskar menurunkan tubuh Ovy dan kembali ke kamar untuk mengambil bubur yang tadi ia tinggalkan. Saat kembali ke taman avaskar tidak sengaja mendengarkan Ovy yang sedang berkeluh kesah


__ADS_2