Abstrak

Abstrak
(≧∇≦)/.08


__ADS_3

sang ibu terduduk lemas mendengar perkataan dari sang dokter, yang menyatakan bahwa anak semata wayangnya sudah tak bernyawa, ava(ibu ovy) langsung mendobrak masuk ke ruang IGD dan melihat anaknya.


tubuh kecil anaknya sudah dingin layaknya mayat yang sudah tiada dari tadi, ia menangis melihat anak kecil yang baru saja ia temukan setelah dua belas tahun kini sudah tak bernyawa di depan matanya.


disisi lain keadaan avaskar mulai membaik setelah di operasi, avaskar sudah memiliki perkembangan untuk siuman dari komanya, namun dengan keadaan yang tak mengingat apapun, yah avaskar amnesia setelah mengalami pendarahan di otaknya.


di keesokan harinya, pemakaman ovy dilaksanakan oleh semua orang, hingga anak anak yang ada di taman, yang sellau menemani ovy saat ovy merasa kesepian.


di hari itu avaskar mulai siuman dari komanya, ia melihat ayahnya yang berada di sampingnya yang sedang memegang handphone dan melakukan video cal sembari menangis.


ayah avaskar menemani avaskar setelah avaskar tersadar dai komanya, ayahnya melihat pemakaman sang calon menantu melewati vidio call.

__ADS_1


sedangkan di pemakaman banyak orang yang menangis melihat gadis kecil yang selalu memiliki senyum indah kini, sudah tak bernyawa dan akan segera dimakamkan.


sebulan kemudian, avaskar sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit karena keadaan nya yang mulai membaik dan ada perkembangan untuk sembuh.


saat di rumah avaskar, kebingungan melihat ibunya banyak sekali membuat bubur ayam, padahal avaskar sendiri tak terlalu menyukai bubur ayam.


sang ayah melihat tapi tingkah laku sang ibu yang terus terusan memasak bubur ayam meminta sang ibu menghentikan perbuatannya.


"dia sangat suka bubur ayam! aku akan membuat banyak bubur ayam hingga dia kembali!" balas sang ibu.


avaskar bingung melihat kedua orang tuanya berdebat karena sang ibu yang terus terusan membuat bubur ayam.

__ADS_1


Di malam harinya cixa tertidur karena lelah berdebat dengan fadli(ayah avaskar), mereka berdebat hingga malam hari, mereka tak memikirkan keadaan anak mereka yang baru saja pulih dari komanya.


Di alam mimpi cixa melihat ovy yang tengah berdiri dihadapannya, "bunda, ikhlas kan ovy yah! Ovy janji ovy bakal balik ke dunia nya bunda! Nanti ovy bakal ketemu sama bunda lagi! Ovy cuma pingin istirahat bentar aja, ovy capek, jadi bunda ikhlas in ovy, biar ovy bisa kembali lagi ke dunia!" Ucap ovy dengan nada lirih nan lembut kepada calon ibu mertuanya itu.


"Ovy sayang! Bunda pingin peluk ovy boleh?!" Tanya cixa kepada ovy, "boleh bun, asalkan bunda bisa ikhlasin ovy yah!" Balas ovy kepada sang ibunda tersayang dengan tangan yang sudah terentang kan.


"Bunda sayang banget sama ovy, bunda pingin ketemu ovy lagi, ovy sayangkan sama bunda? Nanti kalau ovy sama bunda lagi, bunda janji deh bakal masakin bubur ayam kesukaan ovy!!" Pinta cixa kepada ovy dengan nada yang memaksa.


"Iya, ovy bakal pulang, tapi perlu waktu yah, ovy gak mungkin bisa langsung pulang nemenin bunda, pasti suatu saat nanti kita bakal ketemu lagi bun!!" Perjelas ovy kepada cixa.


"Iya, sayang, bunda ikhlas!" Ucap cixa kepada ovy yang masih berada di pelukan cixa, di dunia nyata cixa yang tertidur mengeluarkan satu tetes air mata dari ujung matanya, fadli melihat istrinya menangis spontan langsung mengusap pipi istrinya yang basah dengan air mata.

__ADS_1


__ADS_2