
Disaat itulah ovy berpamitan kepada ibunda yang dia sayang itu, disisi lain ovy datang ke mimpi avaskar dan mulai melihat avaskar yang sudah selama sebulan tak ia lihat.
"Siapa kamu? Kenapa kamu ada disini?" Tanya avaskar kepada ovy dengan nada seperti irang yang baru saja bertemu, "kamu pasti tidak ingat aku, tapi tunggu aku di dunia, aku pasti akan menemui mu untuk yang kedua kalinya, dan saat aku bertemu denganmu kumohon kepadamu untuk segera mencari pengganti ku, cincin yang ada di loker meja juga belum jadi dipasangkan ke jariku, gunakan cincin itu untuk melamar wanita lain!!" Pintar ovy kepada avaskar.
Avaskar hanya bisa bingung mendengar ovy berbicara kepadanya, "jangan pernah mencoba mengingat ku, sesungguhnya aku tak ingin engkau terluka hanya karena ingin mengingatku!" Ucap ovy kepada avaskar sembari memegang tangan avaskar.
Di keesokan harinya, semuanya berjalan normal, hingga avaskar mengingat perkataan ovy yang dikatakan untuk memberikan cincin yang ada di dalam loker meja kepada perempuan lain, avaskar melihat loker dan benar memang ada sebuah kotak berisi cincin tunangan yang bersimbol kan huruf 'O', cincin tersebut adalah cincin yang dibuat khusus untuk tangan kecil milik ovy.
Setahun berlalu, semua kejadian tentang kecelakaan ovy mulai melebur seiring berjalannya waktu, namun cixa masih saja menunggu kembalinya ovy kepadanya.
Di suatu hari avaskar kembali ke rumah dengan membawa seorang wanita, namun kedatangan wanita tersebut juga tak di sambut baik oleh cixa yang masih menunggu kedatangan ovy, setiap harinya cixa terus menerus memasak bubur ayam kesukaan ovy, namun ovy juga tak kunjung kembali.
__ADS_1
Di hari minggu, terlihat cixa yang sedang membersihkan sebuah kamar kosong yang sudah tak dihuni selama setahun, namun masih dalam keadaan bersih, kamar yang selalu cixa bersihkan adalah kamar milik ovy, kamar dimana avaskar menemani ovy tidur hanya karena tak ingin terjadi sesuatu kepada ovy.
Namun setelah membersihkan kamar, raut wajah cixa menjadi tidak enak dipandang setelah melihat avaskar kembali ke rumah dengan membawa riva(pacarnya).
Saat riva hendak bersalaman dengan cixa, cixa terlihat tidak sudi di menyentuh tangan riva, namun riva juga harus bersabar demi mendapatkan restu dari cixa.
Di saat itulah terdengar suara ketukan pintu, dengan semangat cixa membuka pintu tersebut dan melihat seorang gadis kecil yang selama ini ia tunggu tunggu.
Ovy memiliki sebuah kekuasan yang cukup bagus, banyak yang mengincar keberadaan ovy, jadi ovy dibuatkan sebuah isu palsu dengan mengatakan ovy sudah tiada.
Cixa memeluk ovy dengan kuat, rindu nya selama setahun sudah terbalaskan, ovy melihat ke arah avaskar yang kaget milah sang ibu memeluk gadis asing yang baru saja mengetuk pintu.
__ADS_1
"Bun! Sudah ih! Ada askar, malu ih!!" Ucap ovy kepada cixa, terlihat fadli juga turun ke lantai bawah setelah membersihkan beberapa barang ovy yang ditaruh di loteng.
Fadli kaget melihat ovy yang sudah kembali, "anakku sayang!!!!" Teriak fadli kepada ovy, "ayah!!!!" Balas ovy dengan nada teriak.
"Apa sudah baikan? Sudah tidak ada yang sakit kan? Kepalanya sudah baik baik saja kan? Lain kali jangan sampai terjadi kecelakaan seperti tahun kemarin yah! Ayah takut terjadi sesuatu kepadaku sayang!!!!" Ucap fadli kepada ovy yang dari tadi ia peluk.
"Aku sudah baikan ayah!!" Balas ovy kepada fadli yang sudah melepaskan pelukannya. Lalu ovy duduk ke sofa dan melihat ke arah avaskar dan riva yang dari tadi melihat ayah dan bunda memeluk ovy dengan raut wajah kebingungan.
"Ayah, bunda!!" Panggil ovy dengan nada manja
"Ah! Iya sayang? Ada apa?" Tanya kedua irang tua tersebut
__ADS_1
"Ovy ingin makan bubur ayam