
2018
12 Akuntansi, ah mendengar namanya saja pasti kalian sudah berfikir kalau kelas ini adalah kelas yang rata rata perempuan semua, paling rajin, kemana mana selalu dengan kalkulator, buku batas tebal dimana mana, otak selalu tentang hitung hitungan sampai banyak yang nyeleyuk gini
Anak akuntansi tu teliti banget nol ilang aja dicariin sampai dapat apalagi kamu
Hadehh itulah salah satu quotes quotes yang beredar dimana mana.
Oke gue akui rata rata rumor diatas itu benar tapi apa pantes rumor rumor itu masuk kedalam kelas Akuntansi yang gue temui ini?
Gue bisa lihat kelas tetangga sebelah yaitu kelas 12 TKJ atau (Teknik Komputer Jaringan) kelas yang semuanya terdiri dari para cowok cowok random yang satupun tidak ada terdampar ceweknya, miriskan? Apa mungkin karna itu mereka suka kali rame rame ngumpul didepan mushala terus nyetopin atau gangguin dekgem dekgem atau ciwi ciwi kelas kami.
"HAI EMBUN, EMBUN CANTIK DEH HARI INI"
"HEH INGAT SITI WOI"
"LAH BUKANNYA UDAH ENGGAK?"
"EH ADA LILIK"
"WOY PUNYA GUE!"
"YAUDAH ADA PADILLA, EH PADILA LUCU DEH"
"ALDRY LO LIHAT NI TEMAN LO!"
"ANJAY MINTA KENAK LO YA!"
"DUA BELAS AKUNTANSI JANGAN MAU, BUAYA TANJUNG UMA EMANG GITU"
"EH ADA ANAK BARU, GUE MIRIP IQBAAL KOK"
Trus ada lagi kelas 12 RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) kelas yang isinya hanya terdiri dari 2 perempuan saja dan sisanya laki laki semua. Gak tau kenapa gue tu kalau lihat kelas mereka suka kasiahan sama 2 ceweknya, pasti peningkan menghadapi mereka yang sangat sangat seperti singa lepas, tapi yang enaknya itu mereka berdua berasa tuan putrinya gitu dilindungin para lelaki
Jadi pingin.
12 Pemasaran kelas yang jumlahnya gak nyampai 10 dan sering dijuluki kelas garing. Sungguh gue sulit banget mendeskripsikan kelas mereka tu segaring apa. Bayangin ajadah olahraga terus yang ada dilapangan tu cuman segitu, Berasa satu keluarga banget gak tuh? Cari ae dah yang mana yang pantas jadi mak bapaknya.
Dan kini gue harus terdampar dikelas 12 Akuntansi yang baru saja masuk menjadi anak baru waktu dikelas 11 dan kini hampir setahun lebih gue ngerasain duduk dikelas yang absurnya susah untuk dijelasin.
Banyak yang bilang kelas kami tu kelas tersayang, semua pintar pintar, terus nurut, patut dicontoh, rata rata anak Osis, selalu aktif dan anak anak hitz?
Apalagi sekarang udah kelas 12 yang pasti harus giat dan fokus kan
Ini sih gue denger dari kelas tetangga dan para para adik kelas.
Hadehh gak tau aja sebenarnya kita itu hanya ampas ampas, remahan remahan rengginang.
Malahan kita kita itu sering melanggar aturan dan yang menjadi ikon kelasnya itu mala yang pintar dan si ketua kelas. Gimana tu belum lagi isi kelas suara suara cempreng bobrok ala cewe cewe rempong yang kalau pulang sekolah suka teriak teriak karna liptin shasiminya ilang atau lempar bedak bayi sana sini.
__ADS_1
Wkwkwk
Ini cerita sekilas tentang deskripsi penghuni penghuni 12 Akuntansi yang teridiri dari 23 murid yang isinya 2 laki laki dan 21 perempuan.
Bisa bayangin seheboh apa para cewek ceweknya?
Atau bisa bayangin seberapa sok gantengnya dua PANGERAN kami?
Yang sering kenak bully
Kalian bakalan ketemu sama dua tokoh ganteng disini
Aldry Ketua kelas yang sangat sok kegantengan itu harus terdampar bersama ciwi ciwi cantik yang selalu kehilangan shasimi mereka dan Wili lelaki kurus namun cool itu memiliki kharisma yang kuat jika diluar kelas
Ingat diluar saja kalau dikelas? Ya tengilnya kelihatan.
"WILLY! ALDRY! KELUAR LAH!" Sungguh ini teriakan Lilik yang melengking karna sudah kesel.
"WOI KALIAN BERDUA MAU NGINTIP YA!" Ujar Anggun yang sedari tadi sudah menarik narik Willy dari tampat duduknya. Anggun gadis Toak yang gak ada anggun anggunnya. Dia perempuan apaadanya sangking apaadanya semua unek uneknya setiap hari diungkapkan.
"WE CEPET LAH NANTI PAK YANDI MARAH KAMI MAU GANTI BAJU!" Teriakan Inyong yang sudah berkacak pinggang di ambang pintu kelas. Inyong nama aslinya Ariska tapi sayang waktu masuk kelas eh bahasanya mendok jadideh panggilan sayang 'Inyong'
Sementara Aldry dan Willy hanya terkekeh kekeh menatap kami semua yang dari tadi natap mereka tajam.
"Aelah udah tiga tahun pun"
Pletak
"Whahahah anjirr ****** lu Will mangkanya jangan cari gara gara sama istri tertua Whaha-"
Pletak
Gantian kini kepala Aldry ikut kenak tempeleng.
"ISTRI TUA ISTRI TUA! LO PIKIR APAAN?! KELUAR GAK KALIAN!" Teriak Lilik sambil melemparkan baju olahraganya kearah mereka berdua namun dengan cepat Willy menarik baju Aldry untuk keluar kelas.
Melihat Lilik sudah mengamuk bak Singa lepas yang tak dikasih makan itu membuat Aldry dan Willy cepet cepet keluar tergesah gesah sambil menahan tawanya.
Iya yang teriak sibuk memukuli keduanya itu bernama Lilik gadis periang yang suka menyebut dirinya adalah Istri tertua Aldry sementara Aldry yaa jelas lah pacarnya ada dikelas dia Padilah gadis berkacamata yang pintar dan hobi makan tapi satu kelas bingung kenapa ni anak gak gemuk gemuk.
Padilah cuman cekikikan dari dalem melihat pacarnya itu dipukuli, kesian sih tapi ya mau bilang 'jangan dong dipukuli' dirinya gak berani susah kalau jadi anak pemalu tuh.
Fasrah dengan muka datarnya langsung menarik lengan Padilah untuk turun membuat Kharin juga ikut tertarik.
"Weee bedak bedak! ANIII MINTAK MY BABY" teriak Qorry gadis 24/7 with cermin kecilnya. Iya ni anak tiap saat ngaca tiap menit ngaca itu aja hari harinya.
Ani dengan santai mengasih My baby pink ukuran kecil itu, sementara itu tangannya kini beralih ke tasnya dan mengeluarkan shasimi merahnya.
Setelah itu ia mengeluarkan parfumnya, nah kalau Ani itu gadis berbehel yang selalu membawa peralatan make upnya super lengkap dan dia harus tampil perfect kapanpun dimanapun. Ani tidak mau terlihat jelek ataupun bauk sekalipun padahal ini mereka sedang mau jam olahraga tapi lihat gadis ini tetap harus cantik plus harum.
__ADS_1
Venny dengan terus terusan meniup ujung jilbabnya agar rapi, iya Venny gadis dengan wajah putih yang katanya ada keturunan belanda walaupun kata Wili itu bohong.
"Ayokk Lin, lu sekalian bawa makanannya jangan lupa kita ke kantin dulu baru ke lapangan" ujar Mega
"Eh tapi Pak Yandi marah gak nanti kita telat?" Jawab Ilin.
"Bodok lebih penting lagi Selena sama Mongki, kesian tau nanti dia kangen kita" jawab Mega yang langsung dianggukan cepat sama Ilin.
Mega dan Ilin dua Kurcaci yang badannya kayak anak Sd itu selalu meluangkan waktunya untuk kedua kucing di warung yang bernama Selena dan Mongki sungguh mulianya mereka berdua.
"HEH ILIN MEGA GA USAH DEGIL DAH KALIAN UDAH LANGSUNG LAPANGAN GA ADA SELENA SELENAAN, BISA CARI MAKAN SENDIRI MEREKA!" Embun langsung teriak menyeret keduanya bak Emak mereka untuk langsung kelapangan ya Embun emang suka marah kalau teman tersayangnya melakukan kesalahan. Terlalu peduli gini.
Sementara Cahaya sedikit mengucek matanya karna sedikit sakit akibat menyendiri di kursinya sambil nonton drakor melihat teman sederetnya sudah pada keluar membuat ia ikut beranjak, ya kalian akan nemuin perempuan patung ini dicerita ini si dedek yang sangat polos.
Melani dibelakang masih sibuk mengitung Uang kas apa ada yang kurang apa tidak, dan siapa siap aja yang harus ia tagih. Namun mendadak ia melihat kepala lelaki dari jendela membuatnya tersenyum lalu menghampiri.
Ya bucinnn
"We *****! Baru ingat odo si Arip belum bayar pulsa" Sontak Refina yang sedari tadi sibuk mengitung uang hasil jualan pulsa hari ini.
"Ginini lo tu suka lupa nanti nombok lagi, ngadu ke gue" omel teman sebangkunya dia Ulfa gadis berkacamata dengan bingkai merah itu kini mengelengkan kepalanya saja melihat sahabatnya yang selalu terbiasa dengan sifat pelupanya.
Refina bergegas cepat merapikan semua duit duitnya "Ayuk Ul kekelas Arif kita grebek"
Ulfa mengangguk dan ikut beranjak.
Belum lagi soal Shofi yang sedari tadi sudah misuh misuh menyuruh cepat Asya yang tak kuncung kuncung siap mendownload drakornya sementara Imah sudah manatap Asya malas menunggu di ambang pintu.
Shofi selalu setia menunggu Asya yang lamanya minta ampun Asya gadis itu harus membereskan dulu laptopnya, masukan ke tas, kibas kibas kaos kaki dulu baru pakai lagi baru sibuk cari sendal yang satunya ilang udah gitu yang dia pakai sendal Aldry lagi hadehh.
"SYAHHH CEPAT PAK YANDI DAH NGITUNG TUH" teriak Imah udah ga sabaran.
"Iiii Pigi lah duluan ada Shofi yang tunggu wlee" jawab Asya yang mengejek diakhir kalimatnya.
Shofi yang sebenarnya kesel juga jadi ngedumel "Cepat ga itungan sampe lima lo ga siap Syah gue tinggal turun"
"Eh iya iya cepat ini waitttt huhuhu"
Shofi gadis itu langsung keluar berdiri di koridor kelas sambil menatap kebawah.
gue Shofi Nurazlan, 17 thn cewek polos yang harus terdampar dalam murid murid yang sangat Random ini
Since 2018-2019
.
.
.
__ADS_1