Absured Class

Absured Class
Moment# Ngepel lapangan?


__ADS_3

"Syahhh lama lagiiii" ujar Shofi dengan melas yang baru saja bangkit dari aksi guling gulingnya di sejadah mushala.


"Bentar bentar tinggal 10 persen lagi ni tanggung" jawab Asya dengan mata terfokus ke layar laptopnya.


"Wifi kelas aja lah syahh" ujar Imah yang ikutan protes.


"Ihhhh ga kenceng" jawab Asya cepat


Ini hari Jum'at dan kita sekelas udah pada mencar di jam istirahat kedua. Kita semua habis keputrian dan kebiasaan anak kelas itu kalau abis keputrian ya mencar kemana mana karna kan waktunya lama nungguin anak laki laki pulang shalat jum'at.


Tapi hari ini tu abis hujan lebat dan sekarang keadaan masih gerimis jadi bisa jadi anak kelas pada dikelas karna abang bakso depan pasti ga jualan sementara Shofi sama Imah masih menemani Asya yang tak selesai selesai download drakornya itu.


"Yaudahlah kalian berdua duluan aja kekelas nnti gue nyusul"


Dengan anggukan cepat Shofi sama Imah langsung beranjak keluar Mushala.


Kelas 12 akuntasi itu di lantai dua jadi kalau kit mau kesana harus lewatin kantor dulu baru deh nyampe kelas.


Shofi menginjakkan kakinya dianak terakhir tangga teratas dengan wajah yang langsung geleng geleng melihat kelakuan anak kelasny dikoridor kelas.


"WEEE NI NI LEPAS BODO SENDAL LU" ujar Anggun yang tangan kanannya memegang sapu sementara tangan kirinya mengangkat roknya keatas agar tidak kena air.


"Ihhh licinnn gunn" ujar Ani


"WIND WIND DARI SANA SANAA UJUNGGG!!" Teriak Lilik kuat membuat Windi yang baru saja keluar dari kelas membawa sekop langsung lari keujung koridor tepat didepan kelas Pemasaran.


Melani yang melihat Lilik mala memasukan air hujan kekelas membuat Melani ketawa "WHAHA begok kali sih lo Lik, Becek lah kelas kita"


"Heh begok mana sama lo yang masih berharap sama mantan" balas Lilik cepat membuat Anggun, Windi, Melani, Ani dan Sopik tertawa kuat.


"HAHAHA UDINNN HAHAHA"


"Diam lo pik ga usah tawa mulu" ujar Melani cepat.


Jadi gini Al azhar kalau hujan itu koridor pasti banjir ya airnya ga nyampai mata kaki lah pokoknya becek gitu nah anak 12 akuntansi mala senang mau masih petir ataupun masih hujan lebat hantam aja nyapuin koridor ampe airnya turun kebawah.


Anggun yang sibuk menyapu air sambil memain mainkan pakai kakinya tak sengaja melihat Shofi dan Imah yang jalan menghampiri mereka semua "Eh Shop shop vidioin kami cepettt"


"Iyaa Shop cepet masukin ke Ig kelas" ujar Melani ikut ikutan


Dengan cepat Shofi langsung membuka rol kamera dan siap mengabadikan moment


Dan


DUARRRRR


"WAAAAAAAAA!"


"Eh anak ayam"

__ADS_1


"Astagfirullah"


Ada yang ngucap, ada yang latah ada yang teriak, bahkan si Ilin sama Mega yang sedari tadi didepan pintu ketawa tiwi melihatin kami yang heboh nyampuh langsung masuk cepat kedalam kelas membuat Ilin hampir saja kepeleset.


Padila dan Fasrah yang asik heboh mengobrol dan baru saja menginjak anak tangga pertama kakinya mendadak kena air dari atas.


"Eh Fash sorry sorry hehe" ujar Sopik yang ternyata udah nyampe tangga bersama Lilik membung air dari lantai dua ke bawah tepat tangga depan kantor.


"Yaampun kalian ngapain?" Ujar Padilah yang naik ketangga menuju kelas


"Hehe biasa sayang sekolah" jawab Lilik sambil cengegesan.


"Sangking sayangnya satu sekolah mau dipel sama dia" saut Sopik ikut cengegesan.


"Eh Pik pel kantor yok" kat Lilik yang dengan cepat turun tangga sampai kedepan kantor.


"Begok lo tong, habislah kenak marah buk Hamidah kita"


"Selo paling besok Selamet kenak panggil"


Iya bapak Lilik itu.


"Tongg masuk kantor airnya"


Perkataan sopik barusan membuat Lilik tersadar dan memberhentikan aksi sapu sapunya.


Lilik gak sadar kalau dia nyapuin air itu bukannya kebawah mala kedalam kantor dan akhirnya airnya mala masuk kantor, lumayan banyak dan itu membuat Lilik sama Sopik saling tatap


Inini efek kebayakan ketawa.


"WE AYOK SAPU BAWAH LAGI" ujar Anggun yang tiba tiba melawati mereka berdua udah grasak grusuk sibuk turun kebawah sambil cekikikan sama Ani dan tak lupa kedua sapu ditangan mereka.


diikuti Windi sama Melani dari belakang membawa sekop dan juga sapu ditangan mereka


"Heh lantai mana lagi ****? Lantai kelas satu?" Saut Lilik cepat.


"Kagak"


"Lah Jadi?" Tanya Sopik


"LAPANGAN"


---


"Lin udah reda lah kayaknya ayoklah ke kanting kasih makan Selena sama Mongki" ajak Mega yang baru saja mengeluarkan makanan kucing miliknya dari tas.


"Eh iya Meg dah reda ayok lah kesian tau tadikan abis hujan" jawab Ilin yang beranjak dari kursi.


"Embunnn pinjam sendal" ujar Mega yang langsung makai saja dan pergi tanpa menunggu persetujuan Embun yang sibuk baca ******* jungkook.

__ADS_1


Ilin melihat keluar sambil mengeluarkan tangan kanannya dari pembatasan dinding koridor lantai dua mencari tau apakan masih hujan apa tidak.


"Meg udah redaaa ayo- EHH NGAPAIN KALIAN?!"


Ilin sontak teriak karna tak sengaja matanya melihat kearah bawah dan terlihat sudah Anggun, Lilik, Sopik, Melani, Windi dan Ani sibuk mengepel, menyapu, menyeroki air hujan di lapangan.


"LAGI JADI ANAK RAJIN LINN" teriak Lilik dari bawah.


Mega yang melihat langsung ngucap dan berujung tertawa terkekeh melihat kelakuan teman kelasnya.


"KALIAN MAU IKUTAN GA? LAPANGAN MASIH LUAS NI SEBELAH SANA BELUM" teriak Windi menawari dari bawah.


"Eh kata Lu Wind mau nyerok sana kan mau CM CM didepan Joko biar dikatain rajinn" goda Lilik.


"Yang ada bukan dikatain rajin tapi dibilang gila ni anak" saut Melani terkekeh.


"Eh jangan salah sapa tau langsung ditembak kan mayan buat ngepel rumah" timpal Anggun membuat Windi langsung mendorong Anggun tak terima.


Anak laki laki mendadak pulang dari masjid membuat mata adik adik kelas itu tertuju pada mereka semua jangan kan laki laki yang para perempuan juga ikut melihat keanehan kakak kelasnya.


"Kak kak rumah ku kak belum disapu sekalian lah" ujar Budin tiba tiba dan langsung lari keatas.


"HEH BUDIN MAU BAYAR BERAPALAYA" teriak Anggun membuat Budin si adik kelasnya itu terkekeh.


"ADUHHH SIAPA NI YANG BUAT KANTOR BANJIRR, AIRR SEMUA MASUK KE KANTORR!!"


Anggun, Melani, Lilik, Sopik, dan juga Ani langsung menoleh kesumber suara yang ternyata Buk Hamidah sudah berkacak pinggang didepan kantor.


"Lik" Sopik menyenggol cepat lengan Lilik.


"Ha lo Lik?" Tanya Ani membuat yang lain ikut menatap Lilik.


"Eh itu anuu hehe-"


"LILIKKK BUKKK BUKAN SAYA"


Teriak Anggun membuat Lilik menatapnya tajam.


-


So?


6 bulan berlalu kita semua udah ga seruang maafin aku yaa yang baru ngetik ini lagi dan dialog diatas yap gak seratus persen real tapi kejadiannya beneran real hanya saja dialognya yang bener bener aku ganti efek yaa otak ku ga nyampai buat mengingat semua omongan kalian :)))


Dan Bogosipoyo


I miss you gaes :)))


-si anak baru

__ADS_1


__ADS_2