Absured Class

Absured Class
1- Macan kelas


__ADS_3

Setiap kelas pasti ada aja yang suka heboh sendiri, ngajak ribut biangnya nyeletuk nyeletuk bobrok.


Iya pasti ada itu


Udah gitu gue ikut terdampar lagi sama aksi hebohnya dia.


Dia Lilik Hanifah, Pinter iya, otaknya encer, humble banget, friendly abiss plus random dan setelah di selidiki atau kita suka nyebutnya itu Rukiyah sama Pak Romi ternyata di dalam dirinya ada Macan.


Iya Macan gaess udah gitu dia seneng lagi punya Macan.


"HEH KALIAN LUPA GUE PUNYA MACAN?!"


Kalimat diatas bisa dia sebutkan berkali kali.


Sebenarnya itu bukan rukiyah sih kayak apa ya, gini walk kelas kami tu punya jiwa Psikologi gitu bisa dilihat dari telapak tangan sama dari kaki kita, sifat kita gimana dan bisa tau didalam tubuh kita ada penjaga atau engga dan itu baik baik apa membawa dampak buruk. Jadi apa yang kita sembunyikan bisa aja terbongkar sama Ayah.


Dari masalah keluarga ataupun masalah percintaan.


Mayan galak sih orangnya kalau diluar kelas apalagi kalau udah menyangkut 12Ak dahlah keluar Macannya.


Jurusnya itu muka datar, mata menyipit natap mereka tajem terus teriak garang pokoknya siapa aja yang bikin 12Ak terancam atau tidak adil sama kelas kita dia turun tangan bareng Anggun, Qorry sama Ani.


Sampai Ketua Osis pun dilawan.


Tapi luluhnya sama si Beruang Kutub anak 12 TKJ hadehhhhh.


Dia ini si pintar yang mala sering ngajak kita kita ribut. Sehari gak nyanyi sambil teriak teriak mungkin hampa kali hidupnya. Apalagi kalau udah jatuh cinta pasti lagu yang dia nyanyiin gini


"Udaa Sayang...." sambil ngesot ngesot didinding menghayati lagu


Atau dia tu suka nyeletuk asal yang hampir satu kelas ketawa hanya dengan celetukan yang katanya keluar sendiri dari mulutnya.


Perna ni si Wily atau sering di juluki si Cokiber kelas (Cowok kita bersama) karna dia satu satunya cowok yang belum sould out beda sama si Ketua kelas yang udah sould out duluan oke si Ketua kelas bakalan gue ceritain nanti.


Wily yang memiliki sifat sok cuek dan tak perna lepas dari ponsel hitamnya itu harus kenak usir dari kelas.


Ha dia itu diusir gara gara nyebar aib aib anak kelas ke kelas tetangga sebelah pokoknya dia itu katanya keceplosan dikelas sebelah.


Dan dengan santainya Lilik langsung nutup pintu kelas dan ngunci dari dalam sambil nyeletuk


"KAMI GAK APA 21 ORANG MENJANDA PERGI LO PERGI!"


Oke macannya keluar gaess


Sementara si Wily tiba tiba bingung dan ujung ujungnya pasrah dan masang muka sedih karna merasa ia diusir sama kami semua.


Tiba tiba Asya buka pintu langsung ngasih tas beserta buku buku plus hp Wily sementara Wily langsung kaget karna ternyata ia benar benar terusir.


Dan dengan cepat Lilik langsung menutup pintu kelas kembali "KAMI GAK PAPA GAK DINAFKAHI LAGI! KAMI BISA JADI GOJEK! KAMI BISA KERJA DI MALAYSIA CUCI PIRING!"


Melani yang dari tadi tertawa tawa bersama Sopik dijendela langsung teriak "WOI TEMANNYA DATANG WOI"


Sopik yang ikut menyadari ada Aldry yang datang dari lantai bawah langsung heboh "WOI AL WILLY BONGKAR RAHASIA"


Aldry yang binggung langsung membuka pintu kelas dan mendapati setengah dari siswi kelas sudah berdiri menghadang mereka berdua dengan wajah seram seperti singa kelaparan.


"Santai sist santai, kita bisa omongin ini baik baik" Aldry sebagai Ketua kelas langsung berusaha untuk melerai dan membela teman sebangkunya itu.


Lilik langsung menaikkan lengan bajunya kesal "Gak bisa ini itu udah melewati batas, pokoknya Willy harus diusir dari kelas"


Sementara gue ikut nimbrung "Usir aja dia itu usirr!"


Imah yang awalnya ketawa langsung nyeletuk asal juga "Aku jijik sama kamuu aku jijik!"


Tawanya hampir saja lepas akibat Imah yang ternyata mengikuti gaya bicara salah satu sinet yang lagi viral itu namun cepat cepat Lilik simpan "Pokoknya Wily harus minta maaf gak mau tau kalau enggak 21 Istri lo disini bakal usir lo! Cepetan gak!"


"Wil minta maaf Wil" Aldry menyenggol lengan Wily cepat.


Ia menarik nafasnya pasrah dan memasang wajah memelas sambil bersender dipinggir pintu kelas "Aku minta maaf"


"Eh ada apa ni?" kata Buk Sari yang tiba tiba datang selaku guru Bahasa Indonesia kami.


"DIA TERSANGKA BUK" Asya dengan cepat langsung teriak dari belakang Imah.


"IYA BUK DIA SUDAH MENYAKITI WANITA YANG 21 INI" Lilik masih saja terlihat emosi.


Sementara Buk Sari guru Bahasa Indonesia yang sering dijuluki guru tercantik ini senyum senyum sambil geleng geleng "Wily kenapa kamu menyakiti mereka?" Tanya Buk Sari yang membela kami semua sambil bersedekap dada.


Wily yang ditanya gitu menunduk memasang wajah sok drmatisnya sambil sedikit menahan tawa dengan gaya memegang buku bukunya didepan dada.


"CARI RUMAH BARU SANA! TINGGAL DI KONTRAKAN KECIL!"

__ADS_1


Satu kelas tertawa akibat celetukan asal lagi lagi yang muncul dari mulut seorang Lilik Hanifah. 


apalagi kini Asya sama Imah udah terngakak ngakak sampai terpingkal pingkal dibelakang melihat betapa kesiannya Wily diluar tengah disidang.


Dan ujung ujungnya aksi drama tadi selesai dan Wily si Cokiber kelas gak jadi diusir.


Seketika sehari itu Wily jadi viral di Smk Al-Azhar yang ternyata kejadian tadi sampai kekantor guru wkwkwk


Gak tau lagisih gue tu ngakak.


Lilik ini suka kali mengakui dirinya sendiri kalau ia emang genit.


"Aduhh gue tu udah genit dari kecil"


Jadi Lilik suka kali ngungkit ngungkit bikin heboh dan jadi bahan becandaan soal dia yang ternyata mantan gebetan si KETUA alias Aldry.


"Iiiiii Aldry bentar kek HPnya Windi, gue tu cuman mau pinjam buat ganti sandi Ig!"


"Gak ada gak ada! sibuk ni"


"Sibuk apanya lo nontong film doang gitu!"


"Ya itu namanya sibuk"


Inyong dengan gak santai udah narik narik hoodie putih yang melapisi seragam atasan Aldry sementara Aldry seberusaha mungkin untuk menghindar dan mata masih fokus ke ponsel silver milik Windi.


"ALDRY CEPAT LAH!"


"Aissh Hp lo kan ada"


"Gak ada paket!"


"Wifi ada"


"Ga tau Pasword"


Mendengar jawaban Inyong membuat Aldry hampir aja mengumpat dengan kesal ia langsung merampas ponsel milik Inyong dan mengotak atik untuk memasukan sandi Wifi yang kemarin abis di bobol oleh Wily


Aldry duduk di sejadah belakang tempat dimana kita para cewek cewek shalat dan tempat Ia dan Wiliy sering tidur.


Sementara Inyong yang jengah sendiri langsung ikut duduk disamping Aldry dan mendekat melihat kearah ponselnya dengan ikutan sok fokus.


Lilik yang berdiri diatas mejanya sedang ngadem didepan kipas karna kepanasan itu tiba tiba terfokus ke Aldry Inyong yang dibelakang.


Inyong tiba tiba tersentak kaget "eh" dan langsung menjauh menjaga jarak.


"Kok gak bisa ya" Aldry tiba tiba berdiri dan berjalan kearah meja pojok kiri membuat Inyong tiba tiba kaget dan langsung ngikut dari belakang.


Waktu itu gue ada dipojok kiri bareng Windi, Imah, Asya sementara Lilik  masih aja berdiri diatas mejanya.


"Wind paswordnya benar kan?" Lanjutnya yang menunjukkan layar ponsel Inyong kearah Windi dan Windi langsung mengangguk.


"Bukannya Wifinya emang gitu ya? Angin anginan dia kadang bisa kadang enggak" kata gue


"Tapi hp Windi aja bisa" jawab Aldry.


"Tergantung muka berarti" ceplos Lilik santai dengan tangan mengibas ngibas jilbabnya didepan kipas.


"*****" umpat Inyong tiba tiba.


Gue sama Windi sontak tertawa "Paraahh" ujar gue tapi mala ketawa ngakak.


Aldry mangut mangut sendiri  "Hmm kayaknya si iya -eh"


"Tu nyong apa kata mantan gebetan itu selalu bener" ujar Lilik tiba tiba sok percaya diri.


"Wadauuu mantan gebetan" kompor Imah tiba tiba.


"Iyadong yang dulu sering duduk di kursi berduaan, istirahat berduaan" ujar Windi tiba tiba menimpali ikut mengompori.


Aldry yang telinganya sepertinya mendengar ada bumbu bumbu kompor langsung melepaskan sebelah handsadnya sambil satu alis yang ia naikkan heran.


"Iyalah yakan apalagi waktu pemantapan duduknya berdua terus uuuuuu" ujar Lilik dengan mata keatas seperti mengingat hal hal yang dulu.


"Itumah dia aja yang lengket ama gue mulu"


Nadanya pelan namun dapat didengar dari Windi sementara gue yang ikut dengar tapi kurang jelas itu langsung syok sendiri.


"Makk Lik,,,dih dahal lo tu ditolak sama Lilik dulu"


"Apa Wind apa kata dia?" Tanya gue tiba tiba antusias.

__ADS_1


"Masak kata Aldry gini, itumah dia aja yang lengket sama gue mulu" ujar Windi mengulang kalimat pelan Aldry sementara Aldry udah sok sok fokus ke ponsel Windi lagi.


"Dihh padahal waktu itu juga gak jadian, gue jauhin dia terus jadian sama Falas eh dia juga ikutan jadian sama ceweknya sama sama 4 hari pula tuh" balas Lilik yang mala sewot sendiri.


"Gak jadilah berarti" ujar Aldry yang mala sok ganteng.


Windi tiba tiba langsung berdiri "HEH TAPI LO SEMPAT MAU NEMBAK LILIK YA WAKTU ITU" Windi tiba tiba ngegas walaupun disela sela dia terkekeh pelan.


"Eh kapan" Aldry sok lupa, nampak dari wajahnya yang sok sok gak ingat.


"Jelas kan wind"


"APAAN WAKTU ITU LO BILANG SAMA KITA KITA MAU NEMBAK LILIK SAMPE SATU KELAS UDAH PADA TAU CUMAN GAK JADI GARA GARA ENTAH KENAPA"


Dan ujung ujungnya Aldry cuman cengengesan tanpa dosa terus kembali baring dibelakang sambil nonton film di iflix.


"Iya terus tiba tiba Aldry chat gue bilang gini, 'Lik lihat aja nanti lo nyesal lihat perubahan gue"


"Ihh seriusan Aldry chat kayak gitu?"


"IYAAAA"


"Terus sekarang lo nyesal dong ya?"


"YAH IYALAH" teriaknya cepat jujur kalau dirinya memang beneran nyesal "Sebenarnya waktu itu dia cemburu bukan karna Falas tapi gara gara Alan" katanya sedikit menjelaskan


"Maafkan aku meninggalkanmu mencintai Alan dibelakang kamuuuu,,, ku tak bisa menahan rasaku saat ku jauh dari mu tak bisa hidup tanpa Aldry oooooooo Aldry"


Dan jadilah Lilik tiba tiba nyanyi nyanyi heboh sambil kedua tangan ceritanya sok menggapai dan kaki yang ia hentak hentak diatas meja.


Untung aja waktu itu Pak Romi selaku walikelas kami gak tiba tiba masuk.


Udah gitu pas Aldry datang lagi dan mengembalikan ponsel Windi dengan wajah tiba tiba kusut karna Wifinya tiba tiba eror dan Lilik yang udah turun dari meja langsung tibe tibe ngedeket kesamping Aldry


"Udah nyesel ni gue balikan aja kali ya"


Semua yang ada disitu ketawa, apalagi melihat wajah memelas Lilik membuat yang lain jadi ngakak sendiri.


"Lik ingat Raka Lik ingat" Asyah yang sebenarnya dari tadi diam sibuk dengan downloadtan drakornya akhirnya ngeluarin suara.


"Udah diinget terus kok, cuman dia aja yang gak ingat gue udah tungguin tiga tahun lagi"


"Sedih ya" ujar Aldry yang mala perihatin.


"Iiiii mangkanya!" rengek Lilik lagi "BALIKAN GAK!" ujarnya yang lagi lagi ngegas.


Membuat Aldry langsung menatap Lilik heran.


Sementara Lilik tiba tiba langsung tersenyum "hehe becanda kok Al hehe" ujarnya yang tiba tiba menarik Sopik yang baru saja masuk kelas untuk keluar kelas lagi membuat mereka berdua menghilang di diambang pintu kelas.


Aldry hanya mengelus dadanya saja sambil menghela nafas namun ia terkejut lagi ketika kepala Lilik nongol di ambang pintu "ALDRYYY BECANDA KOK TAPI KALAU BENERAN JUGA GAK PAPA HEHE"


"Heh dasar gentong genit" tarik Sopik cepat


Oiya Lilik juga sering dipanggil Gentong, sama Sopik, Angun dan Melani.


Oiya soal dia yang luluh sama si Es batu yang susah cairnya itu kayak nungguin monas jadi es beneran.


Apalagi si Es batu ini pacarnya Game hadehh.


Inisialnya R anak 12 TKJ orangnya tu diam diam cuek cuek sok cool gitu disekolah. Doyannya pakai hoodie Merah kalau enggak Ungu terong.


Penantian dari kelas 10 gaes


Pas kelas 11 korban kenak tikung keselip eh ujungnya pas kelas 12 mala korban Friendzone.


Ckckckck


Gue sebagai tim sukses Lilik bersama si Udaa padang si beruang kutub itu


Cuman bisa bilang


Semoga gak sia sia menanti si


Udaa :)


Si Es batu siluman bunglon udah tiga tahun kok gak cair cair bingung gueee.


Emang sangat banyak ya julukan si R itu.


Cair dong jangan mala berubah ubah sebentar cair sebentar beku lagi lama lama Macan 12 Ak jadi ikutan beku ne.

__ADS_1


.


__ADS_2