
Gaes kelas kami tu pantang lihat cogans
Mungkin faktor kita semua tu bosen lihat dua pangeran tercinta kami :)
Yang wajahnya gitu gitu aja
Eh
Canda ya Al, Will hehe
Jadi waktu itu pelajaran ayah yaitu pelajaran fikih
Iya Ayah atau suka juga si Anggun sama Lilik tu panggil dengan sebutan Dedi, dia pak Romi, yang sangat bersenang hati menjadi wali kelas kami selama tiga tahun ini.
Kalau kata lilik gini
"Iya Dedi Romi itu gak tergantikan,soalnya cuman Dedi Romi yang kuat sama tingkah kami"
Pak Romi masuk diikuti dari belakang ada satu orang Laki laki tinggi melebihi Pak Romi dengan pakaian Rapi dan almater warna hijau yang sepertinya anak magang.
Seketika semua cewek cewek yang awalnya pada jadiin lengan mereka sebagai bantal langsung duduk tegap.
Anggun yang awalnya ngangkat kakinya diatas kursi jadi turun.
Imah yang awalnya udah terngantuk ngantuk langsung melek
Ani yang dibelakang langsung tiba tiba menoel noel lengan Melani seperti memberitahu ada seseorang didepan.
Windi yang tadi santai nyender dipojokan langsung cepet cepet rapi rapi sambil membenarkan letak kaca matanya.
Sampai Qorry yang duduk tepat didepan meja guru langsung melihat kaca kecil merapikan dengan cepat jilbab putihnya.
Dan jangan lupakan Aldry dan Willy yang mala jadi Was was sendiri.
Pak Romi yang melihat itu langsung tersenyum senyum sendiri, sudah biasa dengan tingkah kami yang emang gitu.
Aldry langsung mimpin doa, setelah selesai Pakrom langsung menanyakan kami semua sehat apa enggak.
"Bapak lihat perkembangan belajar kalian sangat bagus, bapak suka melihatnya" ujar Pak Romi di meja guru sambil ngangguk ngangguk pelan "Giat belajar kalian, semangatnya"
Awalnya kami semua diam memperhatikan namun,,,
"Dan bapak juga udah lihat isi grub kalian"
seketika semua sontak langsung berbisik bisik, dan jadi mala terkekeh pelan sambil tertawa geli mendengar pernyataan yang bapak bilang
Iya gaess grub kelas
Grub kelas yang isinya itu ada dedi kami juga
Ntap ga tu?
perna waktu kelas sebelas bapak perna bilang kalau bapak jarang buka grub, apalagi grub kelas dan biasanya tu yang buka anaknya yang cewek dia masih kecil. jadi kami semua tu langsung nafas lega
Dan sekarang ternyata
Bapak mulai mantau kami
"Dari mulai yang bahas pakai baju daster" Pak Romi jadi tiba tiba geleng geleng sambil tersenyum.
"Itu Imah pak yang mau pakai Daster" ujar Lilik cepat
Sementara Imah udah nutup mukanya sendiri akibat malu.
"Itu gimana tu ceritanya Mah? Kok bisa pakai daster? Mau kerumah siapa?" Tanya Pak romi lagi dengan nada jail
"Itu loh pak mau kerumah Windi" ujar Sopik yang duduk disamping Windi
"Windi tunangan Pak" celetuk asal Asya dari belakang.
"Heh enggak pak" tolak Windi cepat.
"Jadi gimana itu imah?"
"Itu pak waktu itu dresscode kami waktu mau kerumah windi tu baju tidur ha pas itu Imah pingin pakai baju daster pak" jelas Imah yang sebenarnya malu sendiri buat ngomongnya.
Inyong yang disebelah Imah udah tawa tawa geli.
__ADS_1
"Terus ada juga yang tiba tiba bahas mantan"
"Waduhhh itu Refina pak ratunya" ujar Anggun melengking.
"Eh kok gue?" Refina yang awalnya nyender di dinding barisan belakang langsung terlonjak kaget mendengar namanya.
"Udah udah pokoknya bapak baca semuanya walaupun gak dari pertama pertama kali kadang ada juga bapak baca suka kan kalian minta jawaban di grub?"
Lagi lagi kami terkekeh
"contohnya gini, we nomor satu apa we poto ya" ujar Pak Romi lagi
"Kami kan baik hati dan tidak sombong pak" jawab Qorry yang ikut nimbrung padahal dari dia cuman fokus ke kaca kecilnya tuh.
"Pokoknya bapak salut sama kalian soalnya kalian terus menjaga komunikasi kalian digrub, tetap kompak pokoknya nanti kalau udah lulus grub gak boleh bubar ya"
"Huhuhuhu jadi terhura"
"Terharu dodol" saut Melani langsung kearah Willy yang mala memampang muka polosnya.
"Willy kok jadi alay gini" mata Lilik jadi menatap Willy aneh.
"Lah bukannya emang dari dulu tu anak emang alay" saut Windi ikut ikutan
"Wezehh uhuyy,,, jadi selama ini lo memperhatikan Willy ya Wind?" Ujar Imah dengan nada jail.
"Ooo jadi sekarang Windi udah gak mau sama Joko berpaling gitu ke Willy?" Lilik mengangguk ngangguk paham kearah
teman smpnya itu.
"Eh kok gini?" Ucap Windi yang awalnya tidak tau apa apa mala jadi ceng cenggan kelas.
"Udahlah we, muka Windi tu udah merah kan kesian Windi jadi malu malu meong gitu" kata Willy mala jadi ikut ikutan menggoda Windi sambil senyum senyum jail.
Sementara Pak Romi yang melihat itu jadi senyum senyum sendiri melihat tingkah anak muridnya yang tiba tiba jadi nyasar kemana mana
"Sudah sudah bahasnya nanti aja digrub" Pak Romi langsung berdiri dari kursinya "kalian gak penasaran gitu? Siapa ya yang dari tadi bapak bawak tapi belum bapak kenalin ni yang dari tadi duduk disamping bapak"
Semua langsung sorak sorak heboh meraimaikan.
"Bapak gak lihat? Inyong jadi kalem, padahal biasanya mencak mencak teriak teriak gak jelas" ujar Anggun dari belakang.
"Ah iya bapak baru ngeh, Ariska yaa"
"Eh enggak ya, gue tu emang kalem tauuu" ujarnya jadi tiba tiba sok cantik
Membuat yang lain jadi menyoraki dirinya najis.
Dan Pak Romi langsung memberikan ruang buat pemuda tadi memperkenalkan diri.
"Oke perkenalkan nama saya Muhammad Ridwan, saya kuliah semester tujuh di Ibnu sina emm selebihnya kalian bisa tanya ke saya"
"Umur bapak berapa?" Nyaring terdengar ditelinga kami semua yang sontak langsung melihat kearah Melani.
Anggun langsung mendorong Melani pelan "Eeeee Udin cepat ni kalau kayak gini"
"Induk Bucin induk bucin" Lilik geleng geleng sendiri ditempat duduknya.
"Umur saya 20 tahun"
"Opp jelas din, tunggu apalagi"
"Eh Mbak Qurrik lah"
Qorry langsung senyum senyum genit sendiri ala khasnya karna merasa umurnya dekat dengan bapak Ridwan
"Bapak tinggalnya dimana?" Nah kalau ini datang dari pertanyaan Inyong
"Saya tinggal di Tiban"
"Wahh syah deket tu syah" ujar Sopik yang tiba tiba heboh
"Pak Asya namanya pak" Imah jadi ikut ikutan mempromosikan Asya.
Aldry dan Willy dibelakang cuman terbengong diam, dan mungkin mereka merasa tersaingin.
Atau waktu awal awal Pak Iqbal jadi guru baru kami
__ADS_1
Yang awalnya Asya sama gue sedang dance didepan kelas ala ala BlackPink membawakan lagu Ddu Du Ddu Du terus ada Anggun sama Sofi yang ikut ikut berdua ngesot dilantai depan pintu sambil mengikuti gerakan awal dari Dance BlackPink yang Forever Young, sementara Imah udah memegang ponselnya sambil mengabadikan kita berempat terus Lilik yang mala sibuk sendiri sedang berusaha membaca lirik lagu As if your last dari BP juga dan dipantau oleh Widny yang udah tertawa tawa itu karna belepotan kemana mana.
Ani, Venny dan Melani sibuk dengan alat Rias mereka sambil sibuk rebutan kaca sementara Qorry dengan santainya buka konser sendiri pakai Handsad ditelinganya sambil nyanyi lagu Diamond yang awalnya Embun sempat protes gara gara itu lagu zaman Smp dulu.
Atau ada Aldry dan Willy yang sibuk asik dengan mimpimya dibelakang nah yang ini ni gue tu sempat binggung kenapa mereka bisa tidur padahal kelas lagi bising bisingnya nunggu guru masuk.
Kharin, Ilin udah tertawa geli melihat gue, Asya, Anggun sama Sopik sementara Embun sama Mega mala sibuk baca ******* terus Cahaya juga sibuk dengan drakornya sambil senyum senyum
Padilla yang awalnya baca Novel hasil minjam dari gue tadi jadi gak fokus gara gara suara nyanyian belepotan Lilik yang jadinya bikin ngakak dan Fasrah yang awalnya berniat ingin tidur jadi gak jadi.
Refin dan Ulfa hilang entah kemana
Dan tiba tiba Inyong datang datang langsung heboh masuk kelas "We we we! ada bapak ganteng mau masuk!!!" Teriak Inyong nyaring sambil langsung cepat cepat duduk dibangkunya dan tiba tiba jadi diam sok merapikan pakaiannya
Semua jadi tiba tiba memberhentikan aktivitasnya
"Apasih Nyong, kan Buk Ena udah Resain sementara bapak ganteng kan cuman Pak Yos" ujar Anggun jadi sewot
"Nyong please deh gue tu lagi ngehafal si Macemacorom ini jangan ganggu deh, kita belajar MYOB bukan KKPI" ucap Lilik ikut ikutan
"Ihhhh kalian ni gak percaya, ada bapak ganteng satu lagi"
Tiba tiba Kharin menyadari sesuatu dan mala menepuk jidatnya sendiri "Oiya ada Pak Iqbal"
"Eh cowok gue ngapain kesini?" Celetuk gue tiba tiba yang sedikit syok karna merasa kalau itu Iqbaal dhiafakhri si pacar.
"Ngimpi lu tinggi bang-"
"Assalamualaikum"
Asya yang awalnya baru aja ingin mengejek gue jadi terdiam, semua mata memandang kearah ambang pintu tiba tiba kayak waktu terhenti gitu dan beberapa detik kemudian semua jadi tersadar dan dimulai dari Sopik yang langusng cepat cepat berdiri dari ngesot dilantai dan gue sama Asya langsung cepat cepat duduk kembali ke bangku sementara Ani, Venny sama Melani jadi tiba tiba membenarkan jilbab dan bedak mereka bertiga cepat cepat.
Qorry yang awalnya tetap karokean sendiri itu langsung Ilin bergerak dan menegur Qorry yang sedari tadi duduk di meja guru.
Semua mendadak jadi kelabakan Aldry dan Willy yang barusan dibangunin oleh Anggun cuman bisa jalan gontai ke tempat duduknya dengan wajah masih ngantuk.
Dan ternyata bener kata Kharin
Nama bapak ini adalah Iqbal
Hadeh untung aja A nya satu, Kalau A nya duakan berabe
Dan Pak Iqbal tu mirip mukanya sama Aldry
Jadi sering tu kami bilang gini
"Aldry abang lo tu"
"Al bujuk kek abang lu"
"Abang lu tapi katanya"
Wkwkwk
Tapi jangan salah, ganteng sih tapi Pak Iqbal tu guru yang asal ceplos dan suka ngatain kita kita kalau bandel
"Bodo lah kalian"
Atau
"Sini biar bapak lempar dari lantai tiga"
Atau
"Bodo amat terserah kalian"
Atau
"Siapa lo siapa gue? Emang hidup gue urusin kalian aja"
Atau
"Suka suka gue dong"
12 akuntansi mah kebal :))))
-Cathpins
__ADS_1