
Ga tau lagi gue tu kenapa bisa ketemu sama murid murid yang ga ada takut takutnya sama apapun.
Contohnya hal yang paling rata rata murid takutin yaitu.
Dihukum.
Kabarnya tu gini, soal kami yang suka dihukum itu udah kesebar sampai kekantor jadi guru guru tu ga ada yang mau ngehukum kami karna kami suka.
Kayak waktu buk Rait guru PPL IPA yang masuk kelas kita.
"Pokoknya ibuk mau minggu depan kalian antar vidio jaring jaring makanan sama Rantai makannya ke ibuk okey" ujar Buk Rait ramah.
"Siapp buk"
"Kalau tidak buat kalian Ibu jemur"
Seketika satu kelas bersorak heboh, membuat Bu Rait heran.
"We dijemur we mantap kale wohooooo" teriak Lilik heboh.
"Ga usah buat we gak usah buat" teriak Wili ikut ikutan membuat Aldry yang disebelahnya terkekeh.
"Eh eh kok senang" tanya buk Rait heran.
"Kami tu ga perna dihukum buk, apalagi dijemur" jelas Anggun bangga.
"Gak jadi ga jadi ganti, ibu bawak kalian ke Nagoya"
Lagi lagi semua bersorak
"Yeyyy jalan jalan" ujar Inyong udah tos tosan bareng Imah
"Yeyeye ke Nagoya" teriak Ulfa juga ikut kesenangan.
"Aduhh kok kalian senang kali"
"Yakan jalan jalan buk"
Sementara Buk Rait cuman bisa nepuk keningnya dan ngebatin.
Ini kelas Akuntansi kenapa pada polos semua ya
Atau sewaktu Buk Indra guru PPKN yang mungkin sudah sangat pusing sama tingkah kami yang kadang sulit kali buat tugas dipelajaran ibuk ini.
"Anggun mana buku kamu" teriak Buk Indra dari depan
"Eh tinggal buk" jawab Anggun enteng dibelakang.
"Aduhh kenapa ditinggal nak" Buk Indra langsung berjalan kearah Meja Anggun yang berada dibarisan paling belakang.
"Itu buk Lupa" jawabnya masih enteng sambil cengegesan.
"Buku aja kamu bisa lupa, besok besok kamu yang lupa dibawa"
"Hahaha besok Anggun ga ada Hahaha" tawa Lilik yang dibuat buat dengan niat menyoraki Anggun namun Buk Indra langsung menyuruh Lilik untuk diam dan jadilah Lilik yang mala diketawain.
"Kamu Ibu hukum aja ya berdiri dilapangan hormat bendera"
Mata Anggun langsung berbinar binar baru ingin membuka suara tiba tiba Willi dari tempat duduknya langsung menyambar
"BUK SAYA JUGA LUPA BAWA" dengan suara tinggi plus sok dramatis.
"Eh" ujar buk Indra kaget.
Lilik yang emang ga niat belajar jadi ikut ikutan "BUK SAMA SAYA BARU INGAT DARI PAGI SAYA GA BAWA BUKU"
"Ih iya Buk saya juga baru ingat buku saya dah abis" kata Asya yang duduk disebelah Lilik ikut ikutan.
"BUKKK BUKU SAYA JUGA TADI KEPAKE DIPELAJARAN PENJAS"
"EH IYA BUK INI BUKU TULISNYA ROBEK GARA GARA DIMAKAN EMBUN"
"HEH MEGA BUK TADI AMBIL BUKU SAYA JADI SAYA GA ADA BUKU"
"BUK JEMUR KAMI AJA KAMI GA BAWA BUKU!"
"LAH BUK TAS SAYA HILANG LAGI"
"OIYA MBAK QUR TAS KITA KAN DISITA BUK NELI, BUK HUKUM AJA!"
"BUK BUKU SAYA DAH SAYA JUAL"
"Heh udah udah diam, ga jadi ga jadi Ibu ga jadi hukum Anggun!" Tegas Buk Indra tiba tiba.
"Halahhhhhhh" teriak semuanya.
"Kalian ya Ibu tu hukum Anggun aja kenapa jadi semua mau"
__ADS_1
"Ibuk ga tau ya kami tu satu di jemur semua di jemur"
"Iya buk kami tu solit, menemani dikala susah"
"Apalagi dijemur kami suka"
"Eh" Bu Indra lagi lagi kaget bingung sendiri ada apa dengan kelas 12 akuntansi ini.
"Yaudah Ibu ga mau tau, pake kertas selembar catat dikertas selembar nanti dikumpul!"
Nah kan apa gue bilang, kelas kita tu mencari segala cara agar dihukum. Perna tu kita iri sama anak kelas sebelah gara gara mereka kenak jemur.
Ada aja celetukkan kita yang gini
"We we tadi Imah kan ke WC terus anak PJ dijemur tauuuuuu kita kapan ya?"
Atau
"Iii kesian lah mereka kenak jemur, kenapa gak kita aja kan ya?"
Atau
"Itu anak TKJ dihukum sama siapa sih, kita cari gara gara yok we sama gurunya"
Emang gitu aneh, iri mah sama tingkat prestasi kelas sebelah lah kita iri karna soal mereka dihukum hadeh.
Tapi ada satu hal waktu tu kita berhasil dijemur satu kelas
NYETAK SEJARAH GAESS !!
Jadi waktu itu pelajaran MYOB terus kita kita tu berkeliaran kemana mana padahal Pak Iqbal dah masuk kelas terus ngasih kunci Lab ke Aldry untuk cepat cepat masuk ke Lab buat praktek MYOB tapi kita degil mala berkeliaran jajan ke BISI terus mala lambat lambat dikelas ngegosip dulu atau bebedakan sama sasimian. Padahal gaes itutu jam pertama tapi kita udah bertingkah.
Pak Iqbal udah santai nunggu di lab tapi belum ada yang naik satupun.
Awalnya Ulfa sama Refina masuk terus ngelihat bapak udah duduk dikursinya terus datang lari larian Ilin, Mega, Embun dan Kharin yang baru aja dari BISI terus mala bawak tempe sama bakso tusuk keLab.
Dan itu udah jam setengah delapan padahal kita masuk tu jam tujuh lewat 15
Sementara Aldry Wili tadi udah ke Lab tapi cuman buka pintunya doang terus ngancir lagi balik kekelas buat makan bekal.
Baru Gue, Asya, Imah, Windi dan Lilik datang dan ngelihat yang lain mala bising sementara Pak Iqbal udah hilang ga tau kemana terus ternyata kata Embun bapak turun sebentar kebawah.
Eh dengan degilnya kita si Asya mala buka lagu kencang kencang dari laptopnya terus dicolokin ke speker yang ada di Lab jadilah pagi pagi dah karokean.
Datang Qorry langsung heboh bersamaan dengan Ani dan Venny dibelakang eh Qorry mala ganti lagu Jangan dari Marion Jola dan jadilah kita semua nyanyi nyanyi.
Membuat Lilik yang disebelahnya mala ikut heboh joget sana sini sambil teriak teriak "Yo yo yo yooooo! Uhuuuuu tarikkk mang!"
Tiba lah repnya ada Asya yang dari pojok udah megang sapu sambil sok ngikut ngerep dengan gaya andalannya yang ia tekuni mengikuti Lisa Blackpink dengan mulut yang berlepotan entah kumur kumur apa gimana.
Tiba tiba Lilik tersadar dengan tingkah Qorry yang tiba tiba mala mematikan lagunya padahal lagunya tu belum habis.
Lilik menoleh ke ambang pintu dan langsung tiba tiba cengegesan "Eh hehe bapak"
Pak Iqbal berkacak pinggang sambil geleng geleng "Kalian ini ya suara musiknya sampai kedengaran kebawah" ujarnya "Mana yang lain?" Tanya Pak Iqbal yang menyadari masih banyak kursi kosong dilab.
"Gak tau pak" Jawab Asya yang tiba tiba pura pura terfokus sama laptopnya didepan karna niatnya awal ingin mengincar wifi lab seperti biasa.
"Aduhh! Ini dua Cowok kalian kemana lagi bapak amanahkan ke si Aldry eh dianya hilang entah kemana" Omel Pak Iqbal yang kini udah berdiri didepan mejanya.
"UDAH PAK HUKUM AJA DUA LAJANG KAMI TU EMANG GA BETUL" teriak Lilik tiba tiba.
"Pak lagian udah jam delapan tau pak hukum aja mereka" timpal Qorry ikut ikutan
"Pak udahlah pak gak usah belajar"
Semua menoleh kesumber suara yang ternyata berasal dari Ani.
"Heh Ani ya gak boleh gitu udah kelas tiga Ni" tegur Lilik kearah belakang lalu ia kembali menoleh lagi ke Pak Iqbal "HAYUK PAK SEKELAS"
"WHOOOOOO KALAU GITU SAMA AE!"
Semua bersorak kearah Lilik membuat Aldry yang baru masuk terkaget entah apa yang terjadi. "Wezzz kenapa ni?" Tanyanya tanpa dosa
"PAKKK ITU DIA HUKUM AJA PAK! DIA TELAT SEHARUSNYA KAN MASUK JAM TUJUH TADI LAH INI UDAH JAM DELAPAN!" teriak Lilik tiba tiba
"Eh eh eh kok gitu" jawab Aldry kaget.
"UDAH PAK JEMUR AJA KITA SEMUA"
Usulan Mbak Qorry selaku yang paling tua membuat yang lain jadi menatap Qorry bersinar sinar atas idenya.
"JEMUR JEMUR JEMUR!" Teriak Ilin yang udah heboh sama Embun dan Mega.
"PAK KAMI GAK PERNA DIJEMUR LOH PAK" teriak Imah ikut ikut
"IYA PAK KALAU BAPAK JEMUR KAMI SEKELAS BAPAK BISA KAMI TULIS DALAM BUKU AKUNTANSI KALAU BAPAK PERNA JEMUR KAMI" ini Lilik lagi lagi mengeluarkan kata kata andalannya yang asal
__ADS_1
"AYOLAH LAH PAK AYO" Ini teriakan Qorry yang udah maju maju kearah depan Pak Iqbal
Membuat Asya jadi ikutan Maju kedepan Pak Iqbal
Mendengar itu Pak Iqbal bingung sendiri dengan tingkah anak 12 akuntansi yang memang tidak perna dibayangkan
"Gak ada gak ada Lapangan Rame kalian mau letak dimana ha" Ujar Pak Iqbal geleng geleng sambil bersedekap dada.
Qorry langsung mendadak keluar melihat dari atas dan masuk lagi "Pak ada pak sepi"
"Dimana?"
"Parkiran" kata Qorry sambil tersenyum senang
"HAAA BOLEH TU" saut Refina ikutan loncat loncat bersama Ulfa
"IYA BIAR LANGSUNG CAU PULANG WHAHAHA" sambung Aldry yang sedari tadi sibuk sama kabel kabel belakang.
"Eh ada apa?"
"PAKKK WILI PAK BIANG KEROK NYAA TU DIA BARU MASUK!" Teriak Qorry
Wili langsung bingung sendiri sambil menggaruk tengkukannya yang gak gatal
"HAI GAISSSS PA KABAR ADA APA NEH RAME RAM-"
"NAHH PAK NI NI APALAGI! UDAH TELAT MASUK BAWA MAKANAN LAGI!" Teriak Lilik langsung menghampiri Anggun yang datang datang heboh bawah jajanan dari BISI diikuti dari belakang masuk ada Melani, Sopik dan Windi yang ikutan kaget kenapa jadi bising
"HUKUM AJA PAK AYOKLAHHH" teriak Mega yang udah ketawa tawa sambil loncat loncat ditempat bersamaan Ilin
"Ha apaan dihukum?" Katanya kaget "AYOK PAK JEMUR LAPANGAN AYOK!" Sambungnya lagi membuat Anggun heboh teriak teriak ikutan loncat loncat.
Seketika satu lab heboh teriak teriak dengan kata yang sama sambil loncat loncat di tempat mereka masing masing
Berbeda dengan Qorry, Asya, Lilik dan Anggun yang udah berdiri dihadapan Pak Iqbal sambil bujuk Pak Iqbal buat sekelas dijemur dilapangan
Pak Iqbal geleng geleng pelan lalu membuang nafasnya kasar bingung harus apa melihat suasana Lab yang udah bising dan mengetahui anak anak 12 akuntansi itu hanya alibi biar tidak belajar
Dan anehnya permintaannya
Dijemur
"Oke bapak jemur kalian"
"YEEEEEEE" teriak semua langsung berhamburan keluar Lab
Yang pertama turun langsung Ke lapangan ya itu Aldry udah berdiri duluan didepan tiang bendera sambil hormat
Disusul Lilik, Windi, Ilin, Mega dan Cahaya yang ngambil posisi didepan Aldry
Melani masih diatas depan koridor melihat kebawah dan membuka kamera diponselnya
"Bersemangat dihukum" ujarnya mengarahkan kamera vidionya kelapangan bawah
Sopik sama Anggun yang melihat Melani mengabadikan itu langsung teriak teriak didepan kamera sangking senangnya
"Mau kemana sihh?" Tanya Melani
"Mau dihukum lahh" jawab Ulfa sambil tetawa
Lilik yanh masih melihat diatas masih rame langsung teriak "HEH MASAK KETUA YANG DULUAN TURUN BUKAN ANGGOTA!"
Membuat yang lain jadi cepat cepat turun tangga
Embun ketawa tawa ditangga "Ngakak wak gue, lain jiwa ya kelas kita *****"
Semua turun udah rapi bikin barisan dan langsung menghormat bendera disaat saat panas teriknya
Lapangan gak sepi ada anak SMA yang sedang diarahkan oleh guru olahraganya dibawah pohon pinggir lapangan
Mereka semua natap kita aneh
Dan ada lagi adek kelas, kelas sebelas yang sedang olahraga sepak bola juga menatap kita semua aneh
Emang kelas kita aneh
Hobi kok minta dihukum
Sampai Asya yang ngendap ngendap naik keatas tangga lagi untuk keatas koridor buat fotoin kita pakai ponsel Sopik
Sementara Pak Iqbal udah masuk kekantor mantau kita dijendela kantor
.
Huaaaa ini sangat real gue bingung mau bilang apa buat anak kelas gue yang anehnya kelainan jiwa wkwk
-cathpins
__ADS_1