Ada Jodoh Dari Salah Nomor Telepon

Ada Jodoh Dari Salah Nomor Telepon
Perusahaan papa Riko bangkrut


__ADS_3

"Hey, ko___, ada apa?" Adil datang menepuk pundak Riko. Wajah Riko begitu murung.


"Mama ku pergi, Dil." Riko begitu bingung menghadapi situasi yang sangat sulit.


"Apa, Tante Jasmin pergi. Pergi liburan, ya tidak apa-apa lah, Riko. Healing dan merefresh pikiran. Terkadang memang kita perlu liburan," jawab Adil seadanya.


"Bukan Dil!" Riko mengenggam gelas begitu erat.


"Mama pergi meninggalkan papa," terang Riko begitu menyesal dengan tindakan mama Jasmin.


"Kok bisa sih? Mama sama papa kamu lagi ada masalah? Kenapa tidak di selesaikan secara baik-baik sih! Kenapa harus pisah?" Cerca Adil merasa keheranan.


"Aku tidak tau, Dil. Mereka sudah sama-sama tua, tapi sifatnya kadang masih kekanak-kanakan. Aku cuma pengen mereka saling mengerti satu sama lain, gitu saja kok susah!"


"Terus papamu gimana, Riko?" Adil tampak khawatir dengan keadaan keluarga Riko.


"Papa baik-baik saja sih, dil. tapi, perusahaan papa terancam bangkrut. Bahkan, kini hutang papa sudah melebar kemana-mana. Ini semua salah dari salah satu orang kepercayaan papa. Orang itu terus memanfaatkan papa tanpa papa sadari."


Hah___


"ya, Dil. pak Arjuna telah membuat perusahaan papa bangkrut. pak Arjuna banyak membuat masalah, seolah-olah papa lah pelakunya. hutang dimana-mana, arkh____! desis Riko merasa tak suka dengan jalan hidupnya.


Adil setengah tak pervaya dengan ucapan Riko. Bagaimana mungkin, seorang yang kaya raya tiba-tiba bangkrut, perusahaan collabs dan akhirnya gulung tikar.


"Jadi, papa kamu terancam bangkrut. Ya Allah, Riko. Kok jadi begini sih!" Adil tampak kasihan pada Riko.


"Bukan hanya bangkrut, Dil. Tapi, jika sampai papa tak bisa melunasi semua hutang-hutang papa. Maka papa akan masuk bui," sesal Riko merasa kecewa akan perusahaan yang hancur.


Adil sangat mengerti kondisi Riko. Disaat seperti inilah, Riko membutuhkan sahabat yang benar-benar care padanya.


Arkh_____


Riko meremas rambut dengan sangat kasar.


"Sabar, ko. Pasti akan ada jalan terbaik untuk keluargamu," nasehat Adil.


"Aku pulang dulu, Dil?" Riko menepuk pundak Adil. Gegas mengendarai motor kesayangan nya.


Rumah adalah tempat bagi hati untuk pulang. Tapi, saat keluarga tak lagi utuh, akan kemana hati itu pergi. Pasti akan terasa hampa dan gersang.


Ckit_____


"Loh, pak. Ada apa?" Tanya Riko pada pak Nasib. Padahal, Riko belum turun sepenuhnya dari motor gede nya.


"Kita semua di berhentikan kerja, mas." Jawab pak Nasib tak ingin pergi dari rumah Riko.

__ADS_1


Riko terheran sejenak. Apakah sudah separah ini keadaan ekonomi keluarganya.


Riko memarkirkan motor, masuk kedalam rumah dengan banyak pertanyaan. Pak Airlangga tampak memegangi kepalanya yang teramat sakit.


"Pa____, " lirih Riko mendekati pak Airlangga.


"Semuanya sudah hancur, Riko. Kita bangkrut, kita bangkrut." Jelas pak Airlangga begitu menyesal.


Mendadak tubuh Riko terasa lemas. Ingin Riko mengingkari keadaan ini, tapi tak mungkin. Itu hal yang mustahil bagi Riko.


Mama Jasmin sudah pergi entah kemana. Keadaan ekonomi juga dibantai habis-habisan. Semoga papa Airlangga diberi kekuatan, itulah harapan Riko.


"Papa masuk ke kamar dulu, ko." Pak Airlangga meninggalkan Riko yang termangu.


Tring____


Tring____


Anya.


Slap..


"Honey, kenapa lama sekali angkatnya." Keluh Anya dengan emoticon berlumur air mata. Riko tak berniat membalas pesan Anya. semua akan tambah sulit dan berkepanjangan jika bercerita masalah ekonomi papa nya pada Anya.


"Darling, ada apa?" Anya mengirim pesan lagi.


"aku kerumah mu, please wait."


Riko hanya membaca nitifikasi, Riko merebahkan diri si sofa. mata terpejam membayangkan masalah apa lagi yang akan datang setelah ini.


tak butuh waktu lama, hanya sekitar sepuluh menit Anya sudah datang.


"Darling_____!" Anya langsung menghambur memeluk Riko dengan begitu penuh cinta.


"kok mukanya masam, ada apa sih!" cerca Anya menyadari wajah kusut Riko.


"Tidak ada apa-apa, nya. kurang tidur saja kemungkinan."


"ya sudah kalau gitu ayo bobok, biar aku temenin," Anya menawarkan diri menemani Riko. Riko mengerling heran, lalu menggelengkan kepala.


Tring. ..


ponsel Anya berdering. Senyum sumringah jelas tergambar di wajah Anya.


"Sayang, ini bagus kan. Beliin ya?" Anya menunjukkan sebuah gambar jam tangan, kiriman dari teman Anya.

__ADS_1


Riko menatap Layar ponsel Anya dengan pertanyaan yang tak menentu. Beli, apa mungkin Riko masih bisa menuruti semua keinginan Anya.


"Berapa harganya?" Tanya Riko. Anya keheranan, tak biasanya Riko bertanya masalah harga.


"murah kok, cuma sepuluh juta." Jawab Anya begitu enteng.


"Untuk kali ini, tidak dulu ya, Nya. kan kita kemarin sudah beli cincin yang kamu sukai."


Wajah Anya tampak kecewa dengan jawaban Riko. Tapi, Anya memaksakan untuk tetap tersenyum padahal hatinya teramat kecewa pada Riko.


"Riko, papa mau keluar sebentar. Ada urusan sedikit, kamu kalau makan boleh masak mie instan dulu ya?" terang papa Airlangga.


Anya mengernyit heran. mie Instan, what happen dengan keluarga Riko?


"Iya, pa." Jawab Riko cepat.


"Sayang kita keluar saja yuk, bosan ah dirumah Mulu. Daripada makan mi instan, gimana jika kita ke resto langganan kita. aku juga laper sayang," ajak Anya.


"Aku tidak bisa, nya. Aku malas pergi kemana-mana, aku pengen istirahat."


Anya diam menatap Riko dengan wajah cemberut. Anya merasa bete dengan sikap Riko yang berubah menjadi pendiam seperti itu.


"Aku pulang dulu ya sayang. soalnya aku ada janji sama teman-teman aku," Anya pamit pulang pada Riko.


kali ini Riko tak menahan kepergian Anya. Memang Riko banyak berubah, biasanya Riko bakal agresif dan menahan Anya agar tak pergi, Riko ingin selalu berdua-dua dengan Anya secara terus menerus, tapi tidak dengan kali ini.


Anya pergi dengan hati yang dongkol dan marah. Kenapa Riko bisa berubah secepat itu, apa Riko tak mencinta Anya lagi? banyak pertanyaan yang Anya simpan dalam kepalanya.


Riko lagi-lagi mendengkus kecewa.


arkh____


Tak seharusnya Riko menolak keinginan Anya. ini pertama kalinya,Riko menolak keinginan Anya. biasanya tanpa di pinta pun, Riko akan memberi yang terbaik untuk Anya.


Tapi, kali ini apa yang bisa Riko buat. Saldo dalam rekening nya sudah membeku dan tak berfungsi lagi, bahkan rumah, mobil dan segala aset kepemilikan papa Airlangga bakal tersita bank.


Riko kecewa dengan masalah ekonomi yang mengacaukan percintaan nya. Banyak pikiran buruk yang menghantui Riko, Riko takut jika Anya sampai meninggalkan nya.


"Anya, maafkan aku. untuk kali ini, tolong mengertilah keadaan finansial ku. keadaan finansial keluargaku sedang tidak baik-baik saja, nya." gumam Riko merutuki diri.


tring____


notifikasi pesan dari Adil.


"Seminggu lagi bakal ada lomba balap motor, Rik. Gimana minat gak?" Sebuah angin segar datang dalam pikiran Riko. dengan mengikuti lomba dan menjadi juara, Riko bisa menyenangkan hati Anya. Riko tak menanggung beban malu sebagai lelaki yang sempurna.

__ADS_1


__ADS_2