
Ting_____ tong ______
Suara bell begitu nyaring. Membuat Riko penasaran siapa tamu sepagi ini.
Klik__
"Selamat pagi, pak. Pak Airlangga nya ada?" Tanya seseorang tinggi besar dan berperawakan menyeramkan.
"Papa sudah pergi, pak." Jawab Riko apa adanya.
"Bisa di hubungi untuk pulang terlebih dahulu."
"Untuk apa ya, pak?" Tanya Riko tidak mengerti.
"Masalah rumah ini, pak. Rumah ini sudah masuk dalam agenda harta benda sitaan. Kalian di harap segera meninggalkan rumah ini, selambat-lambatnya dua puluh empat jam dari surat pemberitahuan keluar."
Salah satu dari orang itu memberikan sebuah map pada Riko. Riko mengambil dengan tangan sedikit gemetar. Ini benar-benar akan segera terjadi, Riko harus meninggalkan rumah kenangan nya. Rumah dari Riko di lahirkan dan tumbuh besar.
"Apa tidak ada jalan lain, pak?" Tanya Riko.
"Jika sudah begini, rumah akan segera masuk ke pelelangan bukan. Kecuali, pak Airlangga bisa segera menebus hutang sesuai jumlah nya."
Riko terdiam. Mana mungkin papa nya bisa membayar hutang sebanyak bermikuar-milyar sedang Riko tau, perusahaan papa nya mengalami kebangkrutan.
"Bagaimana pak, apa anda bisa menelpon pak Airlangga?"
"Biar nanti saya kabarin pak."
"Baiklah, jika demikian kami pamit, selamat pagi?" Kedua orang tinggi besar tersebut pergi dari rumah Riko.
Riko segera masuk kedalam ruang tamu, menatap setiap dinding dan hiasan yang ada di sekitarnya. Hati Riko begitu nyeri, kenapa peristiwa seperti ini harus terjadi?
Tring____tring_____
Papa.
"Hallo, pa." Riko segera menjawab panggilan papa Airlangga.
"Riko, bisa datang ke kantor polisi nak?"
__ADS_1
"Apa, kantor polisi. Ada apa, pa?" Riko tampak gusar dan khawatir.
"Papa____, di penjarakan, nak."
"Apa_____! Kok bisa sih, pa." Riko tak percaya.
"Ya sudah, Riko kesana sekarang. Papa tunggu ya!" Riko langsung mematikan panggilan telepon nya.
Berjalan ke arah motor gede miliknya. Langsung tancap gas menuju police station.
******
"Pa____!" Riko menghampiri papa Airlangga yang tampak begitu bingung.
"Riko, bersabarlah atas ujian ini. Akan ada waktunya untuk mengungkap semua kebenaran. Pekerja sialan itu yang telah merusak perusahaan kita. Seolah-olah papa berhutang ke berbagai perusahaan dan bank. Tapi, kamu tenang saja ya, nak. Tunggu sampai orang kepercayaan papa berhasil mengungkap fakta sebenarnya."
"Pa____!" Riko menggelengkan kepala.
"Hidup diluar seorang diri itu sulit, Riko. Belajar lah untuk mengerti dan berjuang mencari makan seorang diri," terang papa Airlangga lalu pergi di bawa masuk kedalam bui lagi.
Riko menghentakkan tangan kedepan. Kenapa semuanya bisa kacau seperti ini? Kemana Riko akan pergi, semua aset dan harta papa Airlangga telah raib dan musnah.
Riko berjalan mengendari motornya ke sembarang arah. Riko ingat ada perlombaan balap motor esok hari, tak ada salahnya Riko mencoba nya ,mungkin saja keberuntungan memihaknya. Sebab, Riko adalah seorang jago dalam hal balap membalap.
Riko berhenti melihat Anya sedang duduk di taman dengan seorang lelaki yang amat Riko kenal. Arga. Yah, itu Arga teman sepermain Riko. Ngapain mereka berduaan seperti itu?
Dug______dug____
"Ngapain kalian berduaan seperti ini?" Tanya Riko langsung tanpa permisi. Riko merasa kecewa melihat Anya hanya berduaan dengan Arga. bagaimanapun juga Anya itu pacar Riko.
"Sayang___!" Anya bangkit dari duduknya dan menghampiri Riko. Anya berharap Riko tak marah padanya. padahal, Anya sendiri ada niatan ingin bermain api di belakang Riko.
"Kita cuma sedang ngobrol biasa saja sih, ada masalah apa bro tegang banget!" Sarkas Arga merasa menang dan heran dengan kecemburuan Riko. terlalu cinta kah, terlalu bucinkah, atau terlalu bodoh sampai tak menyadari bagaimana perangai Anya yang menye-menye.
"Maksud kamu apa, ngobrol saja. Ngobrol harus berdua saja gitu!" Balas Riko tak suka dengan jawaban Arga.
"Memang apa masalahnya bro! Kamu sama Anya kan baru pacaran, bukan suami istri. Santai aja dong, jangan ngegas! sebelum janur kuning melengkung, Anya bebas dekat dengan lelaki manapun."
"Kurang ajar loe ya!" Riko mengambil kerah baju Arga hendak memukul Arga. Tapi, Anya berusaha melerai pertengkaran mereka. Riko sadar dan Riko paham, jika Arga berusaha memanfaatkan Anya. Anya mudah sekali terhipnotis oleh rayuan gombal.
__ADS_1
"Hey Riko, wajar saja dong jika aku suka sama cewek kamu. Anya tuh cantik, dan pantas untuk di perebutkan!"
"Tak punya malu kamu ya! Bisa ya, ngomong kayak gitu di depan ku. Sedang aku tau, kamu itu hanya ingin mempermainkan Anya kan, kamu berusaha membuat hubungan kita rusak, iya benar, begitu mau mu?" Riko benar-benar marah.
"Idih kepedean. merasa lelaki paling baik. lah, cewe itu memang untuk di_____"
Bugh_____
Sebuah Bogeman berhasil mendarat di wajah Arga. Tak sabar rasanya Riko melihat wajah menyebalkan Arga.
Arga tak mau kalah, Arga melawan perlakuan Riko. Terjadilah saling pukul memukul. perkelahian sangat sengit.
"Sudah, hentikan!" Teriak Anya. Tapi, keduanya gak menggubris teriakan Anya.
"Hentikan! Kayak bocil saja deh." Anya rada kesal dengan mereka berdua.
"Aku bilang, stop!" Pekik Anya lebih keras.
Riko dan Arga menghentikan aktivitas Adi jotos nya.
"Gini saja, besok ada perlombaan di sirkuit Mengantara. Kalian bisa ikut dalam lomba itu, siapapun pemenangnya itulah pacar aku!" Usul Anya begitu santai.
"Anya, bukan kah hanya aku pacar kamu. Kenapa sekarang dengan begitu mudah nya kamu bilang seperti itu. Jika sampai Arga menang, Arga akan jadi pacar kamu, Nya. dan aku, aku ini siapa?" Riko kecewa dengan usulan Anya.
"Yah, realistis dong Riko. Saat ini aku pacar kamu, tapi esok siapa yang tau?"
"Anya, ada apa sama kamu?" Riko merasa di permainkan.
"Tadi aku mengajak mu untuk makan diluar. Tapi, kamu menolak ku kan? Ini balasan ku atas penolakan mu!"
"Anya, jangan gila kamu. Aku hanya menolak karena aku lagi males keluar rumah. Ini juga baru pertama kalinya aku menolak keinginan mu. Kenapa bisa seperti ini kamu?"
"Sudahlah, aku tak mau berdebat dengan mu. Besok datang saja ke sirkuit Megantara. Kita lihat siapa jawaranya." Anya melenggang pergi meninggalkan Arga dan Riko.
"Anya____!" Panggil Riko. Tapi Anya sama sekali tak menggubris panggilan Riki.
"Aku tunggu!" Arga tersenyum miring meninggalkan Arga.
"Kenapa jadi seperti ini, disaat aku butuh support. Kamu malah berlaku seperti ini, nya. Bukankah kita akan melanjutkan ke jenjang pernikahan?" Riko mrmbatin.
__ADS_1
Riko kembali mengendari motor menuju rumah nya. Tapi, rumah sudah terkunci dan ada plakat penyitaan. Bahkan barang Riko sudah tersusun rapi di teras rumah.
"Ya ampun, apa yang terjadi!" Riko benar-benar tak habis pikir dengan semua ini. Bisa-bisanya mereka melakukan ini semua pada Riko.