
Penantian akan seorang anak membuat hidup ku makin bergairah , walau nyata nya buka anak suamiku.
" sayang, lihat kandungan mu sudah makin besar abang sudah tidak sabar bermain menggedong nya " ucap ari saat mmegang perutku yang sudah besar.
Sementara aku masih memikirkan cewek yang bareng dengan bagas siapa dia? rasa penasaran ku begitu kuat mana mungkin dia teman begitu mesra, begitu lamanya menunggu bagas pulang dari kerjanya malam ini " sayang ayo tidur " ucap suamiku menggadeng ku ke kamar dan tidur bersama nya.
Bagas dan tomy ia rasa penasaran pada pria yang sellau cuek ketika di kelas dan bersikap dingin bahakn tisak memperdulikan sekitarnya, dia terlihat cool dan dia seperti nya tidak punya teman " bro , lo dingin banget " ucap bagas melihat tomy tidka melihat nya hanya membaca buku entah apa dari judul nya bahas inggris bagas ga begitu mengerti.
Tomy hanya melirik bagas dan terdiam kembali membaca buku " btw lo membosankan banget gw cabut aja ah " sahut bagas beranjak dia begitu dingin sampai bagas pun bosan duduk dengan nya.
" kak! gimana kit mau tutup tapi dia masih diam dia itu " ucap bela melihat cowok cool susuk sendiri asik membaca buku " tapi dia keren sih kak gimana ya bela bingung ga berani ngusir, ah bela suka pusing lihat cowok keren gitu " ucap nya bagas hanya tertawa " ya sudab biar kaka coba bicara padanya " ucap bagas berajak ke cowok ya dingin itu " sory ya bro , kit mau tutup " ucap bagas , cowok itu menutup buku melihat bagas dan berdiri, tanoa satu kata pun lewat di dapan bagas namun bagas mencium wanginya begitu kuat .
beridri di kasir " semua 70 rb ya kak " ucao bela tomy hanya ngasih uang dan pergi begitu saja " anjir sombong lu " bagas malah kesal dengan sikap nya namun bela begitu suka.
Beres-beres bela dan bagas telihat tomy si cowok misterius itu menunggu bus " ya sudah kak bela pulang yah " ucap nya mengedarai motornya malam itu , aku mengunci pintu rasanya kasihan juga melihat tomy dari tadi berdiri " hey , nunggu bus ya percuma sudah ga akan ada , ayo aku antar " ucap bagas berhenti di depan nya.
__ADS_1
Tiba-tiba di dusuk di belajang " jalan " ucap nya si cowok misterius " lo pulang kemana " sahut bagas ingin tahu rumaha nya apakah jauh kan gawat , terus mengendarai motor tanpa berbicara membuat bagas bosan " behenti di depan " ucap tomy turun di gebang perumahan elit tanpa mengucapkan terimakasih tomy lewat saja " huh gw nyesel jadinya " bagas ngomel dengan tingkah lakunya yang nyebelin.
bagas kembali melanjutkan perjalnan nya pulang , sampai rumah bagas mengedap-ngendap takut kakanya bangun tapi aku tahu di luar bags baru " rupanya di baru pulang " ucap ku jam menujukan pukul 23.15 aku beranjak kel kamar nya.
Rupanya di kunci " bagas " ucap ku bagas membukakan pintu " iya kak " sahutnya aku masuk seprtinya bagas tidak mood di ajak berhubungan " kak bagas capek " ucap bagas bernajak ke tempat ridur , aku berfikir apa karena cewek yang kemarin dia jadi begini susah di ajak berhubungan ? " cewek itu siapa ?" tanya bagas berdiri trlihat emosi " lagi kak , dia itu teman ku. kaka ga bercaya ?" ucap nya aku sama sekali tidak percaya " kaka gak percaya , apa itu pacar mu ?" tanya ku bagas seperti tidak mau menanggapi dia langsung tidur " bagas rupanya benar dia pacar mu, putus kan dia " ucap ku bagas berbalik melihat ku.
" Apa kak!! ,kaka ga punya hak buat ngatur aku " begitu maraha nya dia padaku namun aku tidak suka dia bercinta dengan cewek lain " om kalo kamu ga putuskan kaka akn bicara pada ari kalo ini anak mu " aku mencoba mengancamnya .
Bagas melihat ku tersenyum sinis " aku niat nya membantu kaka, punya anak tapi nyatanya malah begini. Mau kakak apa sih ?" tanya bagas aku langsung memegang rudal nya " kak hanya ingin kamu memuaskan kaka itu saja " ucap ku tapi sepertinya bagas menolak " kak aku juga punya cewek yang harus aku jaga kak mengerti lah " ucap bagas .
"Sudah baga tidur saja " ucapku ia mengikuti kemauan ku bagas seperti tertekan si brodnong tampan, aku buka celanya dan rudal nya masih belum hidup aku langsung melahap nya " aaakhhhh "terlihat menikmati aku kocok lama kelamaan batangnya bangun begitu besar , aku langsung duduk dengan perut besar ku " aahhh kak hangat kali lubang kaka " ucap bagas sudah menikmatinya aku terus naik turun begitu nikmat terasa.
Namun saat enak enak nya ari keluar mencari ku " siska kamu di kamar mandi ya ?" ucap ari, rudal bagas masih menancap " kak sana pergi " ucap bagas karena takut ketahuan, aku mencoba keluar pelan bagas mengocok batang nya sendiri akhirnya " bang nyari siska , maaf tadi kebelet " sahutnya kembali ke kamar .
Namun siska begitu belum puas " ih ari sialan lagi enak enak malah bangun " ucap ku .
__ADS_1
" aahhhh " bagas megeluarkan lahar putih nya dan kembali tidur.
Pagi hari aku lansung ke kamar bagas, namun sayang naya semua sudah rapi bagas sudah bersiap kuliah " kak mau apa lagi " ucap bagas di belangkang ku .aku berbalik " masih pagi banget mau pergi kuliah " ucap ku memeluk lehernya " lepaskan kak nanti abang lihat " ucap bagas tidak suka melihat ku .
" kak sudah aku berangkat ya " bagas langsung berangakat tanpa sarapan, semenjak ada cewek lain dia berubah.
" ih kaka ipar ku, kenapa dia ngajak terus berhubungan padahal dia sudah hamil, yang dia minta tapi malah keterusan, jadinya aku nyesel " nagas terus ngomel selama di perjalanan.
sampai di kampus " ririn langsung mendekatinya saat rio dengan teman nya " sayang nanti kita pegi yuk " ucap ririn tapi sayang nya bagas harus kerja " ga bisa sayang aku harus kerja pulang kuliah " ririn spertinya marah ketika bagas hanya fokus kerja " ya sudah ga usah jadian, kamu ga ada waktu terus " ucap ririn pergi kembali ke rio dan bagas hanya bisa diam .
Berjalan ke kelas, rupanya tomy sudah duduk sendiri " hey " ucap bagas tapi tomy masih cuek , bagas kesal dia mengambil bukunya " bisa ga sih lo hargai lawan bicara lo " ucap bagas begitu kesal " ada aperlu apa " ucap tomy bicara membuat tema teman nya kaget karena mereka tidak pernah mendengarkan suara nya " hah itu lo " tanya teman sebelah nya .
si cowok misterius akhirnya bicara juga " lo jangan gitu kalo jadi orang " bagas malah menceramahinya dia salah orang " urusan dengan mu apa ?" ucap tomy tidak suka di ganggu.
" lo kenapa ganggu gw , ga ada kerjaan lain kah" ucap tomy , bagas senyum sinis mendengar nya " lo berani sama gw hah " bagas menantang nya " emang nya gw takut sama model kek lo, cuman modal tampang aja bangga " ucapan tomy membuat bagas emosi.
__ADS_1