
Pulang, iya aku yang memaksa pulang kerumah hari itu di antar ibu ku dan ayah ku kerumah. Tak bisa di pungkiri aku begitu rindu dengan adik ipar ku yang ganteng.
" bu, pak sudah kalian pulang lah. Aku baik-baik saja sendiri juga " menidur kan arka , tapi ibu sepertinya tidak akan pulang " pak , sudah bapak pualng lah jaga rumah ibu yang akan nginep di sini " ucap ibu, wajah nya seperti sangat senang akan nginap di rumah.
Aku sebenarnya keberatan, karena malam ini sejujurnya aku ingin berduaan bersama bagas " ya sudah , bapak pulang ya bu " ujar ayah beranjak pulang. ibu tiba-tiba pergi ke kamar bagas " bu lagi apa ?" tanya ku melihat ibu masuk kamar nya, aku segera menghampirinya " ibu melihat lihat buku pelajar dan tulisan bagas " wah lihat tulisan bagas bagus ya rapih " sahut nya.
Aku segera menarik nya keluar " bu ! ga sopan masuk kamar orang " ucap ku , di kamar nya wangi parfum cowok " siska, andai ibu masih muda yah ibu ingin menikah dengan nya ibu ceraikan ayah mu " aku tertawa khayalan ibu ketinggian " bu sudah ah, jangan berkhayal lihat ibu sudah peot sebentar lagi " ucap ku, ibu langsung memukul ku " enak saja, ibu masih bisa punya anak " ucap nya.
Sore hari suamiku pulang dari kerjanya " siska , giamana anak ku " langsung mengampiri anak nya yang sedang tidur, melihat ari begitu bahagia rasanya tidak tega juga kalo tahu sebenar nya.
" ya sudah ibu mau masak ya " ucap ibu beranjak ke dapur, Namun tak ada apa-apa " Ari ! masa ga ada apa-apa di dapur, mau makan apa malam ini " ibu begitu bawel aku jadi pusing dengar nya " sudah buk , biar Ari beli saja ya " ucap suamiku sore itu beranjak keluar.
***
Semntara itu Bagas di kafe kedatangan ririn dan Rio pacar nya sekaligus teman ku " eh bro , pantes ya jarang ke gym sekarang " Rio melihat ku bekerja " uya bro sory ya, gimana lagi butuh biaya juga buat kuliah " ucap bagas, Ririn terus memandanginya tapi bagas sudah tidak tertarik dengan nya.
" pesan apa ?" tanya bagas pada Rio dan Ririn
__ADS_1
" apa ja lah yang penting enak " sahut Rio , aku membuatkan sesuatu yang enak untuk nya.
Tiba-tiba Tomy datang dengan kaka nya, dia begitu cantik sore itu .Rio langsung melotot melihat nya Ririn tidak suka melihat nya " heh ! yang lihat nya kesini " ucap Ririn pada Rio, Bagas hanya tersenyum melihat Rio dia memang buaya darat ga tahan lihat cewek seksi cantik.
" ini , pesanan mu " bagas menyajikan nya di meja dan langsung menghampiri Tomy dan kaka nya. Tomy terus memandangi bagas " hay , tumben kesini " bagas menayapa kakanya tomy begi cantik tersenyum padanya. Namun Tomy begitu tidak suka ketika di acuh kan " khhhmmm" ucap Tomy , barulah bagas berbicara padanya " Tom, seperti baisa ya . kaka mau apa ? manggil nya apa ya kak, biar lebih akrab gitu " bagas menggobali nya " panggil saja kasandra atau sandra aja " ucap nya sambil senyum bagas mimpi apa bisa menyentuh tangan halus dan lembut kaka nya Tomy.
Ririn cemburu melihat nya , bagas senyum-senyum saat kembali ke dapur " wah siap dia ?" tanya Rio pada bagas , tapi bagas tidak mau memberi tahunya takut Rio mengejarnya juga .
" Ayo pulang ah " ucap Ririn tiba-tiba marah " ih baru juga sampai sayang " sahut Rio masih sesikit di minum pesanan nya, tapi Ririn menarik nya keluar " ayo ah " bagas ahanya tertawa melihat nya.
Lagian juga bagas sudah merasakan tidur dengan ririn, beranjak membawa pesanan " ini dia , maaf ya nunggu lama " ucap bagas menaruh pesanan nya di meja. kakanya sepertinya begitu akrab dnegan Tomy " lagi bahas apa nij asik banget " ucap bagas duduk di samping Tomy.
***
Sore hari beranjak malam , Ari memebeli makan dari luar " buk, siska ayo makan " ucap suamiku membagikan nasi padang.
" Bagas, kok ga di belikan ri " ucap ibu, dia masih memikirkan bagas " bu bagas makan di tempat kerjanya ngapain di beliin nanti ga di makan " ucap Ari .
__ADS_1
Malam itu ibu menunggu bagas pulang di terlihat sudah ngantuk " bu tidur lah " ucap ku sambil nonton tv , suamiku sudah tidur dengan anak bagas.
" Gak ah , ibu belum ngantuk " ujar nya padahla aku tahu matanya udah merem merem. segitunya ibu ingin bertemu bagas.
Bagas senang hari itu bisa berkenalan dengan kasandra kaka nya Tomy yang cantik dan seksi " kak , bela pulang duluan ya " ucap bela beranjak pulang sendiri.
Setelah menutup kafe Bagas langsung pulang melihat jam pukul 10 malam namun di jalan masih rame , pulang dengan hati bahagia.
Sampai rumah rupanya mereka sudah pulang , bagas membuka pintu " kak sudah pulang " tanya bagas pada ku. Namun ibu langsung bangun " Bagas! sudah makan kamu " ucap ibu mendekatinya memegang tanganya.
Terlihat bagas tidak nyaman, aku hanya tertawa melihat nya " sudah buk , maag ya bu bagas mau istriahat " ucap bagas , ibu membuatku kesal lama-lama " bu sudah bagas mau istrahat " ucap ku tapi ibu sepertinya rindu dengan bagas begitu pun diriku.
" bagas nanti saja, lihat masih banyak cemilan nonton dulu saja " Bagas duduk akhir nya menuruti apa kata ibu walau terlihat tidak nyaman " bagas , tiap hari begini . padahal ga usah kerja buat kebutuhan, ibu juga bisa ngasih lihat sawah ibu luas " ucap ibu begitu genit " ga usah buk , bagas ga mau merepotkan orang lain " ucap nya.
Aku hanya bisa memandanginya malam ini, karena ada ibu di rumah yang sepertinya menyukai bagas. Kenapa ya dia begitu manis kenapa kakanya tidak kenapa dia begitu tinggi ?. apa mungkin mereka beda ayah ? aku sering bertanya-tanya begitu.
" bu maaf ya bagas maua tidur capek " ucap bagas meninggal kan kami, berjalan ke kamar nya rasanya ku ingin mengikuti nya. ibu terus memandangi nya " bu kenapa sih , kaya baru lihat cowok cakep " ucap ku heran pada ibu.
__ADS_1
" Siska , ibu ga tahu ya melihat bagas begitu. dia sangat sopan aura nya beda " ucap ibu, aku hanya tertawa mendengar nya.