
Deg-deg gan, itulah yang kurasakan sekarang kelahiran anak yang ku tunggu dengan suamiku bahkan ibu ku.
Walau ayah nya adik ipar ku tapi anak ini begitu sangat di nantikan, ibu begitu senang dia terus bersama ku menemaniku " sis , gimana masih terasa gak " ucap ibu saat aku mengeluh betapa sakitnya saat pertku kontraksi " iya bu, sakit sekali " keluh ku.
Ari setibanya langsung mengajak ku kerumah sakit " siska ! ayo abang sudah menelpon ambulan " ucap nya , aku begitu taku rasanya begitu sakit tak mengira melahirkan sesakit ini tapi demi mendapatkan anak aku mencoba berjuang.
Ibu sedang bersiap membawa pakaian ganti ku , ayah baru datang setelah kerjaan di sawah beres " siska , sabar ya "ucap ayah saat melihat ku meringis kesakitan.
Di luar ambulan datang " pak , ayo kita bawa " ucap ari membopong ku masuk ambulan " bu ayo " sahut ayah ku ibu sedang mengunci pintu.
Malam itu bagas belum pulang dari kerja nya,mungkin dia sudja di beri tahu ari kalo aku melahir kan.
Ibu menggem tangan ku supaya aku kuat, sampai di rumah sakit aku langsung di bawa ke ruangan sangat takut rasanya. Ibu dan ayah menunggu di luar semantara suamiku menemani ku memebri semangat sia terus memegang tangan ku, aku berjuang samapi tenaga ku terkuras keringat ku sudah membasahi tubuh.
Sampi tengah malam aku belum juga lahiran karena susah keluar , sudah lelah rasa nya tapi aku tetap berjuang suamimu terus menyemangati ku " ayo sayang kamu bisa, ingat kira sudah menantikan ini lama " ucap ari membuatku makin semangat , susah begitu lama aku menantikan anak bahakan aku sering di gosip kan dan kini saat nya memebalas perkataan mereka.
Dini hari pukul 3 pagi, Suara tangisan bayi itu memecah kan keheningan ibu dan ayah langsung belari melihat bayiku " pah lihat dia laki-laki " ucap ibu begitu bahagia , Ari menangis melihat anak nya walau bukan anak dia.
ibu dan ayah begitu bahagia melihat cucu nya lahiran , aku begitu lemas ari mencium kening ku " siska lihat ank mu begitu tampan " ucap ibu memberikan anak ku di pelukan ku. Akhirnya sempurnalah aku jadi seorang wanita dan sekarang menjadi ibu.
Sementara bagas tidak kerumah sakit bagas malah tidur di rumah teman nya " oy ! bangun " ucap tomy pagi itu si cowok dingin yang kini jadi teman nya.
__ADS_1
Tomy orang kaya ayah nya seorang pengusaha properti, rumahnya begitu mewah namun sayang nya dia pribadi yang tertutup dan dia suka dengan kesendirian.
Bagas bangun karena dering hp berbunyi begitu keras, bagas melihat nya rupanya dari kaka nya " iya kak gimana kelahiran nya ?" tanya bagas yang baru bangun " bagas ! kakak sekarang jadi seorang ayah " ucap ari begitu bahagia dari nada suara nya " selamat ya kak " ucap ku , walau bagas tahu itu anak nya tapi bagas senang kakak nya bahagia.
Tomy terlihat berdiri di depan kaca melihat keluar , bagas meng hampirnya " wow, halaman rumah lo luas juga ya " ucap bagas seperti baru lihat halaman luas.
Bagas melihat cewek cantik sesnag berlari lari di halam ith memakai pakaian olah raga " siapa dia ? " tanya bagas , tomy langsung melihat dan langsung pergi bagas terus bertanya " hey siapa dia ?" begiti penasaran.
" Dia kakak ku , kenapa kau suka ? namun sayang, dia ga suka cowok tengil sepertimu " ucap tomy meninggalkan nya sendiri romy langsung mandi bagas senang rupanya tomy punya kakak secantik itu.
Di terus melihat kakak nya tomy samapi dia keluar kamarnya tomy dan duduk di balkon melihat kakanya yang sedang lari, tak menyangka kakak nya tomy melihat bagas dan melambaikan tangan hati bagas langsung bahagaia.
" Sana lo mandi jangan harap dapat kakak gw " ucap tomy mendorong bagas ke kamar mandi.
Pagi itu aku sudah bersiap pulang " siska kamu tibggal di rumah ibu dulu ya " ucap ibu dan suamiku setuju tapi aku ga mau karena aku begitu kangen dengan bagas " bu gak apa aku dirumah ku saja " sahut ku ayah namun sayang nya ayah dan ari tidka setuju akrena tidak ada yang jaga saat aku kerja " gak sis, kamu harus di rumah ibu dulu " ucap ayah , dengan terpaksa kau mengiyakan nya.
Pagi itu aku bersama kelaurga ku pulang ke rumah ibu ku , dengan menggedong bayi ku " lihata saja yang dulu ngatain aku ga punya anak " ucap ku ingin membuktikan pada teman teman ku .
" Ayo sarapan " ucap tomy pada bagas yang terlihat begitu tampan , saat akan turun tangga bagas meliaht kakanya begitu seksi cantik sedang sarpan juga " ayo sarapan bareng " ucap nya, bagas langsung duduk di hadapan nya dia terlihat senyum senyum pada kakak tomy " khhhhmmm" sahut tomy pada bagas.
" ayo yang kenyang yah , kaka mau siap kerja " ucap kakanya tomy " bro siapa nama kaka lo " ucap bagas rupanya bagas mulai jatuh cinta pada kak nya tomy " sudah gw akan ngasih tahu, gw ga mau punya kaka ipar seperti mu , ayo pergi " ucap tomy ketus.
__ADS_1
Di garasi nya terlihat mobil motor, tapi bagas heran kenapa tomy malah ke kampun naik bus? di perjalnan aku bertanya " bro lo punya motor mobil bagus kenapa gak pake " ucap bagas meras heran " ya gw suka naik kendaraan umum " sahut nya.
Namun bags kini senang dekat dengan tomy dia bisa mendekati kakak nya yang cantik dan seksi itu.
###
Samapai kampung , Ibu terlihta bangga menggedong cucunya di pamerkan pada tetangga nya " bi , itu anak siska ya " ucap tetangga langsung melihat nya " wah ganteng bgt , selamat ya sis " ucap bibi tetangga.
" iya nanti akan ada syukuran ya katakan pada semua datang , iya sis udang juga teman mu yang dulua ngatain " ucap ibu seperti mau membalas omongan mereka dulu " iya buk siska akan mengudang nya " sahut ku tentu saja aku punya rencana itu juga.
Rupanya aku punya anak langsung menyebar di kampung, semua tetangga berkunjung ke rumah ibu untuk melihat anak ku yang tampan mirip ayah nya.
Suamiku terus tidur di samping anak ku, begitu juga ayah dan ibu melihat anak ku yang sedang tidur aku begitu sangat senang hari itu begitu pun orang tuaku wajah nya begitu ceria apalagi suamiku.
" Bang mau aksih nama apa ?" tanya ku pada suamiku " boby gimana " ucap ari , aku tidak keberatan dengan nama ith namun ibu dan ayah yang keberatan " jangan nam itu ah , ayah pengen namanya Rian saja " ucapa ayah dan ibu tidak mau kalah " ibu pengen dia namanya anton ah, namanya begitu bagus ga kampungan juga " ucap ibu, sperti nya ibu sering nonton sinetron deh.
" sudah bu pak , aku ingin namanya arka saja ya " ucap ku dan akhirnya merka setuju.
Teman- teman sekolah ku datang membawa anak melihat bayi ku " nah gitu dong sis, lihat aku aja sudah dua kamu baru punya. aku senang kau punya anak akhirnya ya walau telat " ucap teman sekolah sma ku begitu membuat ku muak " iya kak ya, tapi syukur anak ku begitu tampan kak lihat " ucap ku memperlihat kan wajah anak ku , tiba tiba teman ku melihat wajah anak dia sendiri " ya sudah ya aku pamit masih banyak kerjaan " ucap nya .
Aku puas ucapan mereka aku bisa membalas nya , Hari sudah sore aku begitu kangen dengan adik iparku, saat lengah aku chat bagas [ bagas dayang lihat anak mu begitu mirip dengan mu , begitu tampan ] mengirim pesan pada bagas.
__ADS_1
Namun dia tidak membalas nya mungkin dia sedang sibuk sore itu karena habis kuliah bagas kerja, tiba - tiba ponsel ku berbunyi " dari siap sis " ucap ari saat mendengar ponsel ku berbunyi " dari teman bang ucap ku , padahal dari adik nya [ iya kak selamat ya ] balas bagas .
Sore berganti mala, suasana begitu hangat setelah kehadiran seorang anak