
" bu sudah pulang lah " pagi itu saat bagas dan ari bersiap berangkat , tapi ibu masih saja kekeh ingin menginap.
Padahal aku sudah sehat baik-baik saja, arka pun tidak rewel " bu... dengar gak sih !" ucap ku saat menyapu rumah ibu nonton tv. Ari dan bagas sudah berangkat. " iya.... ah bawel banget kamu " sahut ibu pagi itu.
Bukan mengapa aku ingin ibu pulang, tapi rasanya sudah begitu rindu akan belaian bagas.
Sementara bagas si kampus terus menggoda Tomy, ingin mendapat kan kaka nya " Tom.. gw nanti kerumah lo ya " ucap ku melihat tomy yang cuek, dia melihat bagas dengan tatapan tajam " gak usah , mau ngapain ?" sahut nya begitu dingin tapi bagas rupanya tidak menyerah " ahhh , jangan gitu lah aku kan sahabat mu sekarang " ucap bagas sambil merangkul tomy " lepaskan jangan sentuh aku " tomy melepaskan tangan bagas.
" ya sudah lain kali ya " ucap bagas duduk karena dosen sudah datang, Rupa nya Tomy terus melihat bagas saat belajar , ketika bagas melihat nya balik tomy langsung memalingkan wajah nya dan bagas tahu dia hanya tersenyum.
Jam kuliah selesai semua siswa bubar " eh pulang yuk " ucap nagas berdiri si bangku Tomy yang sedang memasukan bukunya ke dalam tas " ya udah sana pulang " ucap Tomy langsung berjalan keluar , bagas tidak menyerah terus mengikutinya.
Sampai Tomy pun luluh , duduk di motornya " ayo jalan " ucap Tomy yang begitu dingin , bagas langsung menjalan kan motornya " gitu dong calon adik ipar harus baik " ucap bagas, tomy langsung memukul nya " gw najis ya punya kaka ipar macam lo " sahut nya tapi bagas malah tertawa lebar.
Sampai rumah tomy suasan begitu sepi " pada kemana nih ?" tanya bagas melihat rumah besar yang sepi hanya ada pelayan " sudah jangan banyak tanya ayo masuk " ucap Tomy langsung ke kamar nya.
__ADS_1
" eh gw boleh gak ngobrol sam akak lo " Tomy langsung melihat bagas " ga usah " ucap nya , meski begitu Tomy sudah bisa menerima bagas sebagai teman nya.
Di rumah, aku membiasakan diriku menyusui anak ku dengan ASI karena ucapan ibu ku yang mengharuskan ku begitu , melihat jam masih pukul 2 masih sangat lama bagas pulang.
susah lama juga aku gak behubungan badan dengan nya, aku rindu akan di puaskan adik ipar ku. Ari kini hanya fokus nyari uang setelah punya anak.
" gw pergi ya mau kerja " ucap bagas meninggalkan tomy sendiri " tunggu ....! gw ikut ya " ucap Tomy menaruh tas nya dan pergi bersama bagas ke kafe " lo kenapa sih lihat gw teus , gw kan malu " ucap bagas sambil senyum " gr banget lo ya siapa juga yang lihat lo " ucap tomy padahal bagas tahu dia memandangi nya.
Sampai di kafe bags langsung masuk " bela dah lama buka ?" tanya bagas tomy langsung duduk di bangkunya sambil main laptop entah nulis apa " lumayan kak dari jam 10 " ucap bela melirik tomy " kak pesan apa ?" ta ya bela pada Tomy yang dingin " biasa aja kak " sahut tomy.
Sore hari, kafe mulai rame sampai tomy melihat bagas begitu sibuk. Tomy pun beranjak ke kasir dan pulang sendiri Bagas yang sedang sibuk tidak memeperhatikan nya.
" hah ...!! bela Tomy kemana ?" tanya bagas malam itu melihat mejanya sudah tidak ada " dia sudah pergi tadi sore " ucap bela , malam itu bagas dan bela akan tutup " mungkin dia bosan kak " ucap bela , ada benarnya juga dia bosan.
" kak aku duluan ya " ucap bela pergi, bagas oun langsung pulang ke rumah " semoga nenek itu sudah gak ada " ucap nagas rupanya bagas tidak nyaman dengan ibunya siska .
Sampai rumah , siska belum tidur ari dam anaknya sudah tidur " kak kenapa belum tidur " ucap bagas saat melihat ku nonton tv " belum ngantuk " sahut ku padahal sengaja menunggu nya.
__ADS_1
Bagas beranjak ke kamar nya aku langsung mengikutinya " kak mau apa ? nanti bamg ari bangun " ucap bagas .bagas sudah tidak nafsu lagi dengan sisika " bagas ayo ,kaka lagi pengen sudah lama kaka menantikan ini " ucap ku menutup pintu kamar nya dan mengunci nya " awas kalo nolak, kaka kasih tahu abang mu bahwa itu anak mu " ucap ku mengancam nya.
Dengan terpaksa bagas melayani ku , namun aku lah yang aktif bagas tertidur " ahhhh sshhhh " ucap bagas saat batangnya ku isap , langsung aku menyingkapkan dasterku ku masukan batang itu " aaahhh yessss " desah ku begitu enak.
Alu langsung naik turun, bagas terdiam menikmatinya " gimana enak kan " ucap ku dia hanya diam sambil memdesah ga karuan " kaka sudah aku mau keluar " ucap bagas langsung aku berdiri dia pun keluar.
Menghela nafas bagas tertidur, aku sudah puas langsung ke kamar dan tidur di dekat suami ku " sis ko lama nonton tv nya " ucap ari yang melihat ku baru ke kamar " iya bang belum ngantuk " ucap ku padahal habis main bersma bagas adik nya .
Begitulah ruamh tangga ku, entah sampai kapan ini akan berlangsung tapi yang pasti suatu saat bagas akan pergi dan menikah walau aku ga rela, kalo pun ari tahu anak ini anak bagas pasti bagas jiga tidak mau menikahi ku. aku sangat yakin tipe dia begitu tinggi .
Melihat ari masih tertidur " bang apa gak pengen " ucap ku pada suamiku , ari langsung senyum dan menhampiriku " sebanar nya abang sudah lama pengen tapi takut lubang mu masih belum rapat .
" sudha kok bang, ayo " ucap ku tak fikir panjang ari langsung menghajar ku , badanya tambah gemuk saja " aahhh ahh " ucap ari saat menghajar ku , namun aku hanya diam tidak terasa papun.
" sis... abang mau keluar " ucap ari matanya merem dan keluar lah di dalam .
" sudah bang ?" tanya ku ari terkulai lemas di kasur , terdengar suara bagas mandi " pagi buta bagas sudah mandi paa gak dingin" uçap ku beranjak ke dapur .
bagas keluar dari kamar mandi " bagas sini " ucap ku menarik bagas ke kamar nya " ada pa lagi sih kaka " ucap bagas seperti tidak suka " bagas kaka pengen " sahut ku.
" kak sudah , kaka ini kaka ipar ku , jadi aku mohon kaka bersikap wajar padaku aku juga sudah punya cewek kak " ucap bagas aku langsung marah padanya " apa...!!! bagas kamu punya cewek , kaka laporkan yah anak itu anak mu " ucap ku mengancam nya . tapi sepertinya bagas tidak takut " ya sudah kak bilang saja " ucap bagas, makin lah aku bingung haris gimana lagi.
__ADS_1