
...🍄 Happy Reading 🍄...
Kini geng Black Monster dan Gabriel sedang menunggu Ana terbangun dari pingsannya
Mereka kelihatan sangat khawatir. Walaupun mereka sedikit marah kerana Ana menyembunyikan sesuatu dari mereka
Semenit setelahnya , Ana akhirnya tersedar dan itu langsung membuat Aella bernafas lega
Gabriel ingin langsung membuka mulut menanyakan hal sebelumnya tapi Aella yang tersedar akan tindakan Gabriel langsung menahan tangan Gabriel
" Dia baru tersedar , Tolong jangan maksa "
Mendengar hal itu, Gabriel kecewa dan dia pun mengurungkan niatnya
" An , Bisa lebih jujur gak sama gue ? Tapi gapapa kok , kalau lo belum siap. " Ucap Aella berhati hati. Dia sudah berfikir macam macam ke Ana , Jadi untuk menghindari itu lebih baik dia tanyakan saja langsung pada Ana
Ana menarik nafas dalam lalu menghembuskan perlahan. Selama dia berkerja untuk Black Monster dia tidak pernah memberitahu hal sebenar
" Ana .. " Ucapnya bagi memulakan percakapan
" Anak angkatnya Daddy Romeo dan mommy Fashandra " Sambungnya dengan ragu
Mata Aella membulat sempurna.
" Berarti lo udah tau dari awal dimana mama sama papa gue ?! Dan lo malah tega teganya gak kasih tau mereka kalau gue dan gabriel masih hidup ! Tega lo Ana ! LO TEGA" Bentak Aella. Dia tidak pernah menyangka Ana yang selama ini dia anggap sebagai adik tega berbuat seperti itu
" Maaf Kak Aell , Maaff.. Ana udah menyembunyikan semua ini. Ana cuma takut kak Aella gak mau lagi sama Ana. Ana cuma takut kak Aell malah punya dendam sama Ana kerana Ana udah mengambil hal kak Aell dan juga alasan Ana gk kasih tau daddy Asdarte dan mommy Fashandra adalah Ana takut ana gak di sayang lagi " Isak Ana pecah.
" DIAM ! BANYAK BACOT LO, Kurung dia " Ucap Aella. Dia kecewa sama Ana
" An. Gue kecewa sama lo " Ucap Gabriel, Membuatkan Ana tambah menyesali perbuatannya
-
Terhitung sudah 3 hari Burhan dan Jinnie ada di ruangan tersebut. Sesekali di hari kemarin , Jinnie dan Burhan di beri makan dan minum oleh Vyvi dengan kadar yang sedikit
" Gimana pun lo tetap pernah ajar gue, walaupun gak tulus " Ucap vyvi yang memberi makan kemarin. Membuat dua guru tersebut mengalirkan merasa sedih
Brak !
__ADS_1
Kepala jinnie terangkat saat mendengar suara tendangan pintu yang begitu kuat
" Ck , gue kira udah mampus " Ucap Aella
" Belum Aell, kan kemarin gue ada kasih makan " Ucap Vyvi
Aella dan geng black monster yang lain mendekati mantan tenaga pelajar di sekolah mereka. Sekolah bima sakti
( Bima ) Anak kepala sekolah.
Dan (sakti) sudah tentu si sang kepala sekolah
Aella menjambak kasar rambut Jinnie.
" Ouch " Ucap Nisa membayangkan bagaimana sakitnya saat dijambak kasar
" Masih gak mau jujur lo ? "
Jinnie terdiam. Dia melirik sekilas pada Burhan yang menggeleng
Merasa persoalan Aella di abaikan Aella menghempas kasar rambut Jinnie dia beralih mendekati burhan
Burhan menatap marah pada anak murid nya. Namun hanya didiamkan sahaja. Dia bisa apa ? Tangan dan kaki yang di ikat di atas kerusi , itu semua membuat mereka gak bisa lepas
" Jawab gue ! " Bentak Aella. Tapi tetap sahaja tak ada jawaban
" Ok fine " Aella mengangkat satu sudut bibirnya
" Gue sekarang udah punya separuh bukti bukti gue bisa serahkan kalian pada pihak kepolisian " sambungnya lagi membuat kan kedua bola mata Burhan membulat sempurna
" Kalau kalian gak mau bilang juga gapapa kok , menguras tenang gue aja deh " Aella berjalan santai ke meja tersebut lalu mengambil satu rotan panjang
" Ngomong ngomong. Gue pernah dengar lo pukul kakak gue deh guna kayu rotan ini. right ? " Aella menatap kayu rotan milik Burhan.
" Dia pukul Sinta berapa kali , An ? " Ucap Aella yang terlupa kalau Ana dia kurung di ruangan satunya. Aella yang sudah empat tahun selalu memanggil nama Ana masih belum terbiasa sekarang
" Di sini gak ada Ana " Azwa mengingatkan. Dia faham akan situasi Aella sekarang
Aella membuang nafas berat.
__ADS_1
" Dia pukul kakak gue berapa kali guna kayu rotan ini ? " Aella menatap Jinnie
" L lima Aell " Tanpa di sedari Jinnie sudah ketakutan sampai ketar ketir dari tadi
Maka terdengar suara kayu rotn bertemu kulit pak burhan di ruangan itu sebanyak lima kali.
" Pasti sakit ya ? Ututu kasiann " Ucap Aella membuat mukanya yang seperti orang yang mengasihani
Aella tersenyum simpul lalu menuang kan air amer di bekas luka tadi
Burhan teriak menahan sakit yang dia rasakan.
" Arghhhhhh !! Sakit asu " ucap Burhan. Airmata nya juga sampai menetes
" Dendam nya si Aell gak main main " Ucap Nisa bergidik ngeri melihat Aella yang tak jauh dari mereka. Geng black monster sedang santai di meja di pisuk ruangan
" Siapa yang gak marah? Kalau kakaknya di bunuh tragis lalu orang yang membunuh malah ingin mengulangi semula kesalahan tersebut " sahut azwa menyebelahi Aella. Dia juga sebenar nya ngeri melihat cara Aella memperlakukan burhan seperti itu
" Apa lo bilang tiga hari lalu ? Setelah lo bunuh sinta lo mau bunuh Gabriel ? " Aella tersenyum meremehkan Burhan yang sedang kesakitan
" Sebelum lo membunuh gabriel.Lo udah mati duluan di tangan Gabriel versi cewek " Aella tertawa kencang sampai tawanya menggema di seluruh ruangan
" Well , gue suka kok gaya lo yang sangat percaya diri tempoh hari " ucap Aella lalu berjalan santai ke arah black monster
Aella duduk dengan tenang di sana.
" Cape gue " keluh Aella. Geng black monster hanya terkekeh
" Kita harus pergi ke ruangan Ana lagi. Sabar sabar dulu ya bestie gue juga cape kok " Fira menepuk pundak Aella perlahan
Di Ruangan Ana.
Aella yang melihat Ana tertidur merasa was was dengan ana takutnya Ana hanya pura pura tidur
" Cek dia " Vyvi mendekati Ana. Dia mengangkat wajah ana dan membuka mata ana guna kedua tangannya
" Dia tidur, matanya merah. Kayak udah lama tidur "
Aella mengangguk faham.
__ADS_1
Geng black monster langsung duduk di meja sudut ruangan.