AELLA : SHORT STORY

AELLA : SHORT STORY
05


__ADS_3

...🍄 Happy Reading 🍄...


" Gabriel bangun ! " Tubuh gabriel di toel menggunakan sapu


" Bentar Aell , masih awal "


Gabriel menarik selimut nya sehingga ke paras dada


" Aku bukan kak Aella ! Aku Ana " ucap Ana yang pipinya sudah merona merah


Gabriel segera bangun


" Ngapain ke kamar aku ?! " Ucap gabriel kaget


" A aku di suruh sama Kak Aella " Ana mencuba untuk jujur , Benar kok. Aella yang menyuruhnya untuk membangunkan Gabriel


" Yasudah pergi sana , gue udah bangun "Ana hanya bergumam mengiyakan dan menyimpan semula sapu tersebut.


" Sebelum gue lupa , Hari ini lo di suruh kak Aella buat berlatih bela diri sama gue " Ana mencuba untuk tenang. Tapi jantung nya tidak bisa di bawa berdiskusi membuat kan dia kelihatan salting di mata Gabriel


' Ana gemesh ' Dialog Gabriel


" Oke ! " Ucap gabriel semangat. Entah Aella mau menolong gabriel untuk PDKT sama ana atau mau mengerjai gabriel lewat ana. Gabriel hanya ingin bilang makasih sama Aella. Tidak apa apa jika Aella ingin mengerjai nya yang penting lewat AnaSuara tembakan demi tembakan terdengar kuat di telinga Gabriel. Walau hanya pistol mainan


" A ana stop ! " Gabriel berteriak kencang, agar wanita itu berhenti menembak ke sana ke sini

__ADS_1


" Gak bakalan sebelum lo tangkap tangan gue dan membuang pistol ini " Ana semakin cepat gerakannya membuat skill menembak dua pistol


" Aku takut Na " Tangis Gabriel akhirnya pecah akibat ketakutan


Ana menghembuskan nafas kasar dan membuang pistol mainan itu ke sembarang arah


" Riel , Lo itu cowok. Gue minta buang sifat penakut lo " Ana membawa lelaki itu duduk di kerusi yang berada di penjuru ruangan. Ana mengamati seluruh ruangan , Tempat pertama kali dia di ajar bela diri oleh geng black monster dulu.


Ruangan yang luas dengan aircond dan kerusi yang tersedia khas untuk orang berlatih. Di markas pertama Geng black monster ruangan berlatih lebih besar dari ini. Ruangan tersebut memiliki banyak kenangan


" Gue gak suka cowo penakut Riel " Ucap Ana tiba tiba


Gabriel menatap manik mata Ana. Dia juga tidak ingin menjadi seorang lelaki yang pengecut !


" Na , andai lo tau kenapa gue bisa sepenakut ini " gumam Gabriel


Gabriel tersentak kaget. Ternyata gadis itu sepeka itu


Ana berjalan mengambil pistol yang sempat ia buang tadi nya


" Gue jadi bahan bully di panti waktu umur gue 7 tahun hingga 15 tahun. Penderitaan gue terhenti saat mommy dan daddy angkat gue mengadopsi gue dan Aella. Gue kira semua penderitaan itu bakalan berakhir ternyata saat gue udah di sekolahkan gue tetap akan menjadi bahan bully. " Curhat gabriel pada Ana, Terdengar keluhan berat pada akhir kata tadi


" Semua kekerasan itu membuat gue takut untuk melawan seseorang. Gue merasa kalau gue itu cowok yang lemah. Waktu gue di bully , Hanya Aella yang selalu melindungi gue. Makanya , gue sayang banget sama Aella. Sehinggakan gue gak mau Aella ada pacar , oleh kerana gue gak mau sayangnya Aella pada gue terbahagi sama pacarnya. Tapi mau gimanapun , Aella adalah wanita normal yang bisa jatuh cinta. Dia telah jatuh cinta pada Azka. " Mengingat sifat nya yang sepossesif itu pada kakak kembarnya membuat kan Gabriel terkekeh. Bahkan Ana pun muka cuek nya hilang seketika. Ana ikut tertawa juga


" Gue kira saat itu Aella bakalan gak sayang lagi sama gue. Dan lebih parahnya waktu itu , Gue kira gak ada lagi yang ingin melindungi gue saat di bully. Tapi gue salah. Ternyata , Azka baik. Walaupun saat itu dia gak tau kalau gue dan Aella kembar. Dia tetap tolong gue saat di bully. Dia yang selalu kirim mesej ke Aella kalau gue lagi di bully " Gabriel tersenyum miris, tapi jauh di lubuk hati dia sudah lebih mendingan kerana menceritakan semua yang dia pendam selama bertahun tahun

__ADS_1


Ana mengangguk angguk paham. Dia maklumi bahawa Aella adalah seorang wanita kuat dan baik. Ana dulu hanyalah seorang gadis lemah , introvert dan seperti dia Gabriel yang tidak menemukan apa apa kehebatan dalam dirinya, Sehingga Aella hadir meyakinkan Ana


" Lo harus tau kalau semuanya sudah berlalu. Saat ini , lo sudah bersama dengan orang yang tepat. Kakak kembar lo itu orang yang hebat , Di sini, dia gak bakalan mau lo terluka sedikitpun. Dia hanya mau lo jadi laki laki sejati yang bisa melindungi isteri dan anak anak lo satu saat nanti. " Jelas Ana. Bagi Ana , Gabriel seperti Nobita yang selalu mengharapkan Doraemon. Yang tak lain sekarang Doraemon adalah Aella


" Lo sayang kakak kembar Lo kan ? " Soal Ana. Gabriel mengangguk dengan semangat , Dia tentu saja sayang !


" Kita harus lindungi orang yang kita sayangi. Aella melindungi dan membela lo saat lo di bully itu berarti Aella sayang sama lo. Dan lo juga harus lindungi dia, Lo gak mau lihat Aella satu satunya saudara lo terluka kan ?" Ucap Ana meyakinkan Gabriel. Senyum gadis itu mengembang , saat Gabriel lagi lagi mengangguk


" Makanya, simpan pada hati terdalam lo. Lo harus jadi hebat untuk melindungi seorang gadis yang sangat lo sayangi " Ana memberikan pistol satunya pada Gabriel


Gabriel kini berdiri dari kerusi tadi ," Bukan seorang gadis tapi dua orang " Ucap Gabriel semangat.


' akhirnya gue bisa meyakini Gabriel , dan gue udah bisa membayar kebaikan kak Aella saat meyakini gue. Makasih kak Aella ! ' Dialog Ana dalam hati


Ana mulai bergerak laju dan menunjukkan skil yang dia lakukan beberapa menit yang lalu sebelum sesi curhat di mulakan


Tiga jam Ana dan Gabriel di ruang berlatih. Dan gabriel kini sudah bisa membuat pistol di ke dua dua tangan Ana terjatuh ke lantai


Ana mengangkat satu sudut bibirnya


" Bagus ! Gue gak menyangka lo bakalan secepat ini untuk belajar "


Gabriel cengegesan mendengarkan pujian dari Ana , Gebetannya.


" Sekarang lo harus mandi dan makan. Setelah itu ke ruang latih 2 "

__ADS_1


Ana meninggal kan Gabriel begitu saja


__ADS_2