
...🍄 Happy Reading 🍄...
⚠️ Eps ini mengandungi kekerasan Fisik ⚠️
Terlihat ruangan yang sudah di isi dengan kehadiran Black Monster dengan satu orang laki laki yang kelihatannya di ikat
Plak !
Mata yang merah menahan amarah menatap laki laki itu
" DIMANA LO SEMBUNYIKAN DATA DIRI SINTA ?! " Bentak gadis itu. Mukanya memang terlihat menyeramkan saat ini , mungkin kalau Gabriel ada di sini dia sudah menangis
Bukannya malah takut laki laki yang di ikat tersebut tersenyum " Gue gak akan kasih tau, sampai kapan pun ! " Ucap dia santai
" Burhanuddin. Setelah lu bunuh sinta , Siapa lagi yang lo mau bunuh hah ? " Vyvi yang juga tak kalah seram dari Aella menyodorkan pisau di muka Burhan
" Mungkin Gabriel " Kelihatannya guru tersebut ingin mempercepat ajal
Tidak ada lagi Vyvi yang imut dan selalu berbicara ceplas ceplos. Kini hanya terlihat seperti pembunuh handalan
Srak !
Pisau di tangan vyvi dia gunakan untuk menggaris pipi Burhan kasar. Darah mengalir deras kala itu
" Kalau lo bunuh gue. Maka dat- "
Mata burhan membulat sempurna ketika rakan sekerjanya di bawa masuk oleh Ana
" Data nya akan tidak diketahui, begitu ? " Sambung Azwa
Fatih menarik kasar Wanita tersebut yang tak lain adalah Buk guru Jinnie
" ckck , dua guru licik ternyata ada di sekolah gue. " Fatih mencengkram kasar pipi Jinnie
Nisa menatap tak suka pada Jinnie. Yang sering menoel kepalanya saat jadi Anak baru. Buk guru yang sering sok suci di sekolah
" Mood gue masih baik. Dimana Data data nya sinta kalian sembunyikan " Ucap Fatih
__ADS_1
" Dia pingsan Kak " Ucap Ana mengingatkan
Fatih menampar Jinnie berkali kali membuatkan Jinnie terbangun
" Boleh juga skill ngebangunin lo " Nisa mengangkat satu sudut bibirnya melihat pipi Jinnie yang sudah memar
" Bangun sialan ! "
Jinnie menatap marah pada Fatih.
" Apa yang sudah kalian lakukan ?! Lepaskan saya ! " Jinnie memberontak
Giliran Aella yang kini mendekat. Melihat teman temannya yang sudah menguras banyak tenaga yang banyak dia jadi tidak tega
" Sinta Asdarte " Ucap Aella sembari menjambak Jinnie
" Lo pasti gak asingkan dengan nama murid yang satu itu ? Ya , Itu nama kakak gue. " Jelas Aella semakin mempererat jambakan tersebut, membuat Jinnie meringis kesakitan
Tiba tiba Semua geng Black Monster tertawa keras membuat kan dua guru itu pelik dan merasa sedikit seram
" let's see " Bisik Aella pada Jinnie
Click !
Satu rekaman CCTV terlihat pada layar tersebut. Dua guru itu melototkan mata.
Terlihat mereka bertiga sedang memukul sinta habis habis an dan lebih parahnya lagi mereka meninggal kan sinta selama dua hari membuat sinta mati tragis di sana lalu mereka tertawa kemenangan
" Stop ! putarkan balik pada bahagian awal. Di sana mereka kelihatan 3 orang " Ucap Aella yang tersedar ada seorang guru lagi yang terlibat
" Sial ! " Maki Aella
" Siapa satu nya lagi ? " bentak Aella marah pada Jinnie.
" Venis-" Burhan menendang kasar kerusi Jinnie.
" Venissa olivia " Ucap Ana
__ADS_1
Aella tersenyum kemenangan saat tau itu semua betul. Buktinya ? Burhan kelihatan marah pada Jinnie ketika nama itu di sebut
" Besok pulang sekolah, Kita cari " Arah Aella yang di angguki Black Monster
" Menyusahkan " Ucap Nisa. Saat kelihatan Black monster sudah berjalan duluan
" Coba ajaa , Kalian tu kasih kerjasama ke kita. Pasti kalian tidak akan kesakitan begini " Mendengar tawaran Nisa. Jinnie yang bodoh pun membuka suara
Saat Black Monster tidak jauh dari sana Jinnie memanggil nama Aella dengan keras yang dia ketahui ketua Geng Black Monster tersebut
Aella dan teman temannya berbalik lagi saat mendengar panggilan dari Jinnie.
" Dasar bodoh ! " gumam nisa seraya tersenyum
" Guru yang ke tiga benar, Adalah Venissa olivia. Dan data data itu gue selipkan di buku perpustakaan. Kalian tahu kan ? Tempat yang gak boleh di masukkan para murid itu ? iya di sana ! semua data sinta Asdarte ada di sana. " Aella menautkan Alisnya. Jinnie berbicara dengan semangat dan tanpa ragu
" Ada sesiapa yang menjanjikan wanita tua ini ? " Tanya Aella menatap seluruh anggota Black Monster
Nisa mengangkat tangan.
" gue ! gue janji kan mereka kalau ngasih tau hal sebenar bakalan gue keluarin dari sini , Padahal cuman bohongan "
Jinnie melototkan matanya. Untung saja hal tadi hanya bohongan. Tapi dia tetap saja merasa takut. Kerana Vanessa sempat bilang dia akan letak data data Sinta di tempat tersebut
" haha guru guru yang bodoh " Ucap Vyvi sambil tersenyum meledek
" Ayok guys tinggalin mereka "
Ana sebelum itu sempat mendekati dua guru tersebut
" Di ruangan ini udah banyak orang yang di bunuh Mereka " Bohong Ana agar burhan dan Jinnie ketakutan. Padahal ini hanya tempat geng Black Monster menyiasat kasus Sinta
Jinnie yang mulai ketakutan mengamati seluruh ruangan. Hanya ada satu meja besar di hujung penjuru ruangan. Khas untuk black monster mungkin. Tiga Aircond yang di dinding dan Lampu yang terang berderang. Tak lupa ada CCTV di sana yang sengaja di pasangkan oleh Aella sebelum dua guru tersebut menghuni ruangan itu.
Manik mata Jinnie terhenti pada satu papan kenyataan. Terlihat banyak sekali gambar guru dan murid murid di sana
Sementara Burhan , Sudah pingsan duluan akibat tak kuasa menahan sakit nya luka di pipi yang di buat Vyvi tadi.
__ADS_1