AELLA : SHORT STORY

AELLA : SHORT STORY
03


__ADS_3

...🍄 Happy Reading 🍄...


Rambut yang berterbangan di tiup angin malam di biarkan oleh seorang gadis yang sedang asyik melihat jalan raya yang mulai sepi. Hari ini dia memilih untuk tidur di markas black monster daripada balik di rumah. Keadaan rumahnya sedang tidak baik baik saja kala ini


Kembaran Jombl**o**


Lo dimana


^^^Queen Lion^^^


^^^Kumpul bareng di markas sama teman gue. Kenapa ?^^^


Kembaran Jomblo


Gue kangen. Mama sama papa bertengkar mulu


Terdengar keluhan dari bibir ranum Aella saat membaca isi chet dari Gabriel


^^^Queen Lion^^^


^^^Mau ikut ke markas ?^^^


Dua tick. Senyuman gabriel mengembang


Kembaran Jomblo


Aku otw !


Aella menshare lock ke gabriel agar perjalanan gabriel ke Markas mudah


" Aell. " Panggil Waza


" Eh , lu kok gak pulang za ? " Soal Aella , kerana yang dia tahu Teman temannya sudah pulang jam 7 p.m tadi


" Mereka katanya gak jadi pulang. Ada sana lagi mabar, katanya mereka mumpung besok libur sekolah " Aella terkekeh mendengar di akhir ayat Waza


" Vyvi gimana ? Gak di marahin bunda nya ? "


" Dia sendiri yang izin " Waza memberikan air nescafe pada Aella membuatkan aella menunjukkan deretan giginya


" Thanks " kata Aella semangat. Seakan Nescafe adalah kebahagiaan untuknya


Waza mengangguk.


" Za , sebenarnya kepanjangan nama lo apa sih ? "


" Azwa Miranda "


Aella menautkan keningnya


" Terus Zawa siapa ? "


Zawa tersenyum untuk menahan tangisnya. Dia kini ikut berdiri dan menyenderkan tangannya di pembatas balkon , dia kemudian menatap langit malam yang di taburi bintang bintang


" Zawa. Dia adalah kakak perempuan gue "


Ucapnya. Airmata yang sedari tadi di tahan kini mengalir. Bibir zawa membentuk senyuman

__ADS_1


" Kakak lo kemana? Lo kok gak pernah cerita "


" Kerana gue gak mau mengingat kejadian itu lagi. Kejadian dimana gue gak bisa maafin diri gue sendiri, Zawa mati tragis di hadapan gue. Dia menolak tubuh gue biar gak di tabrak tapi malah dia yang di tabrak " Airmata gadis itu kini semakin deras. Dunia terlalu kejam padanya fikir gadis itu


" Azwa " ucap Aella ingin membiasakan diri memanggil azwa. Bukan lagi zawa


Aella memeluk azwa. Ternyata masalah sahabatnya lebih besar dari nya


" Semoga zawa tenang ya di alam sana. Stop salahin diri lo sendiri. Gue yakin , Zawa pasti bakalan sedih juga melihat adiknya menangis seperti ini " Aella mengusap airmata Azwa


Azwa tersenyum lalu meleraikan pelukan mereka.


" Thanks ya Aell. Lo ketua group black monster yang paling terbaik "


Aella tersenyum. Iya , dia akui setiap ada masalah dari anggota nya ia pasti akan menyediakan bahu untuk para anggotanya bersandar. Tapi saat Aella mempunyai masalah Aella akan pendam sendiri. Kenapa ? Kerana ia fikir


" Kalau gue juga ikutan sedih. Siapa yang bakalan membuat sahabat gue happy ? "


Ting!


Suara notif dari HP Aella membuatkan Aella yang sedang menikmati ketenangan malam sedikit terganggu


Kembaran Jomblo


Gue udah sampai di depan pintu


markas lo. Pasword nya apa ?


^^^Queen Lion^^^


Segera Gabriel menekan apa yang di katakan Aella, dan pintu markas terbuka automatik


Gabriel masuk , tatkala itu pintu markas tertutup automatik dan terkunci sendirinya


" Woahh daebak " ucap gabriel mengajungkan jempol pada pintu markas


" Eh gabriel , Kakak lo mana ? "


Ucap vyvi santai yang niatnya mau ke dapur malah ketemu kembarannya Aella


Heuh mungkin kalau bukan gaya rambut mereka,suara dan cara pemakaian yang berbeda mereka akan sulit di bedakan


" Bukannya kakak gue ada di sini ? " Panik Gabriel


" Eh , lo baru sampai ternyata " ucap Vyvi cengsesan dia fikir gabriel sudah lama di ruang tamu


Gabriel segera ke Balkon, dia pasti Aella ada di balkon. Kerana dia selalu melihat Aella suka di tempat yang sepi


" Gue pamit ya , udah jam 1 am. Ngantuk gue " ucap Azwa


Aella hanya mengangguk. Kalau boleh jujur , dirinya juga sudah ngantuk tapi dia harus menunggu Gabriel sampai dulu


" Aella" panggil Gabriel yang membuatkan Aella bernafas lega. Gabriel mengambil tempat di sebelah Aella.


Di balkon markas sangat membuat nyaman. Ada sofa dan meja.


Gabriel tiba tiba menyenderkan kepalanya di bahu Aella

__ADS_1


" Idih kenapa lo ? " Ucap Aella.


" Gue ngantuk "


" Sana ke kamar gue. "


" Nggak ! "


" Manusia aneh " tangan Aella mengelus rambut kembarannya


" Muka lo " Gabriel menatap manik mata Hazel Aella


" Kayak monyet " Aella kemudian menampar pipi gabriel


" Bangsat " maki Aella


Gabriel kini kembali duduk dengan normal. Dia mengelus pipinya yang sudah merah kerana tamparan dari Aella


" Sakit bajingan " Ucap Gabriel


" Muka gue , muka lo juga. Ingat kita kembar " Aella mulai menarik kembali Gabriel dalam pelukannya. Aella tidak mungkin mengatakan kata 'maaf' pada Gabriel kerana dia gengsian


" Btw tadi lo waktu hajar anak kepala sekolah boleh juga ya "


" Hm "


Gabriel berbaring di paha Aella sambil menainkan ponsel


" Ael " panggil Gabriel tiba tiba


" Apa ? "


" Kalau gue hilang gimana ? " Soalan itu membuatkan Aella menatap dingin Gabriel


" Hilang di culik tante tante lo ?"


Manik mata Hazel Gabriel menunjuk kan sorot mata kecewa


" Sudah gue duga gak ada yang bakalan peduli "


" Jadi sekarang lo mau caper sama gue ? "


" Ih nggak lah ! Siapa juga mau caper sama lo " naif Gabriel. Sepertinya gabriel juga gak kalah tinggi ya tingkat gengsiannya


" Kalau lo hilang. Gue bakalan cari penculiknya "


Kening gabriel bertaut.


" Kan GUE yang hilang Aell , bukan penculiknya " Gabriel menekan kata 'gue'


" Iya , setelah gue dapat penculiknya bakalan gue orak arik. Kalo udah kayak nazak gitu baru gue tanya dia simpan lo dimana "


Gabriel memeluk Aella. Dia membayangkan gimana Aella mengejarjai penculik itu saja sudah sangat ngeri apalagi jika Gabriel melihat nya secara depan depan


" Dasar kembaran psikopat "


Aella kembali memasang wajah cuek nya. Benar , dia akan sangat kejam jika ini bergantung dengan orang yang ia sayangi

__ADS_1


__ADS_2