Air Mata Seyran

Air Mata Seyran
BAB 2 ALDEBARA


__ADS_3

Sedangkan Aldebara di buat bingung? Dia merasa tidak pernah berbuat salah kepada Seyran. Aldebara sejak dulu ingin bertanya kepada Seyran, kenapa Seyran meghindarinya karena Aldebara ingin hubungannya dengan Seyran seperti dulu lagi.


Semenjak Seyran, masih dalam kandungan? Nakula dan Aldebara sangat menunggu, Seyran lahir ke dunia. Kedua pangeran tampan itu sangan antusias menunggu gadis kecil itu. Dan setelah Seyran lahir, kedua pangeran tampan itu menjaga Seyran dengan penuh kasih Sayank. Bahkan Seyran, di Ratukan Oleh mereka.


.


.


.


Aldebara yang melihat Seyran pergi menaiki tangga. Dia pun segera mengikutinya? Daddy Kenan ingin mencegah Aldebara, namu tanganya di tahan oleh Mommy Syafira. Lalu memberi pengertian kepada sang Suami.


"Biarkan, mereka meyelesaikan masalahnya Dad? Kita tidak boleh ikut campur." Mommy Sya, meyakinkan Daddy Kenan supaya tidak menghawatir Seyran.


Bella yang masih berada di meja makan pun sebenarnya, sangat menghawatir Seyran. Bella sudah mengetahui alasan Seyran, meghindari Aldebara. Tadinya Bella berniat ingin meyusulnya Seyran, tapi ketika mendengar tante Sya melarang Om Kenan. Akhirnya Bella pun tidak jadi mengikuti, Seyran dan Aldebara.


Akhirnya Bella, hanya bisa diam di meja makan dan melanjutkan sarapannya. Dan membiarkan Aldebara dan Seyran? Menyelesaikan masalah mereka.


* * *


Sedangkan di lantai atas, Aldebara, mengikuti Seyran dari belakang? Seyran, yang melihat Aldebara mengikutinya dari belakang. Seyran pun segera mempercepat lagkah kakinya. Karena Seyran, benar-benar inging meghindari Aldebara? Ketika Seyran, sampai di depan pintu kamarnya. Seyran segera membuka pintunya dan dengan cepat menutup pintunya kembali.


Tapi sebelum pintu itu tertutup sempurna, Aldebara menahan pintu kamar Seyran, dengan Kakinya. Dan lagsung mendorongnya dengan sedikit kasar. Seyran, yang tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Aldebara? Tubuhnya pun sampai terhuyung ke belakang.


Aldebara masuk ke kamar Seyran, lalu menutup pintu dan mengkuncinya? Seyran, yang melihat Aldebara sudah berada di hadapannya, Dia pun terus mudur ke belang, karena Aldebara terus berjalan mendekatinya.

__ADS_1


"Seyran?"


Aldebara memangil nama Seyran. Tapi gadis itu terus saja mundur? Sehinga tubuh Seyran jatuh terlentang di atas tempat tidur.


Seyran pun panik dan segera bangun! Tapi ketika Seyran, ingin bagun dari tempat tidurnya. Aldebara dengan cepat meghimpit tubuh Seyran? Supaya Seyran tidak kabur lagi. Aldebara harus meyelesaikan masalahnya dengan Seyran, supaya tidak ada Salah paham lagi. Wajah mereka sekarang saling menatap! Seyran menatap Aldebara denga Mata merah dan berkaca-kaca.


Aldebara, mengelus pipi putih Seyran. Dengan posisi Seyran masih berada di bawah kugkunganya. Tubuh Seyran bergetar? Aldebara, yang megerti respon tubuh Seyran pun tidak melepaskanya. Dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Seyran? Kakak hanya ingin bertanya. Jangan takut? Jika kamu marah dengan Kak Al. Kamu harus bilang?" Aldebara berucap sambil mengelus wajah cantik Seyran.


Seyran memejamkan matanya. Dan sedikit demi sedikit getaran di tubuh Seyran pun, segera berkurang? Aldebara terseyum tipis dan melanjutkan ucapannya.


"Sey, coba kamu bilang? Apakah Kakak. punya salah sama kamu. Kenapa kamu marah dan meghindari Kakak Sey?"


Seyran masih tetap diam dan tidak menjawab. Aldebara mencium kening Seyran. Dan sekarang tubuh mereka sangat dekat, jika orang lain yang melihatnya? Mugkin mereka akan berpikir jika Aldebara dan Seyran tengah menjalin hubungan. Dada Seyran berdetak sangat cepat jika dekat-dekat, dengan Aldebara! Karena Seyran memang sejak dulu menyukai Aldebara.


"Seyran, tolong Jawab apa Kak Al. punya salah sama kamu."


Seyran, menatap Aldebara. Lalu mengelegkan kepalanya. Seyran meneteskan air matanya? Aldebara yang melihat Seyran menagis, lalu mengusap Air Mata Seyran? Dengan jari-jarinya.


"Kenapa menangis Sey," Aldebara menatap Seyran penuh tanya?


Lalu Aldebara bangun dari tubuh Seyran. Dan segera duduk di tempat tidur, lalu membantu Seyran untuk bangun juga. Setelah keduanya sudah duduk. Aldebara berjogkok di hadapan Seyrang yang tengah duduk di atas tempat tidur. Dan memegang tanggan Seyran, banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan oleh Aldebara, kepada Seyran?


"Seyran? Apakah Kak Al, punya salah sehinga kamu meghindari Kakak?" Aldebara mengulang pertanyaannya.

__ADS_1


Seyran, binggun harus menjelaskanya dari mana. Dirinya hanya taku dengan ancaman yang di ucapkan oleh Kakak kelasnya. Yang membuat hidupnya tidal tenang dan selalu di hantui. Walapun Seyran, Sudan mulai sembuh karena mentahnya tergangu? Tapi Traumanya masih belum sembuh. Seyran ingin kembali menjadi Seyran yang ceria. Sehinga Seyran berjuang untuk sembuh.


"Maaf?"


Satu kata yang di ucapkan oleh Seyran, kepada Aldebara? Seyran Sebenarnya tidak mau meghindari Aldebara. Tapi ancaman yang dilontarkan Kakak kelasnya selalu saja meghantu pikiranya. (Eloh pengangu hubunga Kakak gue, lebih baik loe, jauhin Kak Aldebara sebelum gue berbuat lebih.)


Itulah kata-kata yang selalu meghantuinya. Seyran tidak mau kejadian dulu terulang lagi. Seyran takut jika Keyla, akan menemuinya lagi dan berbuat lebih, Seyran tidak mau ada korban? Walapun masalah itu sudah berlalu tapi Seyran masih saja mimpi buruk? Walapun depresinya, sempat buru selama satu tahun lebih. Tapi tekad Seyran untuk sembuh sangat lah tinggi, walapun Seyran masih sering ada rasa cemas dan ketakutan, tapi tidak Seburuk dulu. Setelah keduanya terdiam Seyran melanjutkan ucapannya.


"Maafkan Aku Kak, Hiks...hiks? Aku, tidak mau di tiduh perebut cowo orang. Aku tidak tau jika Kak Aldebara sudah punya pacar? Aku bukan penggangu." Seyran berucap sambil meneteskan air matanya.


"Kak Keyla, mengacam aku. Jika aku masih mendekat Kak Al, mereka akan berbuat perhitungan dengan aku Kak. Lebih baik Kakak pergi jauh-jauh dari aku? Jangan dekati aku lagi Kak." Ucap Seyran, dan semakin menagis. Aldebara membawa tubuh mungil Seyran, kedalam pelukannya. Lalu menjawab ucapan yang di lontarkan oleh Seyran.


"Seyran? Kamu harus ingat, tidak ada yang bisa mengancam kamu. Apa kamu lupa. Jika keluarga kamu adalah, orang yang berpengaruh. Dan apa yang sudah terjadi dengan kamu. Tidak akan terjadi lagi. Soal ancaman itu, kamu jangan pernah percaya. Kakak Al, tidak tau siap Kakaknya, Keyla." Aldebara mencoba menjelaskan kepada Seyran. Yang tengah menagis di pelukan Aldebara.


Aldebara membiarkan Seyran menagis dan meluapkan emosinya. Karena Aldebara ingin menyelesaikan, masalahnya dan tidak mau berlarut-larut lagi.


"Mulai Sekarang tidak boleh meghindar dari Kak Al lagi? Kita sudah tumbuh bersama sejak Kamu masih dalam kandungan Mommy Syafira. Jadi jangan dengarkan omongan orang lain dan kita jalani hidup kita yang sekarang," Aldebara terus memberikan pegertian pada Seyran. Dan Gadis itu pun mengnganguk kepalanya.


Seyran masih tetap berada di pelukan Aldebara. Sekarang jantungnya berdebar kencang seperti dulu, jika sedang berdekatan denga Aldebara.


Setelah satu jam? Seyran meluapkan semuanya. Akhirnya perasaan Seyran sudah mulai membaik kepada Aldebara. Lalu Aldebara meyuruh Seyran untuk istirahat karena dirinya akan menemui Nakula terlebih dahulu.


"Seyran, kamu istriahat dulu. Kak Al harus menemui Kal Nakula dulu. Nanti Kakak kembali lagi!"


Seyran pun mengnganguk patuh. Dan Aldebara segera meyuruh Seyran berbaring di tempat tidur dan meyelimuti tubuh Seyran. Aldebara, segera keluar dari kamar Seyran. Dan bergegas menuju kamar Nakula yang tidak jauh dari kamar Seyran.

__ADS_1


Setelah tiba di depan pintu kamar Nakula. Aldebara langsung membuka pintu tanpa mengetuk dan memangil nama Nakula?


__ADS_2