
"Tidak? Kak Aldebaran hanya milik Aku. Tidak boleh ada perempuan lain di hati Kak Al? Kak Al hanya milik Seyran." Seyran berucap dalam hatinya.
Seyran, memundurkan badannya dari depan pintu kamar Nakula? Dia sudah tidak sanggup lagi mendengar percakapan Nakula dan Aldebaran.
Sejak setengah jam yang lalu, Seyran meminta izin pada Gurunya Gurunya menyudahi aktivitasnya. Seyran yang sejak tadi tidak sabar untuk bertemu Aldebaran? Akhirnya memohon kepada Gurunya, untuk menyudahi belajarnya.
Flashback ON
"Pak, Saya mohon hari ini saja Saya minta izin, selesai belajar lebih awal? Setelah ini saya janji tidak akan bolos lagi." Seyran meminta izin kepada Sang guru.
Guru itu pun menghela nafasnya? Dan tidak bisa menolak permintaan Seyran. Karena jam di ding-ding sudah menunjukkan pu*kul 10.25 siang. Akhirnya Guru Home schooling Itu pun mengizinkan Seyran, menyudahi belajarnya lebih awal.
"Baiklah kalo begitu, Hari ini Saya mengizinkan anda untuk selesai lebih awal! Tapi tidak untuk lain kali." jelas guru Home schooling Seyran.
Seyran terseyum dan menampilkan gigi-gigi putihnya yang rapih. Tidak lama Seyran langsung berlari keluar tanpa membereskan barang-barangnya seperti biasa? Seyran berlari ke arah ruang tamu dan ketika sampai di ruang tamu. Seyran berlari ke salah satu Maid untuk menanyakan keberadaan Aldebaran?
"Mba? Di mana Kak Aldebaran." Seyran bertanya dengan Wajah Full senyum.
Maid itu pun membalas senyuman Seyran dengan Ramah lalu memberitahu Seyran.
"Tuan muda Aldebaran, berada di kamar Tuan muda Nakula," Maid itu menjawab pertanyaan dari Seyran.
"Oke, makasih ya Mba." Seyran berlari menuju tangga. Dia sampai lupa, jika di rumah mewah itu ada Lift? Ketika Dia sampai di lantai atas. Seyran langsung menuju depan pintu kamar Nakula. Yang setengah terbuka.
Seyran berjalan dengan pelan-pelan, niatnya untuk mengagetkan Nakula dan Aldebaran? Tapi Sebelum Seyran, membuka pintu dengan lebar. Seyran mendengar percakapan antara Nakula dan Aldebaran.
Seyran mendengarkan percakapan mereka di balik pintu yang sedikit terbuka.
(FLASHBACK OFF)
Seyran segera berlari menuju kamarnya dan membanting pintu dengan sangat keras?
"Brukkk,"
Semua orang kaget? Termasuk para Maid, yang berada tidak jauh dari kamar Seyran. Mommy Sya dan Daddy Kenan, segera keluar dari kamarnya? Begitu juga dengan Nakula dan Aldebaran.
"Mom? Suara apa tadi?" Nakula bertanya kepada sang Mommy! Sambil berjalan mendekati sang Mommy.
Mommy Sya, mengangkat kedua bahunya. Setelah itu menanyakan kepada Maid yang berada di sana.
"Mba? Suara apa tadi," tanya Mommy Sya, kepada Maid yang masih juga terdiam? Dan tidak menanggapi pertanyaan Mommy Sya.
Mommy Sya, mengurutkan dahinya? Lalu bertanya kembali sambil menepuk pundak Maid itu?
"Mba?" Mommy Sya sedikit meninggikan suaranya. Maid itu pun tersadar dari lamunannya. Setelah mendengar teriakan dari Mommy Sya?
"Eh iya Nyonya, ada apa?" tanya Maid itu sambil mengelus dadanya.
Mommy Sya, menggelengkan kepalanya. Lalu menghela nafasnya? Dan bertanya kepada Maid itu. Yang ke tiga kali.
__ADS_1
"Mba? Tadi suara pintu siapa, yang di banting sangat kencang? Mba,dari tadi saya pangil-panggil malah bengong!" jawab Mommy Sya. Maid itu pun lalu menjawab.
"Iya Nyonya, Saya minta maaf! Saya terdiam karena syok dan sangat kaget?" ucap Maid. Sambil menundukkan kepalanya.
Mommy Sya menghela napasnya! Bagaimana Maid ini tidak kaget. Mommy Sya saja di buat kaget di dalam kamar? Padahal kamarnya kedap suara. Apalagi sang Maid yang dekat dengan pintu yang tadi di banting. Pasti jantungnya Maid itu akan loncat. Saking kerasnya pintu di banting.
"Yasudah Saya juga minta Maaf, sudah membuat Mba kaget yang ke dua kalinya." ucap Mommy Sya. Maid itu pun menggelengkan kepalanya, ketika majikannya meminta Maaf?
"Tidak apa-apa Nyoya?" jawab Maid itu terseyum. Lalu Mommy Sya bertanya kembali ke intinya.
"Kalo begitu. Mba tahu siapa yang membanting pintu sekencang itu." tanya Mommy Sya.
Maid itu tanpa basa basi, langsung menuju ke pintu kamar Seyran?
"Nona Seyran yang membanting pintu Nyonya?" jawab Maid.
Mommy Sya dan Daddy Kenan langsung saling menatap. Begitu pun dengan Aldebaran dan Nakula. Mereka pun merasa khawatir.
Daddy Kenan, segera melangkahkan kakinya menuju kamar Seyran? Dan mengetuk pintu kamar Seyran dengan keras?
"Took...took...took."
Tidak ada jawab dari dalam, semua yang berada di depan kamar Seyran. Semua orang semakin khawatir? Daddy Kenan menempelkan telinganya ke pintu kamar Seyran. Untuk mendengar suara dari dalam. Daddy Kenan mendengar? Seyran tengah menangis. Daddy Kenan, memangil-mangil nama Seyran.
"Seyran...Seyran...buka pintunya Sayang, ini Daddy?"
"Took...took...took...?"
* * *
Seyran menangis sejadi-jadinya dia meringkuk di atas tempat tidur. Dia tidak rela, jika Aldebaran menyukai perempuan Lain. Di dalam pikiran Seyran terngiang-ngiang, ucapan Nakula kepada Aldebaran.
("Elo yang sabar ya Al? Gue tahu Elo sangat menyukai Keysha. Semoga saja nanti Elo bisa di persatukan dengan Keysha."
"Terimakasih Kula, Elo udah support Gue! tentang masalah Gue, dekat dengan Keysha, Gue serahin semuanya sama yang di atas. Jika Gue berjodoh dengan Keysha. Gue akan terima dia apa adanya.")
Seyran tidak terima, Sang Kakak lebih memilih Aldebaran bersatu dengan Perempuan bernama Keysha. Daripada dirinya.
Seyran yang mendengar ketukan pintu, dari arah luar langsung membanting pas bunga. Ke arah pintunya yang semakin di ketuk dengan Keras?
"Brukk, prang?" Seyran melempar barang itu ke arah pintu. Seyran terus berteriak dan menyuruh orang yang ada di depan pintu itu untu pergi.
Seyran menangis sejadi-jadinya? Sambil memukul-mukuli pintu kamarnya?
"Hiks...hiks...pergi?"
"Bruk...bruk...bruk..."
Seyran memukul-mukul pintu, yang tadi terus di ketuk oleh Daddy Kenan. Semua orang yang mendengarnya kemarahan Seyran, langsung terdiam.
__ADS_1
Daddy Kenan dan Semua yang berada di luar terdiam dan bertanya-tanya. Ada apa?
"Dad? Apa Seyran ada masalah dengan Gurunya." Nakula bertanya? Karen setahu Nakula. Seyran sejak tadi pagi bersama dengan Guru pembimbingnya.
"Entahlah, biar Seyran sendiri dulu." ucap Daddy Kenan. Lalu melirik ke arah Maid yang sejak tadi berada di sekitar kamar Seyran.
"Kamu?" Daddy Kenan, menunju kepada Maid yang sejak tadi berada di dekat kamar Seyran.
"Ikut Saya ke ruang keluarga. Suruh beberapa Maid untuk menjaga Seyran di sini." Daddy Kenan sangat khawatir kepada anak gadisnya.
Setelah Daddy Kenan menyuruh beberapa Maid. Untuk menjaga di luar kamar Seyran dan melaporkan jika ada suara-suara apapun yang jatuh dari dalam.
"Nakula, Aldebaran? Ikut Daddy, ke ruang keluarga." Daddy Kenan, menyuruh mereka berdua untuk ikut juga ke ruang tamu.
Sesampainya di Ruang Keluarga Daddy Kenan duduk dan mengambil telphonnya di dalam kantung celananya.
"Hallo Arya? Bisakah kami sekarang ke kediaman utama Aditama."
"Bisa Tuan Kenan, Dalam tigapuluh menit saya akan segera sampai,"
" Baiklah saya tunggu"
Setelah Daddy Kenan menelpon orang suruhannya. Daddy Kenan langsung menanyakan kepada ketiga Maid, yang sejak tadi berada di dekat pintu kamar Seyran.
"Saya ingin bertanya kepada kalian bertiga? Apa kalian lihat Seyran berlari dari arah mana?" tanya Daddy Kenan.
Akhirnya setelah Daddy Kenan bertanya. Salah satu Maid maju dan menjelaskan kepada Semuanya?
"Begini Tuan! Awal mulanya? Nona Seyran berjalan dari lantai bawah dengan hati yang riang, dan sambil terseyum bahagia! Tapi setelah sampai di depan pintu kamar Tuan muda Nakula? Nona Seyran tidak langsung masuk dan sempat terdiam di balik pintu kamar Tuan muda Nakula, kurang lebih tigapuluh menit." jelas Maid yang melihat Seyran tadi.
"Lalu? Apa Kamu tahu. Apa penyebab Seyran marah." tanya Daddy Kenan kembali.
"Saya tidak tahu apa penyebabnya? Tapi yang saya lihat, ketika Nona Seyran sampai di lantai atas. Nona Seyran langsung menuju kamar Tuan muda Nakula? Nona Seyran berdiri di balik pintu kamar Tuan muda Nakula selama tiga puluh menit. Setelah itu tiba-tiba saja Nona Seyran langsung berlari! Menuju kamarnya sambil menangis dan membanting pintu dengan sangat keras." ucap Maid itu, setelah menjelaskan panjang lebar.
Tidak lama kemudian Arya datang dengan membawa Laptopnya. Arya langsung memberikan barang tersebut kepada Bosnya.
"Tuan Kenan? Ini rekaman CCTV yang anda inginkan." ucap Arya pada Bosnya.
Setelah dua puluh menit melihat rekaman CCTV itu. Daddy Kenan langsung menatap dua pemuda tampan yang ada di depannya. Dengan tatapan menyelidik? Lalu bertanya.
"Apa yang kalian bicarakan, di dalam kamar tadi?" tanya Daddy Kenan kepada Nakula dan Aldebaran.
Aldebaran dan Nakula saling melirik? Mereka pun bingung. Apa yang membuat Seyran begitu marah. Lalu Nakula pun menjawab pertanyaan Daddynya.
"Kami? Tadi sedang membicarakan, rencana kepergian kami ke Amerika Dad? Selain itu tidak ada yang kami bicarakan." jawab Nakula.
Daddy Kenan menghela nafas kasar? Tidak mungkin, mereka hanya membicarakan masalah kepergian mereka ke luar negri. Daddy Kenan tahu? Seyran tidak akan semarah itu. Lalu Daddy Kenan bertanya sekali lagi.
"Apa yang kalian, terakhir bicarakan? Tidak mungkin Seyran hanya mendengar. Kepergian kali ke Amerika. Jawab dengan jujur! Apa kalian mau tanggung Jawab jika terjadi sesuatu dengan Seyran." Daddy Kenan sedikit meninggikan suaranya, dan juga mengancam Kedua pemuda tampan itu.
__ADS_1
Nakula dan Aldebaran menundukkan kepalanya. Nyali mereka menciut, jika sudah melihat aura kemarahan! Dari pria paruh baya itu, yang masih terlihat gagah dan juga kekar. Daddy Kenan mengerutkan dahinya? Ketika Aldebaran dan Nakula tidak menjawab pertanyaannya.
"Brakkk...brakkk?"