Air Mata Seyran

Air Mata Seyran
BAB 3 Nakula


__ADS_3

(Aldebara langsung membuka pintu tanpa mengetuk dan memangil nama Nakula?)


"Nakul...?"


Aldebara membulatkan matanya. Dan terdiam ketika dia membuka pintu? Aldebara melihat Nakula sedang berada di atas tubuh seorang gadis.


Gadis itu pun langsung mencoba mendorong tubuh Nakula, ketika melihat ada seseorang masuk. Tapi nihil tenaganya tidak bisa mendorong tubuh Nakula.


Ketika Aldebara, melihat mereka tengah berada di atas tempat tidur. Aldebara menatap mereka dan terseyum tipis? Gadis yang berada di bawah kugkungan Nakula pun meyembuyikan wajahnya. Karena malu di tatapan Oleh Aldebara?


Sedangkan Nakula kesal? Kepada Aldebara. yang selalu masuk kamarnya secara tiba-tiba. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan Nakula berteriak.


"Aldebara,"


Teriak Nakula, yang masih mengkugkung seorang gadis di bawanya. Setelah meneriaki Aldebara? Nakula pun bangun, Nakula masih menatap sahabatnya dengan tajam. Dan berbicara dengan nada kesal?


"Bisa tidak! Ketuk pintu dulu sebelum kamu masuk." Ucap Nakula.


Yang sangat kesal pada Sahabat baiknya itu. Lalu Nakula melanjutkan ucapanya.


"Kenapa, Eloh itu kebiasaan banget, kalo masuk kamar Gue, engga pernah ketuk pintu dulu?" tegur Nakula lagi.


Nakula, menatap ke arah gadis di sebelahnya. Yang sedang menundukan kepalanya, Nakula menatap nya dengan acuh lalu meyuruh gadis itu pergi.


"Heeh bocah, sekarang kamu keluar." teriak Nakula ketus.


Gadis itu pun mengagkat kepalanya, ketika Nakula meneriakinya dan langsung berpamitan. Lalu menjawab?


"Iiya Kak, saya akan keluar." ucap gadis itu menjawab dengan gugup.


Gadis itu pun langsung pergi dengan wajah yang memerah? Dan melawati Nakula dan Aldebara. Ketika gadis itu melewati Aldebara. Gadis itu meyumpah serapah Nakula, dengan nada pelan.Tapi masih bisa di dengar ucapan gadis itu oleh Aldebara. Umpatan gadis itu sangat lucu. (Dasar Nakula gi*a, batu es,) ya begitulah yang di dengar Aldebara dia pun ingin tertawa. Tapi dia tahan karena tidak mau membuat masalah dengan Nakula. Setela itu Dia meghampiri Nakula.


Nakula masih kesal kepada Aldebara. Nakula menatap Aldebara dengan wajah datarnya. Sedagkan Aldebara terdiam sejenak? Sambil memangku dagunya. Banyak yang ingin Aldebara tanyakan dan akhinya Aldebara pun membuka pembicaraan.


"Kula? Apa Elo, meyukai Bella!" tanya Aldebara. Nakula, melirik sekilas lalu memutar matanya ketika Aldebara bertanya.


Aldebara hanya tidak mau jika Nakula meyakiti sahabat Seyran yang tadi berada di kamar bersama Nakula. Aldebara akan mencoba menasehati Nakula.

__ADS_1


Apalagi Nakula mempunyai adik perempuan, Aldebara tidak mau Seyran mendapakan perlakuan yang sama. Seperti apa yang di lakukan oleh Kakaknya. Yang terus-terusan mempermainkan hati perempuan. Aldebara Melanjutkan ucapanya.


"Kula? Jika Eloh, hanya ingin bermai-main. Mending jangan melibatkan sahabat adik Eloh. Jangan buat penyakit Kula, jika Eloh serius dan mencintainya? Jangan pernah merusaknya. Tapi jika Elo, hanya ingin menjadikannya mainan. Lebih baik Elo cari jal*** di luar dan jangan libatkan Bella"


Aldebara menasehati Nakula, yan sudah dua tahun ini mulai berubah menjadi sosok pelayboy dan sering bergonta ganti perempuan dan juga sering menyakiti para perempuan dengan ucapanya, yang sangat pedas. Jika dia tidak meyukai perempuan itu. Aldebara tau permasalahan Nakula. Begitu pun Nakula tahu permasalahan Aldebara.


Nakula berubah setelah? Di hiyanati oleh kekasihnya! Yang berseligkuh dengan mahasiswa satu kampus dan yang lebih membuat Nakula marah. Selingkuhan, Kekasihnya itu adalah musuh bebuyutan. Nakula dan Aldebara ketika berada di Kampus.


Nakula Menjawab ocehan Aldebara? Nakula masih punya batasan walapun sering bergonta ganti pasangan. Akhirnya Nakula pun menjelaskan kepada Aldebar. Tentang masalahnya yang tadi terjatuh bersama Bella ke atas tempat tidur.


"Al? Elo itu salah paham. Mana ada Gue suka sama tuh bocah ingusan!" Jawab Nakula, tanpa menyaring ucapannya.


"Tadi itu, Gue engga sengaja terjatuh ke atas tempat tidur. Eloh engga usah berpikir terlalu jauh." Ucap Nakula Acuh.


"Gue engga percaya?" Jawab Aldebara.


"Al? Tadi Gue di tari oleh Bella. Dan Gue terjatuh di atas badan Bella itu, Gue bener-bener engga sengaja." jelas Aldebara.


Nakula, menghela nafasnya kasar lalu memutar matanya, Nakula benar-benar di buat kesal oleh sahabatnya. Aldebara tidak percaya? Naku mencoba menjelaskanya lagi.


Aldebara mengelegkan kepalanya. Bisa-bisanya Nakula meghina fisik Bella. Tanpa mereka berdua sadari? Bella sejak tadi tengah mendegarkan obrolan Nakula dan Aldebara. Bella memegang dadanya, setelah mendengar hinaan yang di terlontar dari mulut Nakula. Sedangkan Aldebara menatap tajam Nakula?


"Kula? Gue benar-benar engga percaya, dengan apa yang Elo ucapkan, Elo bisa-bisanya meghina fisik Bella. Gue kasih tahu? Eloh jangan main-main sama dia. Eloh tahukan, Dia itu sahabat Adik Eloh? Ah satu lagi jangan suka meghina fisik perempuan. awas, Elo suatu saat nanti suka sama Bella. Yang Elo hina Fisiknya." Nakula menatap tajam Aldebara dan meyuruhnya untuk diam.


"Diam Al? Itu tidak mugkin? Gue tidak akan menyukai Bella, apapun itu yang berubah dari dirinya." ucap Nakula penuh percaya diri.


"Oke kita lihat saja nanti?" tantang Aldebara.


Bella yang sejak tadi mendegarkan perdebatan mereka. Akhirnya memilih pergi! Karena menurut Bella semuanya sudah jelas. Nakula tidak akan meyukainya, apapu itu alasnya.


Sedagkan Nakula dan Aldebara. Masih berdebar di dalam kamar. Lalu Nakula menyuruh Aldebara, untuk tidak ikut campur urusannya.


"Sudahlah Al, Elo jangan ikut campur. Tentang masalah percintaan Gue? Emangnya kenapa kalo gue jadi playboy. Menurut Gue semua perempuan sama saja. Engga ada bedanya." ucap Nakula kesal, karena Aldebara terus memperingati dirinya untuk tidak mempermainkan perempuan.


Aldebara menggelegkan Kepalanya lalu menghela nafasnya. Karena sifat Nakula sangat keras kepala. Aldebara mencoba menasehatinya sekali lagi.


"Jika Eloh angap perempuan itu sama? Termasuk ibu dan adik Eloh juga." Ucapan Aldebara membuat Nakula bugkam. Dan tidak bisa menjawab pertanyaan Aldebar.

__ADS_1


"Kula? Sudah cukup Elo bermain-main sama perempuan. Gue tau Elo pernah patah hati? Tapi Please jangan libatkan sahabat baik adik Elo, dia juga Masih kerabat dekat Aditama. Kalo Elo nyakitin Bella? Nanti yang ada Adik Elo pasti sedih dan keluarga Elo pasti marah.


Nakula, terseyum tipis dan memutar matanya mendengar ceramah dari Aldebara? Nakula masih terus menjawab ucapan Aldebara.


"Sudahlah Al? Gue masih punya batasan, Eloh engga usah ikut campur." Aldebara memutar matanya, percuma menasehati Nakula yang keras kepala dan akhirnya Aldebara memilih untuk diam dan duduk di Sopa.


Setelah Aldebara diam dan tidak menjawab lagi ucapannya. Akhirnya Nakula bertanya kepada Aldebara dan mengalihkan pembicaraannya.


"Al?" pangil Nakula.


"Heemm," jawab Aldebara.


"Eloh kenapa telat datangnya."


Nakula bertanya kepada Aldebara, walapun nada nya masih sedikit ketus.


Aldebara pun megalihkan pandaganya ketika Nakula bertanya. Sebenarnya Aldebara juga, masih kesal kepada Nakula. Lalu menjawab pertanyaan Aldebar.


"Gue habis dari kamar Seyran?" Jawab Aldebara.


"Hah? Seyran?" Ucap Nakula.


Aldebara mengagukan kepalanya. Nakula mendekati Aldebara dan duduk di sebelahnya.


"Terus bagaimana, Apa Eloh sudah bicara dengan Seyran," tanya Nakula, dan langsung di Jawab oleh Aldebara.


"Sudah, Seyran tadi sempat ketakutan. Ketika melihat Gue masuk ke dalam kamarnya? Gue terpaksa melakukannya, karena Gue ingin masalahnya Selesai." Ucap Aldebara.


Nakula penasaran? Dia ingin tahu, apa saja yang di bicarakab oleh Seyran dan Aldebara. Dia ingin mengetahui, alasan Seyran yang selalu menghindari Aldebara. Nakula bertanya kembali kepada Aldebara, sebenarnya apa masalah mereka.


"Apa masalah ini Masih ada hubungannya dengan Pe******n waktu itu," tanya Nakula.


Aldebara mengagukan kepalanya. Lalu meghela nafasnya. Sebenarnya Aldebara tidak mau membahas tentang masalah Pe******n waktu itu.


"Alasan salah satu Seyran? Meghindari Gue. Ternyata masih berhubungan deng masalah Pe******n waktu itu." Ucap Aldebara. Nakula benar-benar kecologan ternyata adik itu masih belum sembuh 100%.


"Kenapa, Gue bisa kecolongan. Gue kira Seyran sudah sembuh total ternyata di meyembuyikan. Rasa takutnya?" Aldebara mengagukan pelan, dan menjelaskan apa yang di ucapkan oleh Seyran tadi.

__ADS_1


__ADS_2