
Aldebara memainkan ponselnya kembali. Dan membalas chat dari Keysya. Setelah dua puluh menit menungu Nakula! Mereka pun segera pergi dari kediaman Aditama.
.
.
.
Hari terus berganti minggu! Tepat tiga hari lagi Seyran akan berulang tahun. Yang ke enam belas. Kondisi Seyran sudah semakin membaik dan sekarang tidak pernah menghindari Aldebara lagi.
Sekarang Seyran semakin legket dengan Aldebara dan jika mereka sedang jalan berdua? Mugkin orang lain akan salah paham dan akan mengangap mereka sepasangan Kekasih.
Hari ini Seyran sangat betah berada di dalam kamar? Karena sejak tadi, Seyran menelpon Aldebara dan belum selesai juga. Sebenarnya Aldebara sudah meyuruh Seyran untuk mengakhiri telphonenya? Tapi Seyran tidak mau. Akhirnya Aldebara pun berjanji besok pagi akan menemui Seyran.
Aldebara sudah satu minggu tidak datang ke rumah Nakula. Karena akhir-akhir ini Aldebara sangat sibuk dan harus meyiapkan semua barang-barangnya yang akan di bawanya ke Amerikan.
Waktu sudah menujukan jam 22.00. malam Seyran pun mengakhiri telphonenya dan sebelum tidur Seyran mengambil diarynya dan menulis tentang Aldebara dan dirinya. Tiba-tiba saja mata Seyran mengatuk. Ketika sedang membaca diarynya dan akhirnya Seyran tertidur dengan nyeyak sambil memeluk diary.
Sedagkan Mommy Sya binggung? Sejak tadi sore Anak gadisnya tidak keluar kamar. Akhirnya Mommy Sya memutuskan untuk pergi ke kamar Seyran, untuk melihat anak gadisnya. Sesampainya di depan pintu kamar Seyran! Mommy Syafira mengetuk pintu kamar, tapi tidak ada jawaban dari dalam? Mommy Sya pun akhirnya membuka pintu.
Untung saja pintunya tidak di kunci dari dalam. Ketika Mommy Sya masuk? Ternyata Seyran sudah tertidur, sambil memeluk buku kecil. Mommy Sya penasaran dengan buku yang di peluk oleh Seyran.
Mommy Sya mengambil buku diary yang Seyran peluk. Lalu dudu di Sopa yang berada di kamar Seyran, dan mulai membaca karena sangat penasaran dengan isi diary tersebut.
Mommy Sya, megkerutkan Dahinya? Ketika membaca setiap lembar Diary Seyran. Lalu menatap sang anak yang sedang tertidur pulas. Mommy Sya meghampiri Seyran dan membetulkan selimutnya dan mencium kening anak gadisnya. Mommy Syafira membawa Diary Seyran ke kamarnya? Untuk di perlihatkan kepada Daddy Kenan. Setelah itu Mommy Sya keluar dari kamar Seyran dan segera menuju kamarnya.
Mommy Sya, berjalan di lorong Lantai atas sambil membaca diary yang dia bawa? Setelah sampai di depan pintu kamarnya. Mommy Sya membuka pintu kamarnya dan mengetuk.
"Ceklek"
Mommy Sya, masuk dan melihat sang Suami yang tengah sibuk dengan iPad nya. Tanpa basa-basi, Mommy Sya Langsung memberikan diary milik Seyran kepada Daddy Kenan.
Daddy Kenan, megkerutkan dahinya! Ketika sang istri memberian buku kecil itu.
"Apa ini Mom," tanya Daddy Kenan.
__ADS_1
"Daddy, baca saja sendiri." jawab Mommy Syafira. Lalu duduk di sebelah sang suami.
Ketika Daddy Kenan membaca di lembar pertama. Dia lagsung membulatkan matanya dan lagsung menatap sang istri.
"Bagaimana bisa?" Mommy Sya mengagkat kedua bahunya dan menjawab pertanyaan dari suaminya.
"Tentu saja bisa Dad? Anak gadis kita sudah mulai jatuh cinta dan yang tidak masuk di akal! Seyran, sudah ingin menikah dengan Aldebara."
Mommy Say, berbicara santai! Beda dengan Daddy Kenan yang mulai tersulu emosi.
"Ini tidak boleh terjadi? Kita harus mulai menjauhkan Seyran dengan Aldebara."
Mom Sya memutar matanya. Apa Daddy Kenan lupa. Jika Aldebara dan Nakul akan pergi ke luar negri setelah acara ulang tahun Seyran. Mommy Sya menjawab ucapan suaminya.
"Tanpa Daddy bertindak pun. Aldebara akan segera pergi? Apa Daddy lupa, Aldebara dan Nakula akan segera pergi ke luar negri dan melanjutkan kuliahnya di sana." Mommy Sya menjelaska pada Suaminya.
"Oh iya? Kenapa Daddy bisa lupa." Daddy Kenan memijit dahinya.
Daddy kenan mulai merasa pusing. Setelah membaca isi diary Seyran dan juga pekerjaannya yang sangat menumpuk! Karena tidak ada yang membantunya? Nakula belum bisa membantu Daddy Kenan di kantor. Karena Nakula harus Fokus pada pendidikannya, terlebih dahulu. Karena sudah prinsrip Daddy Kenan? Tidak mau mencampurka masalah pendidikan dan pekerjaan.
Mommy Sya, megusap punggung suaminya yang masih gagah di usianya yang ke Empat puluh tujuh tahun. Mommy Sya dan Daddy Kenan hanya nerselisih umur lima tahun. Umur Mommy Sya Empat puluh dua tahun.
Kecantikan Mommy Sya menurun kepada Seyran. Sedangkan ketampan Daddy menurun kepada Nakula.
"Jangan banyak pikiran Sayank? Sekarang kita istirahat saja, kamu sudah sangat kecapean."
"Huupp," Daddy Kenan, meghela nafasnya lalu berkata.
"Honey? Malam ini Daddy butuh vitamin." Daddy Kenan, bergelayut manja pada sang istri.
Mommy Sya, memutar matanya. Lalu mengagukan kepalanya. Karena Mommy Sya tahu. Secape apapun suaminya ini. Jika urusan ranjang suaminya pasti semangat lagi.
*
*
__ADS_1
*
Keesokan paginya, Seyran sudah terbangun sangat pagi sekali. Dia memulai ritual mandinya. Padahal jam masih menujukan jam 06.30 pagi.
Seyran sudah semagat karena hari ini Aldebara akan datang seperti biasa. Setelah mandi Seyran segera keluar dari kamarnya dan segera turun ke bawah.
Ketika sampai di lantai bawah? Seyran segera menuju meja makan Seyran binggung? Kenapa di meja Makan sangat sepi, dan tidak melihat siapapun dan hanya ada Maid yang meyiapkan sarapan? Seyran megkerutkan dahinya, kemana Mommynya, biasanya sudah bangun.
"Selamar pagi Mba-mba?" sapa Seyran sambil terseyum.
"Pagi juga Nona Seyran," balas para Maid dengan ramah.
Seyran melirik kiri dan kanan? Seyran tidak melihat sang Mommy di Ruangan itu.
"Mba? Mommy kemana. Tumben belum bangun." Seyran bertanya kepada salah satu Maid yang berada di ruangan meja makan.
"Oh? Tadi Nyoya bilang hari ini terlambat bangun. Karena Tuan besar masuk siang ke kantornya."
Seyran mengagukan kepalanya dan langsung mengambil kursi dan duduk. Seyran sarapan sendiri karena hari ini ada jadwal Home school. Sambil menunggu Aldebara datang! Seyran akan menyelesaikan aktivitasnya terlebih dahulu.
Seyran menikmati sarapannya, hanya sorang diri. Tidak lama Nakula turun dari lantai dua. Nakula meghampiri adik kesayangannya.
"Selamat Pagi princess," Nakula meyapa Seyran sambil mencium kening Seyran.
Seyran, memutar matanya? Dia tidak suka Kakaknya, memangilnya Princess.
"Kak? Bisa tidak jangan pangil Aku princess, geli tau." Seyran tidak mau mendengar kata Princess.
"Memangnya kenapa Baby, Kamu kan memang princess?" goda Nakula.
Seyran yang di goda, oleh Nakula sekarang menjadi kesal. Dan selera makannya menjadi hilang.
"Gara-gara Kak Nakul? Selera makan aku jadi hilang," Ucap Seyran, dengan wajah jegkelnya.
"Hahaha? Sorry Baby. Kakak Cuman bercanda. Ayok lanjutkan makannya! Kakak janji tidak akan meyebut nama Princess lagi." Nakula, membujuk Seyran supaya tidak marah lagi.
__ADS_1