
Sore hari fizzah dan umi memasak bersama sedangkan Mira Tertidur di ruang TV.. setelah selesai memasak Fizzah dan Mira lalu mandi dirmh umi karna akan melakukan sholat magrib berjamaah.
Selesai mereka sholat Umi dan Abi melantunkan ayat2 suci Al-Quran membuat Fizzah dan Mira sangat tenang sehingga fizzah meneteskan air mata karna ia cukup bahagia bisa bertemu seperti keluarga seperti Umi aisyah.
Mira yang melihat Fizzah menangis pun panik karena baru kali ini ia melihat fizzah menangis..
Kok nangis zzah, ada apa tanya mira panik
__ADS_1
Begtu beruntungnya nasib aku Ra,
bertmu dengan bos dan mempercayakan aku mengurus resto, dan sekrng aku bertemu dengan merka yang mengajarkan ku tentang agama, aku bgtu jauh dari Tuhan sehingga aku sangat malu yang tidak tau apa-apa, jawab Fizzah
Aku baru sadar zah bahwa aku pun sama sepertiMu yang kurang paham agama meski Kita terlahir sebagai islam, karena orang tuaku yang bgtu terobsesi dengan dunia sehingga melupakan tugasnya untuk mendidik anak2nya.Berbeda denganmu karena takdir belum berpihak kepadamu namun lihatlah sekarang Tuhan menggantikan nya berlipat ganda.ucap mira
Ia Ra, begtu banyak orang yang aku temui entah mengapa aku merasa nyaman dengan abi dan umi padahal kami tidak sedarah bahkan satu suku.ucapnya sambil meneteskan air mata.
__ADS_1
Fizzah pun menceritakan pertemuan dengan umi aisyah.
Kala itu Ra, aku pulang kerja saat aku di perjalanan umi hbis berbelanja namun karna abi belum menjemputnya akhirnya ia menunggu di pinggir jalan saat itu Gerimis langit begtu mendung entah kenapa mata ku tertuju pada umi yang sedang keberatan menenteng belnjaan
akhirya aku tawarin tumpangan dan aku antr dia plng ke rmhnya, dan ternyata abi ada tamu dan umi lupa membawa ponsel jadi abi agak telat menjemput umi. pas aku sampai dirmhnya hujan deras dan umi menawariku untuk mkan pisang goreng dan membuatkan ku secangkir teh hangat, aku ingin menolak namun rasanya tidak enakk, Dari sejak itu aku sering bertmu umi dan aku mulai belajar bacaan sholat serta belajar mengaji meskipun aku sekarng aku masih IQRO 6 hahahaha, berbeda dengan merka yang seusiaku sudah pada hatam Qur'an bahkan sudah ada yang menjadi Qori, Aku selalu merindukan ayahku Ra hubunganku dengan mama pun bisa di bilang kurang dekat sejak ayah meninggal dan aku selalu mengingat kata kata mama bahwa aku harus membanggakan orang tuaku dan keluargaku,aku punya mimpi yang begtu besar aku ingin memiliki seorang anak penghafal Qur'an tapi bagaimana mungkin Tuhan mengabulkan itu sedangkan aku sendri tidak tau mengaji dan dri situ aku sering mendengar umi mengaji dan meminta umi mengajariku ketika umi pulang dari pondok aku selalu berpikir bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik selagi kita mau dan memiliki niat yang kuat dan alasan yang jelas karna ketika kita tidak mempunyai mimpi atau alasan tidak menentuh arahnya sama seperti saat kita berjalan tapi tak punya tujuan.ucap fizzah
Sungguh Terharu aku zah mendengar ceritamu, kadang aku berpikir saat kmu plng kerja kemna dan selalu bertanya siapa umi yang kamu sering ceritakan. apa boleh zzah aku ikut belajar besama umi?ucap Fizzah
__ADS_1
Nanti kita bilang ke umi yah pasti umi mau. kita sholat isya dulu baru ngomong ke umi.jawab fizzah
Selesai sholat isya Fizzah dan Mira menyiapkan makanan di meja makan dan segera makan malam bersama, kini sejak kehadiran fizzah umi merasa memiliki anak perempuan. selesai makan Mira mengutarakan niatnya untuk belajar bersma Fizzah dan umi sangat senang dan menyetujuinya, jam sudah menunjukkan pukul 20:45 fizzah dan mira pamit untuk plng karna seharian sudah menemani umi bahkan membantu membersihkan rumah.