Ajari Aku Mengenal Islam

Ajari Aku Mengenal Islam
Dekorasi rumah


__ADS_3

Jauh-jauh hari fizzah sudah menduskusikannya dengan mertua, serta suaminya mengenai rumah pemberian bosnya itu, Dan mereka memaklumi dan tidak ingin mengecewakan fizzah.


Akhirnya di pagi hari ahmad dan fizzah mulai mendokrasi rumah yang berkuasa biru putih karena memang fizzah suka biru dan ahmad menyukai putih agar kelihatan agak rame mereka menambahkan warna merah sebagai pemanis.


"Sayank kapan kita tinggal di sini " tanya ahmad


"Sepulang kita aja dari honeymoon bii" ucap fizzah


"Abiiii😊😊😊" ucap ahmad sambil memeluk tubuh mungil istrinya sambil berbisik"abi sangat mencintaimu sayang"ucap ahmad pelan


"Mas,,, jangan gini donk kita tinggal ngepel sama nyapu nih. " ucap fizzah tersipu malu


"Suamimu ini sayang akan romatis kapan aja mas mau kan kita udah halal, lagian umi juga pasti mau cuma umi malu" ucap ahmad


Fizzah lalu berbalik mencubit lengan suaminya lalu berlari terjadilah kejar kejaran sambil bersenandung lagunya "aisyah istri rasullulah"


Mulia, indah, cantik berseri


Kulit putih, bersih, merah di pipimu


Dia Aisyah, putri Abu bakar


Istri Rasulullah


Sungguh sweet Nabi mencintamu


Hingga Nabi minum di bekas bibirmu


Bila marah, Nabi 'kan bermanja


Mencubit hidungnya


Aisyah, romantisnya cintamu dengan Nabi


Dengan baginda kau pernah main lari-lari


Hingga ujung nyawa kau di samping Rasulullah

__ADS_1


Aisyah, sungguh manis, oh, sirah kasih cintamu


Bukan persis novel mula benci jadi rindu


Kau istri tercinta, ya Aisyah Khumaira


Mulia, indah, cantik berseri


Kulit putih, bersih, merah di pipimu


Dia Aisyah, putri Abu bakar


Istri Rasulullah


Sungguh sweet Nabi mencintamu


Bila lelah Nabi baring di jilbabmu


Seketika kau pula bermanja


Mengikat rambutnya


Aisyah, romantisnya cintamu dengan Nabi


Dengan baginda kau pernah main lari-lari


Hingga ujung nyawa kau di samping Rasulullah


Aisyah, sungguh manis, oh, sirah kasih cintamu


Bukan persis novel mula benci jadi rindu


Kau istri tercinta, ya Aisyah Khumaira


Aisyah, romantisnya cintamu dengan Nabi


Dengan baginda kau pernah main lari-lari

__ADS_1


Hingga ujung nyawa kau di samping Rasulullah


Aisyah, sungguh manis, oh, sirah kasih cintamu


Bukan persis novel mula benci jadi rindu


Kau istri tercinta, ya Aisyah Khumaira


Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu


"Mas gak akan nyakitin fizzah kan"ucap fizzah pelan


" Sampai kapan pun, mas akan melindungi istri mas tidak akan pernah menyakiti nya jika mas sudah tidak mampu lagi membahagiakan istri mas, mas akan mengembalikan dengan baik, karena mas menjemputmu dengan kebaikan"ucap ahmad membelai rambut istrinya


"Terima kasih Mas, Emmm


Mas abis sholat magrib aja yah kita kerumah umi,oh iya mas mumpung mas ngajarnya awal kira berangkat lusa yuk, fizzah juga ingin ketemu bos " ucap fizzah


"Oke sayang" ucap ahmad mencium kening istrinya


"Aku selalu mendengar kisah Rasullulah yang selalu romantis dengan istrinya mas " ucap fizzah mengengam tangan suaminya sambil menikmati pemandangan sore hari dari balkon


"Iya sayank Rasulullah selalu romantis kepada istrinya Kehangatan Rasulullah SAW kepada para istrinya ditunjukkan lewat panggilan yang memanjakan. Bak pengantin baru, Rasulullah SAW bahkan kerap memegang tangan istrinya, bersandar di pundaknya, dan tidur di pangkuannya.Di sisi lain, para istri Nabi SAW selalu menunjukkan rasa cintanya. Mereka memahami keinginan Nabi SAW sebelum beliau mengatakannya. Abu Hamzah al-Gamidi dalam buku Romansa di Rumah Nabi SAW mengungkapkan, Rasulullah pun dikenal dengan kehangatannya kepada keluarga. Beliau kerap berbincang, menghibur, dan membahagiakan mereka pada malam hari.


Nabi SAW tidak pernah melupakan aspek kemanusiaan kepada keluarganya. Mereka juga menginginkan sentuhan kasih dan ungkapan lembut yang membuat hidup lebih hidup. Sikap beliau sesuai dengan sabdanya, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. Sebaik-baik kalian adalah orangorang yang berakhlak mulia terhadap istri-istri mereka."


Tidak hanya itu, beliau bahkan mendahulukan istrinya. Saat berkendara bersama Shafiyyah binti Huyyay ra, unta beliau terpeleset. Nabi SAW dan Shafiyyah terjatuh. Abu Thalhah ra segera menghampiri beliau untuk membantunya berdiri. Namun, Nabi SAW justru bersabda, "Bantulah istriku (terlebih dahulu)!"


Di sisi lain, para istri kerap menyambut beliau. Ketika Nabi SAW pulang dari perang, Siti Aisyah ra kerap menyambutnya dengan permadani tipis miliknya. Dia pun menghias bagian atap rumahnya. Aisyah pun menyambut beliau dengan ucapan, "Semoga rahmat dan kesejahteraan dari Allah selalu tercurahkan kepadamu, wahai Rasulullah SAW. Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanmu." ucap ahmad


"Iya mas semga kita bisa seharmonis beliau" ucap fizzah


"Sayang mandi yuk, lalu kita balik lepas sholat magrib" ajak ahmad


"ayok bii" ucap fizzah seraya mengalungkan tanganya ke leher sangat suami


"Jadi selagi ada waktu gunakan lah dengan baik mumpung masih bersama, ciptakan lah hal hal yang indah meski kita telah pergi kenangan itu akan selalu bersama, ciptakan lah kenangan manis agar selalu teringat dan selalundi rinduii"

__ADS_1


"CERITA HADIR DENGAN BEGITU SAJA , IKUTILAH ALURNYA DAN NIKMATI KISAHNYA AMBILLAH HAL POSITIFNYA BUANGLAH YANG BURUK-BURUK"Salam kenal semua, salam semangat semua dari autor 💙


__ADS_2