AKADEMI SIHIR

AKADEMI SIHIR
11. Ayo bertarung


__ADS_3

Mereka tiba di Dewan pertarungan jarak jauh,


Ada beberapa batu seperti perisai untuk berlindung. Dan tempat target untuk menembak.Dewan ini seperti stadium.Pelajar2 sedang menonton pergerakan Iris.


DOR DOOORRR DOOR (suara tembakan )


"Fuihh"pistol ditangan Iris berpusing kemudian menghilang.Kemudian keluar senapang.Iris berlari ke belakang dan terus menembak dengan tenang ke arah target.


DOOORRR DOORRRR DOOOORRRRRR.Kemudian dia menukarkan senapang kepada pistol berkembar. Iris melompat agar mencapai target di atas dan sisi.


"Keren" Zero terus memuji penembakan Iris yg tepat .Iris pun mendarat ke tanah."Time Out.Jumlah tembakan Lylia Iris 250 peluru." jerit seorang guru disitu. "Seterusnya....." kata Guru itu .Iris kemudian perasan bahawa ada beberapa menatapnya dari pintu dewan.


Iris kemudian ke arah pintu dewan."Wakil ketua tumben kau kesini " tanya Iris."Duh aku mampir aja sih.Si ketos nyuruh aku jadi penunjuk mereka sehingga sore sih.Eh Iris,apa kau ada tugasan sore ni " Yiln menggaruk kepala.


"Ada sih ...aku ada kerjaan yg dibagi kepsek sih..mengapa nanya ?" Iris tanya pula pada Yiln ."Nggak kok..hanya nanti aku kebosanan sih ..." jwb Yiln sambil bersiul kecil.


"Anu..."celah Zero.Dia agak kesal karna diabaikan oleh mereka berdua.


"Yiln ...siapa mereka berdua"tanya Iris apabila baru perasan keberadaan Zero dan Graay.


Yiln mendekati Iris lalu membisikkan sesuatu di telinga Iris. Iris pun menggangguk tanda memahami situasi sekarang.


"Sebelum itu Yiln aku dengar dari siswa di Dewan PJD (pertarungan jarak dekat) , ada ujian senjata jarak dekat sih." Iris memberi informasi yg dia dapat .


"Kok ujian mendadak sih. Duh pasti Alex "Yiln pun tertepuk dahi..Walaupun sifat Alexia seakan santai dan dingin tapi bar2 sama pertarungan."Aku harap nggak ada yg luka sih.Iris kami pamit dahulu.Mau liat Si Ketos itu " Yiln keluar terus berlari.Zero dan Graay ikuti Yiln dari belakang.


Iris tersenyum kecil lalu duduk ditempat untuk penonton.


Sementara Yiln,


"Huh sampai juga" Yiln mengelap keringatnya."Sampai juga akhirnya...nona Yiln bisa nggak jgn lari kek gitu..capek " kata Zero sambil termengah mengah. "Ya maap ayo masuk" kata Yiln. Yiln buka pintunya dan melihat dua org sedang beradu pedang.


" Hah..syukurlah kau nggak bertarung " Yiln menghela nafas lega apabila melihat Alexia sedang bersandar di dinding sambil melihat perlawanan di arena.


"Ayo bertarung nona Alexia " kata Zero dengan tiba2. Graay dan Yiln benar2 kaget. "Tuan Zero serius nih mau lawan sama Alexia " tanya pula Graay dan dia menelan ludah.


"Jgn khawatir sih aku kan udah berlatih pedang sama kakak ketujuh.Lagipula..aku mau melihat kemampuan nona Alexia "Mata Zero bersinar sinar tanda semangat mahu lawan Alexia.

__ADS_1


Alexia tersengih..."Patutlah kak Worz ingin bermain jiwamu ...Hahahah Konyol sekali." gumam Alexia hanya dapat didengari Yiln.


"Yiln beritahu Pak Kei aku ikuti perlawanan kali ini. Dan beritahu juga nama budak mentah ni " kata Alexia. " Baiklah tapi jgn-" Yiln seakan ingin menceramahi Alexia tapi.."Nggak kok..halus aja " Alexia tersenyum misterius. Yiln pun pergi ke arah Pak guru lalu membisikkan sesuatu.Selepas itu Yiln ke arah Alexia.


"Baiklah anak2 kali ini Ketua Osis dicabar oleh siswa pindahan sementara.Jadi kalian berdua sila ke arena perlawanan.Dan pilih senjata disitu."Suara lantang Pak Kei dapat didengari satu dewan itu.Alexia dan Zero ke arena.


Graay dan Yiln duduk di kerusi penonton.Beberapa siswa sedang mengobrol dibelakang,


"Berani benar siswa itu menantang Ketos"


"Iya sih "


"Aku harap ini perlawanan yg seru"


"Ketos dingin itu ditantang pasti seru"


"Ahh pasti kalah sih siswa pindahan sementara itu"


Graay hanya abaikan semua obrolan siswa itu. "Apa kau risau sama tuan kau" tanya Yiln . "Iya sih ...bagaimana nih" tanya Graay.


"Nggak perlu khawatir.Alex nggak serius sih liat tuh dia memegang pedang hanya satu tangan "tunjuk Yiln .


Alexia nggak bergerak dari situ.Dia pakai pedang di tangan kananya.Zero terus menyerang Alexia di belakang tapi Alexia menangkis dengan mudah dengan pedang di tangan kanan. Zero menyerang bertubi tubi tapi tetap aja Alexia menangkis dengan mudah.Zero pula mengeluarkan sihir tipe angin lalu menerbangkan debu2 tananh untuk mengaburkan pandangan Alexia.


Tapi sekali tebasan Alexia angin itu hilang.Alexia malah menguap."Itu aja kah yg kau ada nggak seru " kata Alexia.Zero berasa dia diremehkan.Dia menyerang Alexia dengan sihir tipe angin lagi dan kali ini dia keluarkan sihir tipe bayang.Bayang bayang pun mengikat kedua tangan Alexia tapi Alexia dengan mudah melepaskan diri ." Belum cukup lagi " Zero keluarkan energi sihir tepat dipedang lalu menyerang bertubi2 tapi Alexia masih gunakan satu tangan untuk menangkis semua serangan.


Zero kewalahan sedikit.Dia meliat Alexia sungguh nggak kewalahan. 'Gadis ini tidak menggunakan sihir apa pun .Aku perlu tahu celah nya'Zero berfikir lalu menyerang Alexia di sisi kiri.


'Oh kau udah jumpa celahku ya. Menarik ' kata hati Alexia dah menghalang Zero daripada menyerang sisi kirinya.


KIIICIINGGGG STRANGGGG


(bunyi pedangnya gais)


Alexia melempar pedangnya ke atas. Zero beras itu kesempatan emasnya tapi bukan..Alexia mengelak semua serangan Zero .Saat pedang Alexia ingin jatuh ,Alexia melompat mengambil pedangnya lalu mengarah ke leher Zero.


"TIME OUT pemenangnya Alexia .." celah Pak Kei dengan lantang.Alexia pergi ke arah Yiln dan dia dikuti Zero.

__ADS_1


"Graay aku kalah ama cewek "Zero buat muka kesalnya."Nggak papa kok Tuan Zero. "Graay hanya beri sedikit semangat.


"Kalian patut bersyukur Alex nggak serius dlm perlawanan sih.Tapi emang benar sih dia nggak pernah serius mulu kalau ada perlawanan "Yiln menggaruk kepala. Alexia menepuk pundaknya Yiln.Dan memasang muka seram.


"Alex jgn marah dong. Canda aja... Oh ya kau ada kerjaan nggak sore ni "tanya Yiln ,dia mengubah topik agar Alexia tidak memasang muka seram nya.


"Ada...kau lupa kah hari ini ujian pertama kelompok aku sama kelompok Fayn.Cih aku benci mengatakan tapi Zero dan Graay berada ama kelompok aku dan juga ..."Alexia kemudian membisikkan sesuatu. Yiln tiba2 gelak.


Zero dan Graay tertanya tanya apa yg dibicarakan oleh Alexia.Mereka berdua hanya mendiamkan diri dan tidak menyampuk obrolan mereka.


" Emang patut pak kepsek atur gitu.Bahaya juga kalau nggak terkawal." Yiln menyambung ketawanya. Alexia dengan eksperesi datarnya seakan tiada apa yg bisa buatnya ketawa.


"Ya udah sih... aku ada latihan sihir ama Bu Rina sih .Aku serahkan mereka berdua padamu.Dadah Alex"kata Yiln lalu pergi keluar dewan itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*hallo gais...maaf ya kalau nggak seru inih cerita. Authornya masih pemula. Tapi harap menyukai alur buatan cerita ku


komen


like

__ADS_1


share*


__ADS_2