
Zero masih terdiam dengan semua perkenalan itu.. "Kenapa kaget " tegur Alexia tersenyum miring . Zero tidak bisa bertentang mata karna senyuman Alexia terasa aura mengerikan. "Senyuman mu itu seperti biasa mengerikan " kata Lily ketawa kecil.Alexia berdecih kesal .
" Jadi keputusannya Lexia?? " tanya Jenderal Gold Tiger yg menyilang tangannya. " Lemah" jwb Alexia tanpa rasa bersalah.
"Yah ...lemah rupanya harapan ku terlalu tinggi padanya " celah Jenderal Crow mengeluh kecil. Tiba2 Graay menyerang satu sihir besar ke arah mereka. Tapi pelindung es besar lindungi mereka.Zero kaget sihir es itu membutuhkan lima org untuk mengalirkan energi untuk membuat satu pelindung besar.Tapi Alexia hanya menggunakan tangan kanannya untuk keluarkan sihir nya itu.
"Kalian berutang denganku" kata Alexia dan terus meleraikan sihir es sebesar itu. "Benar2 nggak kesabaran menyerang kami " kata Jenderal Gold Tiger ketawa kecil. "Lion bisa nggak kau beresin si Pelayan kecil pangeran itu " tanya Jenderal Crow . " Jgn memerintahkan ku "Lion terus melompat ke arah Graay dan mendarat betul2 depannya... "Kalian tenang dulu.Jgn gegabah mulu.Mereka dtg mungkin berikan keuntungan kerajaan ini " celah Raja Xander menghalang serangan Lion. " Cih .." Lion seakan kecewa.Dia pun mundur dari situ.
" Xander aku mau pamit ada urusan .Crow dan lion ikuti aku juga " kata Lily si Black Scorpion. Crow menghela nafas berat. "Kok aku ikutan sama cewek galak ini " Lily terus memukul perutnya . "Berisik amat. Lion angkat Si Crow ni.. Xander aku pamit dulu yah " Lily pun pamit keluar dari ruangan bersama Lion Crow. Crow terpengsan akibat tumbukan eh bukan renjatan racun dikit.
"Sadis sama seperti mu Lexia-chan " Eric dari tadi mendiamkan diri mulai bersuara. " Nggak usah sindir aku lah " Alexia menjeling tajam.
" Kami juga mau pamit. "kata Gold Tiger . Jenderal Godzilla pun ikuti Jenderal Gold Tiger dari belakang. Selepas mereka benar2 pergi baru Xander menghela nafas lega.
"Hilang semangat ya pak tua " sindir Alexia sambil tersenyum sinis. "Gara gara kamu ni...apabila mereka nampak kamu membawa dua org asing. Mereka terus tertarik tahu nggak. Bikin pusing aja bila semuanya berkumpul." Xander memicit kepalanya sedikit. Agak pening sama perangai Alexia yg tidak menentu.
"Ayah bukan nggak tahu perangai Lexia-chan .Suka beri kejutan mengejutkan " celah Eric ketawa sedikit.
"Tapi kenapa kau menyerang ya " Alexia berjalan kearah Graay. "Aku bukan apa serangan kau terlalu lemah .Mereka boleh aja menepis dan membunuh kalian berdua. Tapi nggak seru jika kalian dibunuh oleh mereka. Sia-sia aja " kata Alexia berpusing pusing mengelilingi mereka berdua. " Jgn remehkan kami" kata Graay agak keras.
" Aku nggak pernah remehkan kalian. Tapi kalian terlalu lemah "Alexia ketawa sinis .Dia seakan menyindir mereka berdua.
"Kenapa membunuh tentera kerajaan kami" tanya Zero dengan tiba2 apabila teringat tengkorak yg diberikan oleh Yiln. "Ada satu perintah yg dimana setiap wilayah yg diberikan oleh kerajaan kepada para jenderal bunuh para musuh dan penceroboh. Wilayah Lexia-chan unik dikit. Hewan iblis miliknya berkeliaran loh " sampuk Eric pula.
" Apakah kau monster bisa aja manggil hewan iblis. Bagaimana kalu mereka berkhianat " tanya Graay tergagap sedikit walaupun Alexia melototinya." Udah lah aku males. Pak Tua aku mahu jumpa sama dia " Alexia hanya pergi begitu aja.
"Nggak adil aku mahu ikut sama kamu "Eric seakan nk ikut dengan Alexia tapi ditarik oleh Raja Xander. " Biar Lexia dingin kepalanya . Apa kau nggak liat mata warna nya berubah " kata Raja Xander menasihati putranya.Eric menggangguk tanda faham.
__ADS_1
"Baik ayah ...." Eric seakan sedih. Dia ingin sekali ikuti Alexia kemana sahaja karna dia menganggap Alexia adiknya. " Langsung ke topik nya . Ada surat dari Raja Finon kah " tanya Raja Xander menatap Zero dan Graay bergilir gilir. "Oh ya " Zero mengarah Graay mengambil segulung kertas dengan cop kerajaan lalu memberi kepada Raja Xander.
Raja Xander mebaca dengan cepat lalu menyuruh pengawal istana menghantar kepada seseorang yg lebih tinggi pangkatnya.
" Dan kalian berdua nggak usah ambil hati perkataan Lexia... Dia memang begitu sejak dulu. Tiada emosi positif dlm kamus hidupnya " Kata Raja Xander melihat ke luar jendela..
" Eric bawa tamu ini keliling kastil ini dan satu lagi aku lupa ingin beritahu pada Lexia. Rapat sama para tetua dan petinggi militer akan diadakan disini esok pagi... " kata Raja Xander tanpa melihat mereka.
Eric hanya menggangguk lalu mempelawa Zero dan Graay ke luar .Mereka pun berjalan beriringan. "Ermm Pangeran Eric " tanya Graay menggaruk kepala.
"Santuy aja manggil Eric sahaja. Ada apa " tanya pula Eric .
" Mengapa Raja Xander terus memberi surat tadi pada pengawal itu " tanya Graay .Zero hanya menggangguk tanda menyokong pertanyaan Graay.
" Ada yg lebih berkuasa dari kami...kami hanya muka depan dan yg lebih berkuasa dibalik tirai memerhati kami dan memerintah dari belakang. " jwb Eric sedikit perlahan tapi dapat didengari oleh mereka berdua.
"Oh gitu ya... " Zero agak sedikit ragu2 siapakah bisa memerintah Kerajaan Owwen yg pernah menang dlm peperangan 3 ribu tahun dahulu dengan salah satu kerajaan iblis dari 4 kerajaan iblis.
"Apa kalian nampak Lexia " tanya Eric menggosok gosok kedua kepala putri kembar. "Hadeh mcm biasa pergi ke arah makam Tante Crystaly " jwb Elise menghela nafas berat. " Dan satu lagi raut muka Lexia seakan pengen bunuh org ...kak Eric tahu sesuatu " celah Elena. Eric memandang Graay. Lalu dia mengangkat bahu tanda tidak tahu .
" Sebaik nya jgn buat gitu lagi .Mungkin selamanya kita nggak bisa melihat itu lagi " pesan Elena agak tegas.
"Baik kedua adikku yg kawaii ..kami pamit dulu ya " kata Eric lalu menghilang daripada pandangan Elena dan Elise.
"Elen apa kita nggak bisa menceriakan Lexia-chan " tanya Elise agak perlahan. "Mungkin mustahil sama sekali" jwb Elena .
Zero dan Graay melihat raut muka Eric agak serius. Sampai disatu tempat , terlihat Alexia meletakkan bunga lili putih dihadapan makam besar itu dan terus menyentuh lembut batu makam itu.Mereka hanya memerhati dari jauh.
__ADS_1
Alexia pun terus memunculkan terus bunga aneh di tangannya . Manusia biasa tidak mengetahui bunga apa itu tapi Eric mengetahui...Alexia meletakkannya di tepi bunga lili putih. Alexia memandang makam dengan tatapan kosong.
" Lexia-chan...udah lama nggak kemari kesini" Seorang wanita anggun pakaiannya adalah permaisuri. Mukanya hampir sama dengan Eric ." Kamu ni dtg nggak beritahu bonda. Terus dtg dengan tiba2 . Oh itu bukan kah Bunga Iblis ." kata Permaisuri itu menatap Alexia.Sedangkan Alexia menatap makam itu.
"Lexia ,bonda kangen banget sama kamu . Udah lama nggak ke kastil ini. " Permaisuri itu terus memeluk erat Alexia . Eksperesi muka Alexia hanya dingin.
Alexia menolak dikit pelukannya Permaisuri itu. "Sok baik " hanya itu yg dikatakan oleh Alexia . Permaisuri Clara hanya tersenyum tipis. Alexia ingi cepat pergi dari situ " Kamu masih mencari Arzase " Mata Alexia terus menjeling tajam . Dan terus pergi membiarkan pertanyaan permaisuri itu tidak terjawab.
" Haih ...tatapan itu hampir sama dengan mu Crystaly " Permaisuri Clara mengeluh berat.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya update ya lama .Ada yg kangen cerita aku nggak .Aku lanjut sebisa mungkin. Gara2 pr ku banyak aku kelupaan untuk update.
Btw **siapa Arzase ya ??? Ditunggu ya
komen
__ADS_1
like
share**