AKADEMI SIHIR

AKADEMI SIHIR
13. Labirin Buatan


__ADS_3

Di kediaman Refan,


"Sebelum itu biar aku perkenalkan diri ...Aku kepala desa Toswen, Refan Cwoll ..." Refan perkenalkan diri yg sebenarnya." Kau ini ras manusia atau- "tanya Zero dengan tiba2.


"Ras iblis loh." Refan menatap Zero agak tajam.Graay kaget dengan penyataan Refan .


"Bukankan Ras iblis musuh para manusia" celah Wendy agak ragu2. "Kalian lupa ya nggak semua ras musuh ras iblis. Dan kota Gion menerima semua ras "kata Eric agak santai."Tapi ras iblis mungkin akan bunuh kita semua " kata Zero lagi. Alexia terus menghentak meja dengan satu pukulan tangan terus hancur.Semua jadi kecut perut. "Baik kalian ikut sahaja tes yg diberikan nanti .Jgn banyak berisik " Alexia pun keluar dari ruangan itu. Eric sedikit murung apabila melihat Alexia begitu.


Hampir semua mendiamkan diri.


"Langsung ke inti aja.Tua- ehem maksudku nona Alexia meminta aku hantar kalian ke dlm Labirin Buatan kami .Jadi kalian berlima perlu ke labirin dan hadapi monster buatan ku .Tuan Eric akan beri penilaian kepada kalian.Ayo kita ke labirin " ajak Refan . Mereka pun ikuti Refan ke labirin.


Apabila tiba di labirin,


"pintunya gede "kata Sasa ." Iya sih ." kata Wendy pula. Mereka agak kagum dengan ukiran di labirin itu."Baik kalian silakan masuk aku akan memerhati kalian dari luar. Semoga berjaya " kata Eric dengan memberi semangat yg luar biasa.


" Baik " jwb serentak mereka berlima .Mereka pun memasuki labirin itu." sekarang aku perlu mencari Tuanku " kata Refan ."Hye Refan maafkan mereka ya .Perkataan mereka kasar sekali sehinggakan Lexia tersinggung "kata Eric yg sedang memandang pintu labirin.


"Nggak perlu sungkan memangnya ras kami di benci oleh Ras lain "kata Refan terus melesat pergi dari situ.


Di dlm labirin,


"Inikah dinamakan Labirin Buatan keren " kata Sasa terkagum ."Halo halo ..apa kalian ada disana " satu suara menggema di labirin itu.


"Suara tuan Eric " kata Isaac."Yah kalian bisa ngenal suara ku ...oke baiklah aturannya senang aja ...tepat kalian berdiri akan ke labirin terdalam ikut kesesuain ukuran kekuatan kalian.Semua level monster ini rata2 kekuatan kalian aja. Dan juga ada monster setara dengan ras iblis jadi hati2.Dan satu lagi kalian harus bekerjasama untuk beberapa teka teki ..kalian akan keluar dari labirin empat jam setelah itu .Itu sahaja dari ku ..semoga sukses " suara itu pun hilang.


" Jadi kita perlu tung-" tiba 2 serentak mereka semua jatuh tepat di bawah kaki mereka. AAAAAAAHHHHHHHHH


Sementara Alexia,


Alexia hanya melihat bintang di langit. Angin bertiup lembut membuatkannya sedikit tenang ." Nggak perlu sembunyi Refan " tegur Alexia dengan memejamkan mata.

__ADS_1


"Maaf ketidaksopanan ku, Tuanku " kata Refan berada dibelakang Alexia."Apa yg kau rencanakan Refan " tanya Alexia agak sedikit menekan. Refan hanya terdiam.


"Nih pihak miltary sudah keluarkan perintah pada ku " Alexia menunjukkan surat .Dan surat itu terapung oleh sihir Refan.Refan menerimanya lalu melihat isinya.


"Ref ,hentikan rencana mu " kata Alexia. " Tuanku kapan mau bebas sama mereka.Walhal tuanku bisa aja musnahkan mereka dalam satu malam . Dan juga kita bisa aja memerintahkan mereka ." kata Refan dengan sedikit membentak.


" Ras iblis selalu di dlm bayangan ras lain bukankah kesempatan bagus untuk berperang sama mereka.Lagipula Tuanku adalah anak kepada Raja Iblis Putih- " tiba2 tangan Alexia mencengkram leher Refan.


"Jgn sebut nama si pak tua br*ngsek di depan aku . Jgn sampai aku kehilangan kesabaran aku " kata Alexia dan dia melepaskan cengkramannya . Refan terbatuk batuk akibat Alexia cengkram dengan kuat. Apabila dicengkram oleh manusia seperti rasa digigit oleh semut ..tapi apabila dicengkram oleh Alexia seperti setengah mati.Benar2 cewek berbahaya .


Refan berdiri dan betulkan posisi nya.


"Baik Tuanku ...aku ngerti peringatan anda dan aku ngerti posisi ku sebagai iblis rendahan .Kalu gitu aku pamit " Refan hendak pergi tapi Alexia ... " Aku udah memberi pesan sama mereka bahawa tiada pemberontakan berlaku disini " kata Alexia dengan sedikit tenang . "Makasih " itu aja ucapan dari Refan .Dia pun berlalu pergi.


Alexia hanya memandang langit dengan tatapan yg kosong. ' Yo ' sapa satu bayang2 hitam yg terapung di tepi Alexia. Alexia tidak melayannya. ' Alah dicuekin ...lama nggak ketemuan .Kau nyambutku dengan dingin ' bayang2 hitam itu keliatan kecewa.


' Oi jgn cuekin aku dong...' protes bayang2 hitam . "mengapa kau muncul " tanya pula Alexia. ' Bosen terus hanya di Ruang jiwa kosong mu itu...Ehhh aku juga jiwamu tapi hanya setengah ' bayang2 itu ketawa kecil.


'Ihh ketemuan samamu buatkan aku muak aja ..Dadah..mau nyambung tidur 'kata bayang2 itu masuk semula ke dlm tubuh Alexia. Alexia hanya memandang langit terus.


Dia pun ke kediaman Refan .


Setelah empat jam berada di labirin buatan semuanya keluar dengan rasa kelelahan .


"Udah capek kah kalian " tanya Eric agak sinis. "Iyalah Tuan Eric.. semua monsternya agak aneh dan kuat buatkan kami capek melawannya " jwb Wendy .. yg lain hampir setengah mati . Eric ketawa besar.


"Labirin Buatan memang agak bahaya sih ...kalian baru sahaja memasuki lantai 1 sampe 5...nggak sampe ke lantai 50 ... " kata Eric. " Jadi kami perlu sampe ke lantai 50 kah" tanya Zero. "Nggak kok ... soalnya pagi nanti kita perlu ke kota. Isaac ,Wendy dan Sasa bisa pulang ke akademi .." kata Eric... "Kalian udah keluar ya,Tuanku mengarah aku membawa kalian untuk istirahat bentar " celah seseorang dari belakang Eric.


"Silakan ikutiku " kata Refan .Mereka semua pun ikuti Refan akibat kelelahan mereka tidak banyak berbual...setelah mengantar mereka semua . Tinggal Alexia ,Eric dan Refan di meja makan.


Refan menyediakan teh kepada mereka berdua lalu duduk di kerusi. Kediaman nya besar tapi hanya ada tiga pelayan .

__ADS_1


"Nih keputusan mereka bentar tadi." Eric menyerahkan laporan ke Alexia. Alexia menerimanya lalu menyimpannya.


" Lexia apa kau marah dengan omongan mereka " tanya Eric berhati hati ..sekiranya silap bicara bisa dihabisi oleh Alexia.


"Nggak terlalu. Lagipula itu konyol sekali " jwb Alexia dengan tenang.


"Haih....oh ya kau pergi ke pesta ultah kedua adikku nggak " tanya Eric .Dia mengalih topik agar tidak terasa situasi canggung.


"Kak Elen sama kak Elise maksa aku sih...lagipula aku juga perlu antarkan mereka berdua juga " jwb Alexia ...


"Oh gitu ya ... esok ramai bangsawan akan kemari ke kastil. Dan wakil kerajaan kecil juga ada . Harap kau nggak- " Eric ingin nasehat pada Alexia. " Baik ..aku tau tapi sekiranya ada perkelahian jgn salahkan ku " kata Alexia seakan tidak bersalah.


"Dan satu lagi kau perkenalkan diri pada bangsawan lain karna tidak ramai mengenali Jenderal White Fox . " sambung Eric lagi.


"Cerewet lah kau ni..." Alexia menghirup teh yg disediakan oleh Refan .


"Refan ...ada informasi dari tentera bayaran itu. Setahuku mereka bukan berasal dari militer " kata Eric.. " Oh mereka berasal dari Desa Hunter ... mereka pasti dibayar untuk basmi kami. " jwb Refan setelah sekian lama mendiamkan diri.


"Pasti kerja Lion pyscho tuh " celah Alexia.


"Kalian nih nggak bisa akur kah ." tanya Eric tertepuk dahinya sendiri.


" Dia mulakan dulu..." jwb Alexia agak menyindir."Hadeh ....baik2 ...kau pergilah tidur nanti esok kita perlu bertolak " Eric pun ingin menutup topiknya.


Alexia pun berlalu pergi setelah menghirup teh.Eric hanya menggelengkan kepala. Dan Refan mulai mengemas meja ...


Luios Eric Owwen



Refan Cwoll

__ADS_1



__ADS_2