
Alexia ,Zero dan Graay masuk ke dlm ruang osis. "Kalian duduk di situ dahulu."arah Alexia lalu masuk ke bilik ketua osis.
Dalam bilik ketua osis,
Alexia terus menukarkan pakaian kepada jaket putih berlengan pendek seketika kemudian dia berasa kesal tapi cepat2 dia memakai pakaian baharu .Kemudian dia menyarungkan sarung tangan hitam hijau, melepaskan ikatan rambut putihnya dan memakai head phone.( gambaran untuk kalian yah)
"Status plates active "kata Alexia. satu skrin muncul di depan Alexia.
( info tambahan ... status plates akademi dan status plates military sedikit berbeza )
*****Status Plates Military*************
Name : Alexia Silver Al Axxus
Job: Tentera Military
Rank: SSS
year: 17
Posisi : Jenderal
Tipe ras: Unknown
Point : 80000 koin emas
Tipe magic: Es
Tipe weapon: Tombak,pedang ,pisau ganda2
Special magic : Unknown
Special Weapon : Unknown
Energy magic : Unknown
Stamina body : Unknown
[ 1 pesan suara masuk]
**********************************
' Pesan?' Alexia membuka [] .Alexia terus menutup status platesnya.
'Duh ultah Kak Elena sama Kak Elise ' Alexia tertepuk dahi karna baru teringat akan ultah mereka esok.
'Aku nggak suka ama keramaian'Alexia menghela nafas berat. 'Ya udahlah...bertolak awal aja' Alexia kemudian memberi pesanan kepada ahli kelompoknya. Jumpa di area 1 (pesan Alexia)
Alexia menulis sesuatu di kertas.Selepas itu dia menggulung kertas dan mengikatnya. Kemudian alexia meniup seruling phionex agak merdu didengari. Selang berapa minit muncul seekor burung phionex mendaray di luar jendela dan ia terus bertukar menjadi manusia.Alexia membuka jendela.
"Hio antarkan surat ini pada Refan di Desa Toswen ya ..." Alexia menyerahkah segulung surat kepada Hio. "Baik nona ada keperluan lagi" tanya Hio. " ada beritahunya nanti aku sampai desa Toswen delapan malam " kata Alexia. "Baik nona " Hio terus bertukar menjadi burung lalu terbang dari situ.
Selang beberapa minit Alexia keluar dari biliknya. " Apa yg kau buat " tanya Alexia kepada Zero apabila melihat Zero sedang membaca beberapa dokumen di atas meja kerja nya. "Boleh aku nanya mengapa bisa dokumen tiba2 muncul kesini" tanya Zero.Alexia melihat Zero dengan muka datarnya.Kemudian Alexia merampas dokumen dipegang oleh Zero.
'Pesan militer ..apa yg mereka mau ' kata hati Alexia seketika membuka pesan itu.
__ADS_1
[WF : Basmi pemberontak di Desa Toswen]
Alexia pun menyimpan dokumen itu karna informasi pemberontak di Desa Toswen.
TOK TOK TOK
"Masuk aja" kata Alexia. Wendy dan beberapa org lagi masuk.
"ada apa manggil kami " tanya Isaac sambil menggaruk kepala."Nanti kalian ngerti ..Wendy teleport kami ke Desa Pinggiran Air " arah Alexia. Wendy menggangguk. Selang beberapa minit mereka udah tiba di pantai desa.
"Teleport sejauh ini membuatkan aku lelah" Wendy terduduk.Alexia hanya berpeluk tubuh."Jadi mengapa kami disini " tanya Zero.
"Biar org itu menerangkan " kata Alexia "Insting mu memang peka sekali Lexia" Eric menepuk tangan."Jenderal " hormat Wendy , Isaac dan Sasa . Alexia hanya menjeling tajam. "Baiklah sebelum itu aku perkenalkan diri."kata Eric lalu membuka Status Platesnya
*****Status Plates Military************
Name: Luios Eric Owwen
Job : Tentera Military
Rank : S
year : 25
Posisi :Jenderal
Tipe ras : Human
Point : 50000 koin emas
Tipe Weapon : pedang
Special magic : -
Special weapon : Pedang halilintar
Energy magic : 80000
Stamina body : 7000
*********************************
" kalian bisa manggil ku Eric aja. Santai aja ya. Dan juga sila perkenalkan diri kalian juga kecuali Lexia..mula dari kau ."kata Eric sambil menunjukkan Zero." Zero Jiann "jwb Zero. "Lexia mengapa mereka berdua kelihatan nggak ada Status Plates Akademi " tanya Eric kebingunan. "Esok kau akan tau"Alexia membuat muka tidak bersalah. " Begitu ya..baiklah sekarang ukur kekuatan kalian pula " Eric mengeluarkan satu Bola Kristal . "Lexia tunjukkan cara bagaimana ia berfungsi " arah Eric
Alexia pun maju ke hadapan. " Alexia Silver " Alexia menyebutkan namanya kemudian dia meletakkan tangan di atas bola kristal.Selang beberapa minit bola itu mengeluarkan angka. Angka kekuatan Alexia 100 000 .
Zero agak kaget .. ' Manusia biasa mana bisa menahan kekuatan sebanyak itu paling maksimun ialah 50 000 .' Zero sedikit curiga akan Alexia ..apakah Alexia benar2 manusia.
"Kau benar2 menahan diri bukan "tanya Eric dengan muka kesalnya." Udah itu minim kekuatan ku " kata Alexia dengan santai.
Selesai mengukur kekuatan ,"Baiklah.Ayo jalan " Kata Eric dengan semangat. Mereka pun memulakan perjalanan. Alexia dan Eric berada di hadapan.
"Jadi Lexia-chan apa kau datang esok " tanya Eric . "Teserah aku lah "jwb Alexia kemudian Alexia memberi segulung dokumen kepada Eric."Mereka menyuruh apa lagi pada mu " tanya Eric selepas menerima gulungan Alexia.
Tiba2 ada phionex terbang dengan laju ke arah Alexia. Terus mendarat tepat di depan Alexia .. "Gawat nona... Desa Toswen dise- " Hio ingin melanjutkan omongannya tapi apabila dia melihat ada org lain.
__ADS_1
"Lanjutkan omongan mu "kata Alexia ."Desa Toswen diserang oleh tentera bayaran " kata Hio. "Hio bisa kami menunggang mu "kata Alexia. Hio pun menggangguk lalu Hio menjadi burung yg besar.Alexia duduk di punggung burung itu.
"Kalian naik " arah Eric.Mereka ikut arahan Eric .Kemudian mereka terbang agak tinggi. Selang beberapa minit mereka lihat dari atas banyak kediaman yg terbakar dan juga ada tentera yg sedang bunuh penduduk itu.
"Hio turunkan kami " arah Alexia ..Hio kemudian terbang kebawah dengan perlahan lahan."Lexia jgn lepaskan amarah mu ya " pesan Eric . Alexia males mahu mendengar dan di tangannya muncul satu tombak putih. " Dasar " Eric hanya menggeleng kepala . " Baik kita menolongnya " kata Zero dan dia ingin menolong Alexia tetapi Eric menghalang ."Sebaiknya kalian jgn menolong Alexia." kata Eric dengan tajam .. " Tapi mereka kelihatan tangguh "bentak Zero ..Dia agak berang mengapa Eric menghalangnya.
"Lagipula dia seakan tiada sihir..kami tahu dia kuat tapi bisa kah dia mengalah semuanya " celah Graay."Hadeh kalian liat aja sendiri " tunjuk Eric ke arah Alexia.Hampir semua disitu kaget apabila melihat Alexia gunakan sihir.
Sementara Alexia,
Alexia mengeluarkan sihir es dari kakinya.Dan semua benda terbakar terus terpadam.Raut mukanya datar seakan nggak ketakutan langsung.Saat ada yg ingin menyerangnya Alexia menghayunkan tombaknya ke arah tepat pada yg ingin menyerangnya.
"Kau siapa ."tanya salah satu tentera bayaran seperti nggak takut sama Alexia.Alexia tersenyum miring. "Sepertinya kau lebih tangguh " kata Alexia lalu menyerang menggunakan tombaknya.
Tapi tentera itu dapat menahan serangan Alexia. Alexia pun mundur." Kau bisa nahan tombak ini ya.. bagus.. "Alexia menyerang org itu bertubi tubi.
Di tempat Eric,
"Apa kalian nggak lihat" kata Eric agak santai."Nggak mungkin " kata Zero...
" Apa lexia nggak beritahu identiti yg sebenarkah ..."tanya Eric.
Zero dan Graay menggeleng." Hah ..esok mungkin kalian mengetahui nya.Buat masa sekarang jgn remehkan Lexia. Hio kau pulang dahulu nggak perlu khawatir sama nona mu ..aku menjaganya " kata Eric agak serius.
Hio pun terus pulang ke akademi.
"Pesan ku pada Isaac tipe penyihir menyerap sihir yg lain . Jgn sesekali menyerap sihir nya Alexia dan adik beradik nya yg lain "kata Eric agak tajam. Isaac menelan ludah apabila Eric berkata begitu .
Berbalik kepada Alexia ,
"Apa kau tidak mahu selamatkan org ini" tanya tentera itu yg sedang cengkram leher seorang pria .
Alexia terdiam mulai ketawa."K-kenapa kau ketawa " tanya tentera itu agak membentak.
"Refan mau sampai kapan tertidur sama dia .Atau mau dibunuh oleh ku " tanya Alexia mengosok gosok tombaknya.
"Nggak baik loh Tuanku" pria itu pun menedang muka tentera itu. Dia membetulkan tengkuknya. " Lumayan juga dia cengkram leher ku ya " kata pria itu .
"Refan habisi sisanya ..aku udah muak " kata Alexia lalu menyandarkan diri di dinding rumah yg hampir roboh.
"Dengan senang hati ,tuanku " Refan mengeluarkan satu cakar besar di tangannya lalu menebas kepala tentera itu. Setelah beresin semuanya,Refan mempelawa masuk ke dalam kediamannya.
.
.
.
.
.
maaf ya update ya lama..
jgn lupa like and komen 😅
__ADS_1