AKADEMI SIHIR

AKADEMI SIHIR
16. Tetua Klan Al Axxus


__ADS_3

"Eric kapan mahu perhati bonda dari situ " tanya permaisuri Clara ke arah Eric dan yg lain .Telinga Eric terus dipulas oleh Permaisuri Clara. "Auuchh sakit bonda " Telinga Eric dilepaskan dan Eric menggosok gosoknya.


Kemudian Permaisuri Clara meliat org2 asing dibelakang Eric ."Siapa mereka " nada permaisuri berubah serius. " Mereka tamu yg dibawa oleh Lexia-chan " jwb Eric dengan gaya comelnya... " Er- Patik Zero dan ini kwn patik Graay " Zero menunduk sedikit tanda hormat .Permaisuri melihat penampilan Zero lalu ia tersenyum.


"Sekiranya begitu beta jemput kalian minum teh hari ini..Kita ngobrol panjang ya " Permaisuri itu tersenyum manis. Permaisuri mengajak mereka ke taman istana. Taman itu dipenuhi bunga lili putih dan beberapa bunga sampingan . Zero sedikit tertegun akan keindahan taman itu . Mereka pun duduk di kerusi yg disediakan dan diatas meja dihidangkan teh dan kue .


" Cantik bukan taman ini " tanya Permaisuri Clara. Zero hanya menggangguk . " Bunga ini ditanam oleh Tante Crystaly " celah Eric lalu mengambil kue yg disediakan.


" Anu dari tadi patik dengar nama itu .Siapakah gerangan nya " tanya Zero dengan sopan. " Adik iparku sekaligus bundanya Alexia dan adik beradiknya .Bundanya sudah meninggal saat Alexia 7 tahun " terang Permaisuri Clara.


"Dan juga kalian terjebak permainannya" kata Permaisuri Clara menatap muka zero dan graay satu persatu. Eric tersembur air tehnya. Dan dia terbatuk batuk.Apabila kembali keadaan baik dia terus menegakkan tubuhnya.


"Haih mengapa Lexia nggak menghalanginya.." Eric menepuk dahi tanda kesal.Zero dan Graay terpinga pinga tidak tahu apa yg mereka cakapkan.


"Loh Kak Luios ngapain muka mu terlihat kesal.Mengapa ya . " Tiba2 muncul sosok laki2 .Tidak lain tidak bukan itu Worz.


"Ehh Kaget " Eric melatah agak kuat.


"Haih mulain dah " gumam Permaisuri Clara.


" Tante Clara ..Nampak adikku yg manis nggak . Dia memutus kontak sihirnya dengan ku " Worz mendekati Permaisuri Clara .


" Nggak tahu.Kamu nggak ada kerjaan kah.." jwb Permaisuri Clara..


"Oh gitu ya.Ada kok kerjaan tapi aku bolos bentar.Dan juga pemain disini juga ya. Kak Luios jgn ganggu pemain ku loh. "kata Worz lalu duduk di tempat kosong lalu menghirup teh. " Lexia nggak menasehatimu kah " keluh Eric agak berat.


" Adik manisku nggak menghalangiku lagian dia pasti ada kerjaan.Makasih untuk teh yg manis ini " selesai minum Worz terus menghilang.


"Dasar Worz sialan " pundaknya Eric ditepuk agak keras oleh Permaisuri Clara. "Jaga omonganmu. Pangkat Worz lebih tinggi dari kamu loh"kata Permaisuri dengan santai.


Eric pun cemberut. Selesai makan dia terus bangun dari situ " Mau kemana " tanya Permaisuri Clara. "Cari Lexia-chan .Bisa2 saja ada mangsanya "kata Eric pergi dari situ. Sehingga mereka tidak nampak bayangan Eric.


" Apa yg dimaksud kan pemain oleh Tuan Worz .." tanya Graay. Permaisuri Clara menghela nafas berat. " Worz tampak aja begitu. Suka bermain main.Dia menyukai game dengan musuh dan Worz menganggap kalian musuh . Sekiranya kalian kalah kalian diberi dua pilihan iaitu nyawa atau anggota badan kalian. Dan sekiranya kalian menang nyawa kalian terselamat sih ." Permaisuri memakan kue dengan sopan.


"Apakah tiada cara tuanku untuk keluar dari permainannya " tanya Graay ..Raut mukanya agak cemas. "Tenanglah Graay "Zero menenangkan pelayan setianya.


" Sememangnya tidak mungkin bahkan Eric kalah sama Worz dan bayarannya mata kirinya. Eric nggak bisa liat apa2 dengan mata kirinya tapi tidak lama selepas itu, Lexia mengambil mata batin milik mangsanya diberi ke Eric dan Eric bisa melihat energi sihir dlm badan seseorang .Mengambil masa setahun untuk membiasakan diri" kata Permaisuri Clara .


" Mengapa nggak menghentikan game dia Tuanku " tanya Zero agak tenang .Dia berusah menenangkan diri agar tidak kelihatan seperti org bodoh tidak tentu hala.


"Tidak bisa. Tiada siapa bisa lolos permainannya sekali udah jadi pemain harus teruskan sekiranya tidak nyawa kalian melayang " kata Permaisuri Clara .


"Worz suka menyerang musuh dengan perlahan lahan membunuh dan menikmati jiwa musuhnya berkebalikan dengan Lexia. Lexia menyukai membunuh terang terangan tidak mengira ampun. Kedua beradik ini bar bar dlm pertarungan tapi tugas yg diberi akan diselesaikan dengan santai." sambung permaisuri Clara .Zero pun teringat akan kedua adik2 laki laki mereka.


" Oh ya bagaimana adik2 laki2 mereka apa mereka mengetahui kegiatan mereka berdua" tanya Zero.

__ADS_1


" Nggak pasti karna kali terakhir kulihat mereka berdua 6 tahun yg lepas .Dua adik2 laki2nya nggak pernah keluar dari wilayah Lexia. " Permaisuri menyambung minuman teh nya.


"Jadi dia pengguna tombak ya " celah Graay.


" Ya ampun dia gunakan tombak itu lagi .Mengapa ia gunakan tombak " tanya Permaisuri seakan cemas .


"Karna Desa Toswen diserang dan kepala desanya ialah Ras iblis " jwb Zero.


" Oh gitu ya.. Haih dasar ..Beta hanya khawatir sama keselamatannya. Anak dan bapak sama aja " Permaisuri memicit kepalanya. Omongan terakhir itu dipelan kan.


"Mengapa dia membela ras iblis walhal ia ialah ras manusia " bentak Graay dengan tiba2. " Graay tunjuk sopan santunmu. " tegur Zero pula . "Maaf ya tuanku...desa halamannya di serang sekelompok iblis " kata Zero dengan menunduk tanda minta maaf atas ketidaksopanan pelayannya.


"Beta tahu itu ras iblis memangnya musuh ras manusia dan beberapa ras lain .Bagaimana mana ya mau bilang. Satu hari nanti kalian akan tahu sendiri kenapa ." jwb Permaisuri Clara dengan tenang.


"Bonda " sapa Elise dari belakang mereka.


"Oh Elise .Mengapa " tanya Permaisuri Clara.


Elise memandang Zero dan Graay terus ia membisik sesuatu ditelinga Permaisuri Clara.


Permaisuri Clara terus membeliak mata seakan kaget. " Seriusan Elise .Dia terus kesini ." tanya Permaisuri Clara masih kaget.


"Serius , Lexia-chan sama Kak Eric sudah disana. Kak Eric nyuruh aku manggil mereka berdua ke ruangan..Aku pamit ya ada kerjaan di laboratium" Elise pun terus pergi.


" Baiklah...Kalian berdua ayo ikuti aku " Permaisuri mempelawa mereka berdua .


Mereka tiba di satu tembok agak jauh dari taman istana . " Kok kesini " tanya Zero. Karna di hadapan nya ada tembok.Permaisuri Clara tersenyum lalu ke arah susunan batu dan ia memusingkan batu itu .


Tiba2 keluar tangga bawah tanah. " Ayo " kata Permaisuri Clara .Mereka menuruni tangga yg agak kedalaman.Mereka tiba di satu ruangan yg luas .


"seperti ini ruangan bawah tanah " kata Zero apabila melihat sekeliling. Permaisuri Clara pun tersenyum.


Kelihatan Eric sedang bersandar di dinding.


"Dimana Lexia dan tetua " tanya serius Permaisuri Clara.


Eric sedikit murung malah tidak menjawabnya. Tiba2 ada salah satu dinding terhentak sesuatu. Alexia memuntahkan sedikit darahnya.Dia pun mengelap darahnya.


Zero ingin menolong tapi dihalang oleh Eric. "Kita tidak boleh masuk campur urusannya " kata Eric."Tapi..." Zero agak belas kasihan pada Alexia tiba2 dipukul. Graay tertanya tanya kenapa sekuat Alexia bisa dipukul.


"Lemah. " muncul seorang pria paruh baya tapi masih tampan kok.Alexia pun bangun. Luka lukanya terus sembuh.



Jovender Rayman Al Axxus (salah satu tetua daripada 3 tetua klan)

__ADS_1


Alexia tersenyum sinis.Dan dia pun menyapu debu dipakaiannya. "Kau sememangnya suka bermain main bukan " celah Eric.


" Udah jgn banyak omong kosong .Langsung keinti nya Lexia. " kata Joven menatap kedua org asing yg dibawa oleh Permaisuri Clara.


"Sekiranya begitu aku pamit " kata Permaisuri Clara. Lalu menaiki tangga ke atas.


"Mereka ingin peperangan di medan dihentikan dan juga ingin negoisi sama kerajaan Owwen ...si pak tua itu kan udah ngantar suratnya ke kau ngapain nanya lagi" nada Alexia separuh mengejek tetua itu.


Joven tersenyum misterius.Lalu ia melihat Alexia dengan tenang ."Apaan " tanya dingin Alexia. "Eric akan menemani mereka berdua pulang ke kerajaan mereka. Dan kau Lexia ,aku ingin menyelesaikan misi besar yg memerlukan kau sama bawahan kau yg lain" hanya satu nafas tetua itu memberi arahan.


"Mengapa perlu menyeretkan sekali bawahan ku " tanya Alexia agak serius. "Serang Kerajaan Underworld.Itu sahaja " tetua itu membuka portal lalu pergi.Eric kaget besar. Tetua menyuruh Alexia menyerang Kerajaan Underworld yg begitu maju di bawah tanah.Dan punyai ras yg kuat seperti elf,dragon ,dwarf ,goblin dan roh.


"Apa kau nerima misi yg diberikan" celah Zero yg sedari ia mendengarnya dari tadi.


Alexia tidak memandang sesiapa. Tapi dia ingin pergi tapi Eric memegangi bahunya.


"Benar kau ingin pergi" tanya Eric yg sebenarnya dia agak khawatir. "Kau jgn campuri urusan ku " jwb Alexia.


"Apakah kau benar2 ingin menjadi iblis sejati Lexia " tanya lantang Eric. Alexia hanya melirik Eric dengan tajam .Lalu Alexia menaiki tangga. "Apa begitu penting Arzase pada kau" tanya Eric lagi . Alexia terus keluarkan pedangnya .


Lalu mencekik pelan lehernya Eric,Zero dan Graay ingin menghentikan tapi satu aura membunuh kuat menghalangi mereka.


"Jgn menyebut ayah br*ngs*k itu didepan.Ingat pesananku jgn campuri urusan hidup aku .Aku tahu nk buat apa. " Alexia melepaskan cekikannya. Lalu dia pergi dari situ. Eric pula terbatuk batuk dan sedikit mengeluarkan darah. Dia ketawa sedikit.


Zero dan Graay juga terbatuk batuk akibat tekanan tadi . Mereka agak merasa aneh apabila Eric hanya ketawa walau mengeluarkan darah.


.


.


.


.


.


.


Hai hai....baru di updatenya.Maaf ya.....aku pusing mau mikir apaan .


Apakah cerita ini seru?


Maaf ya nggak seru banget


Jgn lupa like

__ADS_1


share


and komen


__ADS_2