
Pagi yang cerah... Jam menunjukkan pukul setengah tujuh. Shira sudah siap untuk berangkat kerja. Dia sengaja berangkat lebih awal agar bisa mampir membeli makanan untuk sarapan di kantor sebelum mulai bekerja, karena ibunya yang biasanya menyiapkan sarapan untuknya belum juga pulang.
Shira segera memesan ojek online, dia biasa berangkat kerja menggunakan ojek online, tapi terkadang juga nebeng temennya...hhhh...biar irit.... perjalanan dari rumahnya sampai kantor memakan sekitar 30 menit.
Tak butuh waktu lama ojek online pesanannya datang... Shira pun bergegas memakai helm yang di berikan.
"Sesuai titik mbak?" tanya tukang ojek sembari menyalakan motornya.
"Iya mas.." Shira membonceng dan mereka pun berlalu pergi. Di perjalanan tak lupa Shira mampir membeli sarapan. Ia membeli bubur ayam kesukaannya.
Sampai di kantor keadaan masih sepi... Shira langsung bergegas naik menggunakan lift menuju ruang kerjanya di lantai 4, dan menikmati sarapannya.
"Bidadari!!!" Suara Eza mengagetkan Shira
"Bidadari dari hongkong..hmmm....!!" Shira memanyunkan bibirnya. "Jam segini kok tumben udah nongol Mas? Biasanya absen paling akhir..." Ucap Shira meledek Eza.
"Sesekali gak apalah berangkat pagi... biar bisa cepet ketemu bidadari...." Eza terus saja menggoda Shira. Berusaha melepas kail, agar ikan yang ia buru segera memakan umpan dipancingannya.
mendengar itu Shira hanya memanyunkan bibirnya...
Tepat jam 8, alarm kantor berbunyi, pertanda semua karyawan harus memulai pekerjaan sesuai divisi masing-masing. Eza di sini sebagai Kepala Divisi Keuangan, yang di bawahi oleh Shira sub divisi anggaran, Mbak Meta sub divisi akuntansi dan Mas Bira di sub divisi pajak. Untuk sub divisi keuangan mereka bertiga bekerja dalam 1 ruang di lantai 4, tentunya dengan meja kerja sendiri-sendiri. Sementara untuk Eza dia menempati ruang sendiri tapi masih dalam 1 lantai.
Karena ini akhir bulan, di ruangan ini mereka disibukkan dengan laporan laporan yang harus mereka buat. Tak seperti hari biasa mereka bisa bekerja sambil mengobrol, ngemil, bergurau dan terbang kesana kemari. Tapi di akhir bulan, setiap ruangan seperti kuburan...tak ada suara, keadaan seperti mencekam bahkan banyak sebagian staff melewatkan istirahatnya dan tetap duduk manis di meja kerjanya.
Mereka bekerja dengan serius tak terasa jam menunjukkan pukul 4, waktunya para karyawan meninggalkan pekerjaanya.
Mbak Meta berjalan menghampiri Shira yang masih duduk menatap komputer di depannya... " Ra...., yuuk pulang bareng aku.." seraya merangkul pundak Shira.
"Laporan aku masih kurang sedikit ini mbak, mbak Meta duluan aja gih...." ucap shira, sambil memegang tangan mbak Meta
"Ya udah... aku duluan ya Ra....” sambil melambaikan tangan meninggalkan Shira.
Eza menghampiri Shira dan menyodorkan sebuah undangan... "iiihhh... mas Eza dah mau marriage...?" celetu Shira sambik mencubit lengan Eza.
__ADS_1
"Marriage sama Shira....?" goda Eza sambil ketawa.
"hmmm" Shira mengernyitkan dahinya sambil membuka undangan yang diberikan Eza. "Siapa ini mas yang mau nikah? kenapa aku diundang?" tanya Shira penasaran karena dia asing dengan nama yang tertulis di undangan baik pihak laki laki maupun perempuan Shira tak mengenalnya.
"Itu anak pak boss Hendru...! Semua staff disini disuruh datang ke pesta pernikahannya, kamu juga harus datang...!"ucap Eza sembari melipat lengan kemejanya. "Oya,maaf...harusnya udah dari kemarin kemarin aku ngasih undangan ini ke kamu, tapi aku lupa...!" imbuh Eza.
"Gak apa apa mas,toh masih besok malam acaranya, belum terlambat..."
"Eh,pulang dulu yuk Ra...dah sore... mau aku anter gak?" berharap banget bisa nganter pulang calon gebetan.
"Ntar ada yang cemburu kalau mas Eza nganter aku pulang..."
"Pasti...mamah aku..." Jawab Eza dengan cepat. "Udah...yuuk....cepetan...!" langsung menarik tangan Shira supaya ikut dengannya.
"Iya,iya,iya, mas...tar dulu...aku matiin komputernya dulu". Shira mematikan komputer lalu mengikuti Eza.
Mereka berdua berjalan beriringan, seperti sepasang kekasih. Dengan usia Shira 23tahun, Eza 26tahun. Apalagi tinggi Eza yg jauh lebih tinggi sedikit dari Shira membuat tampak serasi.
Setelah sampai Shira langsung masuk rumah karena pintu sudah tidak terkunci pertanda ibu Maya dan ayah Beni,orang tua Shira sudah pulang.
"Bu'....Shira pulang..." memanggil ibunya dan mencari menuju dapur.
"Udah pulang kamu sayang?" sambil cipika cipiki. "jam berapa ibu sampai rumah?" tanya Shira sambil mencomot kue yang di pegang ibunya
"Udah dari tadi pagi jam 9 sayang... Shira mandi dulu gih,bau asem anak ibu'...!" ibu menutup hidung dan mendorong Shira agar mandi.
Ibu dan ayahnya sangat menyayangi Shira. Shira adalah anak semata wayang mereka. Mereka memanjakan Shira, tapi tetap mengajarkan kemandirian pada Shira.
Malam berlalu...keesokan paginya Shira sudah siap berangkat ke kantor. Karena ibunya sudah pulang, dia sarapan di rumah.
Kali ini Shira berangkat kerja bareng ayahnya... karena tempat ayahnya bekerja melewati perusahaan tempat Shira bekerja.
Sampai di kantor Shira langsung duduk di meja kerjanya, menyelesaikan laporan yang harus dia buat, berjam jam dia fokus pada komputernya.
__ADS_1
"Serius amat...." bisik mbak Meta sambil menowel lengan Shira.
"Iya ni mbak...takut gak selese...hihihi..." jawab Shira cengar cengir. Makhlum masih anak baru.
"Ra, nanti malem datang kan ke pestanya?"tanya Meta.
"Iya mbak, nanti malam aku datang, kira kira bawa kado apa ya mbak?" bisik Shira kepada mbak Meta sambil senyum senyum. Karena ini kali pertamanya ia menghadiri pesta yang diadakan atasannya, pestanyapun tak tanggung tanggung pestanya pemilik perusahaan. Pasti yang datang para pejabat.
"Gak perlu bawa kado...menuh menuhin bak sampah aja...cukup dandan yang cantik..." jawab Meta sambil ketawa ketawa.
"Ok.mbak.. nanti aku tak kesalon dadannya biar cuantiiik bingitz...." Seraya berjalan lenggak lenggok dan sok cantik.
Hari ini semua karyawan pulang lebih awal, agar semua karyawan bisa istirahat sebentar sebelum menghadiri pesta nanti malam.
Sepanjang perjalanan pulang kerja Shira tak henti hentinya memikirkan pesta itu, baju seperti apa yang pantas ia kenakan nanti malam... Ia bahkan tak berhenti membayangkan kemewahan pesta itu...
Tululut,tululut ....
HP Shira berbunyi tanda ada pesan masuk. Dari mas Eza...ia langsung membuka pesan itu.
"Ra, nanti aku jemput jam 7 malam ya, kamu harus udah siap"
"Ok..." balas Shira singkat.
Shira langsung mengiyakan karena dia bingung harus pergi dengan siapa...dia juga belum banyak mengenal teman temannya di kantor...
Dapat ajakan dari mas Eza ibarat pepatah Pucuk dicinta ulampun tiba ...
Di seberang sana Eza langsung girang mendapatkan balasan dari Shira yang langsung mengiyakan ajakannya.
@#########
Tunggu kelanjutannya ya...
__ADS_1