Akhir Cinta Shira

Akhir Cinta Shira
Rama


__ADS_3

Malam ini terasa amat panjang bagi Ansel dan Shira. Waktu senggang yang biasanya mereka habiskan berselancar dengan ponsel pribadi masing-masing kini tak bisa mereka lakukan karena ponsel mereka yang tertukar. Shira tak berani membuka ponsel Ansel, begitu juga dengan Ansel. Tapi karena otak cerdas Shira, ia mengalihkan semua panggilan ke nomer ponselnya agar panggilan terhubung ke sang pemiliknya.


Saat Ansel berbaring di kamar hotel, ia merasa kesepian, mencoba memejamkan mata tapi tak bisa..ia memutar mutar memainkan ponsel milik Shira. Sedikit ada rasa penasaran, ingin rasanya membuka ponsel yang ia pegang.


"Mungkin kalau hanya membuka galery foto tidak apa apa" batin Ansel.


Ansel lalu merubah posisinya menjadi telungkup, mulai berselancar dengan ponsel milik Shira. Galery foto yang ia buka pertama kali. Begitu banyak foto selfi Shira bersama temannya.


"Manis..." gumam Ansel. Melihat foto foto Shira membuatnya senyum senyum sendiri.


'Drrrrtttttr' ponsel Shira bergetar, pesan WA masuk, pesan yang bisa dilihat di layar utama membuatnya penasaran.


'*Ra, gimana kabarmu? Ini Rama.'


'Besok aku kembali, bisakah kita bertemu*?'


disusul lagi pesan berikutnya.


'Aku sangat merindukanmu...'


'Besok sore jam 5, aku tunggu di kafe biasa ya...'


Membaca pesan itu, tiba tiba dada Ansel sedikit terasa sesak. Entah mengapa, padahal Ansel baru beberapa kali bertemu dengannya, tapi membaca pesan itu seakan menusuk hatinya, sedikit rasa tak rela. Ansel mengusap mukanya, memijit mijit keningnya rasanya sedikit pening. Rasanya pikirannya menjadi tak karuan. Ia menarik nafas panjang dan menghembuskan lewat mulutnya, lalu kembali berselancar dengan ponsel Shira. Kali ini ia membuka WA, ia menambahkan kontaknya di ponsel Shira. Tak tanggung tanggung, ia langsung melakukan panggilan.


*******


Tiba tiba ponsel di dekat Shira berdering. Shira terperanjat dan meraih ponsel milik Ansel. Ia tak langsung menerima panggilan itu. Ia tahu itu panggilan dari Pak Ansel terlihat foto profil WA yang terpasang adalah dirinya.


'Hold me now, touch me now


I don’t wanna live without you


Nothing’s gonna change my love for you


You oughta know by now


How much i love you


One thing you can be sure of


I’ll never ask for more than your love


Nothing’s gonna change my love for you


You oughta know by now


How much i love you


The world may change my whole life through


But nothing’s gonna change my love for you'


Nada dering itu terus berbunyi. Setelah beberapa saat akhirnya Shira menyentuh 'Terima'


"Assalamuaikum..." Sapa Shira kepada Ansel


"Wa'alaikumsalam...Shira?"


"Iya pak, ada apa pak telfon saya?"


'Dyaaaarrrr' Ansel belum mempersiapkan jawaban kenapa ia melakukan panggilan pada Shira.

__ADS_1


"Mmm...apa itu, mmm...kenapa belum tidur?"


"Belum pak. Kenapa pak?"


"Banyak pesan WA yang masuk di ponsel kamu."


"Biarin sajalah pak, besok saya rapel bacanya..." Shira mulai selengekan.


"Ya sudah kalau begitu, selamat malam.... Wassalamu'alaikum..."


"Wa'alaikumsalam.."


Beberapa saat kemudian.


'triinggg' pesan Wa masuk.


'Shira' terlihat di notifikasi.


Kali ini Shira tak enggan untuk membuka ponsel bosnya itu, ia membaca pesan yang dikirim Ansel dan langsung membalas pesan tersebut.


'Iya Pak, ada apa?'


'Saya gak bisa tidur tanpa ponsel'


'sama pak'


'Kapan bapak kembali? saya sudah kangen'


'what?'


'Kangen sama ponsel pak maksudnya 😂🤭 '


'hmmmm...'


Menunggu lama hanya itu balasan yang Shira dapatkan. Tapi tak lama kemudian pesan kembali masuk.


'Kangen sama Rama juga boleh...' Ansel mencoba mengimbangi gurauan Shira.


' 🙄🙄🤔🤔 ' Shira hanya menjawab dengan emoji.


' 😂😂😂😂😂 ' balas Ansel.


'Bapak tau Rama dari mana?'


'Dari pesan masuk di ponsel kamu. Cowok kamu ya?.' balas Ansel tanpa berbelit belit.


'Hah,bapak baca pesan di ponsel saya ya?'


'Maaf, terbaca dinotifikasi.'


'Jadi, kapan bapak pulang dan mengembalikan ponsel saya?'


'saya usahakan besok sore sudah sampai di kantor'


'Serius ini pak? Alhamdulillah...'


'Iya, saya usahakan. Besok kamu tunggu saja saya di kantor kalau ingin secepatnya ponsel kamu kembali'


'Baik pak'


'Atau... mau saya antar saja kerumah?'

__ADS_1


'*Ti*dak usah pak, saya tunggu saja bapak di kantor, kebetulan besok saya juga harus lembur mengerjakan pekerjaan yang tertunda kemarin'


'Ok. Sampai berjumpa di kantor'


'Iya Pak, selamat malam...'


'*Se*lamat malam'


Ansel membaca kembali obrolannya dengan Shira. Ia nyengir sendiri di kamar hotel. Tak sadar ia sejenak melupakan Vara, dan akhirnya tertidur pulas.


Sementara Shira memberanikan diri untuk membuka ponsel Ansel.


"Tenang pak...hanya galery musik kok pak yang saya buka" batin Shira sambil terkekeh. Tapi tiba tiba ia ingat dengan orang yang dibicarakan bosnya tadi. Rama, dia adalah masa lalu Shira semasa dia kuliah, dia lelaki pertama yang mampu mengisi hati Shira setelah bapaknya. Tapi karena perbedaan keyakinan mereka harus berpisah.


Flashback on


Di taman kampus, dimana Shira dan Rama selalu bertemu untuk sekedar mengobrol, setelah kemarin mereka melaksanakan wisuda mereka bertemu.


"Ra,ada hal penting yang harus kita bicarakan hari ini." Rama membuka pembicaraan sambil menggenggam tangan Shira.


"Tentang?" Jawab Shira pendek.


"Ra,aku sayang kamu..."


"hmmm..." Shira mengernyitkan dahinya.


"Tapi...apa mungkin kita bisa terus bersama?"


"Maksudnya?"


"Iya, aku sayang kamu, sayang banget...."


"Terus?"


"Ya... apa mungkin kita bisa terus bersama? Sementara keyakinan kita berbeda?"


Rama semakin mengeratkan genggaman tangannya kepada Shira. Shira hanya tertunduk, matanya mulai berkaca kaca.


"Ra, besok aku harus terbang ke Australia"


Perkataan Rama membuat Shira kaget lalu memandang wajah Rama.


"Baiklah mas, mungkin memang jalan kita kini telah berbeda. Cinta sejati tidak harus berarti menyatu, terkadang cinta sejati itu terpisah, namun tak ada yang berubah." Shira mulai menitikkan air matanya, ia tak mampu lagi membendung bendungan di pelupuk matanya.


"Ra, maafkan aku..." Rama membawa Shira ke dalam pelukannya. Shira menumpahkan semua air matanya.


"Ra, walaupun kita tak bisa bersama, aku harap kau akan terus bahagia walau tak ada aku di sisimu lagi"


"Semoga kelak kamu menemukan laki laki yang mampu membuatmu jauh lebih bahagia dari aku."


Shira masih terdiam, ia tak bisa berkata kata lagi, ia hanya bisa menangis di pelukan Rama.


"Namun saya akan selalu berdo'a, semoga kelak kita kembali dipersatukan kembali, entah seperti apa jalannya, karena rezeki, jodoh, maut tak ada yang tau"


"Ra, aku mencintaimu..."


Sejak saat itu Shira tak pernah lagi bertemu dengan Rama. Rama mendapatkan pekerjaan di Australia tempat dimana ia dilahirkan. Sementara Shira memutuskan untuk melupakannya.


flashback off


Tanpa sadar air mata Shira terjatuh. Goresan luka yang sudah kering kini menganga kembali. Hatinya kembali teriris mengingat kembali dimana mereka memutuskan untuk tak lagi bersama.

__ADS_1


__ADS_2