Aku Atau Dia Yang Pelakor

Aku Atau Dia Yang Pelakor
Bab 11


__ADS_3

Keesokan harinya. Saat matahari pagi mulai menyeruak masuk. Dan mulai memancatkan kehangatan nya. Isyana masih enggan untuk bangun, bahkan dia masih nyenyak di dalam selimut tebalnya.


Sampai pada akhirnya suara ponselnya yang berdering dibawah bantal. Mengerjapkan matanya, dan segera dia mengangkat panggilan pagi itu dengan cepat.


"Halo...mmhhmpp," sapanya setengah tidur dengan suara malas.


"Halo, Sya...sudah bangun tidak?" kata seseorang diseberang telpon. Isyana yang mendengar suara yang dia kenal itu langsung terperanjat bangun.


"El, i-iya aku sudah bangun kok," jawabnya gelagapan.


"Aku di depan kamarmu," ucap Elvano kembali.


Sontak Isyana langsung menatap arah pintu kamarnya. Di balik pintu itu ada seorang pria yang sedang menunggunya. Secepat kilat Isyana beranjak dari tempat tidur lalu berjalan kearah pintu. Lalu membukanya perlahan.


"El, ada apa?" tanya Isyana yang hanya kepalanya yang keluar.


"Sya, sepertinya tempat kemarin yang kita datangi tidak bisa di pakai untuk even," ucap Elvano.


"Loh kenapa?" Isyana terkejut.

__ADS_1


"Tadi asisten aku kabarin, dia bilang pemilik tempat itu sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan lain, sedangkan kontrak kita di tolak," jelas Elvano.


"Astagah, kok bisa gitu sih...yasudah kamu tunggu ya aku siap siap kita pergi kesana temuin pemiliknya lagi," ucap Isyana. Belum Elvano menjawab Isyana langsung menutup pintu di depan nya.


Beberapa menit kemudian. Isyana keluar dari kamarnya. Dia melihat dari kejauhan Elvano tengah berdiri diantara kaca lobby, dengan satu tangan di dalam saku dan satu tangan lagi memegang ponsel yang ditempelkan di telinganya.


"El," sapanya dengan tersenyum.


Elvano yang melihat wanita cantik bak seorang bidadari dari khayangan menyapanya. Langsung mengakhiri panggilan nya. Kemudian menyapa balik wanita itu dengan ramah.


"Syana," sapa Elvano.


Entah kenapa Isyana jadi gugup. Ditatap sebegitu kagum nya oleh Elvano. Berhasil membuat jangungnya hampir meledak.


Elvano mengangguk setuju. Mereka pun segera pergi menuju tempat yang kemarin mereka datangi. Disana mereka mendatangi si pemilik tempat, begitu pun dengan beberapa orang dari perusahaan yang merebut tempat itu darinya.


"you can't just go around it, I already booked this place in advance, just so you know," ucap Isyana dengan kesal.


Dia menatap tajam tanpa menundukan kepala pada beberapa orang pria bule berbadan kekar. Sedangkan Elvano saat itu tengah menerima panggilan telpon dari asisten nya, jadi dia sedikit menjauh dari kebisingan.

__ADS_1


"hey *****, talk to us with some manners!" kata salah satu pria yang marah dengan cara bicara Isyana.


Isyana tidak takut, dia semakin menantang dan tidak mau mundur. Karena dia merasa bahwa dirinya yang duluan memesan tempat itu.


"Hei! Calm down!!"


Beberapa orang pria ikut tersulut. Mereka semua mulai memutari Isyana. Menatap wanita cantik itu dengan tatapan bejat. Seolah-olah Isyana seperti sebuah daging segar yang jatuh ke kandang harimau.


Isyana sedikit takut, dia berusaha mempertahankan diri. Saat satu orang pria mulai menarik tangan nya, Isyana reflek menampar wajahnya dengan kuat.


"Stay away from me," teriak Isyana.


Beberapa detik kemudian. Elvano datang dan langsung meninju pria yang sempat menarik Isyana. Mendorong yang lain nya juga menjauh. Pria itu tidak terima, dia berdirk dan mendekati Elvano yang berbalik badan menatap Isyana.


"Sya, maafkan aku...kamu gak apa-apa kan?" tanya nya dengan tatapan khawatir.


"A-aku gak apa-apa kok-"


Dalam sekejap Elvano tersungkur ditanah. Saat pria tadi menarik dan memukulnya kuat di bagian wajah. Membuat pelipisnya pecah dan berdarah.

__ADS_1


"ELVANO!!!" teriak Isyana kaget melihat pelipis Elvano berdarah.


...To be continued...


__ADS_2