
"Nabila, bagaimana dengan hubungan kita ini? Apa yang sudah kita lakukan malam kemarin?" tanya Iqbal serius dengan tatapan nya.
Dihadapan nya kini ada Nabila. Iqbal sengaja mengajak Nabil kesebuah restauran mewah. Untuk membicarakan soal kejadian yang tidak disengaja itu.
Nabila diam tak menjawab. Iqbal menggerakkan tangan nya meraih tangan Nabila yang berada di atas meja. Membuat wanita itu terkejut dan hendak menarik kembali tangan nya. Akan tetapi ditahan oleh Iqbal.
"Entah kenapa aku jadi mengingat masa-masa kuliah kita dulu. Waktu itu kamu sering marah gak jelas dan aku membujuk mu hanya dengan es krim saja kamu sudah senang, dan mau berbaikan denganku," tutur Iqbal.
Nabila pun ikut mengingat kenangan tersebut. Dia tersenyum dan mengangguk. "Kamu benar, sudah lama sekali yah..."
"Waktu itu aku sangat mencintaimu, Nabila. Tapi kamu malah mengkhianati ku dan pergi bersama Elvano...hatiku sangat sakit."
Iqbal mengalihkan pandangan nya. Tidak mau kesedihan nya terlihat oleh Nabila. Akan tetapi Nabila tetap bisa melihat kekecewaan dari sorot mata Iqbal.
"Maafkan aku," ucap Nabila bersalah.
"Tidak apa-apa, itu sudah lama berlalu. Aku pun juga sudah melupakan nya. Tapi..."
__ADS_1
Nabila menatap dalam mata Iqbal. "Tapi apa?"
"Sekarang perasaanku masih sama seperti dulu. Aku masih sangat mencintaimu Nabila."
Nabila terkejut. "Ta-tapi...bagaimana dengan istrimu? Kamu juga sudah menikah."
Iqbal diam sejenak. Kemudian tangan kanan nya meraih pipi Nabila dan mengelusnya lembut. "Apa kamu mau kembali padaku? Aku janji aku akan membuatmu bahagia...kamu lihat kan aku sekarang, bahkan kekayaanku bisa menandingi Elvano."
"Tapi, aku...." Nabila nampak ragu memikirkan tentang kehidupan nya yang sekarang. Elvano selalu memberikan apapun yang dia minta.
"Percayalah padaku, tunggu sebentar saja aku pasti akan meninggalkan istriku untuk mu...jika kamu mau bersabar menunggu ku. Kita bisa bahagia seperti dulu lagi, apakah kamu sudah tidak mencintaiku?"
"Hanya apa?"
Nabila menghela nafas panjang. Sebenarnya bertemu kembali dengan Iqbal membuat perasaan nya kembali. Apalagi mereka sampai melakukan hubungan intim. Nabila dilema dengan pertanyaan Iqbal.
Elvano memang sangat sempurna. Dia adalah pria yang tidak ada kekurangan sedikit pun. Tapi entah kenapa hati Nabila memang sangat sulit untuk mencintai Elvano sepenuhnya. Apalagi dengan sifatnya yang terlalu protektif kepada Nabila. Membuat wanita itu bagaikan tertekan tidak bisa bebas.
__ADS_1
"Baiklah, aku mau..."
Seketika Iqbal tersenyum. Kebahagiaan jelas tergambar di wajahnya. Mendapatkan kembali hati mantan kekasih yang sangat dia cintai pada masanya. Entah apa yang sedang Iqbal pikirkan bagaimana dengan Isyana sang istri. Dia malah menjalin hubungan terlarang dengan wanita lain.
"Aku sangat mencintaimu, Nabila. Jangan pernah tinggalkan aku lagi..."
Iqbal memeluk Nabila dari belakang. Sambil mengecup mesra pundak Nabila yang hanya memakai jubah mandi. Kini Iqbal membawa kembali Nabila ke apartemen miliknya dengan Isyana.
"Ini apa, Iqbal?" Nabila bertanya saat Iqbal mengalungkan sesuatu di lehernya.
"Ini hadiah untukmu, apa kamu suka sayang?"
"Ini cantik sekali, aku sangat menyukainya. Tapi bukankah ini batu merah delima yang sangat mahal itu? Apa tidak apa-apa kamu menghabiskan uang untuk ku?" ucap Nabila dengan mata berbinar menatap buah kalung yang diberikan Iqbal.
"Apapun untukmu pasti akan aku berikan, cantik..." Iqbal menyentuh hidung Nabila dengan gemas.
Mereka pun berpelukan dengan mesranya. Tanpa memikirkan pasangan masing-masing yang sedang bekerja jauh. Nabila sama sekali tidak tahu jika perusahaan Iqbal adalah milik ayah Isyana. Dia sudah termakan gombalan manis dan janji yang keluar dari mulut Iqbal.
__ADS_1
...To Be Continued......