AKU BAHAGIA TANPA MU MAS!!!

AKU BAHAGIA TANPA MU MAS!!!
AKU BAHAGIA TANPA MU MAS!!! BAB 11


__ADS_3

Mas Fahri menggenggam tanganku, meski desiran itu masih kurasakan , aku mencoba menyingkirkan rasa itu.


"Tidak mungkin! "Bilqis tiba-tiba meraung ketika suster memeriksanya , ada apa dengannya?.


" Iya, Bu , yang sabar ya , semoga sebentar lagi, Allah menggantikan janin Ibu yang sudah tiada, "ucap perawat itu.


Aku mengerutkan kening , itu berarti Bilqis mengalami keguguran, apa aku harus bahagia dengan kabar ini. Namun mendengar raungan Bilqis rasa empatiku datang, aku juga pernah di posisi yang Bilqis rasakan saat ini.


Aku menyingkirkan ego yang telah menggebu, menyingkirkan rasa benci yang mengembara dalam jiwa , karena dia telah merebut suamiku , sudah berani menginjakkan kaki di istana yang sudah aku bangun dengan susah payah.


" Yang sabar , Bilqis. "aku menggenggam tangannya , memberikan semangat untuknya agar bisa lebih berbesar hati.


Bilqis melengos , menerawang ke arah jendela dengan pandangan kosong, air matanya terus mengalir deras.


" Pak, kamu beruntung , mempunyai istri seperti Bu Aisyah,"ucap Perawat itu, aku mendengarnya dengan jelas , entah apa maksud dari perkataannya, tapi semua orang yang berkunjung ke sini menyanjungku , kecuali bude Karimah.


Aku memilih diam dan duduk di sampingnya , hingga akhirnya Bilqis menatap manik mataku dengan lekat.


"Semua yang terjadi gara-gara kamu, Mbak, " ucapnya lirih seraya menatap nanar ke arahku.


Bilqis mengulang perkataannya , perkataan yang kemarin ia ucapkan , tapi kali ini lebih dalam, dia menyalahkanku akan janin yang sudah tiada, atau mungkin dia sakit hati atas perkataan perawat tadi?.


Aku diam dan menatapnya, rasanya mau membela diri juga percuma , dia keras kepala dan sok pintar dan dia pasti akan balik menceramahiku.


"Kamu wanita bukan! kenapa kamu tega melakukan ini! andai kamu tidak menemui anak itu dan papanya , semua ini tidak akan terjadi! " teriak Bilqis seraya meremas perutnya.


"Itu berarti, Mas Fahri lebih mencintaiku di banding kamu, "Bilqis kembali menatapku.

__ADS_1


" Sakit bukan! harus menerima kenyataan , kalau suami sendiri lebih mencintai wanita lain, meski dia istri sahnya dan istri pertamanya,"Bilqis diam, helaan nafasnya dalam , aku mendengarnya dengan jelas.


" Harus kamu tahu , Bilqis, tidak ada satu orangpun yang bisa berbuat adil, seperti yang selama ini kalian koar-koarkan. Mas Fahri bisa adil dalam hal materi , tapi untuk perasaan , aku sangat yakin , perasaan Mas Fahri akan condong salah satu dari kita, "kini aku menatapn matanya dengan tajam, masih adakah sisi hati yang baik dari seorang Bilqis.


" Assalamualaikum, "suara yang sangat tidak asing bagiku, aku langsung mengembangkan senyum karena sangat tahu pemilik suara itu.


Aku langsung beranjak dari duduk dan membuka kain pembatas antara ranjang Bilqis dan Mas Fahri.


" Dila! "aku merentangkan tangan dan Dila langsung berlari menuju ke arahku, tak lama Mas Andre menyusul menenteng buah tangan dan di letakkan di meja.


" Ini bunga buat tante. "Dila menyodorkan satu buket bunga kesukaanku , bunga mawar, aku memang sangat suka segala jenis mawar.


" Makasih, Sayang. "aku menerimanya dan tak lupa menoel pipi gembulnya.


Aku tuntun Dila ke sofa dekat jendela , agar bisa melihat pemandangan di luar, seperti gadis seusianya banyak sekali pertanyaan yang keluar dari mulutnya hingga membuatku kewalahan.


" Bagaimana kabar anda? "Mas Andre membuka topik pembicaraan, tapi aku lihat , Mas Fahri seperti enggan membalas pertanyaan dari Mas Andre, ada rasa ketidaksukaan atas kedatangannya disini.


"Dila kita pulang, yuk! " seru Mas Andre, aku mendongak , kenapa secepat ini, bukankah baru saja sampe, bahkan aku belum puas bermain dengan Dila.


"Nanti , Pa , Dila masih main sama tante Aisy, " ya itu memang panggilan sayang Dila untukku dan mendengar itu , Mas Fahri semakin jengkel, terlihat dari tajamnya pandangannya ketika memandang Mas Andre, mungkin dikiranya Mas Andre yang mengajarkannya.


"Tolong, ajari kesopanan untuk anak anda, " ucap Mas Fahri , dengan intonasi kata pelan tapi menusuk.


"Maksud anda? "jelas Mas Andre tidak tahu, sedang aku sangat tahu, dia cemburu.


" Dila, salim dengan tante Bilqis juga , ya,"aku mencoba mengalihkan pembicaraan mereka , karena suasana di kamar ini semakin tegang.

__ADS_1


"Nggak mau , tante Bilqis jahat, dia sumber air mata tante yang terus keluar, " celoteh Dila, darimana dia tahu.


Aku mencium puncuk kepalanya lalu aku dekap dengan erat.


"Pulang dulu ya , Sayang, " titahku , karena tidak mau membuat suasana semakin runyam.


Aku mengantarnya sampai lobby rumah sakit, setelah itu aku kembali lagi ke kamar dan duduk di sofa seraya menciumi buket bunga mawar dari Dila.


"Apa ini! " Mas Fahri tiba-tiba bisa berjalan dan mengambil bunga dari tanganku dan dibuang ke lantai.


"Kamu keterlaluan , Mas, ini bunga dari Dila! kamu cemburu dengan gadis kecil itu hah! "aku sungguh kesal, bunga kesayanganku dibuang begitu saja ke lantai , yang lebih membuatku geram , Mas Fahri menginjak -injak bunganya.


Aku pungut satu persatu tangkai yang sudah terlepas dari rangkain bunga, ku ambil sisanya yang sudah masuk di tong sampah , lalu disusun kembali sehingga membentuk seikat buket bunga yang indah.


Aku berjalan menuju ranjang dimana Mas Fahri sedang duduk di tepi ranjang , seraya menatap ke jendela.


"Dengan Dila saja kamu cemburu, apa kamu tidak berfikir , bagaimana perasaanku , ketika suaminya sendiri meniduri wanita lain hah! Egois kamu , Mas. Biarkan aku bahagia dengan caraku, karena kamu juga telah memilih bahagia dengan caramu, lepaskan aku atau aku yang akan melepaskanmu! " aku membuang bunga ke muka Mas Fahri, geram sekali rasanya, dia memperlakukanku seakan aku adalah orang yang selingkuh, padahal aku hanya dekat dengan Dila, sedang dengan Mas Andre , sekalipun tidak pernah ngobrol hanya berdua apalagi sampai jalan berdua.


"Apa maksudmu , Syah! " seru Mas Fahri seraya meremas bunga yang tadi aku lempar.


"Sudah jelas , Mas, aku ingin kita pisah,"


"Mbak, kita bisa hidup berdampingan, kita bisa hidup rukun, asal Mbak bisa dengan legowo menerimanya! " seru Bilqis yang tiba-tiba ikut nimbrung pembicaraan aku dengan Mas Fahri.


"Kamu sopan santun saja tidak punya, tapi kamu terus saja menceramahiku tentang poligami, kamu itu pelakor yang berkedok syar'i! " kini kemarahanku tidak bisa terpendam lagi, aku sungguh sakit hati dengan perlakuan Mas Fahri dan juga mulut Bilqis.


"Kamu semakin kurang ajar , Aisyah! " seru Mas Fahri.

__ADS_1


"Ya, benar , aku memang kurang ajar, itu karena kalian berdua, baiklah, Bilqis ,sebelum aku benar-benar bercerai dengan Mas Fahri aku akan memberikan Madu untukmu ! " Bilqis membulatkan mulutnya , serasa tak percaya , aku hanya ingin melihat , bagaimana reaksinya jika suaminya mempunyai istri lagi, apakah dia masih bisa berceramah tentang poligami , atau hanya akan diam di pojokan kamar dan menangis pilu.


"Tunggu , pasti akan ada waktunya tiba , kamu akan merasakan apa yang aku rasakan! " aku keluar kamar dengan menutup pintu dengan keras....


__ADS_2