AKU BAHAGIA TANPA MU MAS!!!

AKU BAHAGIA TANPA MU MAS!!!
AKU BAHAGIA TANPA MU MAS!!! BAB 9


__ADS_3

"Jangan kasar dengan Wanita! " Mas Andre yang tiba-tiba datang menahan tangan Mas Fahri yang hendak menamparku.


Aku sangat bersyukur karena ada yang melindungiku, tapi bisa kupastikan setelah ini, Mas Fahri pasti akan semakin murka karena kejadian tadi.


Dengan kasar, Mas Fahri menyingkirkan tangan Mas Andre yang menggenggam erat tangannya.


"Aku tidak punya urusan denganmu, jadi jangan ikut campur! " seru Mas Fahri, dia sangat murka.


"Siapa saja yang kasar dengan wanita dan aku melihatnya, dia akan sangat berurusan denganku! " percekcokan antara keduanya tak bisa dihindarkan, bahkan hampir saja adu pukul.


"Mbak Aisyah salah, seorang wanita yang sudah bersuami itu tidak boleh keluar dengan pria lain, apalagi tidak dapat izin dan tidak dengan mahramnya! " seru Bilqis yang tiba-tiba datang.


"Dan seorang wanita baik-baik itu tidak akan merebut suami orang dengan dalih poligami dan sunnah. Agama jangan kamu jadikan tameng untuk menutupi semua kebusukan yang kalian lakukan, "sebenarnya aku tidak ingin ribut di tempat umum , tapi aku tidak mau kalah karena aku tidak salah.


" Mbak, bukankah aku telah menjelaskan berkali-kali bahwa poligami itu dibolehkan bahkan di surah Annisa juga diterangkan disana, "ini yang aku tidak suka dari Bilqis , sangat keras kepala dan seakan dia sangat paham dengan agama, padahal etika saja dia tidak punya.


" Baiklah, kalau begitu, biarkan Mas Fahri menikah lagi, "aku menyudahi perdebatan ini, karena aku sangat tahu, Bilqis akan menutup mulutnya kalau aku singgung tentang pernikahan lagi.


Bilqis diam, dia meremas ujung jilbabnya, aku sangat tahu, tentu dia tidak akan rela jika suaminya berbagi raga lagi. Bukankah juga itu yang aku rasakan, egois sekali dia.


" Sudahlah, percuma berbicara dengan dia." Mas Fahri menarik tangan Bilqis dan pergi dari hadapan kami.


" Suatu saat anda akan merasa kehilangan dan sadar kalau ternyata anda telah menyakiti wanita yang sangat hebat seperti Aisyah! "teriak Mas Andre.


Beruntung Mas Andre datang di waktu yang tepat, kalau tidak pipiku pasti sudah lebam akibat tamparan dari Mas Fahri.


Mas Fahri menoleh dan terus berjalan menuju parkiran.


" Itu, madumu? "tanya Mas Andre.

__ADS_1


Aku hanya mengangguk pertanda kalau yang dia ucapkan benar adanya.


"Aku heran dengan suamimu, sudah mendapatkan perempuan sepertimu, masih juga kecantol dengan wanita lain, " ucapnya dengan penuh keheranan.


"Dila capek ya, pulang gih sana, mandi, terus istirahat, ya, " aku sengaja mengalihkan pembicaraan, karena aku tidak mau terlalu dekat dengan Mas Andre, kelamaan bersama Mas Andre takut akan sering curhat dan merasa nyaman dan aku memilih menghindar.


Walau bagaimanapun aku masih berstatus istri Mas Fahri dan aku sangat tahu batasannya. Disini aku hanya menghargai perasaan Dila yang ingin dekat denganku, tapi bukan berarti aku harus dekat dengan Mas Andre.


"Ya, sudah, kami pulang. Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk Dila, " Mas Andre menggandeng tangan Dila , sedang aku hanya mengangguk seraya menyilangkan kedua tangan di depan dada.


"Tante, Dila pulang, " Dila tersenyum dan aku hanya mengangguk dan melambaikan tangan.


Hatiku masih sesak dengan perbuatan Mas Fahri. Aku tidak habis pikir dengan jalan pikirannya, kalau dia merasa cemburu ada Mas Andre disini, apa dia juga tidak memikirkan bagaimana perasaanku harus menerima kenyataan ada yang menduduki singgasana di istanaku.


Aku menjatuhkan bobot tubuhku di kursi panjang, untung hari ini butik tidak ramai seperti biasanya, hanya ada karyawan dan cuma beberapa pembeli, itupun mereka sibuk dengan aktivitas mereka.


Aku mengambil buku dan pensil , dengan menggambar beberapa baju berharap akan melupakan semua permasalahan.


Aku ambil ponsel tanpa melihat dengan jelas siapa yang memanggil.


"Halo , siapa ini, " ucapku dengan mata tetap fokus dengan gambar.


"Sayang, ini Mama, katanya Fahri dan Bilqis kecelakaan , benar atau tidak," ujar Mama dari seberang sana. Suaranya terdengar sangat khawatir.


Aku meletakkan pensil dan berdiri, ternyata Mama yang nelpon, tunggu, apa! Mas Fahri kecelakaan? Bukankah beberapa jam yang lalu mereka keluar dari butikku.


"Maaf, Mama. Aisyah belum tahu soal ini, Aisyah sedang di butik, " jawabku tanpa bertanya di rumah sakit mana, bahkan aku juga tidak mau tahu keadaan mereka sekarang.


"Ya , sudah, kamu ke rumah sakit xx kayaknya dekat dengan butik kamu, Mama segera menyusul, "

__ADS_1


Belum juga aku berucap, Mama telah menutup panggilannya. mungkin dia sangat panik.


"Mbak , jaga butiknya , nanti di tutup ba'da isya saja, "aku segera menuju parkiran dan menyalakan mesin mobil, entah aku harus bahagia dengan musibah ini , atau aku harus bersedih karena ada Mas Fahri orang yang pernah aku pasrahkan hati ini untuk menjaganya, tapi ternyata dia melukai dengan sebilah pisau.


Tidak membutuhkan waktu lama mobil yang aku kendarai telah sampai di lobby rumah sakit, aku berlari kecil dan bertanya ruangan atas nama Muhammad Fahri , korban kecelakaan.


"Oh, yang kecelakaan dengan istrinya? " tanya salah satu perawat.


Aku menuju ruangan yang disebutkan oleh perawat tersebut, aku buka pintu dengan pelan, kata perawat , istrinya tidak mau di pisah dengan suaminya, itu berarti ruangan ini berisi dua pasien , Bilqis dan juga Mas Fahri.


"Sore, Mas, " aku berjalan pelan menuju ranjang sempit yang hanya bisa ditiduri satu orang.


"Syah kamu sudah datang? "rona bahagia dan rasa tidak percaya bahwa aku berada disampingnya saat ini terlihat dengan jelas di wajahnya.


" Kamu belum makan, Mas, "aku melirik ke meja yang berada tak jauh dari tempat tidur, disana ada nasi yang belum tersentuh.


Mas Fahri hanya menggeleng dan dia tersenyum padaku.


" Bagaimana kecelakaan ini bisa terjadi, "aku memulai membuka pembicaraan.


Mas Fahri diam tidak berkata apapun."Kamu cemburu dengan Mas Andre? " Mas Fahri memalingkan wajah ada sebuah rasa kecewa yang dia coba sembunyikan dariku.


"Semua lelaki akan cemburu jika wanitanya dekat dengan pria lain, " ucap Mas Fahri dengan suara parau.


"Sakit yang kamu rasakan tidak sebanding dengan sakit yang aku rasakan, tidak ada satu wanitapun yang mau berbagi rasa dan raga. "Mas Fahri menatap lekat mataku , mungkinkah dia sadar dengan perkataanku dan akan segera menceraikan Bilqis?.


" Tidak ada manusia yang bisa berbuat adil di dunia ini, mungkin bisa adil dengan hartanya , tapi dengan perasaannya, pasti dia akan condong di salah satunya. "Mas Fahri masih diam , aku berharap Mas Fahri bisa mengerti aku dan bisa memahami perasaanku, bukankah setiap insan hanya ingin menjadi satu-satunya.


Pandangan Mas Fahri sangat teduh , setelah ini aku sangat berharap dia akan kembali ke jalan yang benar.

__ADS_1


" Mas, kita harus terus berjuang karena salah satu syiar kita , kalau poligami itu sunnah dan Mbak Aisyah harus bisa menerima dan mengerti, jangan putus asa , Mas! "teriak Bilqis.


Mas Fahri memandangku dengan lekat. " Syah aku tahu kamu wanita yang baik dan aku yakin kamu juga sangat paham agama, jadi terimalah dengan hati yang ikhlas pernikahanku dengan Bilqis, "apakah Mas Fahri termakan omongan Bilqis untuk yang kesekian kalinya? ...


__ADS_2