
Ekspresi: ()
Nada bicara: [ ]
hal yang dilakukan sambil bicara: {}
"Hm... Kitetsuto itu nggak menolaknya lagi, tapi jugak menerimanya..." Gumam Shiro
"Master~" Panggil seseorang
"oh?" Shiro
"Nanao!" Ucap[panggil] Shiro
"Apa yang terjadi? Kenapa si rambut merah masih hidup?" Tanya Shiro
"Karena dia MC!" Jawab Nanao
Wkwkwkw becanda replay
"Yah... Aku menariknya keluar sewaktu dia masih dalam proses perubahan kristal hitam." Jawab Nanao {menggaruk belakang kepalanya}
" Aha... Kau gagal ya, Nanao... kutebak kau tak sabar ingin cepat selesai, kan? Kau melewatkan satu iblis." Tanya[ledek] Shiro
"Tidak master... Aku hanya terlalu semangat menjalankan misi mulia kita ini..." Jawab Nanao (datar) {menggelengkan kepalanya}
"Kumaafkan kau karena ini jadi lebih menari!" Jawab Shiro (menyeringai)
"Apa maksudnya?" Tanya Nanao
"Lihat, dia belum berubah jadi kristal hitam sempurna... Sang Dewi belum menentukan pilihannya. Dan itu artinya..." Ucap Shiro
"Jika kita arahkan pedang kita ke sirambut merah, sang Dewi akan mengambil keputusan! seketika kita akan melihat apakah iblis yang muncul ataukah oni(Gw gak maksudnya apa ya oni\=bahasa Jepangnya iblis. Jadi aing bingung) Aku penasaran mana yang akan keluar." Ucap[dingin]Shiro (tersenyum lebar)
"Baik. Kita lanjutkan lagi misi mengambil sang Dewi. Intinya, jalan terbaik adalah membunuh orang yang ditempati sang dewi, yakni sirambut merah bukan?!" Tanya[dingin] Nanao (dingin, serius)
Setelah itu Nanao dan Shiro pun mulai menampakkan warna jiwa pedang mereka
Nanao: Hijau
Shiro: Hitam
"Sekarang lawannya kita jadi dua..." Ucap Kojiro
"Mengapa mereka mendendam padaku...?" Gumam Kojiro (Heran)
"Dih ge'er." Batin Asahi {melakukan pemanasan}
"Enggak... Setahuku hidupku lah yang mereka buru. kau mungkin hanya terlibat tanpa sengaja." Jawab Musashi
Makanya makan tahu biar tahu jangan sama tempe
"...Huh?" Kojiro dan Tsugumi bersamaan
"Lalu, berarti kau yang dalam bahaya,kan Musashi?! Terus kenapa kau jauh² datang kesini jika tahu itu?" Tanya Tsugumi
Udah dibilangin dia tuh belum makan tahu
"Megang Kitetsuto aja kagak bisa." Lanjut Tsugumi
"Itu apa yang ditangannya!!!" Pekik batin Asahi {Menyusun strategi karena musuhnya makai pedang}
Ingat Asahi lemah sama pedang dia belum punya haki
"Kenapa...? Sebab aku tahu kalian berdua terancam bahaya. Memang itu benar... Tak perlu disebutkan lagi kalau aku nggak dapat menggunakan kekuatan pedang ini, aku juga hanya swordman biasa." Jawab Musashi
"Ini my kawaiii husbu kuajarin teknik pedang game kali ya?" Batin Asahi
"Meski begitu aku rasa aku harus datang! Kalian tahu sendiri... Kelompok bushi itu berarti bertarung bersama rekan." Ucap Musashi (tersenyum bangga)
"Terdengar keren,kan...? Kau sendiri yang bilang, Kojiro!" Ucap[bangga] Musashi (Tersenyum hangat)
"Dulu?........ Ah waktu itu..." Gumam Kojiro
__ADS_1
Flashback
"Memangnya kita bisa menang melawan monster gede kayak gitu?" Tanya[ragu] Kojiro kecil
"Orang² itu semua melawan monster itu, kan?" Tanya[Penuh rasa kagum] Musashi (tersenyum kagum)
"Para bushi bertarung di sisi kawan² mereka...!" Ucap Musashi
"Di sisi kawan²'nya... Kedengarannya keren...!" Ucap Kojiro
Flashback end
"Kalau di'pikir² anak ini selalu mengatakan hal seperti itu..." Batin Kojiro dewasa
"Impian kita, ya...? Kenapa Musashi begitu terobsesi pada itu? saat itu aku gak begitu paham, tapi... Mungkin sekarang aku lakukan kalau cuma sedikit." Batin Kojiro
"Sekalipun kau memiliki pedang, bertarung sendirian itu tiada artinya..." Batin Kojiro
"Kau ingin ada seseorang bertjuang di sampingmu, seseorang yang di perjuangkan..." Batin Kojiro
"Ini bocah pada ngelamun gw udah nyelesain 3strategi." Batin Asahi (Sebal.)
"Aku mengerti... Bukan hanya seseorang. Dia bilang padaku berulang kali, kalau dia ingin aku bertarung bersamanya..." Batin Kojiro
"Baiklah." Gumam Kojiro {Berdiri}
"Eh? Apa maksudmu baiklah?" Tanya Tsugumi
"Hahh?! Kau mau melawan mereka?!" Tanya[pekik] Tsugumi (Kalang kabut)
"Ya." Jawab Kojiro singkat, padat dan jelas
Bukan seperti jodohmu yang keberadaannya tidak jelas
Anjayyy bagus gak?
"Jangan main²." Pekik Tsugumi (Kalang kabut)
Gak papa Tsugumi biarin aja asalkan Kojiro tidak mempermainkan hati seseorang
Tsubasa lagi di tensura ngajak anaknya main sama shinsha, shalsha, falfa
Orgross nebula m78
"Dinginkan kepalamu, kapten! Lawan terlampau kuat... Tujuan kita juga hanya membunuh oni... Ya, kan?" Tanya[Pekik\panik] Tsugumi (Kalang kabut.)
"Yeah... Tapi, karena kita sedang diburunya, bila kita terus turun gunung... Para penduduk kota yang tidak bisa bertarung akan dibantai." Jelas Kojiro
Setelah itu Kojiro pun teringat kata kata ayahnya
Flashman gak gak flashback
"Kojiro, kau bukan sampah. Kau seorang keturunan dari keluarga pemberani... Jangan pernah lupakan harga dirimu sebagai bushi!" Ucap ayah Kojiro
Flashback end
"Aku benci tidak bisa menghadapi ayahku." Ucap Kojiro
"Agh, menghadapi dia?!" Ucap Tsugumi
Flashback lagi
"Tsugumi, ini bukan hanya untuk mereka saja... Mereka bertarung demi melindungi orang² lemah. Itulah yang bushi lakukan." Ucap kakak Tsugumi
Flashback end
".......... Kakak." Gumam Tsugumi
"Selain itu... Jika musuh kita adalah bushi makin besar alasannya untuk tidak kalah." Ucap Kojiro
"Bukannya kita ini ingin menjadi bushi yang hebat?" Tanya Kojiro
"Enggak." Batin Asahi (datar)
__ADS_1
Sedangkan Musashi memasang ekspresi kagum
"Ayo kita gabungkan kekuatan kita berempat... Kita manfaatkan ini untuk jalan pintas menuju impian kita!" Ucap Kojiro
"Terserahlah." Jawab Asahi mode badas
"Yeah!!" Musashi
"A apa? Cuman 1 yang maju?" Tanya Tsugumi
"Sia² banget kalau master langsung yang menghadapi kalian. Biar aku saja yang menghabisi kalian, oke?" Tanya Nanao
"Gak kau akan kalah!" Jawab[Penuh tekanan] Asahi
Nanao yang merasa diremehkan pun lumayan kesal
"Kitetsuto, kyubi shichiseto." Nanao
"Biar aku saja yang mengakhiri hidup kalian..." Ucap Nanao
"Sumpah kalau gak menyebabkan efek kupu² udah kubunuh ini Nanao." Batin Asahi
"Tongkat? Dia mau bertarung pakai tongkat itu?" Tanya Musashi
Tiba tiba tongkat Nanao terpisah
"Tongkatnya terpisah?!" Tanya Kojiro dan Tsugumi bersamaan
"Pedang kitetsu, kyubi shichi sei tou!" Nanao
"Terpisah menjadi... 7buah pedang?!" Pekik Tsugumi, Kojiro,Musashi
"Lihatlah ilmu pedangku ini... Jurus 7pedang cambuk... Ressatsu guruma!" Ucap Nanao
"Apa?!" Pekik Tsugumi
"Wah gear second." Ucap[kagum] Asahi {menghindar.}
Disisi lain Musashi bisa menghindar tapi ada pedang lain
"Yah pakai rencana gak ya? Yaudah pakai rencana A terobos dengan kecepatan penuh gak usah banyak mikir!!" Batin Asahi
"Curang sekali dia pakai 7 pedang~~~!!" Pekik Tsugumi
"Zoro pakai 9pedang." Batin Asahi
"Walaupun berhasil menghindar, dia terus menyerang dengan pedang yang lain....!" Ucap Kojiro
"Nama pedangnya kyubi yang muncul 7 seharusnya ganti jadi shichibi." Batin Asahi
"Touki terbelah menjadi 7... Dan dia mengendalikan semuanya...!" Ucap NPC 1
"Dia sudah ahli dalam menggunakan pedang kitetsu...!" Ucap NPC 2
"Menyerahlah... Aku tidak suka dengan bocah yang keras kepala." Ucap Nanao
"Barrier 10 kali." Asahi
Yang muncul cuman 3
"3Ya? Seharusnya cukup." Batin Asahi
"Bagus Nanao!" Puji Shiro
"Tuan, nanti beri aku hadi-" Ucap Nanao terpotong gegara Asahi muncul di depannya
"Gomu gomu no Shunpo jet pistol." Asahi ke perut Nanao
JDARRRR
Nanao terpental sambil muntah darah segar
"Apa?!" Pekik Shiro
__ADS_1
bersambung