
Ekspresi: ()
Nada bicara: [ ]
hal yang dilakukan sambil bicara: {}
Telepati: *
Name: Bicara ama system
Kondisi:<>
Narator: -All-
...----------------...
"Kamu memiliki katana yang bagus juga... Tapi ini adalah perpisahan kita!" Ucap Shiro
'Bantuin gak ya? Gak ah.' Batin Asahi
twak
Thum
Urgh
Slash
Splash
...----------------...
Sementara didalam ruangan seperti itu. Diluar ruangan kebahagian terjadi.
"Kita mengalahkan para iblis!"
"Kita masih tidak tahu bagaimana mereka bisa masuk... Untung saja dia sudah melawan mereka. Mari kita tunggu perintah tuan Uesugi dan mengecek setiap sudut kastil." Bisik Naoe ke bawahannya.
"Baik."
"Dimana tuan Uesugi."
"Melegakan sekali... Kelompok Uesugi meraih kemenangan telak!" Ucap Musashi (Senang.)
"Yo! Aku senang kau selamat!" Ucap Musashi
"Kontribusiku tidak istimewa..." Gumam Akhiro
"Memang tidak. Hanya mereka yang sudah pernah berlatih bersama yang bisa menciptakan rantai Qi pedang. Sebaiknya kau kembali ke kelompokmu." Jelas Kuroko
"Tidak peduli seberapa kuat dirimu sebagai bushi, kau tidak bisa berbuat banyak sendirian." Lanjut Kuroko
"..." Akhiro
"Yep yep." Yep Musashi
Akhiro lalu melihat dua anggota skuadnya.
"Kamu masih harus belajar lagi..." Ucap Akhiro
Musashi yang mendengarnya jadi sadar.
"Sial... Aku berharap aku memiliki kitetsuto!!" Ucap Musashi
"Tapi ini aneh..." Gumam Kuroko
"Apa yang aneh?" Tanya Musashi
Asahi yang gatau mau ngapain nyari ruangan Kuroko yang merupakan bawahan setingkat Naoe. Abis sampai ngapain? Tidurlah.
'Kuharap aku punya buah iblis Robin biar bisa rebahan dijarak yang jauh tapi mendengarkan perkataan orang.' Batin Asahi {Melihat-lihat.}
__ADS_1
"Para iblis itu masuk kedalam kastil. Kastil ini dilindungi oleh tembok khusus yang mencegah iblis untuk bisa masuk." Jelas Kuroko
Asahi tak mendengar itu karena dia dah masuk ke ruangan. Kalau ngedenger paling dia berharap punya Bari Bari no mi.
"Kita tidak pernah kedapatan iblis masuk begitu dalam ke kastil sebelumnya. Jadi bagaimana ini bisa terjadi...?" Gumam Naoe
"Aku membuat jalan pintas dengan teknikku!" Jawab Shiro {Terbang.}
"Hm?" Gumam Naoe {Mendongak.}
"... Huh? Itu dia!" Gumam Musashi
"Kamu adalah pria dari ujian katana... Kenapa kamu ada disini?!" Tanya Musashi (Nahan Marah.)
Tetapi Shiro hanya melambai pada Musashi seakan dia senang bertemu dengan Musashi lagi.
"Siapa kamu?" Tanya Naoe
"Menurutmu ini katana siapa?" Tanya Shiro {Menunjukkan pedang yang besar.}
Naoe tercengang melihatnya. Katana tadi ternyata adalah milik Tatsuomi, bahkan satu tangan Tatsuomi ada disana.
"Itu kitetsuto punya tuan Uesugi."
Para bushi semuanya dalam keadaan shock.
Gimana gak shock, Uesugi yang sekarang notabenenya adalah salah satu bushi terkuat seakan bisa dikalahkan dengan mudah.
"...?!" Musashi
"... Tuan." Gumam Naoe (Shock.)
Naoe lalu melihat kastil yang banyak darah.
Drip drip.
"Diam."
"Yang mulia dikalahkan...?"
"Ini tidak mungkin..."
Tubuh Naoe bergetar, wajahnya gelap.
"Wajahnya masih terlihat hebat sampai akhir hayatnya..." Ucap Shiro (Kagum.)
"Bajingan!!" Ucap Naoe (Marah, kesal.)
Naoe lalu menembakkan Qi pedang. Shiro berhasil menangkis Qi pedang Naoe dan membelokkannya.
"Dia menangkisnya...?!"
"Sialan kamu."
"..." Kuroko
"Semuanya gabungkan Qi pedang kalian!"
"!!"
"Usami-san."
"Kuroko..." Gumam Naoe
'Kemana dia...' Batin Akhiro {Melihat kiri kanan.}
Dia lagi mencari Asahi.
"Hanya ada satu musuh! Kita sendiri memiliki 5.001 orang di skuad jubah hitam!! Tenang Kanetatsu!! Kekuatan Uesugi ada pada rantai Qi pedang, ayo tunjukkan padanya kemampuan kita!!" Jelas Kuroko
Naoe kaget, memegang pedangnya lebih erat.
__ADS_1
"Kau benar." Ucap Naoe
Setelahnya 5.000 orang mengaktifkan Qi pedangnya. Kenapa 5.000 orang? Orang satunya lagi hilang nyantai entah kemana.
"I... Ini!!" Gumam Musashi (Shock.)
"Oh?"
Shiro lalu mulai dijerat oleh banyak Qi pedang .
"Kau sendirian! Tidak peduli bushi seperti apa dirimu, jika kamu tidak bisa saling terhubung dengan kawanmu, kamu bukan apa-apa!!' Jelas Kuroko
"Bushi sebanyak ini mampu untuk melawannya...?!" Gumam Musashi (Kaget, bingung.)
"Rasakan ini..." Ucap Naoe
Naoe lalu menyerang Shiro yang hanya terkekeh. Qi pedang tiba-tiba terputus.
"?!" Naoe
"Qi pedangnya terputus?" Gumam Naoe
"Bukankah harusnya ada energi yang datang dari bushi dibelakang ku?!" Gumam Naoe
"Kalian sedang apa?!" Tanya Naoe {Melihat kebelakang.}
"..." Naoe
"Apa... Apaan ini...?" Gumam Naoe
Ternyata wajah 5 bushi dibelakang Naoe mempunyai tulisan terjangkit.
Begitu juga pada wajah bushi lainnya. Sedangkan di Qi pedang mereka ada tulisan Necrosis.
"Sialan... Apa yang kau lakukan pada kami...?!" Tanya Naoe {Memegang kepalanya.}
Tiba-tiba wajah Naoe juga memunculkan tulisan Terinfeksi.
"Kami baru saja memutus rantai Qi pedang dengan paksa. Itulah teknik yang dia miliki." Jelas Shiro
"Dia memutus..."
"Rantai Qi pedang...?!"
"Siapa 'Dia'?" Tanya Musashi
"Aduh Shirou! Berhentilah mengoceh tentang teknik rahasia temanmu ke musuh!"
"'Teman'?" Tanya Shirou
"Maksudnya aku! Astaga... Apakah kamu... Benar-benar tidak memiliki rasa setia kawan? Atau kasih sayang terhadap saudara?"
"... Aku tidak pernah mengerti apa yang kamu bicarakan..." Jawab Shiro
"Ada yang datang!" Gumam Musashi
"Semuanya seperti yang dikatakan Shiro! Kitetsuto ku bisa memutus rantai Qi pedang apapun..."
"Seperti yang sudah kau simpulkan dengan baik, satu bushi saja itu lemah... Tapi sekarang, kelompok yang terpojok merespon? Ketika kekuatan inti mereka dikunci? Aku sangat penasaran..."
"Sini, Shiro!"
Shiro lalu menghampirinya.
Salah satu dari delapan obsidian bersaudara.
Inukawa Seiroku.
"Sekarang ayo kita bagi tugas dimana Shiro dan aku... Akan memusnahkan kelompok bushi Uesugi!" Ucap Seiroku
__ADS_1
Bersambung.