Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Orient

Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Orient
BAB23 PULAU AWAJI(3.)


__ADS_3

Ekspresi: ()


Nada bicara: [ ]


hal yang dilakukan sambil bicara: {}


Telepati: *


Name: Bicara aman system


Kondisi:<>


Di suatu tempat di dalam gua dekat kastil.


'Hah hah lelah sekali.' Batin Asahi {Memerban dirinya sendiri.}


Asahi: Status


Nama:Manaka Asahi


Gender:Perempuan


Umur:17tahun


Buah iblis: Hito hito no mi model nika L2(50%)


Skill non buah iblis:Shunpo(100%), Hao Haki(20%L1.}, Kenbun Haki(25%L1.), Buso Haki(40%L1.)


Skill Purple Soul(5): Barier(55%)


KP:500.


'Tak kusangka aku harus membeli skill untuk melawan Naoe dan Tatsuomi. Padahal Tatsuomi adalah seorang support.' Batin Asahi


setelahnya Asahi menyiapkan tempat buat rebahan. Setelah selesai Asahi kemudian tidur.


Tiga hari kemudian.


Asahi: Status


Nama:Manaka Asahi


Gender:Perempuan


Umur:17tahun


Buah iblis: Hito hito no mi model nika L2(57%)


Skill non buah iblis:Shunpo(100%), Hao Haki(25%L1.}, Kenbun Haki(40%L1.), Buso Haki(48%L1.)


Skill Purple Soul(5): Barrier(63%)


KP: 700.


Setelahnya Asahi langsung melesat menuju kastil.


 


Di kastil.


"Lapor tuanku! Mengirim tiga penyusup ke perkemahan buruh untuk kerja paksa tapi..." Ucap Naoe


Yang mengetahui soal pertarungan itu hanya sedikit orang.


"Tuan Takeda meminta mereka untuk dijadikan pelayan atau prajurit. Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Naoe


Tatsuomi hanya mendengarkan sambil memikirkan dimana Asahi. Soalnya dia masih kesal dengan Asahi yang berani menghajar Anggita bushinya.


"Kita tidak boleh membiarkan intervensi terkait hukuman para penyusup itu. Memangnya apa gunanya tiga tikus itu bagi mereka?" Tanya seseorang yang didekat Tatsuomi


"Sepertinya mereka bertiga adalah bushi. Mereka semua memiliki kitetsuto."


"Dengab segala hormat, kali ini kita membutuhkan semua sumber data dari Takeda untuk perang kali ini. Apakah sebaiknya kita menurutinya kali ini?"


"...." Tatsuomi


Setelah itu Naoe juga menjelaskan soal populasi oni kecil yang semakin sedikit.


 


"Baiklah pindahkan mereka bertiga dari perkemahan buruh ke barak prajurit."


Lalu terlihatlah Musashi dan Kojiro yang seperti zombie.


"Sial, mereka sudah memperlakukan kita seperti para budak saja. Aku tidak tahan dengan cambukkan mereka." Ucap[Lemah.] Musashi


Kojiro juga sama gak baiknya.


"Hiu itu... Hiu itu menggigitku lagi."


Berbeda dengan mereka berdua Tsugumi justru terlihat baik² saja.


"Mereka memaksamu untuk apa Tsugumi?"


"Ha? Tidak ada aku hanya menunggu giliranku saja."


"Uh menunggu giliran apa?"


"Mereka bilang aku gadis baru untuk diserahkan ke para tahanan." Jawab Tsugumi


Seketika wajah Musashi dan Kojiro pun menampilkan keterkejutan yang sangat hebat.


"AHH!! KAU YAKIN BAIK² SAJA, TSUGUMI? MEREKA TAK MENYENTUHMU KAN?"


"Aku baik² saja. Aku baru akan dipindahkan ke suatu tempat untuk bekerja."


"Kita tak boleh lagi kembali ketempat terkutuk itu." Ucap Musashi (Bertekad.)


"Perkemahan buruh tempat yang mengerikan."


Setelahnya mereka melanjutkan perjalan. Mereka tak menyadari kalau Asahi sedang menatap mereka dan tersenyum bersyukur soalnya yang imut² masih baik² saja.


"Jadi kemana mereka membawa kita kali ini?"


"Ke barak prajurit, kita akan wajib militer." Jawab[Bisik.] Tsugumi


"Wajib militer apa itu?"


Sebenarnya mereka men'cari² Asahi loh, tapi setelah mwncri 2hari gak dapat mereka yakin kalau Asahi sudah kabur.

__ADS_1


"Itu berarti ingin memaksa kita ikut dalam berperang melawan dewa iblis di pulau Awaji! Semakin banyak prajurit yang bisa dijadikan tumbal, semakin besar kesempatan menangnya."


"Bukankah itu bagus kita pasti bisa bertemu Asahi lagi."


"Tapi ini berarti kita akan dikirim ke kematian kita!"


Musashi dan Kojiro pun kelihatan gak mau.


"Kenapa kita harus bertarung untuk kelompok Uesugi? Kita harus menolaknya!"


"Dasar bodoh, kalau kita menolak, kita akan dikirim kembali ke perkemahan buruh!" Ucap Kojiro


"Kurasa bertarung lebih baik daripada itu... Dan mungkin saja ini kesempatan bagus dan bisa mempertemukan kita dengan Asahi lagi." Ucap Musashi


"Karena kita sudah dalam kastil ayo cari petunjuk tentang ayah." Bisik Musashi


"Kenapa kita tidak tanya saja ke salah satu penjaga bushi ini tentang ayahmu, Kojiro?" Usul[Bisik.] Tsugumi


"Belum waktunya... Mereka menganggap kita kriminal, dan jika mereka berpikir ini adalah alasan kita untuk kabur, maka mereka bisa membunuh kita." Jawab[Bisik.] Kojiro


"Dan aku tak ingin mati tanpa tahu apapun."


"Baik kita akan menunggu kesempatan lain..." Jawab[Bisik.] Musashi


"Musashi jadi, kau..." Ucap Kojiro


"Setuju untuk bergabung dengan kelompok Uesugi? Kita akan melawan iblis, loh!" Ucap Tsugumi


"Walaupun begitu, aku yakin kita bisa mengatasinya sama seperti saat kita bertiga bersatu melawan orang itu. Juga Asahi pasti akan datang membantu." Ucap Musashi (Tersenyum hangat.)


'Erkk!!' Batin Asahi


'Tenang Asahi sekarang bukan waktunya itu, kau harus menyusul dengan benar walaupun ada 100orang imut di depanmu!!!' Batin Asahi (Bertekad, semangat.)


"Ya..."


"Kau benar..."


"Apapun yang terjadi kita akan selalu berjuang ber'sama²." Ucap ketiganya


Saat mereka sedang ber'tekat²'nya, langsung saja dihancurkan.


"Kalian bertiga akan ditugaskan di pleton yang berbeda."


"Ha?" Ketiganya


"Kalian berdua(Kojiro, Tsugumi.) Lewat sini."


"Dan, kau kesebelah sini."


Tapi Musashi gak mau. Sayangnya Musashi gak dihiraukan mereka jadi Musashi langsung dipakaikan pakaian dan disuruh masuk ke pletonnya.


'Serius nih aku sendiria?' Batin Musashi (Kosong.)


"Hah di saat² seperti ini kuharap ada Asahi untuk menghancurkan suasana ini." Gumam Musashi


Tiba² muncul Asahi di dekat telinga Musashi.


"Ehh? Kau mencariku~ apakah kau jatuh cinta denganku~~?" Tanya [Nakal.] Asahi


Sontak Musashi pun kaget dan hampir melompat untung ditahan Asahi.


"Ayo masuk." Bisik Asahi


Tapi karena ada Asahi jadi percuma saja suasana hanya akan hancur dalam hitungan detik.


Musashi mulai melihat ke kelompok berambut hijau, lalu beralih ke kelompok berambut oranye ke pink an.


Jadi dia tahu mereka pasti satu kelompok.


Dia juga berniat bergabung ke salah satunya.


Tapi ternyata mereka berebut siapa yang jadi pimpinan.


'Ah orang² ini.' Batin Musashi


"Enak saja akulah yang akan menjadi pemimpin." Ucap Asahi


Setelahnya mereka justru memakai jalan kekerasan. Biasa jaman kuno selalu kekerasan. Kalau ****** kuno selalu pakai ngeden bahkan sampai ****** modern.


Setelahnya mereka pun maju.


Asahi sendiri tentunya.


'Ehh aku pakai nama Papa kali ya? Walaupun namanya 100% mirip dengan Kengo-san.' Batin Asahi


"Aku putri Bungsu dari Manaka Kengo salam kenal ayo bertarung dengan menghancurkan kast- Maksudnya adil." Ucap Asahi (Riang.) {Membeli skill one sword style seharga 100KP, Mengeluarkan pedang dari oppainya biar niru Raiden Shogun.}


Asahi punya 2kakak.


Mereka hanya menatap datar atas ucapan Asahi, tapi laki² malah sedikit mimisan saat Asahi mengeluarkan pedangnya dari dada.


GOBLOK LU ASAHI!!!


"Aku putra tunggal dari Hisami Amako, pemimpin dari kelompok Amako. Katsumi Amako." Ucap Katsumi(Serius.)


"Aku Akhiro shimazu dari kelompok Shimazu." Ucap Akhiro


Kulkas berjalan di anime ini.


Sontak mereka pun kaget dan bertanya-tanya begitu juga Musashi.


"Aku yakin Aku terjebak ditengah dua orang kulkas berjalan." Gumam Asahi


"Apa kau bilang?" Tanya Katsumi


"Tidak abaikan. Dan lanjutkan obrolanmu." Ucap Asahi


Lalu Katsumi pun melihat lagi ke kelompok Shimazu.


"Aku yakin kau anak ke tiga atau keempat makanya kau dikirim kesini." Ucap Katsumi


'Suburnya... Pasti airnya bagus jernih dan segala macam.' Batin Asahi


Sayangnya Katsumi lebih tepatnya kelompok Amako di katain kelompok terlemah dalam aliansi.


"Apa kau mencoba memperburuk situasi kalian?" Tanya Akhiro.


"Apa kau bilang?!" Tanya Katsumi (Mulai kesal.)

__ADS_1


"Apakah ini rasanya kalau berada di tengah² antara panas dan dingin?" Gumam Asahi


Katsumi ingin mengatakan sesuatu kepadanya tapi Akhiro tetap melanjutkan perkataannya.


"Kalian ini berada jauh dibawah level kami tahu?! Apalagi kau(Asahi.)." Ucap Akhiro


"Ohh apakah kau ingin menjadi es hancur?" Tanya Asahi


"Tutup mulutmu!" Ucap Katsumi


Lalu mereka pun mulai bertengkar.


Sampai Asahi sedikit memukul lantai.


Musashi disisi lain tetap melihat anggota yang lain dan ada beberapa yang menurutnya lebih muda darinya.


"Diamlah! Kita tentukan saja dengan pertarungan yang kalah wajib mat-- maaf kebiasaan maksudnya jadi babu untuk yang menang sampai ini selesai." Ucap Asahi


"Baiklah ayo. Kalau kalian memang seorang bushi tentukan dengan pedangmu." Ucap Katsumi


"Boleh aku pakai tanganku?" Tanya Asahi


Yang tentunya gak dibolehin takut kepotong nanti kan itu lengan.


Disisi lin Musashi terlihat jadi semangat.


"Ada apa dengan samurai bertudung ini?" Gumam Musashi yang di colek² sama samurai bertudung.


Ternyata itu adalah michiru.


Gw gak terlalu tau michiru taunya takemichi, dan juga yang paling gw ingat tuh Michi(Mitsuzane kureshima.)


Sontak melihat Michiru Asahi pun meninggalkan Amako dan Shimazu yang saling hina lagi.


Tapi syukurnya Musashi yang kaget karena Michiru sadar kalau ada Asahi.


Michiru imut loh.


"Klan Saruwatari juga anggota bushi aliansi klan Uesugi. Jadi kami juga dipanggil di pertarungan ini." Jawab Michiru {Terlihat cemburu.}


Sedangkan Asahi dia malah memeluk Musashi.


Katsumi dan Akhiri pun menariknya. Soalnya mereka akan bertarung. Dan satu hal yang jadi pertanyaan ke dua klan tersebut adalah kok bisa Asahi tertarik dengan Musashi.


Asal kalian tau ya Asahi itu gak terlalu peduli dengan laki², dia lebih peduli dengan wanita soalnya lebih banyak wanita yang imut daripada laki².


Tapi asal imut dia tertarik. Tapi laki² lama kelamaan tumbuh dewasa dan bakalan jadi ganteng, imut ada contohnya Katsumi tapi jarang. Sedangkan wanita bakalan jadi cantik atau imut.


Tapi tenang Asahi gak Yuri kok, keluarganya udah berhasil menyingkirkan itu. Tapi sifat suka imut entah kenapa gak bisa dihilangkan.


"Ah... Benar ku pernah berkata kau membasmi iblis." Ucap Musashi


"Huh kenapa wajahmu terlihat murung?" Tanya Musashi


"Tidak juga aku merasa pertarungan ini akan sangat berbahaya. Jadi aku menghawatirkan mu Musashi..." Ucap Michiru


Lalu wajah Michiru pun menjadi wajah orang cemburu.


"Apakah kau punya hubungan yang dekat dengannya?" Tanya Michiru (Malu².) {Menunjuk Asahi.}


"Asahi? Iya kami teman." Jawab Musashi(Tersenyum lebar.)


Itu pun membuat Michiru bersyukur entah kenapa.


Musashi juga bersyukur karena Michiru menghawatirkannya Asahi memang khawatir padanya tapi terkadang Asahi asik sendiri, tapi tetap mengawasi Musashi. Seakan Musashi adalah harta berharga.


"Hei kalian berdua!"


Lalu Musashi pun melihat kebelakang yang ada dua gadis dengan ekor rubah? Mendekati mereka.


"Bisa tidk kalian lakukan sesuatu pada mereka?" Tanya Salah satu gadis rubah


Lalu layarpun menampil Amako dan Shimazu yang berantem dan ada Asahi yang menguap dengan memainkan Buso Haki.


Dia ingin mencoba melapisi tubuhnya dengan sangat cepat.


Musashi hanya bisa bingung menatap perkelahian mereka.


Jadi Musashi yang mendengarkan cerita mereka pun dia maju untuk bertarung. Walaupun dia yakin kalah karena ada Asahi.


Jadi intinya mereka akn bertrung Dangan bagian belakang pedang. Karena bertarung dengan pedang bambu kekanakan bagi para bushi.


Asahi ingin mencoba sesuatu langsung memakai gear second.


Musashi juga sudah memperkenalkan diri.


Setelahnya Akhiro dan Katsumi pun menyerang Musashi.


Asahi langsung saja ikutan dan menyerang ketiganya dengan sangat cepat. Serangan Asahi berhasil membuat mereka berkumpul disatu tempat.


Asahi lalu muncul di depan ketiga. Ketiganya akan bekerjasama mengalahkan Asahi dulu.


Tiba² Asahi muncul dibelakang mereka.


"Hanauta Sancho: Yahazu giri!" Ucap Asahi [Dingin.] {Menyarungkan pedangnya kembali.}


Tiba² saja Musashi, Akhiro dan Katsumi pingsan.


'Erghh itu sangat membebaniku.' Batin Asahi


Sedangkan yang lain berteriak bagaimana mungkin.


"Diam²!! Dari sekarang kalian adalah Babuku sampai pulau Awaji ini selesai." Ucap Asahi (Tersenyum sombong.)


Lalu Asahi pun menyuruh ada yang berkenan memberikan nafas buatan tentunya ada hanya untuk Akhiro dan Katsumi sedangkan Musashi harus Asahi lah yang memberikannya nafas buatan.


Sontak ketiganya hanya bisa menerima mereka jadi Babu sementara.


Tapi bawahannya gak merima dan ingin menyerang Asahi. Jadi Asahi menghancurkan mereka dengan Hao Haki.


"Tunduk." Ucap Asahi


Tapi mereka menolak untuk tunduk jadi Asahi harus membuat mereka pingsan.


"Jadi kalian berdua sebagai perwakilan mereka apakah kalian ingin bunuh²'an?" Tanya Asahi


Mereka berdua hanya bisa terdia seperti sedang ditatap raja dari segala raja.


Jadi mereka hanya bisa setuju.

__ADS_1


Yang lain juga setuju mau tak mau.


Bersambung


__ADS_2