
Ekspresi: ()
Nada bicara: [ ]
hal yang dilakukan sambil bicara: {}
Telepati: *
Name: Bicara ama system
Kondisi:<>
Narator: -All-
...--------------...
"A-aku telah menemukan si Dewi obsidian!!"
"Tetapi sayangnya... Dia berada didalam kastil kelompok Uesugi... Ji-jika aku masuk untuk menangkapnya, pertarungan akan pecah..."
Nama marganya Inukawa sedangkan Seiroku adalah namanya.
"Baik tugas ini akan kita bagi dua! Kamu yang akan menangani penangkapan Dewi obsidian. Kami yang akan menyerang kelompok Uesugi..." Jelas Seiroku
"Bagaimanapun itu... Kerja bagus dalam menemukan si Dewi! Bagaimana kau melakukannya?" Tanya Seiroku
"A-aku mengandalkan puti kesayanganku. Namanya Michiru..." Jawab Yataro
...----------------...
Tempat eksekusi
"Me-mereka itu apa?!" Gumam Musashi
"..." Michiru
'Sudah jelas itu manusia setengah iblis kadal.' Batin Asahi
'Eh itu kadal bukan, ya? Sekeluarga sama kadal deh kayaknya jadi ayo sebut aja kadal.' Batin Asahi
Gak mau susah² mikir dia.
Asahi juga telah memutuskan untuk membuat kelompok bushi yang mirip bajak laut kuja.
"Besar sekali mereka...!"
"Kyahahaha! Jadi seperti ini bagian dalam kastil bushi?!"
Asahi mau ngomong tapi ditahan Musashi.
Mulai mau ngerusak suasana dia.
"Jangan diambil pusing! Tempat ini tidak enak dipandang."
"Kita semua sudah muak dengan pemandangan dipulau Awaji!"
'Apa sebenarnya mereka? Iblis...?' Batin Musashi
'Ini Yataro gak tau apa itu yang dinamakan pakaian atau gimana? Anaknya gak pakai baju mana perempuan lagi.' Batin Asahi (Super datar.) {Gacha buah iblis sehingga membuat poinnya jadi 0.}
'Tidak... Ini pertama kalinya aku melihat iblis yang bisa bicara... Apakah mereka manusia?' Batin Musashi
Siraman rohani dulu siapa taukan bisa jadi manusia utuh... Oh ya lupa beda Musashi.
"Hey..." Panggil Akhiro
Panggilan Akhiro membuat Musashi sadar dari lamunannya begitu juga Asahi yang mendapatkan buah iblis tipe paramecia Mera² no mi.
Panggilan itu juga membuat Asahi buru² memasukkannya ke iventory.
Asahi bersyukur dapat mera² no mi. Tapi dia bingung apakah harus memakannya? Karena dia sendiri sedang berlatih red hawk yah walaupun kesulitan karena dia harus sambil berimajinasi itu adalah api yang sama dengan Luffy.
Ingat kekuatan Nika imajinasi. Luffy kan bisa red hawk dari mengimajinasikan Ace, Asahi juga mencobanya tapi dengan mengimajinasikan Luffy.
"Mari kita simpan investigasi kita lain waktu... Kita kalah jumlah... Jadi pertama pikirkan bagaimana kita bisa kabur..." Jelas Akhiro
'Susah memang kulkas berjalan dinasehati.' Batin Asahi
"Apakah kau punya rencana pemimpin?" Tanya Akhiro
'Oh dia sudah mulai sedikit menghormatiku sepertinya.' Batin Asahi (Tersenyum.)
"Ayo kita serang sebelah sana... Aku memperkirakan kekerasan tanduknya sekitar 4-7." Jelas Asahi {Memunculkan aura ungu}
"Hmm baiklah." Jawab Akhiro {Memunculkan aura merah.}
'Tenang sekali mereka...' Batin Musashi
"Hei, kakak Michiru! Kami kesini untuk membantu tugasmu menangkap si dewi obsidian!"
'Pengen bilang pakai pakaian dulu, tapi aku lagi jadi pemimpin yang membuatku harus memimpin dengan benar agar tak membahayakan orang² yang mengikutiku.' Batin Asahi (Datar.)
"Kakak Michiru?" Tanya Musashi
Michiru ekspresinya campur aduk.
"..."
"Aku penasaran apakah dia rusak?"
'Ini makhluk hidup gak mungkin rusak.' Batin Asahi {Menangis dalam hati.}
Pen bicara dia.
"Ada yang aneh dengan kakak Michiru?"
"Dia adalah nomor 3.000, jadi usianya lebih tua dari kita..."
"Kenapa sampah seperti dia mendapat perhatian khusus dari ayah?"
"Jangan cemburu! Namamu dan dia itu mirip!"
"Diam."
"Apa kamu kenal mereka? Tugas apa yang mereka bicarakan?" Tanya Musashi
"Bukankah tadi mereka sudah bilang untuk menangkap seseorang." Ucap Asahi
Itu tentunya membuat Musashi menggaruk bagian belakang kepalanya.
"Hm? Kalian nampak sangat akrab! Kurasa Michiru adalah aktor yang hebat..." Ucap Minami
Yuko Minami... Beda orang. Kalau Kotaro Minami juga beda, kelaminnya aja beda.
Banyak lagi Minami tapi udahlah ya.
"Aktor? Apa maksudmu?" Tanya Musashi
'Hukum anime bertanya saat belum bertarung, seharusnya bertarung dulu, bawa keruang interogasi tinggal kau bertanya saja kalau gak mau jawab siksa\bunuh.' Batin Asahi
"Berhenti... Tolong jangan katakan itu..." Pinta Michiru (Sangat takut.)
"Hei, rambut merah... Gadis itu... Mungkin bersikap imut dan baik ke kamu, tapi... Itu semua adalah akting belaka untuk membantunya menangkap Dewi obsidian." Jelas Minami
Musashi tentunya tak ingin mempercayai itu.
"Kenyataannya, dia selalu berpikir tentang kapan dan bagaimana dia bisa membunuhmu! Bukankah itu kejam?! Kyahahaha!"
"...?" Akhiro
"Mereka berbincang dengan para iblis... Apakah wanita itu mata²?" Tanya Akhiro
"Iya... Tapi dia adalah seorang mata² yang malah jatuh cinta dengan target yang harus dibunuhnya." Jawab Asahi
Akhiro malah merasa kalau Michiru sedang berada di tengah² dua jalan yang berbeda yang wajib dipilihnya. Apakah dia akan meninggalkan tugas dari keluarganya dan hidup bersama dengan orang yang disukainya atau melanjutkan tugas keluarganya dengan membunuh orang yang disukainya.
Akhiro juga merasa nasib Michiru hampir sama dengannya.
"Hah? Tidak mungkin! Itu gila. Michiru, seorang mata²? Yang ingin membunuhku?" Tanya Musashi
"..." Michiru
"Begini... Michiru adalah orang baik. Dia mengkhawatirkan!" Jelas Musashi
"...!!"
"Menangkap si Dewi obsidian? Itu pernah terjadi sebelumnya tapi... Baik, kupikir awalnya mereka bersikap baik kepadaku juga..." Ucap Musashi (Ragu, tak mau percaya.)
Tubuh Michiru bergetar mendengarnya.
"Maafkan aku... Itu semua benar..." Jelas Michiru {Menangis.}
Asahi disisi lain bergumam tentang berharap ada makanan. Akhiro malah menatap datar pemimpinnya ini.
Kau kira itu sinetron cinta?
"Michiru..." Gumam Musashi (Tak mau percaya.)
"..."
"...?"
__ADS_1
"Kenapa ada cairan yang keluar dari tubuh Michiru?"
"Jelas karena dia mencintainya." Jawab Minami
"Apa itu cinta?"
Asahi bergumam soal iblis yang punya sedikit tubuh manusia tapi tak memakai pakaian. Akhiro dibuat bingung oleh manusia Dewi matahari ini, iblis walau punya sedikit tubuh manusia harus pakai pakaian tu loh malah dijadikan permasalahan.
"Entah... Ayah berkata kepadaku itu hanyalah alasan bagi manusia untuk melakukan kegiatan reproduksi."
"Kalau melakukan reproduksi tanpa cinta juga bisa." Gumam Asahi
Itu maksudnya berperkaos ya.
"Kenapa kau bergumam yang aneh²?" Tanya Akhiro
Asahi hanya mengayunkan tangannya sebagai isyarat abaikan.
"Ohh..."
"Michiru... Kamu tidak berniat menghianati ayah, kan?" Tanya Minami
'Michiru... Michiru...?' Batin Musashi
"..." Michiru
'Dia kenal dengan para iblis... Tapi dia terlihat seperti gadis pada umumnya...?' Batin Musashi
Asahi disisi lain melihat hadiah dari membunuh mereka yang masing² 2point.
Mereka kan semi kishin.
Abis ni aku ubahlah cara pendapatan poinnya.
Tiba² tubuh Michiru mengeluarkan banyak kristal.
"Apa?!"
"Wanita itu baru saja mengeluarkan tanduk..."
Lalu dari kristal² tadi muncul proyeksi seseorang.
'Siapa itu?' Batin Musashi
"Ayah!"
"Ayah datang untuk berbicara dengan kami!"
"Pria itu... Adalah ayahku..." Jelas Michiru
"Ayahmu?" Tanya Musashi
"Michiru... Kerja bagus. Sekarang aku sudah menyelesaikan tugasmu dan kembalilah kepadaku." Puji Yataro
"Kamu tahu... Musashi..."
"Aku... Aku ingin mendapatkan kepercayaan ayahku... Jadi aku mencoba menyakitimu..." Jelas[Bergetar, sedih.] Michiru {Menunduk, menutupi mukanya.}
"Kau tak ingin membantunya?" Tanya Akhiro
"Entahlah mungkin kalau Musashi sudah ingin dimakan." Jawab Asahi
'Aku sebenarnya ingin menolong, tapi kalau aku menolongnya sekarang Musashi tak akan pernah dewasa.' Batin Asahi
"Aku seharusnya tidak melakukan itu..."
"... Aku hanya ingin dibutuhkan oleh seseorang... Aku tahu itu bukanlah sebuah alasan untuk melakukan hal kejam, namun..." Jelas Michiru {Menangis.}
"Sekarang bunuh bocah rambut merah itu!"
"Lakukan atau kamu tidak akan diterima lagi di keluarga kami!"
Musashi yang melihatnya teringat masa lalu yang dia disuruh melempar batu.
Minami mulai risih.
"BERHENTI ME'NUNDA² DAN LAKUKAN SAJA!"
Minami mencengkram Michiru dan mengarahkannya ke Musashi. Pedang Michiru diarahkan kedepan untuk menusuk Musashi.
"BERHENTI!!"
Melihatnya Musashi bersiap.
Setelah pedang Michiru dengan dengan Musashi, Musashi menahan pedang Michiru dengan sebelah tangannya yang membuat tangannya terluka. Sebelahnya lagi digunakan untuk memukul tangan Michiru, itu membuat pedangnya terlepas yang langsung diambil Musashi dan menebas kelima jari Minami.
Asahi mulai menutup mata, masuk ke gear second, dan menggunakan Buso Haki.
"OWWW!!!"
"Ayo pergi Michiru!"
Musashi memegang tangan Michiru dan mulai menariknya.
"Menginginkan orang tua untuk membutuhkanmu bukan hal aneh! Bukan hal aneh sama sekali!!" Nasehat Musashi
Michiru tentunya terharu dong.
"ITU SAKIT DASAR BAJINGAN!!"
"KAMU MENGHIANATI AYAH! KAMI AKAN MEMAKANMU KARENA TELAH MEMBUAT SAUDARA²'MU MALAU!!!"
"Hei buka matamu kita harus lari!" Seru Musashi
"Eh...?" Gumam Asahi
Asahi lalu lari dengan cepat dengan Akhiro, Musashi yang menarik Michiru.
Tapi Musashi hampir kena gigit.
Asahi yang melihatnya langsung maju.
"Gomu² no red hawk!!" Asahi
Nah ya kayak gitu.
Seketika salah satu saudara Michiru terpental, tapi yang satunya masih menggigit Musashi. Sayangnya si Musashi gak kena gigit.
"...!" Musashi
"Asahi! Michiru!" Ucap Musashi{Melihat tangan Asahi yang berapi dan Michiru yang melindunginya.}
'Aduh sakit kepalaku menyerang sambil berimajinasi.' Batin Asahi
Dia pertama kali melakukannya. Juga Asahi itu punya otak beda dengan Luffy yang kek gak punya yang membuatnya gak sakit kepala.
"Tolong... Seseorang lindungi orang yang aku sayang...!" Doa Michiru {Melindungi Musashi dengan kristalnya.}
Minami bodoh amat dengan saudaranya yang kebunuh, namanya juga iblis guys.
"Kau sangat nakal kakak... Tetapi batu yang tidak bisa melakukan tugasnya hanyalah sampah... Lihatlah salah satu adikmu ma-." Ucap Minami
Itu ucapan untuk membuat Michiru putus asa. Siapa tau Michiru gate kan, jadi buat. putus asa siapa tau keluar phantom. Beda server sayangnya.
Sebelum Minami sempat menyelesaikan kata²'nya dia sudah dipotong. Tapi gak mati.
"NAOE-SAMA!!"
Gak cuman Naoe, ada juga Kuroko shin- eh salah, Kuroko kelompok Uesugi maksudnya.
"Siapapun yang menganggu perintah Uesugi... Harus dibunuh." Ucap Naoe (Serius.)
"Cih bushi Uesugi." Ucap Minami
"Ini aneh..."
"Mereka bisa berbicara seperti manusia? Apakah mereka iblis? Ini jelas lebih aneh daripada wanita karet."
'Sempat²'nya ngina.' Batin Asahi (Kesal.)
"Jangan samakan kami dengan iblis biasa!"
"Tubuh² yang ayah berikan ke kami ini adalah yang terkuat!"
"Tubuh² yang ayah berikan?" Gumam Musashi
"Tubuhnya tertebas... Tapi bisa tumbuh kembali..." Gumam Akhiro
"Serahkan Dewi obsidian dan wanita berambut hijau itu ke kami, Uesugi bajingan! Jika tidak kami tidak akan beri ampun!" Ancam Minami {Menunjuk Asahi, dan kearah Musashi dan Michiru.}
"?! Apa... Dewi obsidian?"
Sayangnya Kuroko dan Naoe tak mempedulikan Asahi. Asahi tentunya bersyukur.
Asahi dan Akhiro maju.
"Kalau aku tidak menghancurkan tandukmu kau tidak akan mati dengan tenang..." Ucap Akhiro
"OH, KALIAN MAU MENCOBANYA?! SEBENARNYA KALIAN SEDANG MENCOBA UNTUK MELINDUNGI DEWI OBSIDIAN YA?!"
"..." Kuroko dan Naoe
Mereka menatap Michiru dan Musashi.
__ADS_1
"... Nampaknya yang dia maksud adalah salah satu dari mereka berdua."
"Michiru... Michiru!!" Panggil Musashi
'Dia tidak merespon... Apa yang terjadi? Ada darah yang mengucur dari... Kristalnya? Tanduknya?'
"Michiru... Apa sebenarnya kamu ini...?!"
Lalu Musashi mengingat moment kebersamaannya dengan Michiru.
"Tidak... Apapun dirimu... Kamu tetaplah Michiru!!" Ucap Musashi {Menggenggam tangan Michiru dengan erat.}
Michiru yang tatapannya kosong kemudian menangis.
"Serahkan gadis itu kepadaku!" Pinta Kuroko
"Ah!"
'Sialan... Apakah dia mengira Michiru adalah musuh karena tanduknya?!' Batin Musashi
"Tolong tunggu dulu... Ini tidak seperti yang kau pikirkan!" Pinta Musashi
Lalu Kuroko menebas pedangnya dan mengeluarkan Qi pedang, Musashi sudah memasang posisi menangkis.
Qi pedang yang dilepaskan Kuroko mengenai Michiru.
Ini bocah gimana sih udah tau itu Qi pedang bisa dikendalikan dia malah diam ditempat.
"Apa...?!" Gumam Musashi (Kaget.)
"Jangan salah sangka dulu." Ucap Kuroko
"Yang kulakukan hanyalah menggunakan Ki pedangku untuk menutup lukanya agar dia berhenti mengeluarkan darah." Jelas Kuroko
"Aku adalah seorang pengikat."
"Aku menutup semua luka teman²'ku... Dan aku menggunakan kitetsutoku untuk melindungi..."
"Tidak apa²!" Ucap Kuroko (Tersenyum ramah.)
"!!" Musashi
"Terimakasih banyak!"
'Aku khawatir apa yang akan terjadi, tetapi wanita ini menghentikan pendaran Michiru... Sungguh melegakan...'
"Kenapa kamu membantunya?" Tanya Musashi
"Saat itu kami masih ragu yang mana dari kalian yang merupakan Dewi obsi..." Jawab Kuroko
"Huh?" Musashi
"... Lupakan itu bukan apa²!"
'Senyumnya agak menakutkan tapi wanita yang satu ini sangatlah ramah!' Batin Musashi (Tersenyum lebar.)
"Nampaknya pertarungan telah usai..."
"Huh!"
"Gah...!!"
"Kita terbantai...!!"
"Ini sudah usai." Ucap Naoe
Yah yang mukulnya adalah Asahi karena si Naoe hendak membunuh iblis yang ada didekatnya dan dijadikan mangsa olehnya.
'Huh sekarang dengan 14 yang ini dan 1 yang tadi berarti aku membunuh 15 ya.' Batin Asahi {Mendarat.}
"Hebat... Sebelumnya mereka berjumlah tiga puluh, tapi sekarang mereka tinggal berdua!" Gumam Musashi
"Mungkin kau bisa belajar dari itu..."
"Aku tidak punya kitetsuto!"
"..."
"Kamu tahu apa yang harus dilakukan apabila ini terjadi... Benar kan kakak Mishima?" Tanya Minami
Mishima.
"Iya aku yang paling tua, jadi kau pergilah!" Jawab Mishima
"Apa yang mereka...?"
"Baik, selamat tinggal kakak Mishima!" Ucap Minami
Lalu Minami memakan Mishima.
Itu membuat tatapan Asahi menjadi kosong dan membuatnya menghubungkan Qi pedangnya dengan Naoe dan Kuroko. Qi pedang Asahi lalu memakan Qi pedang Naoe dan Kuroko.
Naoe yang menyadarinya memukul Asahi untuk menyadarkannya. Asahi yang sadar langsung menghentikan Qi pedangnya.
Musashi dan Akhiro kaget. Sangking kagetnya mereka sampai membatu.
"Hah? Dia..."
"... Memakan kawannya sendiri... Bukan kakaknya?"
"Dengan begini sekeluarga akan tumbuh lebih kuat."
Tiba² saja muncul kristal² di badan Minami dan memunculkan proyeksi Yataro.
"Benar sekali... Anakku..."
"Dia lagi..." Gumam Musashi (Kesal dan marah.)
"Anak terlemah akan menjadi santapan... Dan hanya anak terkuatlah yang akan hidup."
"Dengan demikian garis keturunan yang tidak pernah terputus ini akan berlanjut... Ini adalah takdir perkembang biakan yang sebenarnya!"
"INI ADALAH ARTI DARI KELUARGA!!"
'Mereka sebelumnya terlihat berteman dengan satu sama lain sampai semenit yang lalu... Tidakkah mereka memikirkan ini? Dan ayah mereka, dialah yang bisa memerintah mereka dengan santainya...' Batin Musashi
'Yah mereka adalah iblis aku tidak bisa mengomentari kelakukan anak²'nya si Yataro karena mereka iblis... Hanya Yataro lah yang manusia.' Batin Asahi
"Apa... Apa sebenarnya mereka?!"
"..." Kuroko, Naoe, Asahi.
"Ahh... Kekuatannya terus mengalir...!!"
"Hmph!" Dengus Naoe {Mengirimkan serangan Qi pedang.}
Tapi sayangnya serangan si Naoe bisa ditepis.
"Dia menepis serangan tuan Naoe?!" Gumam Musashi (Kaget.)
"... Hoahm~." Menguap Asahi {Mengaktifkan skill barrier untuk mencegah tepisan yang nyasar kearahnya.}
"Mereka punya tameng pelindung!"
"Bukankah ini teknik yang dipakai naga berkepala delapan?!"
"KALIAN BENAR!! DARAHNYA... MENGALIR DIDALAM TUBUH KAMI JUGA!!"
"Apa? Apa sebenarnya mereka ini...?" Gumam Naoe
"DAN INI BUKAN YANG TERAKHIR! MASIH BANYAK DARI KAMI YANG SUDAH MEMAKAN SAUDARA KAMI SENDIRI DAN BERTAMBAH KUAT.... KYAHAHAHAHA!!"
Tiba² banyak iblis yang seperti tadi memasuki kastil Uesugi.
"WAH?!"
"LAHAPLAH SEMUA SUMBER MINERAL DIKASTIL INI!! DENGAN BEGITU KITA AKAN BERTAMBAH KUAT..."
"Ini aneh... Bagaimana... Mereka bisa masuk?" Gumam Kuroko
'?!' Musashi
Asahi disisi lain sudah terbang dan melawan semuanya. Asahi ingin membunuh 85lagi.
'Bagaimana...? Bukankah mereka datang dari langit...?' Batin Musashi (Heran.)
'Apakah mereka semua... Iblis yang sama dengan iblis yang menangkis serangan tuan Naoe? Bagaimana bisa kita mengalahkan mereka...?!'
"Jangan khawatir tuan ada disini." Ucap Kuroko
"Tuan...? Maksudmu pemimpin Uesugi?" Tanya Musashi
...----------------...
Dilangit
"Gomu² no muchi." Asahi
Asahi lalu melakukan tendangan cambuk yang sayang bisa ditangkis, tapi kristal yang menangkisnya juga sedikit retak.
'Keras sekali.' Batin Asahi
Asahi ingin bertarung tanpa Haki dulu.
__ADS_1