Aku Dan Kedua Sahabatku

Aku Dan Kedua Sahabatku
Episode 1


__ADS_3

Pagi ini cukup cerah, awan putih menggantung menghiasi langit langit berwarna biru cerah itu. Padahal baru semalam turun hujan, tidak deras sih. Aku berangkat kesekolahku berjalan kaki melewati trotor sesekali berhenti untuk menunggu lampu merah bagi para pengguna kendaraan. Seperti biasa sebelum kesekolah aku akan pergi kerumah temanku. Aku dan dia selalu pergi bersama kesekolah, sejak SD.


Rumahnya tak jauh dari rumahku, mungkin berjarak 200 meter. Dan jarak rumah kami kesekolah juga tak cukup jauh.


Aku sudah cukup berteman lama dengannya, sejak SD. Dia murid pindahan dari kota besar. Dia anak yang cukup pintar, baik, selalu ceria. Tapi ya, dia sedikit pemalu berbeda denganku yang cepat akrab dengan orang baru. Pernah sekali aku dan dia berpisah cukup lama, kira kira ada 2 tahunan. Mungkin bagi kalian itu waktu yang sebentar, tapi bagiku dan dia itu waktu yang lama. Itu karena kami selalu bersama, bermain bersama, pergi dan pulang kesekolah bersama, bahkan terkadang kami akan menginap dirumah satu sama lain tiap minggu.


Ketika sampai dirumahnya, aku lihat dia sudah menungguku didekat jendela kamarnya. Menatap jalan, berharap aku segera sampai. Rumahnya tak dibilang besar tapi tak bisa dibilang kecil juga. Rumahnya berlantai dua. Di dalam rumahnya tepatnya didepan gerbang rumahnya ada seekor kucing kecil kalau tak salah namanya Kitch. Dia memang penyuka kucing dan membenci serangga.


"Selamat Pagi, Sakura" sapanya mengejutkanku


"Oh..pagi juga, Natsu" jawabku padanya "Kau mengagetkanku saja"


"Maaf, kau sedang bersama Kitch ya"

__ADS_1


"Iya" jawabku sembari mengelus kucing kecilnya itu


"Ayo berangkat, nanti terlambat" ucapnya menyadarkanku


Kami berjalan beriringan di trotor yang disediakan memang khusus untuk pejalan kaki. Di negara kami memang lebih banyak pejalan kaki dibandingkan para pengguna kendaraan. Jika ada yang menggunakan kendaraan itu juga hanya bis biasa bukan kendaraan pribadi.


Kami sampai disekolah tepat waktu, 5 menit sebelum bel masuk dibunyikan. Aku dan Natsu berbeda kelas. Aku berada di kelas 1-B dan Natsu berada di kelas 1-A. Pantaslah dia anak yang pintar. Aku juga pintar tapi tak sepintar dia. Terkadang jika aku kesulitan dalam belajarku aku akan meminta tolong padanya. Jika jam istirahat aku dan Natsu pergi ke kantin bersama, atau terkadang hanya mengobrol hal kecil dikelasku.


Teman teman sekelasku hampir semuanya mengenal Natsu. Wajarlah dia sering kekelasku untuk mengbrol ketika jam istirahat atau saat belum masuk pelajaran. Selain itu dia juga anak yang berprestasi. Dia akan mengikuti lomba cerdas cermat se-kota. Dia menjadi kebanggaan seluruh sekolah. Walau begitu dia tidak sombong atau besar kepala. Itu semua karena kerja kerasnya dalam belajar selama ini.


Waktu pelajaraan pun selesai. Waktunya pulang, aku membereskan bukuku yang berada dimeja. Aku pergi kekelasnya Natsu. Tapi tak kutemukan dirinya disana. Kemana dia pergi? apakah dia sudah pulang? tapi kami selalu pulang bersama. Kucari dia diseluruh ruang kelas tapi tak kunjung kutemukan juga. Aku akhirnya mencarinya ke toilet tak ada juga. Apa iya dia sudah pulang? pikirku.


"Kemana si Natsu, ya? kucari dia diseluruh sekolah tidak ada" tanyaku "Dia tidak mungkin meninggalkanku, bukan"

__ADS_1


Kulihat jam ditanganku, sudah menunjukkan jam 16.35. Tapi tak ada tanda tanda munculnya Natsu. Aku menyerah karena hari mulai gelap. Aku berjalan keluar gedung sekolah, kulihat ada seorang gadis berdiri di pinggir pagar sekolah. Kuamati dia baik baik ternyata dia Natsu. Ternyata dia berada di luar gedung selama ini. Lalu untuk apa aku mencarinya. Lelah aku mencarinya dengan khawatir dan cemas. Eh dia malah menungguku didepan sekolah.


"Kau ini, aku mencarimu kemana mana!" teriakku padanya


"Maaf, Sakura, maaf. Tadi ketua OSIS tiba tiba memanggilku keluar" jawabnya yang juga menyatukan kedua tangannya.


"Ketua...OSIS? memanggilmu? untuk apa?" tanyaku penasaran


"Eh itu...ah sudah jangan dipikirkan. Lebih baik kita pulang yuk, sudah hampir gelap" jawabnya terburu buru


Aku penasaran apa yang sebenarnya dia sembunyikan dariku. Jarang dia mau memyembunyikan sesuatu dariku. Pasti ada sesuatu yang berkaitan dengan perasaan atau yang lainnya. Karena Natsu tidak pernah mau menceritakan rahasia atau masalah apapun itu jika berhubungan dengan perasaan hatnya. Kecuali suasana hati ya.


Kami tiba dirumah Natau jam 16.47. Setelah mengantar Natsu aku langsung pulang, tak mampir kerumahnya. Karena hari sudah gelap, Kakakku pasti akan cemas jika aku pulang terlalu malam. Sesampainya dirumah aku langsung pergi kekamar meletakan tasku, lalu pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu aku pergi keruang makan dan makan malam bersama kakakku.

__ADS_1


Selesai makan aku naik keatas. Kekamarku. Aku membuka bukuku. Menjadwal pelajaran untuk esok pagi. Lalu kupelajari bab bab yang akan kira kira dibahas esok. Selesai belajar aku pergi tidur. Memimpikan malam yang indah bersama cahaya bulan yang ditemani dengan angin malam yang dingin.


To Be Continued...


__ADS_2