Aku Dan Kedua Sahabatku

Aku Dan Kedua Sahabatku
Episode 5


__ADS_3

Pertanyaan yang ditanyakan Natsu tak dijawab sama sekali oleh Yukina. Aku penasaran apakah memang Yukina mengenal Natsu. Jika benar bukankah seharusnya dia menyapanya bukan hanya diam saja. Kemarin setelah mendengar pertanyaan itu tiba tiba saja Yukina menjadi berubah, dia terlihat kesal dengan Natsu. Dia langsung pergi tanpa mengucapkan apa apa. Pergi dengan wajah kesal. Saat kutanyai Natsu pun dia hanya diam saja. Tak menjawab dan malah mengalihkan topik pembicaraan.


Ingin kubertanya pada Kak Haru, tapi aku takut menganggunya dia sedang sibuk akhir akhir ini. Ini tahun terakhirnya di kampus. Dia harus menyiapkan segalanya. Kuurungkan niatku bertanya padanya. Paginya saat dikelas saat kuajak berbicara dia malah mengusirku. Menyuruhku untuk menjauh darinya. Padahal baru kemarin dia bilang aku satu satunya yang mau berteman dengannya. Kenapa sekarang berubah. Perubahan itu tak dapat kumengerti. Saat jam istirahat Natsu tak datang kekelasku. Kuputuskan untuk kekelasnya. Dia bilang dia sedang tidak ingin kekelasku, takut rasa bersalah terus menghantui dirinya. Aku semakin tak mengerti sebenarnya ada hubungan apa Yukina dengan Natsu. Semakin aku penasaran semakin kesal juga aku dengan mereka berdua.


Diam diam kuajak mereka berdua kuajak bertemu. Sama seperti sebelumnya pertemuan itu juga tak menghasilkan. Mereka pergi begitu saja tanpa mengatakan apa apa. Aku yang kesal dan marah karena pertengkaran mereka mulai menunjukkan kemarahanku pada mereka.


"Jika kalian berdua tidak bisa membicarakan masalah kalian berdua jangan harap bisa bertemu denganku dan masuk kekelas kalian masing masing. Mengerti!" hardiku pada mereka berdua


Tentu saja pernyataanku saat marah itu membuat mereka terkejut. Kutinggalkan mereka berdua tanpa mengatakan apapun lagi. Baru ku berjalan 4 langkah. Natsu membuka keheningan diantara kami bertiga. Kata pertama yang dia tujukan pada Yukina membuatku sedikit terkejut.


"Maaf" ucapnya sambil membungkukkan badannya.

__ADS_1


Yukina yang juga terkejut dengan apa yang diucapkan Natsu hanya bisa diam. Sejenak kemudian dia membuka mulut.


"Aku juga minta maaf" ucapnya juga membungkukkan badan.


Kemarahanku sedikit mereda ketika mereka mulai mau berbaikan. Setelah situasi benar benar sudah dapat dikendalikan lagi. Aku mulai berbicara lagi. Kali ini dengan nada rendah dan meminta maaf telah membentak mereka berdua.


"Maaf telah memarahi kalian. Aku tak mungkin marah jika kalian mau seperti tadi dari kemarin" ujarku "Jadi sekarang bisa katakan apa masalah kalian berdua? biar aku mendengarkannya. Bukankah akan melegakan jika tak terus terusan disimpan dalam hati"


"Kau ingat saat SMP aku pindah keluar negeri selama 2 tahun, Sakura?" tanya Natsu padaku tiba tiba


"Kau tau aku pindah kemana?" tanyanya lagi

__ADS_1


Aku menggeleng. Aku memang tidak tau itu karena dia memang tak memberitahuku kemana dia akan pergi saat pindahannya itu.


"Aku pindah ke Amerika" jawabnya kemudian


"Amerika?!" tanyaku terkejut "Amerika..bukankah Yukina juga dulu tinggal di Amerika?...jangan jangan...?" ucapku menebak


"Iya. Di sana aku bertemu dengan Yunyun. Aku berteman dengannya dikelas 2. Kami satu kelas. Dia terlihat pendiam dan murung saat itu. Jadi kuputuskan untuk berani berkenalan dengannya..." ucapnya terhenti "Lalu saat tahun kedua tepatnya kelas 3. Aku kembali kesini tanpa mengatakan apapun padanya. Mungkin karena hal itu dia marah padaku. Karena aku temannya satu satunya disana. Walau cuma 2 tahun berteman, sudah seperti aku denganmu Sakura"


Aku hanya diam dan tak menyela cerita masa lalu mereka. Aku cukup termangu dengan ceritanya. Apa ini sebuah kebetulan kita semua dipertemukan? baik sekali tuhan mau mempertemukan kita dengan cara seperti ini. Walau harus ada beberapa masalah yang harus diatasi terlebih dahulu. Cerita yang luar biasa bagiku. Mereka dipertemukan lagi untuk bersama walau dengan cara yang salah sih. Tapi aku senang akhirnya masalah mereka bisa selesai. Tanpa ada masalah lagi. Aku cukup lelah dengan masalah mereka yang tak kuketahui dari kemarin. Karena mereka berdua sudah berbaikan kuputuskan untuk merayakan hal itu. Kuajak mereka berdua kerumahku. Kebetulan sekali kemarin kakakku membeli kue yang lumayan banyak. Dia bilang dimusim dingin seperti ini enaknya makan yang manis manis. Apa juga hubungannya, batinku.


Wajar saja kakakku orangnya sedikit aneh. Tapi dia orangnya penyayang cukup baik hati juga. Untuk masalah akademis dan non akademis jangan ditanya dia baik sangat baik. Dia selalu mendapatkan juara disetiap lomba yang dia ikuti. Dan belum pernah kalah. Dia juga membenci hujan. Tapi dia menyukai salju. Hampir saat salju turun tiba dia selalu mengajakku keluar untuk bermain salju. Yang mengakibatkan aku harus dirawat karena demam tinggi. Dia akan dimarahi ibu jika berani mengajakku keluar rumah untuk bermain salju lagi.

__ADS_1


Sampainya dirumahku tak kulihat siapapun didalam. Tak ada kak kyo pikirku. Dia kemana lagi. Hari ini pun dia tak memberitahuku akan pergi. Saat kucek kekamarnya. Dia sedang tertidur lelap. Pasti tadi malam dia begadang semalaman. Kulihat kamarnya berantakan tak karuan. Penuh dengan buku dan kertas berserakan. Mungkin karena ini tahun terakhirnya juga menjadi mahasiswa. Dia akan mewarisi bisnis keluarga. Memalukan jika dia tak bisa mengembangkan bisnis keluarga, mungkin begitu pikirnya. Tapi yang kutau kakakku bukan orang berpikiran seperti itu. Yah apapun itu terserah. Selama dia tidak jatuh sakit saja. Aku yang akan repot mengurusinya nanti.


To Be Continued...


__ADS_2