
"Terimakasih. Aku akan menunggumu diluar rumahmu"
Setelah membaca pesan terakhir dari Yukina, aku segera bersiap siap untuk pergi. Tidak enak jika Yukina sudah sampai dirumahku tapi aku belum siap sama sekali.
****
"Sakura! ada temanmu, cepat turun jangan kau lama lama" seru ibuku dari ruang tengah
"Yaa. Segera turun"
"Maaf sudah membuatmu menunggu lama, Yukina"
"Tidak. Aku juga baru sampai kok. Kita berangkat sekarang?"
"Iya"
Kami menghabiskan setidaknya sekitar setengah jam untuk membeli semua barang barang yang dibutuhkan Yukina, termasuk diriku. Walau tak sebanyak Yukina yang akan diperlukan untuk kegiatan club. Aku hanya membeli beberapa barang untuk kuletakan dikamarku.
"Aku sudah selesai. Kau mau langsung pulang, Yukina?" tanyaku setelah selesai membayar dikasir
"Emm..sebenarnya aku masih belum ingin pulang sih"
"Kalau begitu mau ikut denganku kesuatu tempat?"
"Kemana?"
"Kau akan tau setelah kita tiba disana"
Didalam perjalanan menuju tempat latihan Natsu, aku mengirimi pesan padanya kalau aku akan segera kesana dan sedang dalam perjalanan. Sebelumnya, aku sudah mengiriminya pesan agar tak menungguku dan menjelaskan keadaanku yang harus menemani Yukina pergi ke pusat perbelanjaan.
"Pagi juga Natsu. Begini Natsu..kau tak perlu menungguku. Pergilah lebih dulu ke tempat latihan. Aku masih harus menemani Yukina pergi belanja beberapa barang untuk kegiatan clubnya"
Untung saja si Natsu mau mengerti. Jika tidak pasti aku akan kesulitan lagi. Karena biasanya si Natsu akan menuntutku jika dia sudah meminta. Entah bagaimans hal seperti itu bisa terjadi juga.
****
__ADS_1
"Lapangan Tennis?"
Pertanyaan pertama yang dia ucapkan setelah kami tiba dilapangan tennis tempat biasa Natsu dan tim clubnya berlatih atau sedang latih tanding.
"Kenapa kesini?" tanyanya lagi
"Hari ini Natsu sedang latihan dan dia memintaku untuk datang. Kupikir mengajakmu bukan hal yang buruk juga,kan?"
"Natsu ikut club soft tennis?"
"Kau baru tau?"
"Dia tak pernah mengatakan apapun tentang club apa yang dia ikuti" jelasnya padaku
"Mungkin dia lupa atau entahlah"
Disaat tengah pembicaraan kami, ada seseorang yang berteriak memanggil nama kami.
"Sakura! Yunyun!"
"Berisiklah, Natsu. Jangan teriak. Membuatku malu saja" tegurku padanya
"Aku hanya diajak Sakura" ujarnya menjelaskan
"Sebentar lagi kami akan mulai latihan. Lihat bagaimana aku mencetak angka"
Aku dan Yukina menonton latihan Natsu dan tim clubnya dibawah pohon. Kebetulan sekali didekat lapangan tennis itu ada pohon kecil yang lumayan rindang. Kami memutuskan duduk disana agar tak merasa kepanasan.
"Apa kau bosan Yukina?" tanyaku ketika melihatnya seolah tak bersemangat
"Tidak. Bukan begitu. Aku hanya tak menyangka, ternyata Soft Tennis seperti itu. Tak ada yang mengasikannya"
"Eh tak asik?"
"Iya. Malah hanya akan merasa lelah saja berlari kesana kemari mengejar bola supaya tak jatuh ketanah dua kali"
__ADS_1
"..."
Aku tak bisa menjawab perkataannya itu. Karena aku memang tidak tau keasikan dari bermain soft tennis. Dan aku tidak ingin mengatakan kalau soft tennis itu menyenangkan. Takutnya Yukina akan menganggap aku ini sok tahu padahal aku tidak ikut club soft tennis.
Aku dan Yukina tak memulai pembicaraan lagi setelah pembicaraan terakhir Yukina tentang pendapatnya terhadap club Soft Tennis.
Kami hanya terus memperhatikan dan menonton latihan yang dilakukan Natsu dan anggota club yang lainnya. Tapi menurutku soft tennis itu tidak buruk. Sedikit terlintas dikepalaku mungkin soft tennis memang sedikit menyenangkan tapi itulah resiko dari mengikuti club olahraga, kita pasti akan merasa lelah dan berkeringat. Bukankah itu menyehatkan.
Aku sendiri sejak dulu tak pernah mengikuti kegiatan club yang berkaitan dengan olahraga. Sejak SMP akan hanya mengikuti kegiatan club memanah dan sekarang pun masih. Karena sejak kecil aku memang sudah menyukai memanah.
"Ahh..melelahkan. Apa kalian haus atau lapar?" tanya Natsu kepada kami
"Lapar dan haus itu pasti jelas lah"
"Kau sudah selesai, Natsu?" tanya Yukina
"Ya. Untuk hari ini hanya segini saja. Tapi kami masih harus tetap terus latihan untuk turnamen"
"Semangat kalau begitu" jawabnya dingin
****
Setelah selesai mengikuti kegiatan club Natsu kami pergi ke cafe untuk makan. Aku lupa sarapan tadi pagi, karena terlalu lama bersiap dan terlalu lama memikirkan dilema membuatku lupa akan sarapan dan rasa lapar. Tapi setelah hari sudah mulai menjelang siang, perutku menjadi terasa lapar.
"Bisa bisanya kau lupa sarapan, Sakura" ucap Natsu heran
"Aku terlalu sibuk tau. Jadi lupa makan"
"Bukannya dihari libur seperti ini kau tidak banyak kegiatan? kenapa bisa sibuk? club memanah sedang libur 3 hari karena Pelatih sedang izin keluar kota bukan?"
"Ahh ya benar. Aku sibuk rebahan dan menonton televisi tau"
"Dasar sejak dulu kebiasaanmu tak berubah"
"Sulit untuk merubahnya"
__ADS_1
Aku dan Natsu tertawa. Yukina yang tak mengerti tentu saja hanya diam dan memperhatikan pembicaraan tak jelas kami ini. Aku jika sudah mengobrol dengan Natsu memang akan membicarakan hal yang tidak jelas. Terkadang masalah kucing atau anjing yang bisa hidup atau tak hidup akurpun bisa menjadi bahan pembicaraan kami.
To Be Continued...