
Kami berpesta makan minum tanpa mempedulikan waktu. Kulirik jam tanganku sudah menunjukkan jam 18.56. Sudah terlambat. Natsu dan Yukina buru buru segera pulang, karena makin lama hari semakin gelap. Untuk Natsu mungkin tidak apa aku bisa mengantarnya. Tapi rumah Yukina dengan kami jauh. Dia harus buru buru mengejar kereta terakhir atau dia tidak bisa pulang nanti.
Rumahku menjadi sepi ketika mereka berdua tidak ada. Rumahku rasanya kosong seperti tak ada penghuninya. Ketika aku membereskan semua kekacauan pesta kami. Tiba tiba kakakku turun dan memanggilku, tentu saja itu membuatku terkejut bukan kepalang. Dia tiba tiba saja muncul didepan pintu dengan wajah lusuhnya yang baru bangun tidur. Segera saja kusuruh dia untuk secepatnya mandi dan sesudahnya kusuruh mengantarku ke supermarket untuk membeli bahan makanan. Diperjalanan kakakku sempat bertemu dengan kawan SMA nya dulu. Jarak antara supermarket dengan rumah kami memang tidak jauh, tapi aku dilarang pergi keluar sendiri apabila hari sudah malam. Jadilah jika aku harus pergi tiap malam akan minta ditemani kakakku itu. Dan jika kakakku tidak ada terpaksanya ayah atau ibu yang membelinya.
****
Sasampainya disupermarket aku segera saja mengambil bahan bahan makanan untuk makan malam kami. Setelah selesai aku pergi ke kasir untuk membayarnya. Saat aku keluar tak kutemukan kakakku berada disana. Padahal tadi dia tidak ikut masuk kedalam. Lalu dia akan pergi kemana. Aku mencarinya disekeliling supermarket. Ketika aku tiba tiba teringat supermarket terletak dekat dengan taman. Aku pergi ketaman tersebut. Dan kulihat dia sedang duduk di bangku taman memangku dan mengelus seekor kucing kecil lusuh dan kotor.
Kuhampiri dia dan kutanyai dimana dia mendapatkan kucing kecil itu. Ternyata kucing kecil itu menghampirinya dan mendekatinya ketika dia sedang menungguku di supermarket. Saat dia ingin menggendongnya, kucing itu malah kabur, lalu dia kejar sampai ketaman. Setelah berhasil dia tangkap kucing itu malah tertidur pulas dipangkuannya. Kutemani dia ditaman malam itu. Sesaat kemudian kulirik jam tangannya kulihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 22.56. Sudah terlalu larut. Kami bahkan belum makan malam. Ibu dan ayah pasti sudah pulang, sampai dirumah kami pasti akan dimarahi. Saat kuajak dia pulang, dia malah enggan pulang. Merasa pada kucing kecil itu sendirian ditaman.
"Tapi aku tidak bisa meninggalkan kucing kecil ini sendirian, adikku" ujarnya merasa kasihan
"Tapi sudah malam, sudah jam 22.56, kak. Kalau tak pulang ibu dan ayah akan memarahi kita.."
"Kalau begitu bagaimana jika kita bawa dia pulang bersama kita?" tanyanya masih mengelus kucing itu
"Heemm...apa ibu setuju?" tanyaku kembali
__ADS_1
"Aku akan meyakinkan ibu jika dia tak setuju.." jawabnya penuh yakin
"Tapi jangan libatkan aku jika tak diberi izin ya.."
Setelah berdiskusi tentang kucing kecil itu, kami segera pulang. Dan tentu saja ibu sudah menunggu didepan pintu sambil bergacak pinggang. Sudah siap untuk memarahiku dan kakak. Tapi kemarahannya tiba tiba mereda. Saat kuperhatikan ternyata ibu juga menyukai kucing. Dia sangat setuju kami mengadopsi kucing kecil lusuh dan kotor itu. Setidaknya ibu melupakan kejadian kami pulang terlambat.
*****
Saat pagi tiba ketika aku bersiap untuk mandi, aku terkejut dengan keberadaan kakakku yang berada dikamar mandi. Tumben sekali dia mandi pagi, batinku. Saatku perhatikan lagi ternyata dia sedang memandikan kucing yang kami temukan tadi malam. Karena waktu terus berjalan, akhirnya aku mandi dikamar mandi atas. Kamar mandi atas memang jarang dipakai. Digunakan hanya untuk keperluan darurat. Seperti tadi. Setelah rapi berpakaian sekolah aku turun kebawah untuk sarapan bersama ayah dan ibuku. Hari ini hari Sabtu, ibu libur, jadi hari ini ibu akan membantu kakak mengurus kucing kecil itu.
"Akan kau beri nama siapa dia, kak?" tanyaku tiba tiba
"Kalau begitu aku berangkat dulu, ibu, ayah, kakak" sembari membuka pintu.
****
"Hari Sabtu yang cerah ya" ucapku tiba tiba
__ADS_1
"Tumben sekali" ucap Natsu sembari melahap bekal makannya.
"Apanya yang tumben?" tanyaku tak mengerti
"Maksudnya, tumben sekali kau bilang begitu" timpal si Yukina
"Oh...iya hari ini seluruh keluargaku sedang sibuk semua. Ayah sibuk dengan pekerjaannya, ibu sibuk dengan rumah, dan kakakku dia sibuk dengan peliharaan barunya.." ucapku tak bersemangat
"Oh..kak Kyo punya peliharaan juga?" tanya Natsu antusias.
"Kenapa antusias sekali?" tanyaku heran
"Tidak papa..Hehe"
*****
Sebenarnya aku suka dan senang senang saja dia mau memelihara kucing, tapi aku juga sedikit tak kesal. Karena hal itu dia jadi sedikit melupakan diriku yang adiknya ini. Karena jika bukan dia yang kuajak berbicara dan jahil siapa lagi. Semenjak kucing itu ada dia menjadi sedikit melupakan diriku ini. Bahkan lebih mengutamakan kucing itu daripada dirinya sendiri. Seperti kemarin dua hari setelah kami menemukan kucing itu. Saat makan malam tiba dia malah sibuk bermain dengan kucing itu. Aku sudah menyuruhnya untuk makan mslam dulu, dia malah hanya bilang 'tunggu sebentar, tunggu sebentar' terus. Aku jadi kesal. Bagaimana jika dia sakit. Bagaimana jika dia terluka jika bermain dengan kucing itu. Aku ingin membuangnya tapi kakak pasti akan sedih, jika sedih pasti akan murung dikamar dan menghabiskan jam jam bermain konsol game. Aku juga tidak suka hal itu. Aku ingin mengutarakan perasaanku tentang sikapnya, hanya saja takut dia akan salah paham tentangku. Akhirnya kuurungkan saja, dan mencoba untuk perlahan lahan menyukai kucing itu.
__ADS_1
To Be Continued...