Aku Dan Kedua Sahabatku

Aku Dan Kedua Sahabatku
Episode 4


__ADS_3

Sudah 2 hari ini aku selalu berangkat dan pulang sekolah sendiri. Ya sendiri, tidak ada Natsu. Dia sedang sakit dari kemarin. Saat itu aku ingin menghampirinya untuk berangkat sekolah bersama. Tapi ketika aku sampai dirumahnya ibunya mengatakan kalau Natsu sedang sakit dan memintaku untuk mengizinkannya kepada wali kelasnya. Jadilah itu aku berangkat dan pulang sendiri. Sepi tanpa ada sosok dirinya.


Ini hari ketika dia belum masuk sekolah. Di kelasku kami mendapatkan teman baru dia gadis yang tinggi dengan kulit putihnya dan mata ungu miliknya membuatnya semakin cantik. Rambut birunya yang diikat tinggi. Ya dialah teman baruku baru pindah dari Amerika. Dia mengikuti ibunya yang kembali ke sini. Dia setengah keturunan Jepang setengah keturunan Amerika. Dia lancar kedua bahasa tersebut. Jadi mudah bagi kami untuk bercakap dengan dirinya.


Dia gadis yang baik, dan juga pintar tapi juga pendiam. Dia pernah bilang dulu dia tidak pendiam, anak yang ceria. Dia mulai pendiam ketika ayah dan ibunya mulai bercerai. Kejadian itu merengut keceriaannya. Ayah dan ibunya sudah 3 tahun berpisah. Karena hal itu dinegara dia tinggal dulu dia jarang memiliki teman. Ibunya yang menyadari itu segera memutuskan untuk pulang ketanah kelahirannya. Dan menetap disini.


"Lalu kau dan ibumu memutuskan untuk tetap tinggal disini?" tanyaku


"iya" jawabnya pendek. Terlihat dari raut wajahnya dia tak bersemangat menjawab pertanyaanku. Sebenarnya daripada dibilang tidak bersemangat lebih tepat dibilang cuek. Tapi jika dia tak menjawab pasti akan kutanyai terus. Walau dia pendiam dia tetep mau berbagi cerita tentang keluarganya padaku. Kenapa ya? padahal kami baru berteman. Baru berkenalan juga. Karena penasaran kutanyakan hal itu padanya. Dia diam sejenak, lalu beberapa detik kemudian menjawabnya juga.


"Karena aku tau kau satu satunya orang yang mau berteman denganku disini" jawabnya penuh keyakinan


"Kau yakin akan hal itu?" tanyaku lagi

__ADS_1


"Iya"


Dia seolah olah tau kalau aku sangat ingin berteman dengannya. Dan ya memang diantara teman kelas ku yang lain hanya aku yang mau mengajaknya berbicara. Mengajaknya berteman dan berkenalan. Saat jam istirahatpun kuajak dia kekantin bersama dengan yang lain. Tapi dia menggeleng tau ikut. Mumgkin dia tak suka jika harus kekantin karena banyak orang disana. Apalagi kekantin dengan teman kelas yang belum dia kenal baik.


Saat kembali dari kantin aku duduk didepannya. Menemani kesendiriannya di pojok ruang kelas. Dia duduk di kursi paling belakang dan aku duduk disamping kanannya tepat. Aku sering mengajaknya mengobrol beberapa hari ini. Karena aku sebenarnya tak terlalu dekat dengan teman kelasku yang lain. Padahal biasanya ada Natsu yang menemaniku tapi dia masih belum sembuh. Ini sudah hari ke-3 dia bersekolah disini. Aku terus mengajaknya berbicara. Tak penting juga sih. Tapi baguslah untuk membangun pertemanan dan kepercayaan diantara kami. Mungkin juga karena lelah ku tanyai dan kupojokkan dengan pertanyaan pertanyaanku, dia akhirnya mau berbicara padaku tak bersemangat.


"Maaf ya jika aku terus menganggumu. Tapi aku juga sama sepertimu aku kesepian"


"Kesepian? bukankah kau berteman baik dengan yang lain?"


"Natsu?"


"Ah...maaf kau pasti belum tau dia ya. Dia temanku dia anak 1-A. Biasanya saat jam istirahat dia akan kemari. Tapi saat ini dia sedang sakit jadi belum bisa berangkat"

__ADS_1


"Oh"


"Yukina apa kau mau bertemu dengannya?" tanyaku tiba tiba. Pertanyaanku itu sedikit membuatnya terkejut. Tapi ketika kulihat matanya seolah olah mengatakan 'Aku tau kau akan bertanya seperti itu' seolah olah dia mampu membaca pikiranku. "Bagaimana?" tanyaku lagi tak sabar


"Jika tak lama"


"Hanya menjenguknya, tak lama. Rumahnya juga dekat rumahku"


Selepas pulang sekolah, seperti janji tadi akhirnya kami pergi mengunjungi rumah Natsu. Ini kali kedua aku menjenguknya dirumah. Dia memang tidak dirawat dirumah sakit. Karena Natsu takut jarum infus. Sesampai dirumahnya kami menekan bel rumah mereka. Kakaknya yang membukakan pintunya. Setelah dipersilahkan masuk kami naik kelantai atas tempat dimana kamar Natsu berada.


Kulihat dia sedang membaca beberapa buku cerita kesukaannya. Tentu saja tak lupa juga beberapa majalah model. Natsu banyak mengkoleksi majalah model. Yah itu sih wajar dulu ibunya seorang model. Tapi berhenti ketika ibunya menikah dengan ayahnya. Dia sedikit terkejut dengan kedatanganku kesana. Bukan karena kedatanganku. Tapi karena teman baru yang kubawa kerumahnya itu.


Tapi sebenarnya yang bisa kubaca dari wajah terkejut Natsu yang kulihat bukan keterkejutan seperti 'siapa dia' melainkan seperti 'tidak menyangka' bahwa yang datang adalah dia. Seolah olah Natsu sudah mengenalnya lama dan lama tak bertemu cukup lama.

__ADS_1


"Hei. Apa kau Yunyun?" tanyanya pada orang yang berdiri dibelakangku. Dari nada suaranya bisa kupastikan kalau dia pasti memang pernah bertemu dengan Yukina. Seperti pernah berteman tapi terpaksa harus berpisah.


To Be Continued...


__ADS_2