Aku Dan Kedua Sahabatku

Aku Dan Kedua Sahabatku
Episode 3


__ADS_3

Aku setengah terkejut tapi juga lega, ternyata orang itu adalah kak Kyo. Bukan pencuri. Aku keluar dari tempat persembunyianku, dan menyambut kakakku pulang. Walau aku agak kesal sedikit karena dia pergi tanpa bilang apa apa padaku.


"Selamat datang, Kak Kyo" ucapku dengan nada sedikit kesal dilengkapi senyum yang kubuat buat


"Oh, Sakura" jawabnya pendek


"Hah cuma seperti itu saja jawabannya?" tanyaku kesal


"Memang kau ingin aku menjawabmu bagaimana?" tanyanya acuh


"Taulah. Aku kesal denganmu!" ucapku kesal


"Karena aku pergi dan tak bilang? begitu?" tanyanya


"Ya" dengusku kesal


Dia meletakan barang bawaannya dimeja. Lalu dia duduk. Menyalakan televisi, sejenak dia hanya fokus pada televisinya. Lalu memanggilku untuk duduk disampingnya.


"Sini.." ucapnya. Terkadang jika ingin membujukku dia akan berkata lembut padaku. Membujukku dengan segala cara agar aku tak marah lagi padanya. Karena jika aku marah padanya aku bisa marah berhari hari padanya.

__ADS_1


"Maaf. Aku lupa memberitahukan dirimu, Sakura..." ucapnya lagi


"Memang kau pergi kemana?" tanyaku sedikit melunak. Aku memang tidak bisa terus terusan marah padanya jika dia sudah mulai membujukku.


"Rumah sakit" ucapnya singkat


Aku terkejut dia mengatakan itu. Aku jadi khawatir kepadanya setelah mendengat dia pergi kerumah sakit. Apa dia sakit? Apa selama ini dia selalu kerumah sakit? memang benar dia baru baru ini sembuh dari demam. Tapi tak perlu ke rumah sakit bukan. Hanya cek suhu dirumah juga bisa kan? batinku.


"Kau baik baik saja kan, ?" tanyaku khawatir


"Aku baik. Aku menjenguk teman"


"Siapa yang sakit?"


"Tentu saja!"


"Yurichi" jawabnya singkat "katanya dia tiba tiba pingsan saat jam kelas. Awalnya dia dirawat di ruang kesehatan. Tapi tak kunjung membaik, lalu dibawa kerumah sakit. Itupun cerita yang kudengar"


Aku hanya menjawab oh. Aku memang mengenal Kak Yurichi dia sering kerumah kami dulu. Dia satu SMP juga satu SMA dengan kakakku. Tapi mereka pisah saat mulai menjadi mahasiswa. Kakak tetap disini sedangkan kak Yurichi dia pergi pindah ke ibukota. Kak Yurichi memang anak yang kaya tapi baik hati kok, dia bahkan mengganggap aku adiknya sendiri. Aku juga sering ikut kakakku kerumahnya jika dia main kesana dulu.

__ADS_1


Sudah lama aku tak melihatnya saat mendengar kabarnya dia malah sakit. Aku ingin sekali menjenguknya tapi dia sekarang berada di ibukota. Jarak kota kami kesana memang tak terlalu jauh tapi pasti akan membutuhkan banyak waktu kira kira mungkin 2-3 jaman. Kakakku pasti pergi menggunakan kereta kesana. Pantas saja sejak pagi aku tak melihatnya. Dia pasti tidak ingin berdesak desakkan dengan para penumpang lain. Apalagi anak sekolahan.


Aku berbincang sesekali menonton televisi bersama kakakku. Karena terlalu asik aku sampai lupa belum makan mslam. Saat kulihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 20.45 sudah lewat jam makan malam ternyata. Aku langsung bergegas kedapur dan memasak makan malam. Kuambil barang bawaan yang diambil kakakku. Ternyata itu buah dan beberapa makanan siap masak. Kuambil lalu kumasak secepatnya. Karena jika ibuku tau aku dan kakak belum mskan malam dia pasti akan marah.


25 menit kemudian aku sudah selesai memasak dan memanaskannya. Kupanggil kakakku untuk makan. Kami makan bersama sambil menonton televisi. Sungguh malam itu malam yang cukup baik untukku sejenak aku sudah melupakan masalah tentang kak Yurichi yang sakit. Ayah dan ibu pulang tepat setelah kami selesai makan malam.


"Kami pulang" ucap ibu padaku dan kakak


"Selamat datang ibu" ucapku senang langsung menghambur ketubuh ibuku.


"Ada apa, Sakura?" tanya ibuku. Tentu saja dia bingung. Aku tak pernah seperti itu sebelumnya.


"Tidak apa apa, bu. Hanya sedikit rindu dengan ibu. Hehe" jawabku diikuti tawa kecilku.


"Kau tidak rindu dengan ayahmu?" tanya ayahku. Ternyata ayahku bisa cemburu juga karena aku tak mengatakan rindu padanya.


"Tentu saja aku rindu pada ayah. Aku rindu kalian berdua!" ucapku denfan keras.


Menurutku itu bukan malam yang buruk. Berbeda dengan malam malam yang sebelumnya. Entah kenapa hari itu aku tiba tiba rindu dengan Ayah, ibu serta kakakku. Mungkin karena mereka akhir akhir ini sibuk dengan urusannya masing masing. Terkadang bahkan ayah bisa pulang larut malam. Dan ibu menunggunya diruang tamu. Kakak akan diasramanya. Ya dikampusnya disediakan asrama. Jarak kampus dan rumah kami bisa dibilang cukup jauh. Jadi memutuskan kakak untuk berasrama saja disana. Daripada bolak balik. Dia hanya akan pulang jika dia tidak ada jam kampus. Kebetulan kemarin dan 2 hari kedepan dia tidak ada jam kampus. Jadi dia memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


Perbincangan kami berhenti ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 22.55. Aku mengucapkan selamat malam pada ayah, ibu juga kakakku. Aku pergi kekamarku setelah itu. Mengambil selimutku dan menutupi tubuhku dengan selimut itu. Aku tertidur dengan nyenyak. Tanpa ada gangguan sedikitpun. Dan ya sebelum tidur aku selalu memandangi bulan terlebih dahulu. Mengucapkan selamat malam pada sang bulan.


To Be Continued...


__ADS_2