Aku Dan Kedua Sahabatku

Aku Dan Kedua Sahabatku
Episode 9


__ADS_3

Setelah selesai makan, kami mampir sebentar ke taman yang tak jauh dari cafe. Taman itu berada ditempat yang tinggi dan jika kita kesana kita dapat melihat pemandangan seluruh kota dari atas. Salah satu tempat favoritku dikota. Walau kota kami kecil, kota kami juga tak seburuk dengan di ibukota.


"Hahhh benar benar indah"


"Aku tak tau ada tempat ini" ujar Yukina


"Masa?!" tanyaku terkejut


"Iya..tak pernah ada yang mengajakku kemari"


"Jya kalau begitu kita bisa kesini setiap kali pulang sekolah" ucap Natsu ikut bicara


"Jika setiap hari, aku tak bisa" ucapku pada mereka


"Kau ada rencana?" tanya Yukina


"Aku akhir akhir ini ada kegiatan club. Dan club akhir akhir ini sedang sibuk sibuknya berlatih" jelasku sekali lagi


"Oh.." jawab Yukina singkat


****


"Sampai Jumpa besok" ucap Natsu berpamitan


"Kalau begitu, aku juga pulang dulu Sakura"


"Baik. Hati hati dijalan Yukina" jawabku sembari melambaikan tangan. "Sebaiknya aku juga pulang juga. Hari sudah mau gelap. Jika aku tak segera pulang kakak pasti tak akan membiarkanku makan malam nanti"


Sesampainya dirumah, kulihat kakakku sedang menyiapkan makan malam bersama ibuku.


"Oh ibu sudah pulang?"


"Iya. Kau juga baru pulang Sakura?" tanya ibuku kembali


"Mainmu lama sekali" ujar kakakku

__ADS_1


"Tadi aku pergi kebukit taman terlebih dahulu sebelum pulang"


"Bukit taman? Ngapain kau kesana?"


"Anggap saja melepas beban. Beban masalah beban hidup" ucapku sambil tertawa


"Sakura, jangan lupa menyiapkan mejanya setelah membersihan diri. Sebentar lagi masakannya selesai" ucap ibuku mengingatkan


"Baik"


Setelah membersihkan diri, aku bergegas merapikan meja makan untuk kami sekeluarga makan. Padahal sebenarnya tanpa dipersiapkanpun meja makan kami sudah bersih dan rapi. Tapi Memang seperti itulah kebiasaan rumah kami. Tetap harus dibersihkan atau dirapikan walau sebenarnya tak perlu.


Kami. Aku, kakak, dan ibuku segera makan malam setelah selesai menata semua makanan dimeja. Tentu saja sebelum makan kami tetap harus berdoa terlebih dahulu.


"Ibu apa ayah tak akan pulang?" tanya kakakku


"Eh? Ayah memang tidak akan pulang malam ini. Katanya masih banyak pekerjaan, jadi harus lembur. Begitu katanya"


Kami melanjutkan makan kami. Ibu yang pertama kali selesai makan. Lalu kakakku yang selesai. Aku selalu terakhir menghabiskan makan malamku. Asal tau saja porsiku 2kali lebih banyak dari porsi biasa jika sedang benar benar lapar.


****


"Riang sekali? Kak Kyo memberimu kamera baru?"


"Ah tidak. Entah. Aku hanya merasa sedang bahagia hari ini. Itu saja"


"Senangnya bisa seperti itu"


Kami terus bercerita selama diperjalanan. Sesampai disekolah pun kami masih bercerita dan terhenti ketika kami sudah mulai akan masuk kekelas masing masing. Dikelas kulihat meja Yukina masih kosong. Dia belum datang.


"Yukina...belum datang? 5 menit lagikan bel masuk"


Seperti dugaanku, Yukina memang tidak masuk sekolah hari ini. Dia tidak masuk sampai jam istirahat selesai. Ini pertama kalinya setelah dia pindah kemari tak berangkat sekolah.


'Apa dia sakit ya?'

__ADS_1


Aku ingin mengunjungi rumahnya untuk menjenguknya jika dia memang sakit. Tapi itu kubatalkan ketika aku mendapat telefon dari kakakku kalau dia akan kembali ke ibukota sore ini. Aku tidak mungkin membiarkan kakakku pulang ke ibukota tanpa memberitahuku.


"Natsu..Aku pulang lebih dulu ya. Aku harus mengantar kepergian kakakku"


" Kak Kyo akan kembali?"


"Iya. Sore ini"


"Baik. Hati hati dijalan, Sakura"


Kami saling melambaikan tangan tanda perpisahan. Berita mendadak kembalinya kakakku ke ibukota membuatku harus menunda atau membatalkan semua rencanaku hari ini. Termasuk pergi kerumah Yukina.


Sesampainya dirumah, kulihat kakakku sudah siap dengan barang barangnya. Koper koper besar serta satu tas berukuran sedang dan besar yang selalu dia tentang kemanapun. Rupanya dia sudah bersiap sejak kemarin malam. Pantas saja dia sangat berisik dikamarnya, ternyata sedang berberes barang.


"Kak Kyo~~ kau benar benar ingin kembali ke ibukota?"


"Tidak akan lama. Hanya menyerahkan tugas terakhir saja dan aku akan kembali" ucapnya sembari membelai kepalaku.


"Kupegang ucapanmu ya"


"Baik"


Setelah berpamitan dengan diriku dan ibu, kakak segera pergi ke stasiun. Dia pergi diantar oleh ayahku, ayahku langsung bergeges pulang ketika dia dikabari kalau kak Kyo akan kembali ke ibukota. Ayah pergi dengan meninggalkan semua pekerjaannya untuk dibawa pulang. Tadinya aku berpikir kalau ayah tidak terlalu peduli pada kakakku ternyata aku salah. Dia begitu menyayanginya.


"Kau menangis Sakura?" tanya ibuku ketika melihatku mengusap mataku


"Tidak. Aku tidak menangis hanya mataku terkena debu" ucapku menyangkal


"Jangan bersedih. Kakakmu hanya pergi ke ibukota. Memang jauh tapi dia pasti kembali"


"Ya"


Aku pergi kekamar untuk menenangkan diri. Aku tidak mau ibu melihatku menangis. Aku memangis lirih dikamar agar tak didengar ibu. Kepergian kakakku ke ibukota sungguh tak bisa kuterima. Sebenarnya aku dari dulu tak pernah suka jika dia berkuliah di ibukota. Selain tempatnya yang jauh, aku juga jarang bisa bertemu dengannya.


Karena kelelahan menangis, akhirnya aku tertidur pulas sampai malam. Melewatkan makan malam dan belajarku.

__ADS_1


To Be Continued...


__ADS_2